cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 3 Documents clear
Teknik Agitasi dalam Wacana Siber Fittaurina, Maulidah; Suyitno, Imam
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i22024p146-162

Abstract

Agitasi dalam wacana siber merupakan salah satu bentuk bahasa sebagai komunikasi dan interaksi yang berbahaya. Hal tersebut dikarenakan agitasi bertujuan untuk memengaruhi seseorang atau khalayak agar tumbuh kebencian, timbul keresahan, dan melakukan pemberontakan. Guna mencapai tujuan tersebut, agitator mempertimbangkan cara atau strategi agar agitasi berhasil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik agitasi pada wacana siber. Pendekatan yang digunakan penelitian ini, ialah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data penelitian ini, ialah video yang diunggah dalam media sosial dalam kurun waktu Mei 2019 – November 2020. Data penelitian ini, yaitu tuturan verbal yang berupa ungkapan dan pola tuturan yang digunakan agitator dalam memengaruhi. Hasil penelitian ini berupa penggunaan ungkapan agitatif dalam wacana siber yang diklasifikasikan dan dipaparkan menjadi tiga hal, yaitu (1) ungkapan yang membentuk emosi negatif, (2) ungkapan yang membentuk sikap tidak hormat, dan (3) ungkapan yang mendorong agar bertindak. Selain itu, penelitian ini menghasilkan pola tuturan agitatif dalam wacana siber, yaitu (1) pola pengulangan, (2) pola perincian, (3) pola penegasan, (4) pola pertentangan, (5) pola pertanyaan retoris, dan (6) pola penjelasan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ungkapan dan pola tuturan agitatif dalam wacana siber merupakan teknik agitator secara verbal dalam memengaruhi emosi, sikap, dan tindakan masyarakat.
Karakter Tokoh Wayang Kulit Semar sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Batik Lukis Oktama, Triyoga; Arimbawa, Anak Agung Gde Rai; Sidyawati, Lisa
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i22024p163-180

Abstract

Tokoh wayang kulit Semar adalah salah satu Panakawan yang memiliki karakter protagonis dan jenaka. Meskipun berperan sebagai abdi para satria, karakternya dapat dijadikan teladan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Selain menjadi abdi, Semar juga menjadi pengasuh dan pembimbing bagi para satria yang berkarakter baik. Banyak yang meyakini bahwa Semar adalah pamomong masyarakat Tanah Jawa. Namun, kurangnya pengenalan budaya sejak dini dan minat melestarikan budaya menyebabkan banyak pemuda, termasuk pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang, tidak mengenal detail karakter Semar dan nilai-nilai teladan yang dimilikinya. Padahal, karakter Semar dapat diterapkan dalam kegiatan berorganisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter Semar secara mendalam dan menampilkannya dalam bentuk karya seni batik lukis. Proses penciptaan karya seni dimulai dengan eksplorasi data dari artikel, jurnal, dan wawancara, dilanjutkan dengan tahap perancangan atau pembuatan sketsa, dan diakhiri dengan tahap perwujudan karya seni. Hasilnya adalah tujuh karya batik lukis yang menggambarkan karakter tokoh wayang kulit Semar. Melalui karya seni ini, diharapkan dapat memperkenalkan dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan karakter teladan Semar kepada generasi muda serta meningkatkan minat mereka dalam melestarikan budaya tradisional.
Libido sebagai Energi Kreatif Husein Widiya Menciptakan Kumpulan Puisi Penyair Jalang Setiawan, Jodi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i22024p188-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Husein Widiya secara kreatif menggambarkan libido sebagai sumber energi kreatif dalam karyanya. Dengan menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud sebagai kerangka teoritis, yang menggambarkan konsep id, ego, dan superego sebagai komponen utama dalam perilaku manusia, termasuk libido sebagai bagian dari id. Libido seksual, menurut Sinurya merupakan dorongan untuk mencapai kepuasan seksual dan minat terhadap seks. Hal ini mendorong peneliti untuk menjalankan kajian terhadap kreativitas dalam karya sastra yang mengeksplorasi tema libido. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk memberikan deskripsi dan penggambaran yang jelas terhadap data yang terkumpul. Objek penelitian adalah teks puisi dari buku "Penyair Jalang" karya Husein Widiya, khususnya pada subbab Eros, Asmaragama, Jalang, dan Nonsens. Data yang diperoleh dari buku puisi ini dianalisis dengan membaca secara berulang, mengidentifikasi, memilih, dan mengklasifikasikan baris-baris yang mengandung unsur libido seksual. Baris-baris tersebut kemudian diinterpretasi dan dilengkapi dengan bukti kutipan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Husein Widiya menciptakan puisi-puisi yang mengandung unsur libido seksual, seperti deskripsi kegiatan masturbasi, hubungan seksual, atau bahkan penggunaan kata-kata yang merujuk pada bagian tubuh dan organ reproduksi manusia. Dengan demikian, kajian ini mengungkapkan bagaimana libido dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengarang dalam menciptakan karya sastra yang kreatif dan beragam.

Page 1 of 1 | Total Record : 3