cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI" : 8 Documents clear
Ketergantungan terhadap Penampungan Pengungsi Sementara (TES) selama Proses Evakuasi Tsunami - Studi Kasus di Kabupaten Meuraksa, Banda Aceh Primasari, Laras; Prawira, Medhiansyah Putra; Yasin, M. Prasetiyo Effendi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.86

Abstract

Saat gempa Banda Aceh tahun 2012 memicu sinyal peringatan tsunami, evakuasi seluruh kota yang kacau balau segera menyusul. Korban yang tidak perlu jatuh dan kerusakan dialami karena proses yang sangat tidak teratur ini. Acara ini mengangkat pertanyaan apakah pendidikan bencana dan pelatihan evakuasi telah berhasil menyampaikan informasi penting tentang proses evakuasi bersama dengan instrumen keamanannya, termasuk fasilitas fisik seperti tempat penampungan sementara atau TES. Tulisan ini bertujuan untuk menginvestigasi rasa ketergantungan warga Kabupaten Meuraksa terhadap TES di daerah mereka selama bencana alam, khususnya tsunami. Meuraksa terhadap TES di daerah mereka selama bencana alam, khususnya tsunami. Hasilnya akan dianalisis untuk memahami apakah penduduk distrik telah menanamkan keterampilan dasar bertahan hidup yang diajarkan dalam pelatihan rutin ke dalam kehidupan sehari-hari mereka, demikian juga dalam proses pengambilan keputusan selama evakuasi. Meuraksa dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan titik nol dari bencana tsunami Banda Aceh 2004. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan mixed-method dengan data yang dikumpulkan melalui tatap muka, prosedur wawancara mendalam. Analisis ini menunjukkan bahwa ketergantungan penduduk Kecamatan terhadap TES sangat rendah. TES dimaksudkan untuk menjadi salah satu instrumen evakuasi aman yang signifikan. Keputusan warga untuk memilih TES sebagai tempat penampungan dan tujuan aman selama peristiwa bencana alam sangat dipercaya akan menghasilkan evakuasi kacau yang sama seperti pada 2012.
Desain Rumah Tumbuh Masyarakat Pedesaan Mandailing Nuraini, Cut; Thamrin, Husni
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v7i2.158

Abstract

Leluhur masyarakat Mandailing yang ada di desa Hutagodang telah memiliki pemahaman tentang rumah tumbuh yang berbasis falsafah lokal, seperti yang ditemukan di desa Singengu (penelitian sebelumnya). Hal ini menarik untuk diteliti seperti apa desain rumah tumbuh masyarakat tersebut ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain rumah tumbuh masyarakat Mandailing yang ada di desa Hutagodang, kabupaten Mandailing Natal, provinsi Sumatera Utara. Untuk menemukan jawaban pertanyaan penelitian, dilakukan metode studi kasus dengan analisa deduktif yang berpijak pada hasil temuan penelitian sebelumnya di desa Singengu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain rumah tumbuh masyarakat Mandailing di desa Hutagodang sama dengan desain rumah tumbuh yang ada di desa Singengu. Desain tersebut mengacu pada konsep Bincar-Bonom yang mengatur letak ruang-ruang dan pertumbuhan rumah sedemikian rupa sehingga selalu mengacu pada ruang Bincar-Bonom.
Perkembangan Fisik Masjid Raya Al-Mashun, Medan Kemalasari, Jeumpa; Budi, Bambang Setia
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v7i2.159

Abstract

Berdiri sejak satu abad yang lalu sangat memungkinkan terjadinya perkembangan fisik pada Masjid Raya Al-Mashun. Untuk mengetahui bagaimana bentuk fisik asli Masjid Raya Al-Mashun, apakah terjadi perkembangan dan apa saja perkembangan yang terjadi pada fisik Masjid Raya Al-Mashun. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi visual dari data-data berupa foto yang dikumpulkan dari KITLV dan pengambilan gambar secara langsung dilapangan. Selain itu, data-data juga dilengkapi dengan wawancara terhadap Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Raya Al-Mashun. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat keaslian fisik masjid tersebut dalam urgensi mempertahankan keaslian yang masih dimiliki masjid tersebut. Cara menganalisis data adalah dengan memperhatikan dan membandingkan data foto berdasarkan tahun sehingga terlihat bagaimana bentuk fisik asli masjid dan perkembangan-perkembangan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi pengembangan yang signifikan terhadap fisik Masjid Raya itu sendiri, namun terjadi beberapa penambahan pada fasilitas pendukung masjid.
Analisis Pencahayaan Alami Ruang Perpustakaan Fakultas Teknik Gowa Universitas Hasanuddin Roy, Muh.; Hamzah, Baharuddin; Bangsawan, Nurul Jamala
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.111

Abstract

Aktivitas membaca dan menulis di ruang perpustakaan merupakan aktivitas visual yang tinggi sehingga membutuhkan kenyamanan yang baik terutama pencahayaan ruang. Pencahayaan yang baik diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk fungsi ruang perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah intensitas cahaya alami pada ruang perpustakaan Fakultas Teknik Gowa Universitas Hasanuddin telah memenuhi standar. Jenis pendekatan ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, pengukuran dengan lux meter, dan kuisioner. Titik ukur dalam penelitian ini menggunakan pengukuran setempat berupa meja kerja, meja besar, dan rak buku. Hasil penelitian diketahui bahwa area meja kerja yang menerima distribusi cahaya dari bukaan samping dengan kondisi langit cerah pada pagi dan siang hari sudah memenuhi standar. Adapun area meja kerja yang menerima distribusi cahaya dari bukaan atas bagunan belum memenuhi standar baik itu kondisi langit cerah, berawan, maupun kondisi langit mendung. Alternatif yang dilakukan untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dengan standar adalah dengan mengatur penempatan perabot dan memberikan pencahayaan buatan pada area yang menerima distribusi cahaya dari bukaan atas bangunan.
Kuat Tekan Beton antara Metode Destructive Test dan Non-Destructive Test pada Beton Ringan Berbahan Fly Ash atau Slag Sampebulu, Victor; Nasruddin; Mushar, Pratiwi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.107

Abstract

Metode pengujian kuat tekan beton yang dianggap tingkat keandalannya paling tinggi adalah pengujian merusak (destructive test) dengan menggunakan alat compressive testing machine. Pengujian ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan memerlukan waktu pengerjaan yang lebih lama. Namun terkadang pengujian untuk mengetahui kuat tekan beton tidak selalu bisa dilakukan di laboratorium dengan alat compressive testing machine, tapi harus dilakukan langsung di lapangan. Untuk kondisi seperti ini dan dalam rangka pengawasan mutu beton dilapangan dibutuhkan alat pengujian untuk mengukur atau mengetahui kuat tekan beton keras dengan cepat dan praktis serta tidak merusak. Pengujian ini dikenal dengan istilah uji tidak merusak (non-destructive test). Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tekan beton antara beton normal dengan beton ringan (fly ash) dengan variabel yang sama (variasi umur dan perawatan) dan dengan cara destructive test dan non-destructive test. Metode penelitian yang dipergunakan adalah eksperimental, menganalisis data hasil uji dengan metode komparatif serta secara kuantitatif. Hasil dari dari pembahasan adalah didapatkannya “nilai kuat tekan beton ringan” untuk Compressive Testing Mechine (UTM) dimana nilai hasil pengukurannya bisa dibandingkan dengan nilai kuat tekan beton normal yang diuji oleh alat yang sama.
Sustainability Kampung Jamu Kromengan di Kabupaten Malang Utami, Sri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.99

Abstract

Kampung jamu, terletak di Desa Karangrejo, kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang telah berkembang sejak lama. Usaha jamu tradisional ini, didukung oleh masyarakat yang tergabung Paguyuban Jamu Gendong Kartini sebagai wadah kegiatan sosial masyarakat. Guna mendukung keberlanjutan dan kemandirian maka perlu kajian mendalam tentang keberlanjutan pola ruang kawasan dan pola ruang hunian yang mendukung produktivitas kampung tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang bertujuan menyelidiki sustainability suatu permukiman sebagai fungsi waktu. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara semi terstruktur terhadap pola aktifitas dan pola hunian produsen jamu gendong dan beberapa tokoh masyarakat sebagai key informant. Hasil wawancara diinventarisasi secara deskriptif menurut elemen penentu permukiman (man, society, nature, network and shell) pada ruang dan waktu. Selanjutnya dianalisis dengan teknik skoring. Hasil penelitian berupa arahan pengembangan kampung sebagai permukiman industri yang berkelanjutan.
Kohesi Sosial Masyarakat di Kawasan Megapolis (Studi Kasus Kawasan Kampung Keling, Medan, Indonesia) Siagian, Morida
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.92

Abstract

Tulisan ini menjelaskan adanya perubahan kawasan lama Kampung Keling menjadi kawasan modern. Untuk kepentingan masing-masing, masyarakat lokal, Tamil, dan masyarakat pendatang, Cina, berinteraksi secara harmonis dan alami dengan cara masing-masing. Interaksi sosial menciptakan ruang-ruang baru yang di dalamnya terjadi kohesi sosial kedua kelompok. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan cara wawancara mendalam untuk mengetahui motivasi dan bagaimana kohesi tersebut dapat tercipta. Hubungan interaksi kedua kelompok lebih lanjut dapat mempertahankan identitas kawasan dan menunjukkan keberadaan masyarakat yang hidup di dalamnya.
Perencanaan Pusaka dan Nilai-nilainya dalam Persepsi Publik Meutia, Zya Dyena; Akbar, Roos; Zulkaidi, Denny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.129

Abstract

Perencanaan pusaka adalah bagian dari perencanaan tata ruang kota karena proses pelestarian lanskap bersejarah seharusnya akan berpengaruh terhadap keseluruhan bentuk ruang kota mengingat objek yang dilestarikan tersebut umumnya merupakan objek vital suatu kota. Tujuan penelitian ini adalah pemikiran komponen nilai-nilai dalam perencanaan pusaka terutama nilai memori yang membangkitkan nilai-nilai dalam masyarakat dengan memperlakukan pusaka sebagai sebuah proses mengingat dan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik lagi serta menanggapi perubahan struktur kota sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses sosial dan budaya. Penelitian ini memakai paradigma konstruktivis dengan pendekatan interpretatif karena berupaya mengkonstruksikan keberadaan nilai-nilai signifikan kultural dalam persepsi publik memandang sebuah kawasan sebagai pusaka dengan mengambil kasus di beberapa kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh seperti kawasan kapal PLTD Apung dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa survei online dan juga wawancara karena nilai-nilai signifikan kultural merupakan sebuah konstruksi sosial sehingga dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam.

Page 1 of 1 | Total Record : 8