cover
Contact Name
Caturida Meiwanto Doktoralina
Contact Email
journallemhannasri@gmail.com
Phone
+6287808067428
Journal Mail Official
jurnal@lemhannas.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lemhannas RI
ISSN : 22528555     EISSN : 28305728     DOI : https://doi.org/10.55960/jlri
Jurnal Lemhannas RI (JLRI) is multidisciplinary, focusing on all aspects of national resilience. This journal publishes articles 4 issues every year. JLRI aims to provide a platform for intellectual discourse on topics such as Geography, Demography, Natural Resources, Ideology, Politics, Economics, Socio-Cultural, Defense and Security. Theoretical and conceptual analysis, foundational and applied research using qualitative or quantitative approaches are welcomed. Papers submitted may be in English or Indonesian, and they will be evaluated by peer-reviewed and must significantly contribute to national resilience in general or specific application areas.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 12 Documents clear
Memanfaatkan Era Ekonomi Digital untuk Memperkuat Ketahanan Nasional Dhani Gunawan Idat
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.127 KB) | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.67

Abstract

Salah satu ciri era industri 4.0 adalah digitalisasi di segala bidang, termasuk bidang ekonomi. Dalam nawacita sebagai visi yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi terkait dengan cita ekonomi adalah mewujudkan kemandirian ekonomi melalui upaya menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Pada era industri 4.0 ini, penggerakan sektor strategis ekonomi domestic tidak lepas pula dari digitalisasi atau ekonomi digital. Pada tulisan ini, ekonomi digital akan dikaitkan dengan perspektif kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional untuk kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa. Berdasarkan kepada Digital Economy Rankings 2016 GCI (Global Connectivity Index) Indonesia dalam skala global dan ASEAN masih tertinggal dalam penerapan ekonomi digital sehingga perlu sebuah strategi untuk mengaitkan ekonomi digital dengan upaya memelihara ketahanan nasional agar selaras dan serasi dengan nilai-nilai ideologi bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945.
Menyiapkan Pemimpin Tingkat Strategis Yang Kredibel Guna Mewujudkan Indonesia Maju M. Naudi Nurdika
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.696 KB) | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.68

Abstract

Banyak ditemukan pemimpin yang melanggar etika moral dan agama, tidak mampu memperjuangkan aspirasi rakyat, mengabaikan penegakkan hukum, bahkan banyak pemimpin yang melakukan korupsi dan ditangkap KPK. Indonesia Corruption Watch mencatat bahwa dalam kurun waktu tahun 2004-2018, ada 104 kepala daerah yang berurusan dengan KPK karena kasus korupsi. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan bagi kita semua, karena sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 dunia, sulit rasanya mendapatkan pemimpin yang benar-benar mampu dan mau mengemban serta memperjuangkan amanah rakyat. Dari permasalan di atas, tulisan ini membahas tentang penyiapan pemimpin tingkat strategis yang kredibel agar terwujud kepemimpinan nasional yang berwibawa.
Mematahkan Dukungan Vanuatu Terhadap Gerakan ULMWP (United Liberalization Movement For West Papua) Guna Menegakkan Kedaulatan NKRI Berlian Helmy
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.416 KB) | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.69

Abstract

Menjadi tantangan berat bagi Indonesia ketika Papua (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat) tidak diakui oleh Vanuatu sebagai bagian dari NKRI karena dianggap Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM dengan penjajahan atas wilayah Papua dan ras Melanesia Papua. Vanuatu secara gencar mengangkat isu Papua Merdeka ke dalam agenda global pada setiap pertemuan tahunan UNGA (United Nation General Assembly). Kebijakan Vanuatu ini menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia. Tulisan ini menjelaskan tentang ancaman terhadap kedaulatan Indonesia terkait isu Papua dan membahas opsi-opsi kebijakan yang dapat diambil pemerintah Indonesia untuk menangkal ancaman ini.
Peran dan Tantangan Organisasi Berbasis Kekayaan Intelektual di Kawasan ASEAN Rheza Firmansyah; Andi Budiansyah
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.536 KB) | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.70

Abstract

Asia Tenggara sebagai daerah memiliki potensi besar, tidak hanya secara geografis tetapi juga dari semua sumber dayanya. Namun, potensi itu dapat bermanfaat jika dikelola secara menyeluruh menggunakan kemitraan, sebagaimana disebutkan dalam deklarasi ASEAN. Deklarasi tersebut menyatakan bahwa tujuan kemitraan adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan, juga berkolaborasi secara aktif dan membantu satu sama lain untuk mengatasi kepentingan bersama dalam hal-hal lain seperti sosial, budaya, teknis, ilmu pengetahuan, administrasi, dll. Berdasarkan pada tujuan itu, maka tidak diragukan lagi lebih baik jika semua negara ASEAN perlu mempertahankan kemitraan di bidang kekayaan intelektual (KI). Bidang ini mencakup kesadaran akan pentingnya pengembangan teknologi, yang saat ini sedang dikelola oleh ASEAN Working Group on Intelectual Property Cooperation (AWGIPC). Pada 2009, AWGIPC lalu membentuk ASEAN Patent Examination Co-operation (ASPEC) untuk mengimplementasikan sistem paten yang lebih efektif dan lebih efisien di ASEAN, yang diatur dalam ASEAN Action Plan 2011-2015. Tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat peran dan tantangan organisasi berbasis kekayaan intelektual di ASEAN, khususnya tentang AWGIPC dan ASPEC, menggunakan metode analisis deskriptif yang didasarkan pada beberapa referensi terkait sebelumnya yang telah membahas tentang organisasi kekayaan intelektual di kawasan ASEAN.
Sustainable Development Goals (SDGs) dan Dampaknya Bagi Ketahanan Nasional Fahmi Irhamsyah
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.045 KB) | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.71

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No 59 Tahun 2017 telah berkomitmen untuk turut serta bersama PBB menyukseskan komitmen global dalam rangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Saat pemerintah Indonesia fokus dalam implementasi SDGs, negeri ini juga mendapatkan bonus demografi dengan perkiraan angka produktif yang akan menyentuh 67% dan sangat potensial untuk memajukan bangsa sebagai implementasi dari kepentingan nasional. Disaat bersamaan, tantangan dan ancaman bagi ketahanan nasional yang muncul dari kondisi sosial politik serta ekonomi pada tataran global, regional dan nasional ada di hadapan bangsa Indonesia. Artikel ini akan mengulas bagaimana posisi SDGs yang merupakan agenda global, kepentingan nasional indonesia dalam SDGs, serta dampaknya bagi ketahanan nasional.
Menilik Perjanjian Indonesia-Cina dalam Kerangka Belt and Road Initiative (BRI) dalam Perspektif Ketahanan Nasional Ni Made Vira Saraswati
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1626.53 KB) | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.72

Abstract

Indonesia menandatangani sejumlah nota kesepahaman dalam koridor Belt and Road Initiave (BRI). Berbagai respon muncul, mulai dari optimism hingga sinisme. Sejak diinisiasi pada tahun 2013, proyek ambisius Cina ini memang mendapat beragam respon dari kekhawatiran jebakan hutang hingga motif tersembunyi Cina untuk membangun dominasi di politik internasional. Tulisan ini mencoba mengulas bagaimana proyek BRI dari perspektif geopolitik (neorealisme dan neoliberalisme) dan membahas bagaimana implikasi dan hal yang harus diperhatikan dalam kerja sama Indonesia-Cina dalam kerangka BRI dengan menggunakan perspektif ketahanan nasional.
Memanfaatkan Era Ekonomi Digital untuk Memperkuat Ketahanan Nasional Gunawan Idat, Dhani
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.67

Abstract

Salah satu ciri era industri 4.0 adalah digitalisasi di segala bidang, termasuk bidang ekonomi. Dalam nawacita sebagai visi yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi terkait dengan cita ekonomi adalah mewujudkan kemandirian ekonomi melalui upaya menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Pada era industri 4.0 ini, penggerakan sektor strategis ekonomi domestic tidak lepas pula dari digitalisasi atau ekonomi digital. Pada tulisan ini, ekonomi digital akan dikaitkan dengan perspektif kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional untuk kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa. Berdasarkan kepada Digital Economy Rankings 2016 GCI (Global Connectivity Index) Indonesia dalam skala global dan ASEAN masih tertinggal dalam penerapan ekonomi digital sehingga perlu sebuah strategi untuk mengaitkan ekonomi digital dengan upaya memelihara ketahanan nasional agar selaras dan serasi dengan nilai-nilai ideologi bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945.
Menyiapkan Pemimpin Tingkat Strategis Yang Kredibel Guna Mewujudkan Indonesia Maju Nurdika, M. Naudi
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.68

Abstract

Banyak ditemukan pemimpin yang melanggar etika moral dan agama, tidak mampu memperjuangkan aspirasi rakyat, mengabaikan penegakkan hukum, bahkan banyak pemimpin yang melakukan korupsi dan ditangkap KPK. Indonesia Corruption Watch mencatat bahwa dalam kurun waktu tahun 2004-2018, ada 104 kepala daerah yang berurusan dengan KPK karena kasus korupsi. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan bagi kita semua, karena sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 dunia, sulit rasanya mendapatkan pemimpin yang benar-benar mampu dan mau mengemban serta memperjuangkan amanah rakyat. Dari permasalan di atas, tulisan ini membahas tentang penyiapan pemimpin tingkat strategis yang kredibel agar terwujud kepemimpinan nasional yang berwibawa.
Mematahkan Dukungan Vanuatu Terhadap Gerakan ULMWP (United Liberalization Movement For West Papua) Guna Menegakkan Kedaulatan NKRI Helmy, Berlian
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.69

Abstract

Menjadi tantangan berat bagi Indonesia ketika Papua (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat) tidak diakui oleh Vanuatu sebagai bagian dari NKRI karena dianggap Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM dengan penjajahan atas wilayah Papua dan ras Melanesia Papua. Vanuatu secara gencar mengangkat isu Papua Merdeka ke dalam agenda global pada setiap pertemuan tahunan UNGA (United Nation General Assembly). Kebijakan Vanuatu ini menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia. Tulisan ini menjelaskan tentang ancaman terhadap kedaulatan Indonesia terkait isu Papua dan membahas opsi-opsi kebijakan yang dapat diambil pemerintah Indonesia untuk menangkal ancaman ini.
Peran dan Tantangan Organisasi Berbasis Kekayaan Intelektual di Kawasan ASEAN Firmansyah, Rheza; Budiansyah , Andi
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v7i2.70

Abstract

Asia Tenggara sebagai daerah memiliki potensi besar, tidak hanya secara geografis tetapi juga dari semua sumber dayanya. Namun, potensi itu dapat bermanfaat jika dikelola secara menyeluruh menggunakan kemitraan, sebagaimana disebutkan dalam deklarasi ASEAN. Deklarasi tersebut menyatakan bahwa tujuan kemitraan adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan, juga berkolaborasi secara aktif dan membantu satu sama lain untuk mengatasi kepentingan bersama dalam hal-hal lain seperti sosial, budaya, teknis, ilmu pengetahuan, administrasi, dll. Berdasarkan pada tujuan itu, maka tidak diragukan lagi lebih baik jika semua negara ASEAN perlu mempertahankan kemitraan di bidang kekayaan intelektual (KI). Bidang ini mencakup kesadaran akan pentingnya pengembangan teknologi, yang saat ini sedang dikelola oleh ASEAN Working Group on Intelectual Property Cooperation (AWGIPC). Pada 2009, AWGIPC lalu membentuk ASEAN Patent Examination Co-operation (ASPEC) untuk mengimplementasikan sistem paten yang lebih efektif dan lebih efisien di ASEAN, yang diatur dalam ASEAN Action Plan 2011-2015. Tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat peran dan tantangan organisasi berbasis kekayaan intelektual di ASEAN, khususnya tentang AWGIPC dan ASPEC, menggunakan metode analisis deskriptif yang didasarkan pada beberapa referensi terkait sebelumnya yang telah membahas tentang organisasi kekayaan intelektual di kawasan ASEAN.

Page 1 of 2 | Total Record : 12