cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018" : 5 Documents clear
Spiritualitas Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Teori Perkembangan Kepercayaan Fowler dan Teori Perkembangan Moral Kohlberg: Penafsiran Perspektif Al-Kitab Janeman Usmany
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.711 KB)

Abstract

Seorang guru tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan, tetapi memberi hidup seutuhnya dalam tanggung jawab mengajar. Rasul Yakobus mengingatkan bahwa menjadi guru memiliki tanggung jawab yang besar. Tuhan Yesus sendiri adalah seorang Guru Agung, tidak hanya mengajarkan dengan kata-kata, tetapi melalui teladan hidup. Bagaimana melaksanakan tanggung jawab mengajar melalui kata-kata, dan pada saat yang bersamaan dapat memberikan teladan hidup? Di antara dua sisi inilah hadir spiritualitas. Spiritualitas atau kerohanian bersifat absrtak yang lahir dari perjumpaan pribadi seseorang dengan Tuhan.. Spiritualitas adalah riak gerakan insani yang timbul karena merasakan sentuhan halus dari Yang Ilahi. Secara filosofis, spiritualitas berhubungan dengan kualitas diri. James Fowler, menjelaskan ada enam tingkatan perkembangan iman atau spiritualitas. Sementara Lawrence Kolhberg mengkaji dari perkembangan moral individu untuk pencapai kematangannya. Kedua teori ini meskipun menggunakan pendekatan psikologi, namun sangat membantu evaluasi perkembangan spiritualitas. Hasil kajian menemukan sedikitnya tujuh hal yang berkaitan dengan spiritualitas pendidikan Agama Kristen dalam perspektif teori perkemabangan kepercayaan Fowler dan teori perkembangan moral Kolhberg. Pertama, spiritualitas Kristen memperdalam relasi guru Pendidikan Agama Kristen dengan Tuhan. Kedua, spiritualitas Kristen dapat membedakan guru Pendidikan Kristen dengan guru pada umumnya. Ketiga, spiritualitas Kristen mengidentifikasi tingkat kedewasaan seorang guru Pendidikan Agama Kristen. Keempat, spiritualitas Kristen memungkinkan guru Pendidikan Agama Kristen melakukan koreksi dan perbaikan terhadap diri sendiri. Kelima, Spiritualitas Kristen memungkinkan seorang guru Pendidikan Agama Kristen mendidik melalui teladan hidup. Keenam, spiritualitas Kristen menyebabkan seorang guru Pendidikan Agama Kristen dapat membangun relasi dengan semua kalangan, bersifat inklusif. Ketujuh, spiritualitas Kristen memotivasi guru Pendidikan Agama Kristen meningkatkan kualitas diri dan kualitas pendidikan.
Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Multigrade Class (studi kasus di SDN 1 Adimulyo Singosari Malang) Siani Listio; Febrianus Kurnia Yusianto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.99 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan berbagai permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan sistem multigrade class. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan Studi Kasus (Case Study) untuk menemukan gambaran pola yang terkait dengan fenomena dan mengindentifikasi hubungan-hubungan yang memengaruhi fenomena. Jenis kajiannya adalah studi kasus intrinsik (intrinsic case study) yang ditempuh karena keinginan peneliti untuk memahami kasus dalam seluruh kekhususan dan aspek kesederhanaannya. Paradima penelitian yang dibangun adalah kerangka pikir konstruksi sosial, yaitu berupaya memahami individu dan dunia tempat mereka bekerja. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaksanaan PAK dalam Multigrade Class di SDN 1 Ardimulyo Singosari Malang mengidentifikasi dua permasalah utama dalam pembelajaran multigrade class di SDN 1 Adimulyo Singosari Malang, yaitu manajemen pengelolaan kelas rangkap dan karakteristik pelajaran PAK. Selanjutnya kedua permasalahan tersebut dapat dirinci menjadi empat hal, yaitu: (1) pembelajaran dilakukan pada saat jam pulang sekolah antara jam 11.00-12.00. Alokasi waktu ini tidak sesuai dengan jumlah jam seharusnya dimiliki pembelajaran PAK yakni 2 jam pelajaran (90 menit), (2) kelas dibagi dalam dua kelompok, kelas kecil (kelas 1-3) dan kelas besar (kelas 4-6). Pembagian ini hanya untuk pemberian tugas, dalam penyampaian materi baik kelas kecil maupun kelas besar mendapat materi yang sama, (3) penyampaian materi tidak efektif dalam kelas kecil, karena guru cenderung fokus kepada kelas besar, dan (4) karakteristik PAK memiliki tingkatan pengetahuan yang berbeda-beda sehingga sulit dilaksanakan dalam kelas berbeda dengan materi yang sama.
Penggunaan Metode Inquiri dan Think Pair Share untuk Meningkatkan Kedewasaan Iman Pendidikan Agama Kristen Siswa SMA Negeri 1 Lawang Malang Pudji Pudji
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.763 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kedewasaan iman pelajaran Pendidikan Agama Kristen siswa SMA Negeri 1 Lawang Malang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Data diambil dari seorang guru dan siwa sebanyak 19 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan metode inquiri dan think pair share untuk pada pelajaran Agama Kristen kelas X SMA Negeri 1 Lawang Malang tahun pelajaran 2016/2017 berhasil. Setelah dilakukan pengamatan dan perbaikan pada siklus metode Inquiri, maka terjadi peningkatan kedewasaan iman siswa Kristen SMA Negeri 1 Lawang Malang, khususnya dalam aspek merenungkan Firman Tuhan dan Doa sebagai berikut: (1) kategori “Kurang” yang pada pra siklus Inquiri berjumlah 4 siswa (21%) dapat berkurang menjadi 3 siswa (16%) pada siklus 1 Inquiri, dan dapat dituntaskan menjadi tidak ada (0 %) pada siklus 2 Inquiri, (2) kategori “Cukup” yang pada pra siklus Inquiri berjumlah 7 siswa (37%) dapat berkurang menjadi 6 siswa (32%) pada siklus 1 Inquiri dan pada akhirnya berkurang lagi menjadi 5 siswa (26%) pada siklus 2 Inquiri. (3) kategori “Baik” yang pada pra siklus Inquiri berjumlah 5 siswa (26%) dapat ditingkatkan menjadi 6 siswa (32%) pada siklus 1 Inquiri dan pada akhirnya meningkat lagi menjadi 8 siswa (42%) pada siklus 2 Inquiri, (4) kategori “Sangat Baik” yang pada pra siklus berjumlah 3 siswa (16%) belum ada peningkatan, masih tetap 4 siswa (20%) pada siklus 1 Inquiri dan pada akhirnya meningkat menjadi 6 siswa (32%) pada siklus 2 Inquiri. Sedangkan pada metode Think Pair Share (TPS) terjadi peningkatan kedewasaan iman siswa Kristen SMA Negeri 1 Lawang Malang, khususnya dalam aspek persekutuan dan bersaksi sebagai berikut: (1) kategori “Kurang” yang pada siklus Think Pair Share (TPS) dapat dituntaskan pada tahap siklus 2 Inquiri sehingga sekarang sudah tidak ada lagi (0%), (2) kategori “Cukup” yang pada pra siklus Think Pair Share (TPS) berjumlah 5 siswa (26%) dapat berkurang menjadi 4 siswa (20%) pada siklus 1 Think Pair Share (TPS) dan pada akhirnya berkurang lagi menjadi 1 siswa (5%) pada siklus 2 Think Pair Share (TPS), (3) kategori “Baik” yang pada pra siklus Think Pair Share (TPS) berjumlah 8 siswa (42%) dapat ditingkatkan menjadi 9 siswa (55%) pada siklus 1 Think Pair Share (TPS) dan pada akhirnya meningkat lagi menjadi 11 siswa (58%) pada siklus 2 Think Pair Share (TPS), (4) kategori “Sangat Baik” yang pada pra siklus Think Pair Share (TPS) berjumlah 6 siswa (32%) belum ada peningkatan, sehingga masih tetap 6 siswa (25%) pada siklus 1 Think Pair Share (TPS) dan pada akhirnya meningkat menjadi 7 siswa (37%) pada siklus 2 Think Pair Share (TPS).
Penerapan Reward dan Punishment untuk Mendisiplinkan Taruna-Taruni dalam Belajar Agama Kristen (Studi Partisipatoris di Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 2 Turen Malang) Samuel Yudistiro
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.638 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan reward dan punisment terhadap kedisiplinan siswa dalam pelajaran Agama Kristen di Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 2 Turen Malang. Jenis penelitian adalah kualititif deskriptif, yaitu menggambarkan kondisi nyata dengan menggunakan kata-kata dan menyajikan persoalan, klasifikasi jenis atau garis besar tahapannya. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah Studi Partisipatoris, adalah penelitian yang bertujuan mengembangkan dan memperbaiki tingkat kedisiplinan siswa Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 2 Turen Malang dalam Pelajaran Agama Kristen. Hasil penelitian menemukan empat faktor utama dalam menerapkan reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam belajar Agama Kristen di SMK Negeri 2 Turen Malang, yaitu (1) mengondisikan siswa dalam lingkungan yang memungkinkan penanaman disiplin, (2) melaksanakan program kedisiplinan reward dan punishmen dari konsep menjadi praktik, (3) memberikan reward yang tepat kepada siswa yang dianggap berhasil dan memberikan punishment yang terukur bagi siswa yang dianggap tidak disiplin, dan (4) melakukan evalusi hasil kegiatan untuk mendapatkan informasi kelemahan dan kekuatan dari praktik reward dan punishment untuk mendisiplinkan siswa.
Implementasi Metode Ceramah Pendidikan Agama Kristen Berdasarkan Pengajaran Yesus Menurut Matius 5-7 Andik Andik
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.672 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menemukan kegunaan metode ceramah dalam Pendidikan Agama Kristen berdasarkan pengajaran Yesus menurut Matius 5-7. Penelitian didesain menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teori yang digunakan adalah fenomenologi persepsi Merleau-Ponty, yang memandang kesadaran sebagai sebuah persepsi dalam keadaan berubah-ubah dan tidak pernah otonom dari yang dicerap dunia, artinya kepastian ide didasarkan pada kepastian persepsi. Paradima penelitian yang dibangun adalah kerangka pikir transformatif, yaitu pola pikir yang digunakan untuk membantu memperbaiki implementasi pembelajaran metode ceramah dalam Pendidikan Agama Kristen berdasarkan pengajaran Yesus menurut Matius 5-7. Hasil penelitian menemukan bahwa metode ceramah berdasarakan pengajaran Yesus menurut Matius 5-7, dapat dilakukan secara efektif dan efisien jika syarat-syarat dapat terpenuhi dengan baik. Adapapun syarat-syarat tersebut sebagai berikut: (1) adanya pemahaman terhadap pondasi pendidikan, (2) metode ceramah digunakan pada pembelajaran yang berkarakteristik ekspositiri, (3) teknik komunikasi yang efektif dan efisien, sistematis dan terstruktur, (4) suasana kelas dengan metode ceramah harus kondusif sehingga penerimaan materi maksimal, dan (5) penggunan variasi media dan sumber belajar yang relevan dengan materi pelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5