cover
Contact Name
Andri Nirwana AN
Contact Email
an140@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
qist@ums.ac.id
Editorial Address
Department of Al-Qur'an and Tafseer Studies, Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, phone +62-271-717417 ext. 2303 Sukoharjo, 57169 Central Java, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies
ISSN : -     EISSN : 28282779     DOI : 10.23917
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic Studies, Quranic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Quran and Tafsir studies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2022): April" : 7 Documents clear
PENULISAN KITAB TAFSIR DI INDONESIA PADA ABAD KE-21 M (2001 – 2015) Syafiqah Binti Abu Bakar; Zyaul Haqqi
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.175 KB) | DOI: 10.23917/qist.v1i1.521

Abstract

Penulisan dan penghasilan kitab-kitab tafsir di Indonesia pada awal abad ke-21 dilihat terus berkembang dengan kelahiran tokoh dan penghasilan karya-karya tafsir lokal yang modern. Oleh karena itu, objek utama kajian ini adalah untuk mengenal pasti corak penulisan kitab tafsir modern yang terdapat di Indonesia pada abad ke-21 ini. Hasil kajian menyebutkan bahwa terdapat tiga corak penulisan tafsir di Indonesia di antara tahun 2001 hingga tahun 2015. Corak penafsiran yang pertama ialah penafsiran yang berfokus pada ayat-ayat atau surah-surah tertentu. Kedua ialah penafsiran yang berfokus pada permasalahan tertentu (tematik) dan yang terakhir ialah karya yang menafsirkan lengkap 30 juz. Temuan kajian ini selanjutnya menunjukkan bahwa kitab tafsir yang banyak dihasilkan adalah tafsir berdasarkan surah dan tematik. Metode penafsiran yang banyak digunakan ialah metode penafsiran Maudu'i dan Ijmali.
JAHILIYYAH DALAM PENAFSIRAN IBNU KASIR S Suharjianto; Rofi Atina Maghfiroh
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.571 KB) | DOI: 10.23917/qist.v1i1.522

Abstract

Kata Jahiliyyah berasal dari kata Al Jahlu yang berarti bodoh atau kebodohan. Jaman jahiliyyah adalah jaman kebodohan. Yang dimaksud dengan jaman kebodohan di sini bukan berarti orang-orang jahiliyyah tidak memiliki kepandaian, tetapi mereka tidak dapat membedakan kebenaran dan kebatilan. Contoh yang menyolok adalah ketika salah seorang dari mereka memiliki anak perempuan, mereka akan menanamkan hidup-hidup. Kebodohan yang paling menonjol adalah karena mereka menyembah berhala yang dibuatnya sendiri. Terlepas dari arti kata di atas, paling tidak ada dua ahli yang menerangkan tentang jahiliyyah, mereka adalah Jarji Zaedan dan Munawar Cholil. Jarji Zaedan berpendapat bahwa jahiliyyah adalah jaman yang masyarakatnya telah memiliki kemajuan di berbagai bidang lapangan kehidupan, seperti: bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, dan lain. Sedangkan Munawar Cholil pendapat yang berbeda dengan yang pertama. Menurutnya jaman jahiliyyah adalah jaman yang diatandai oleh kerusakan diberbagai bidang, seperti bidang Sosial, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain. Itulah dua pendapat yang berbeda ketika melihat jahiliyyah dari sisi masing-masing. Sedangkan kata jahiliyyah terdapat dalam empat ayat dalam al-Quran, yaitu pada surat Ali Imran ayat 154, surat al-Maidah ayat 50, surat al-Ahdzab ayat 33 dan surat al-Fath ayat 26. Terlepas dari dua pendapat di atas, riset ini akan mengkaji jahiliyyah dalam Tafsir al-Quran al-'Azim karya Ibnu Katsir. Pendekatan yang digunakan dalam riset ini adalah pendekatan interpretatif. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Adapun simpul dari riset ini adalah kata jahiliyyah dalam Tafsir al-Qurin al-'Azim merupakan (1) sangkaan buruk terhadap takdir Allah s.w.t, (2) berhukum dengan hukum lain atas hukum yang Allah syariatkan, (3) perilaku yang menjerumuskan pada perzinaan dan (4) sikap sombong sebagai hasil dari sikap fanatik yang menutup pintu kebenaran.
RELASI SOSIAL DALAM AL-QUR'AN Muhammad Amin
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.785 KB) | DOI: 10.23917/qist.v1i1.523

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan tentang konsep al-Qur'an tentang relasi sosial. Relasi atau hubungan sosial merupakan salah satu tema yang sangat penting dalam al-Qur'an. Seorang muslim yang baik adalah yang mampu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (hablu min an-nas) dan hubungan baik dengan Tuhannya (hablu min Allah). Orang yang mampu berinteraksi dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat adalah indikator dari hubungan baiknya dengan Tuhan. Sebaliknya orang yang bermasalah dalam hubungan sosial, menjadi indikator dari tidak baiknnya hubungan dengan Tuhan. Al-Qur'an memberikan sinyal yang jelas bahwa kesuksesan hidup manusia sangat tergantung kepada kemampuan dalam membina dua hubungan tersebut. Tulisan ini menggunakan metode tafsir tematik (maudu'i). Dalam menjelaskan ayat-ayat tentang relasi sosial, penulis merujuk kepada penafsiran para ulama dalam berbagai karya tafsir mereka. Ada beberapa prinsip utama relasi sosial dalam al-Qur'an, antara lain: menyambung tali silaturrahmi dan memperkuat persaudaraan (ukhuwah), saling tolong menolong (ta'awun), berani menegakkan kebenaran dan mencegah kejahatan (amar ma'ruf dan nahi munkar), bersikap klarifikatif (tabbayyun), berpikir positif (positive thinking) dan tidak mencari-cari kesalahan (tajassus), peduli kepada kaum yang lemah (du'afa), bermusyawarah (syura), memahami perbedaan (ta'uruf), dan toleransi (tasumuh) kepada nonmuslim.
DALIL TEOLOGIS WANITA BEKERJA DALAM AL-QUR'AN Rahayu, Yustin; Nurrohim, Ahmad
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.604 KB) | DOI: 10.23917/qist.v1i1.524

Abstract

Banyak wanita berperan ganda sebagai istri, sebagai ibu dan sebagai wanita karier. Peran-peran itu sering menimbulkan problematika keluarga seperti ketidak-harmonisan hubungan keluarga. Wanita yang keluar untuk bekerja memiliki berbagai motif. Motif menjadi salah satu faktor penentuan hukum sesuatu. Tulisan ini hendak mencoba mengkaji bagaimana pandangan al-Quran terhadap motif wanita bekerja. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Data dianalisis dengan metode tafsir tematik (maudu'i). Penelitian ini menunjukkan motif wanita bekerja adalah: motif ekonomi (nafkah), motif tingkat pendidikan (aktualisasi ilmu) dan motif religius. Motif ekonomi sajalah yang dibenarkan dalam pandangan Al-Qur'an, dan itu pun boleh terjadi saat kondisi ekonomi keluarga tidak normal.
PENAFSIRAN "LA TAQRABU AL- ZINA" DALAM QS. AL-ISRA' AYAT 32 (STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA DAN TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB) Yahya Fathur Rozy; Andri Nirwana AN
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.182 KB) | DOI: 10.23917/qist.v1i1.525

Abstract

Perzinaan adalah problem sosial yang selalu ada di setiap zaman. Banyak sekali kemudaratan yang timbul dari perzinaan. Perzinaan adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT untuk dilakukan oleh umat Islam. Pelarangan tersebut, termaktub dalam QS. Al-Isra': 32. Menariknya, pelarangan tersebut tidak langsung tertuju pada objeknya (zina), melainkan pelarangan untuk mendekati hal-hal yang menjerumus kepada perzinaan yang dalam surat tersebut, tertulis La Taqrabu al-Zina (janganlah kalian mendekati zina). Para mufasir, dari mufasir klasik hingga kontemporer, memiliki perbedaan penafsiran terhadap ayat tersebut. Karena keunikan penggunaan redaksi tersebut ditambah banyaknya perbedaan penafsiran terhadap potongan ayat tersebut, penulis tertarik untuk membahas penafsiran La Taqrabu al-Zina di dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Al-Mishbah Karya Quraish Shihab yang memiliki corak adabi ijtima'i. Penelitian kepustakaan ini, menggunakan teori illah dan pendekatan interpretatif. Adapun metode analisa yang digunakan penulis ialah metode analisis-komparatif dengan penalaran ta'lili. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat dua aspek persamaan dan perbedaan yakni dalam aspek metodologis dan aspek penafsiran La Taqrabu al-Zina dalam Tafsir Al-Azhar dan Tafsri Al-Mishbah.
PENAFSIRAN ALQURAN DI YOUTUBE: TELAAH ATAS PENAFSIRAN USTADZ ABDUL QADIR JAWAS TERHADAP AYAT KURSI BERCORAK IDEOLOGIS Haikal Fadhil Anam
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.66 KB) | DOI: 10.23917/qist.v1i1.526

Abstract

Penafsiran Alquran di youtube saat ini mengalami lonjakan peminatnya, hal ini tidak lain berkat efektivitasnya untuk menggaet pendengar lebih banyak dan sebagai upaya penyesuain zaman. Dalam hal ini, terdapat salah seorang ustadz yang menarik untuk dibahas dalam kaitannya dengan penafsirannya di youtube, yaitu ustadz Abdul Qadir Jawas. Artikel ini berupaya untuk menjelaskan penafsiran ustadz Abdul Qadir Jawas di youtube. Adapun jenis penelitian ini adalah observasi dan library research. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis. Sumber data terdiri dari primer dan sekunder; sumber primernya adalah video di youtube yang berjudul "Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas - Tafsir Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah, Ayat 255" dan sumber sekundernya adalah segala data yang mendukung penelitian ini. Adapun hasil penelitiannya adalah dalam kaitannya dengan penafsiran Alquran di Youtube tentang tafsir ayat kursi, ia menafsirkan dengan bentuk tafsir bil matsur. Selain itu, dalam upaya menafsirkannya, ia menggunakan metode tahlili, memperinci ayat dan menafsirkan dengan munasabah, pendapat para ulama dan lainnya. Terkait corak tafsirnya, bercorakan ideologis dalam hal ini tentu ideologi salafi. Hal ini terlihat ketika ia menafsirakn syafaat. Kecenderungannya untuk menyinggung orang yang katanya menyembah kubur dan lainnya dibahas dan disinggung olehnya.
TAFSIR PASE: (TELAAH ATAS METODOLOGI TAFSIR ACEH) Zaglul Fitrian Djalal
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 1 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.189 KB) | DOI: 10.23917/qist.v1i1.527

Abstract

Tafsir Pase ini merupakan tafsir yang unik. Pembahasannya menggunakan perpaduan unsur-unsur qurani dengan nuansa kultural. Selain menggunakan bahasa indonesia juga diselingi dengan bahasa Aceh dalam bentuk puisi dan sajak, atau biasa disebut nazam Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis yakni pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat lalu dianalisis dengan menguraikan data dan sumber yang ada. Kemudian, kesimpulan dari uraian data diambil dengan cara deduktif dan induktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan tematik yaitu suatu kajian yang difokuskan pada permasalahan yang telah dirumuskan. Dengan menggunakan pendekatan tematik, maka dapat diketahui bahwa karya ini memakai metode maudhu'i, yaitu dengan merumuskan topik atau tema sentral pada tiap-tiap surah yang dikaji. Sedang mengenai sistematika penulisan tafsir, menggunakan sistematika tarlb mauçlñf (tematik) yang mengacu pada tema atau juz tertentu. Kemudian, karya ini bercorak adibi al-yang menafsirkan makna Al-Qurrim yang kental dengan nuansa kulturalnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7