cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Desember 2021" : 6 Documents clear
Menerapkan Pendidikan Rohani melalui Prinsip Pola Asuh Orang tua dalam Amsal 3:1-26 Dina Kristiani; Paulus Kunto Baskoro
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.83

Abstract

Parents are an important part of family education. Education in a good family will produce good children, but if the family education is not good, it will produce bad children. Parents and children are inseparable, meaning that they become one and are interrelated. Children's education and growth depend on their parents' parenting style. Parenting patterns are an important foundation in the lives of children. The wrong parenting will result in children’s personal products that are not optimal. The right parenting will produce good children’s products and even be a blessing for many people. Parenting is an important point because of what is happening today; many parents don’t focus on the parenting pattern because they are too busy with work assignments, don’t understand the right parenting pattern, and don’t care about parenting that is in accordance with God’s Word, the important thing is that people parents are sufficient for the needs of children’s lives. This study uses a literature descriptive method as the method used to describe or present the results based on a literature review and by extracting the general principles of parenting according to Proverb 3:1-26. The purpose of this research is, First, to find principles of parenting in accordance with the Word of God. Second, parents apply the principles of correct parenting to their children. Third, children get a parenting pattern that is in accordance with the truth of God’s Word. Fourth, the family that is built becomes a family that is a blessing to many people.  AbstrakOrang tua menjadi bagian penting dalam sebuah pendidikan keluarga. Pendidikan dalam keluarga yang baik akan menghasilkan anak-anak yang baik, namun jika pendidikan keluarga tidak baik akan menghasilkan anak-anak yang tidak baik. Orang tua dan anak adalah hal yang tidak dapat dipisahkan, artinya menjadi satu dan saling ada keterkaitan. Pendidikan dan pertumbuhan anak-anak tergantung dari pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua menjadi pondasi penting dalam kehidupan anak-anak. Pola asuh yang salah akan menghasilkan produk pribadi anak yang tidak maksimal. Pola asuh yang benar akan menghasilkan produk anak yang baik bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Pola asuh menjadi point penting, sebab yang terjadi saat ini, banyak orang tua tidak fokus kepada pola asuh yang benar, sebab terlalu sibuk dengan tugas pekerjaan, tidak mengerti pola asuh yang benar dan tidak memperdulikan pola asuh yang sesuai dengan Firman Tuhan, yang penting orang tua sudah mencukupi kebutuhan hidup anak. Penelitian ini menggunakan metode diskritif literatur sebagai metode yang dipakai untuk menggambarkan atau memaparkan hasil berdasarkan kajian pustaka serta dengan penggalian secara umum prinsip-prinsip pola asuh menurut Amsal 3:1-26. Tujuan dari penelitian ini yaitu Pertama, menemukan prinsip-prinsip pola asuh orang tua yang sesuai dengan Firman Tuhan. Kedua, supaya orang tua menerapkan prinsip-prinsip pola asuh yang benar terhadap anak. Ketiga, anak mendapatkan pola asuh yang sesuai kebenaran Firman Tuhan. Keempat, keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang menjadi berkat bagi banyak orang.  
Model Pengajaran Alkitab dalam Pendidikan Kristen di Era Digital Eriyani Mendrofa
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.85

Abstract

The development of increasingly advanced technology in the modern era is an opportunity for the ease of preaching God's word with digital media. The problem is that there are still many teachers, be they lecturers, teachers, or servants of God, who do not really understand the benefits of mastering technology as a vehicle for God's word. In this paper, the author will present a new challenge for the Christian world to face increasingly sophisticated technology. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach. Thus, it can be concluded that the teaching of the Bible in Christian education in the Digital Age is. First, the basis and calling of teaching according to the Bible; second, the role of Information Technology as an Educational Media. And learn from the actualization of Jesus' ministry as an Example in Teaching. Moreover, relying on the role of the Holy Spirit as the only teacher for the needs of society in the modern era. AbstrakPerkembangan teknologi yang semakin maju di era modern merupakan peluang bagi kemudahan pemberitaan firman Tuhan dengan media digital. Permasalahannya masih banyak pengajar baik itu dosen, guru, atau para pelayan Tuhan yang belum terlalu mengerti manfaat menguasai teknologi sebagai kendaraan bagi firman Tuhan. Dalam tulisan ini, penulis akan menyajikan tantangan baru bagi dunia kekristenan untuk menghadapi teknologi yang semakin canggih. Menggunakan metode kualitatif dekritif dengan pendekatan syudi literature. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengajaran Alkitab dalam pendidikan Kristen di Era Digital adalah. Pertama, dasar dan panggilan pengajaran menurut Alkitab, kedua mendeskripsikan peran Teknologi Informasi sebagai Media Pendidikan. Serta belajar dari aktualisasi pelayanan Yesus sebagai Teladan dalam Mengajar. Terlebih mengadalkan peran Roh Kudus sebagai satu-satunya Pengajar bagi kebutuhan masyarakat di era modern.  
Kegiatan Belajar dan Mengajar secara Digital dengan Konsep Hybrid Learning di Sekolah Terpadu Pahoa Diana Tjoeng; Sutrisno Sutrisno; Christiani Hutabarat; Bobby Kurnia Putrawan
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.84

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed the order of people's lives in all aspects of life, one of which is in the world of education, especially in the world of Christian Religious Education. The face-to-face learning model has now turned into distance learning or also known as online learning. Looking at the current development of education, the researcher observes that blended learning or hybrid learning systems can be applied in the learning process. This research was conducted at the Pahoa Integrated School. The approach in this study uses a qualitative approach. The data is taken by looking directly through online and face-to-face teaching and learning activities so that definite data can be obtained. The results of this study found that digital teaching and learning activities with the concept of Hybrid Learning were good. For example, in school, teachers improve their ability to master technology because all learning is done using digital learning technology. The parents received a good response, especially for busy parents who did not have time to accompany students to study at home and for students to have the opportunity to return to learning to socialize and explore themselves with friends at school, even if only for a short time given the restrictions. The number of students in the class and the limitation of learning time in the class. AbstrakMasa Pandemi Covid-19 berdampak merubah tatanan kehidupan masyarakat dalam segala aspek kehidupan salah satunya dalam dunia pendidikan, terlebih khusus nya terhadap dunia Pendidikan Agama Kristen. Model pembelajaran dilakukan secara tatap muka kini berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau disebut juga pembelajaran dalam jaringan (daring/online). Melihat perkembangan Pendidikan sekarang ini maka peneliti mengamati bahwa sistem pembelajaran blended learning atau hybrid learning dapat di terapkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Terpadu Pahoa. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diambil dengan melihat secara langsung melalui kegiatan belajar mengajar online dan tatap muka sehingga dapat di peroleh data yang pasti. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kegiatan belajar mengajar digital dengan konsep Hybrid Learning adalah baik. Misalnya dari pihak sekolah, para guru meningkatkan kemampuan dirinya dalam menguasai teknologi karena semua pembelajaran dilakukan menggunakan teknologi pembelajaran digital. Pihak orangtua mendapatkan tanggapan dan respon yang baik terlebih lagi bagi para orangtua yang sibuk tidak sempat menemani siswa untuk belajar di rumah, dan bagi siswa mendapatkan kesempatan kembali untuk belajar bersosialisasi dan mengeksplorasi dirinya bersama teman-teman di sekolah sekalipun hanya dalam waktu singkat mengingat adanya pembatasan jumlah siswa didalam kelas dan pembatasan waktu pembelajaran didalam kelas. 
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Pertumbuhan Iman Anak melalui Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19 Minarsih Minarsih
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.676 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.77

Abstract

 Sunday school is a Faith community for the children. In the application of the distance learning system, teachers play an important role in the growth of children's faith. This type of research uses qualitative with a Grounded Theory approach, which means research that develops a series of integrated theoretical concepts from empirical data by combining and interpreting, and showing the relationship of the process. The research was conducted to expand the theory of distance learning ( online) for the growth of children's faith. The results of the research are the building of the following propositions, 1. If the Sunday School teacher is a figure, then his role can't be replaced by technological Sophistication. 2. The moral environment and social community in Sunday school affect children's faith growth. 3. Learning facilities and competence of Sunday school teachers affect the learning conditions of children's faith growth, and 4. Distance Learning ( online) affects the learning outcomes of children's faith growth in Sunday school.  Abstrak Sekolah Minggu merupakan komunitas iman bagi anak. Dalam penerapan sistem pembelajaran jarak jauh guru berperan penting untuk pertumbuhan iman anak. Jenis penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan grounded theory, yaitu penelitian yang mengembangkan sederet konsep teoritis yang terpadu dari data empiris dengan memadukan dan menginterpretasikan serta memperlihatkan hubungan prosesnya. Penelitian dilakukan untuk memperluas teori pembelajaran jarak jauh (daring) untuk pertumbuhan iman anak. Hasil penelitian adalah bangunan proposisi-proposisi sebagai berikut: (1) jika guru Sekolah Minggu adalah figur, maka perannya tidak tergantikan oleh kecanggihan teknologi, (2) lingkungan moral dan komunitas sosial di Sekolah Minggu berpengaruh pada pertumbuhan iman anak, (3) sarana belajar dan kompetensi guru Sekolah Minggu berpengaruh pada kondisi belajar pertumbuhan iman anak, dan (4) pembelajaran jarak jauh (daring) berpengaruh pada hasil belajar pertumbuhan iman anak di Sekolah Minggu. 
Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran bagi Guru Agama Kristen di Indonesia Jannes Eduard Sirait
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.11

Abstract

Christian religious teachers must have good aptitude and non-aptitude skills as well as good learning creativity. Christian religious teachers in their duties are obliged to organize, guide, guide and create a healthy and fun learning environment for students. Including coaching, shaping and helping students achieve their learning achievements. To achieve this goal, a Christian teacher who is full of creativity is needed. This study uses qualitative methods and produces descriptive data. The basis for choosing this pattern is an attempt to describe the survey object in detail. The key tool in this research is the researcher, then the research informants are parents, students, lecturers, Christian leaders and church pastors. The object of research is a Christian religion teacher. Data collection techniques are observation, document review, and noun class or triangulation. Data examination was carried out according to the theory of Miles and colleagues. The conclusion of the study is that Christian religious teachers are obliged to continuously improve learning creativity. Efforts that can be made include: needing to understand the various factors that influence the increase in learning creativity, mastering and maximizing all basic teaching skills, practicing and preparing for teaching, being able to do classroom management, understanding the use of various methods, strategies and learning models, understanding technology and educational media, understand research principles and be able to interpret the results. AbstrakGuru agama Kristen harus memiliki keterampilan aptitude dan non aptitude serta kreativitas pembelajaran yang baik. Guru agama Kristen dalam tugasnya berkewajiban menata, membimbing, menuntun dan mewujudkan alam belajar yang sehat dan menyenangkan bagi peserta didik. Termasuk melakukan pembinaan, membentuk dan membantu peserta didik mencapai prestasi belajarnya. Untuk mencapai maksud tersebut, dibutuhkan guru agama Kristen yang penuh kreasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan melahirkan data deskriptif. Dasar memilih pola ini, yaitu upaya mendeskripsikan objek survei dengan detail. Alat kunci dalam penelitian ini adalah peneliti, kemudian informan penelitian adalah orangtua, mahasiswa, dosen, pemimpin Kristen dan pendeta jemaat. Objek penelitian adalah guru agama Kristen. Teknik pengumpulan data adalah pengamatan, kajian dokumen, dan kelas nomina atau triangulasi. Pemeriksaan data dilakukan menurut teori Miles dan kawan-kawan. Kesimpulan penelitian bahwa guru agama Kristen wajib melakukan peningkatan kreativitas pembelajaran secara kontinyu. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain: perlu memahami berbagai faktor yang mempengaruhi peningkatan kreativitas pembelajaran, menguasai dan memaksimalkan keseluruhan keterampilan dasar mengajar, melakukan praktek dan persiapan mengajar, mampu melakukan manajerial kelas, memahami penggunaan berbagai metode, strategi dan model pembelajaran, memahami teknologi dan media pendidikan, memahami prinsip-prinsip penelitian dan mampu menafsirkan hasilnya.
Implikasi Legasi Pendidikan dalam Matius 28:18-20 bagi Gereja Masa Kini Yakub Hendrawan Perangin Angin; Yonatan Alex Arifianto; Tri Astuti Yeniretnowati
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.837 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.90

Abstract

Discipleship can be said to have been known for a very long time in the Christian community, but in practice today not many people have professed to believe in Jesus Christ as Savior and His Lord is involved in the discipleship process even to have the desire to make disciples of other believers. This is the problem facing the church as a believer in Christ today. The writing of this journal is intended to direct the perspective of believers who are called Christians because they believe in what has been taught and imitated by Jesus Christ by reviewing the Great Commission which was bequeathed by the Lord Jesus to His disciples. The method in writing this journal is a qualitative method with a library approach. The conclusion of this writing is the importance of remembering the legacy of the Great Commission that Christ has taught and modeled and how all Christians are called to pass it down continuously to the next generations of believers. AbstrakPemuridan dapat dikatakan sudah sangat lama dikenal dalam komunitas Kristen, namun pada praktiknya saat ini tidak banyak orang yang sudah mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai juruselamat dan Tuhan-nya terlibat dalam proses pemuridan bahkan untuk memiliki kerinduan memuridkan orang percaya lainnya pun tidak. Inilah persoalan yang dihadapi gereja sebagai orang percaya kepada Kristus saat ini. Penulisan jurnal ini ditujukan untuk mengarahkan perspektif orang percaya yang disebut orang Kristen karena percaya kepada apa yang sudah diajarkan dan diteladankan oleh Yesus Kristus dengan mengupas kembali Amanat Agung yang diwariskan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya. Metode dalam penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Kesimpulan dari hasil penulisan ini adalah pentingnya mengingat kembali warisan Amanat Agung yang sudah Kristus ajaarkan dan teladankan dan bagaimana semua orang Kristen terpanggil untuk mewariskannya kembali terus menerus ke generasi-generasi orang percaya selanjutnya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6