cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Juni 2021" : 5 Documents clear
Korelasi Strategi Pembelajaran Online Desain Motivasi ARCS terhadap Ketangguhan Siswa SD CHARIS pada Pelajaran Agama Kristen Susane Ikawati; Lidia Susanti
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.928 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.62

Abstract

Grit merupakan kombinasi dari gairah (passion), ketangguhan (resilience), keteguhan hati (determination), dan fokus yang akan mendorong seseorang untuk menjadi disiplin dan optimis dalam menekuni apa yang sedang dilakukannya meskipun harus menghadapi ketidaknyamanan, penolakan, dan kemajuan yang tidak terlalu signifikan. Pembelajaran berbasis Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction (ARCS) merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti sebuah pembelajaran ataupun untuk menyelesaikan sebuah tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari pembelajaran dengan model motivasi ARCS terhadap tingkat grit (ketangguhan) siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan subyek penelitian siswa kelas 5 SD Kristen Charis yang berjumlah 55 siswa. Melalui uji perbedaan Independent Samples T-Test yang telah dilakukan, ada perbedaan pencapaian tingkat grit yang signifikan (Sig. (2-tailed) = 0,007) antara kelompok kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan desain model motivasi ARCS dan kelompok kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan desain model motivasi ARCS dengan nilai t(30) = 2,808. Kelompok kelas eksperimen mengalami peningkatan level grit lebih tinggi dibandingkan kelompok kelas kontrol. Melalui penelitian ini didapatkan bahwa strategi pembelajaran dengan model motivasi ARCS memperkuat strategi pembelajaran yang selama ini telah digunakan di SD Kristen Charis.
Aktualisasi Manajemen Kreativitas Guru Sekolah Minggu di Masa Pandemi Covid-19 Daniel Supriyadi
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.511 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.42

Abstract

During the current covid-19 pandemic, the implementation of worship activities is very limited. One of the worship programs as a means of church education that has a very strong impact is Sunday School. Where currently Sunday school activities are very limited because children are encouraged to reduce direct interaction. So that the lessons that are carried out can only be done online. Therefore, the purpose of writing this article is to describe the role of Sunday school teachers so that they are maximized in teaching. Through the descriptive qualitative method, it can be concluded that the Actualization of the Creative Management of Sunday School Teachers in the Pandemic Mass. First, all parties understand that Sunday school service during the Covid-19 Pandemic is a challenge that must be resolved by all parties. Both Sunday school teachers understand and understand the nature of Creative Sunday school teachers. Because creativity has a very positive impact on children's spiritual and cognitive. So that it is necessary to actualize the management of Sunday School Teacher Creativity, namely: displaying video images, games, and quizzes will make children clearer and understand better what the Sunday school teacher conveys.AbstrakDi masa pandemi Covid-19 saat ini, pelaksanaan kegiatan-kegiatan ibadah sangat dibatasi. Salah satu program ibadah sebagai sarana pendidikan gereja yang sangat terasa dampaknya adalah Sekolah Minggu. Dimana saat ini kegiatan sekolah Minggu sangat terbatas, karena anak-anak dihimbau untuk mengurangi interaksi secara langsung. Sehingga pengajaran-pengajaran yang dilaksankan hanya bisa dilakukan secara daring. Oleh sebab itu tujuan penulisan dalam artikel ini dapat mendeskripsikan peran guru sekolah minggu supaya maksimal dalam mengajar. Melalui metode kualitatif deskriptif dapat disimpilkan bahwa Aktualisasi Manajement Kreatifitas Guru Sekolah Minggu di Massa Pandemi bahwa. Pertama semua pihak mengerti dalam pelayanan sekolah Minggu di Masa Pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang harus diselesaikan oleh semua pihak. Kedua para guru sekolah minggu mengerti dan memahami  hakikat Guru sekolah minggu yang Berkreatifitas. Sebab kreatifitas sangat berdampak positif bagi kerohanian anak dan kognitif. Sehingga diperlukan aktualisasi management Kreatifitas Guru Sekolah Minggu yaitu: tampilan gambar video, permainan, serta kuis akan membuat anak-anak menjadi lebih jelas dan paham dengan baik tentang materi apa yang disampaikan oleh guru sekolah minggu.
Memotivasi Mahasiswa Melakukan Penginjilan Anak melalui Pendidikan Agama Kristen Jovan Octo Tamelab; Kristyana Kristyana
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.172 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.49

Abstract

Every person who has faith in Jesus Christ is responsible for evangelizing. This is according to what is written in Matthew 28:19 and Mark 16:15. No exception for Christian Religious Education teachers who also have the responsibility of guiding and encouraging every student to experience an encounter with Jesus Christ. Thus, Stipak students as prospective Christian Religious Education teachers should have an understanding that evangelism is not only during college but a lifelong responsibility. This study focuses on the effectiveness of Christian Religious Education learning obtained by students in motivating evangelism to children. The research methodology used is qualitative research methods. While the data were obtained through observation, interview, and documentation techniques on the object of research, namely Stipak students who took Christian Religious Education Learning courses. From the research that has been done, it is found that students are motivated to do evangelism. The environment where students do activities is the driving force in evangelizing. These environments are family, campus / Stipak, Transformation, and church. With the existence of Christian Child Education learning students not only understand evangelism to children but also understand the importance of caring for children through the proper teaching of Jesus Christ to them. AbstrakSetiap orang beriman pada Yesus Kristus bertanggung jawab untuk melakukan penginjilan. Hal ini sesuai dengan yang tertulis dalam Matius 28:19 dan Markus 16:15. Maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Anak yang diperoleh di Stipak dapat memotivasi mahasiswa untuk melakukan penginjilan anak. Metode penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi pada obyek penelitian yaitu mahasiswa STIPAK yang mengikuti mata kuliah Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Anak termotivasi untuk melakukan penginjilan pada anak-anak. 
Implementasi Metode Pembelajaran Mind Mapping Ilmu Pengetahuan Alkitab dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa SMTK Bethel Jakarta Christine Maria Setiani Putri; Yuel Sumarno; Priskila Issak Benyamin
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.3 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.73

Abstract

This study aims to increase the creativity of class X students through the application of the Mind Mapping learning method at Bethel High School Jakarta. The formulation of the problem in this study is 1) whether the use of the Mind Mapping learning method can increase students' creativity in learning IPAL in the material of the Books of Wisdom and Poetry (Job, Psalms, Proverbs, Preachers, and Kidung Agung) class X SMTK Bethel Jakarta academic year 2018/2019? In this study, the researcher used the Classroom Action Research method. The population in this study were students of class X at Bethel Jakarta SMTK with a total of 22 people, this study used data collection techniques through observations and observations of teacher activities. From the research that has been done, it can be said that there is an increase in class X innovation in making a summary of IPAL learning materials through various observations, namely as follows: at the beginning, there were 77.27% of children, in the first cycle there were 100% of children and in the final condition in cycle II there are 100% of children who get a score of 2.51 (Creative Qualification).AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X melalui penerapan metode pembelajaran Mind Mapping di SMTK Bethel Jakarta. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) apakah melalui penggunaan metode pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPAL dalam materi Kitab-kitab Hikmat dan Syair (Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung) kelas X SMTK Bethel Jakarta tahun pelajaran 2018/2019? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMTK Bethel Jakarta dengan jumlah 22 orang, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui lembar pengamatan kreativitas siswa dan lembar pengamatan aktivitas guru. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas siswa kelas X dalam membuat rangkuman materi pembelajaran IPAL melalui lembar pengamatan kreativitas, yaitu sebagai berikut : pada kondisi awal hanya terdapat 77,27% anak, pada sirklus I terdapat 100% anak dan pada kondisi akhir di sirklus II terdapat 100% anak yang mendapatkan nilai 2,51 (Kualifikasi Kreatif).
Pengajaran Tuhan Yesus tentang Prinsip Melayani Anak Berdasarkan Markus 7:27-28 dan 9:35-42 Matius I Totok Dwikoryanto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.722 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.33

Abstract

Many Christian families experience problems, the economy, unharmonious marriages, bad relationships, social media challenges, which result in children's spiritual formation often being prioritized to the church rather than the role of the family itself. Therefore, the church must be ready to be a place to prioritize teaching and child formation so that there is spiritual growth. From this, the education of children is important and the church must be able to form its mentality from childhood. By using a descriptive qualitative method and through a literature study approach to the text about the teaching of Jesus in the Gospel of Mark, it can be concluded that the teaching of the Lord Jesus must be carried out by providing maximum service to children's ministry, also paying attention to children's needs, and taking care of the physical child. The teaching of the Lord Jesus also gives meaning in the ethics of teaching faith. Even parents or the church must welcome children in every activity, especially preparing to be God's servants, this must be done as a priority for children.AbstractBanyaknya keluarga Kristen yang mengalami permasalahan, ekonomi, perkawinan yang tidak harmonis, pergaulan buruk, tantangan sosial media, yang berakibat pembinaan rohani anak seringkali diprioritas kepada gereja dari pada peran keluarga sendiri. Maka itu  gereja  harus siap menjadi tempat dalam memprioritaskan pengajaran dan pembentukan anak sehingga ada pertumbuhan rohani. Dari hal itu pendidikan kepada anak-anak merupakan hal yang  penting dan gereja harus mampu membentuk mentalitasnya dari sejak anak-anak. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan melalui pendekatan studi pustaka terhadap teks tentang pengajaran Yesus dalam Injil Markus, dengan demikian dapat disimpulkan pengajaran Tuhan Yesus harus dilaksanakan dengan memberikan pelayanan maksimal terhadap  pelayanan Anak-anak, juga memperhatian terhadap kebutuhan anak, serta  memeliharaan jasmani Anak. Pengajaran Tuhan Yesus juga memberikan makna dalam etika pengajaran Iman bahkan Orangtua atau gereja harus Menyambut Anak dalam setiap kegiatan terlebih  mempersiapkan Menjadi Pelayan Tuhan hal itu harus dilakukan sebagai prioritas bagi anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 5