cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: Juni 2022" : 5 Documents clear
Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Kristiani melalui Pengembangan Self Control Korina Sanosa; Wahju Astarjo Rini; Yonatan Alex Arifianto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.7

Abstract

Self-control is the ability of the body and mind to do what it is supposed to do. Self-control makes us think about what will happen if we make a dangerous choice. Self-control keeps us out of trouble and helps us act appropriately. Self-control has a role in showing how we value ourselves. Self-control is an important aspect in the actualization of our thoughts, feelings, and behavior in dealing with every situation. Someone who can control himself from negative things will certainly get a positive assessment from other people (social environment), and vice versa, which also plays a role in achieving personal goals. Self-control is believed to help a person in achieving one's life goals. This study aims to determine the development of self-control through the 4P character development program (fathering, coaching, training, and mentoring) to improve the quality of education. Educational services are measured by the quality of education provided in schools. Character education aims to shape students' minds and attitudes, which is managed by instilling 4P programs (Fathering, Coaching, Training, and Mentoring) so that students can control themselves. This research method is carried out using a quantitative approach. This research was conducted using a descriptive quantitative approach. Descriptive research seeks to describe and interpret objects as they are without intending to draw conclusions that apply to the public. This research begins by collecting observational and field research literature, analyzing data, and making research reports. The results of the study found that the 4P character-building program (Fathering, Coaching, Training, and Mentoring) through self-control can impact the quality of education. AbstrakSelf-control atau kontrol diri adalah kemampuan tubuh dan pikiran untuk melakukan apa yang semestinya dilakukan. Kontrol diri membuat kita memikirkan apa yang akan terjadi jika kita mengambil pilihan yang berbahaya. Kontrol diri menjauhkan kita dari persoalan dan membantu kita bertindak tepat. Self-control memiliki peran dalam menunjukkan siapa diri kita nilai diri. Self-control menjadi aspek yang penting dalam aktualisasi pola pikir, rasa dan perilaku kita dalam menghadapi setiap situasi. Seseorang yang dapat mengendalikan diri dari hal-hal yang negatif tentunya akan memperoleh penilaian yang positif dari orang lain (lingkungan sosial), begitu pula sebaliknya, juga berperan dalam pencapaian tujuan pribadi. Pengendalian diri dipercaya dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuan hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan self-control melalui program pembinaan karakter 4P (pembapaan, pembinaan, pelatihan, dan pendamping) upaya meningkatkan mutu pendidikan. Layanan pendidikan diukur melalui kualitas pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Tujuan pendidikan karakter untuk membentuk mental dan sikap peserta didik yang dikelola dengan menanamkan program-program 4P (Pembapaan, Pembinaan, Pelatihan, dan Pendampingan) agar peserta didik dapat mengendalikan diri. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan literatur yang terkait dengan penelitian observasi, riset lapangan, menganalisis data, dan membuat laporan penelitian. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa program pembinaan karakter 4P (Pembapaan, Pembinaan, Pelatihan, dan Pendampingan) melalui self-control dapat memberikan dampak pada peningkatan mutu pendidikan. 
Memotivasi Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Krtisten melalui Reward dan Punishment Semuel Ruben; Samuel Yudistira
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.805 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.98

Abstract

Christian Religious Education learning at the State Vocational High School 2 Turen is carried out outside class hours, on Fridays, after study hours. This situation inspires Christian religious teachers to look for ways to increase the motivation of their students to participate in Christian religious learning. One of the methods used is the method of reward and punishment. The researcher aims to determine whether reward and punishment can motivate students to participate in Christian religious education lessons at the State Vocational High School 2 Turen. The type of research used is descriptive qualitative. Therefore, the researcher made conclusions based on the data, information, and facts found through interviews with one teacher and 13 students and supported by existing documents. The results of the study prove that Reward and Punishment is a method that can provide motivation for students who need encouragement in learning Christian Religious Education at State Middle School 2 Turen. AbstrakPembelajarn Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Turen dilakukan diluar jam pelajaran yaitu pada hari jumat selesai jam belajar. Keadaan ini menggugah guru agama Kristen mencari cara untuk meningkatkan motivasi anak didiknya dalam mengikuti pembelajaran agama Kristen. Salah satu cara yang digunakan adalah metode reward dan punishment. Peneliti bertujuan mau mengethui apakah reward dan punishment dapat memotivasi siswa siswi dalam mengikuti pembelajaran pendidikan agama Kristen di Sekolah Menengah Kejuruan Negri 2 Turen. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Karena itu peneliti membuat kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data, imformasi-imformasi, dan fakta-fakta yang ditemukan melalui wawancara 1 guru dan 13 murid dan di dukung dokumen-dokumen yang ada. Hasil penelitian membuktiksn bahwa Reward dan Punisement merupakan suatu metode yang bisa memberikan motivasi bagi siswa siswi yang perluh dorongan dalam belajar Pendidikan Agama Kristen diSekolah Menengah Negri 2 Turen. 
Penerapan Teknik Self-Regulated Learning dalam Pembelajaran Daring Diana Meita Zain; Marcelinus Lindinau
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.105

Abstract

Self-regulated learning is self-regulating skills to set goals, evaluate and make the necessary adaptations. This technique can optimize online learning, indicating tiring and multitasking. This study aims to determine how STIPAK students, especially those from the TFN program, use self-regulated learning techniques to optimize online learning. This type of research is qualitative with a phenomenological approach; the number of informants studied is six people. The results showed that all the informants had implemented several SRL strategies. However, only three people (LPA, YSE, and ASN) did with 3 SRL strategies, and only one informant, namely ASN, did with the choice of an effective SRL strategy. The researcher's suggestion, it is necessary to develop students to increase online learning to be more optimal. AbstrakSelf-regulated learning adalah keterampilan mengatur diri untuk menetapkan tujuan, mengevaluasi dan membuat adaptasi yang diperlukan. Teknik ini dapat mengoptimalkan proses belajar secara daring yang mengindikasikan melelahkan dan banyak tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah mahasiswa STIPAK khususnya dari program TFN dalam mengunakan teknik self-regulated learning (SLR) sebagai cara mengoptimalisasikan pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, informan yang diteliti berjumlah 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan telah melakukan beberapa strategi SRL. Namun hanya tiga orang (LPA, YSE dan ASN) yang melakukan dengan 3 strategi SRL dan hanya 1 informan yaitu ASN yang melakukan dengan pilihan strategi SRL yang efektif. Saran peneliti adalah perlu pembinaan mahasiswa agar ada peningkatan SRL supaya pebelajaran daring lebih optimal. 
Guru Kristiani Mengatasi Cyberbullying Anak Remaja Usia 13-18 tahun Yunida Bawamenewi; Priscila Stefani; Deasy Angelina Widiatmadja
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.100

Abstract

The development of this increasingly rapid era makes it easy to do something, but it can be a trigger problem for the millennial generation, especially in cyberbullying by sharing or updating, watching content that does not have a positive meaning, and then practicing it with their peers. Writing in this paper using literature research with a descriptive qualitative approach with the hope that teachers are able to provide a good and correct understanding of preventing, overcoming, and handling cases of cyberbullying among teenagers so that the teacher's role in protecting and educating students from an early age in instilling Christian values from an early age can apply it in his life now and so on in socializing, organizing and socializing. AbstrakPerkembangan zaman yang semakin pesat ini membuat segalanya mudah untuk melakukan sesuatu, namun bisa menjadi pemicu permasalahan bagi generasi milenial terutama dalam melakukan cyberbullying dengan membagikan atau mengupdate, menonton konten-konten yang tidak memiliki makna positif lalu mempraktekkannya kepada teman sebayanya. Penulisan dalam paper ini, dengan menggunakan penelitian pustaka dengan pendekatan kuaitatif deskriptif dengan harapan guru mampu memberikan pemahaman yang baik dan benar dalam mencegah, mengatasi serta menangani kasus terjadinya cyberbullying dikalangan remaja sehingga peran guru dalam mengayomi dan mendidik siswa sejak dini dalam menanamkan nilai-nilai kristiani sejak dini dapat menerapkannya daam kehidupannya sekarang dan seterusnya dsam bersosiaisasi, berorganisasi dan bermasyarakat.  
Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Menanamkan Nilai Moderasi Beragama bagi Peserta Didik Daniel Supriyadi; Kharisda Mueleni Waruwu
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.146

Abstract

The conflicts that occur in Indonesia are a consequence of the existence of a multicultural society in terms of ethnic, cultural, language, and religious diversity. A lack of awareness of respecting diversity will lead to an attitude that thinks the group is the most correct, so there is the potential for turmoil and phenomena that give rise to disharmony. That is why the inculcation of the values of religious moderation is an opportunity to create a mature pattern of thinking in society so that the harmony of Indonesian society with the existing pluralism can be realized. In this writing, the qualitative method is applied using a literature study and a qualitative descriptive approach. The description in this study certainly shows that the role of Christian education teachers greatly determines the creation of mature human beings in society. The results of this study show that Christian education teachers must instill the values of religious moderation based on stories like Jesus taught. Christian religious education teachers are exemplary agents who must be able to set an example through their actions and speech. In addition, Christian education teachers implement learning curriculum innovations by including the values of moderation.  AbstrakKonflik yang terjadi di Indonesia merupakan konsekuensi dari keberadaan masyarakat yang multikultural, baik dalam keragaman suku, budaya, bahasa, hingga agama. Kurangnya kesadaran menghargai keberagaman akan mengarah pada sikap yang menganggap kelompoknya paling benar, sehingga berpotensi terjadinya gejolak serta fenomena-fenomena yang memunculkan disharmonisasi. Itu sebabnya penanaman nilai-nilai moderasi beragama menjadi suatu peluang terciptanya pola pemikiran masyarakat yang dewasa sehingga keharmonisan masyarakat Indonesia dengan pluralisme yang ada dapat terwujud. Dalam penulisan ini metode yang di aplikasikan adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi pustaka dan pendekatan kualitatif deskriptif. Uraian dalam penelitian ini tentu memperlihatkan bahwa peranan guru PAK sangat menentukan terciptanya manusia yang dewasa dalam bermasyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah guru PAK harus menanmkan niali-nilai moderasi beragama berdsarkan kisah-kisah yang seperti Yesus ajarkan. Guru pendidikan agama Kristen merupakan agen keteladanan harus mampu memberikan contoh melalui sikap perbuatan maupun tutur katanya. Selain itu guru PAK melaksanakan inovasi kurikulum pembelajaran dengan mencantumkan nilai-nilai moderasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5