cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 115 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 5 (2018)" : 115 Documents clear
Hubungan rasio lingkar pinggang-pinggul (RLPP), IMT dan kontribusi asupan garam dari makanan jajanan dengan tekanan darah pada remaja Nanang Prayitno; Sugeng Wiyono; Meilinasari Meilinasari
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.689 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37472

Abstract

Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi adalah obesitas. Obesitas dapat ditentukan melalui pengukuran antropometri seperti indeks massa tubuh (IMT), dan Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul (RLPP). Di Indonesia, penelitian yang mempelajari indikator obesitas dan hubungannya dengan hipertensi masih terbatas. Hipertensi tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada kelompok remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan (RLPP), (IMT) dengan tekanan darah. Sampel adalah siswa/siswi SMU N 6 Jakarta Selatan yang diambil secara random berjumlah 129 orang. Tekanan darah diukur dengan alat “Sphygmomanometer”. Data antropometri meliputi (IMT),(RLPP), Lingkar Lengan Atas (LLA). Asupan garam diukur dengan metode “Food Frequency Questionnaire” (FFQ) dan Food Recall 1 x 24 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi atau Rank Spearman. Prevalensi hipertensi sebesar 19 %. Nilai rata-rata RLPP pada sampel pria 0,88 dan pada wanita 0,80. Nilai rata-rata IMT 21,5 . Nilai rata-rata tekanan darah sistolik 106,83 mmHg dan tekanan darah diastolik 73,18 mmHg. Hasil uji statistiK menunjukan ada hubungan antara IMT dengan tekanan darah p=0.00. Untuk asupan natrium yang berhubungan dengan tekanan darah Diastolik p=0.022. Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan kemudian hari maka perlu dilakukan penyuluhan tentang pentingnya mencapai berat badan normal.
Pengaruh jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan primer di perkotaan Indonesia: adilkah bagi masyarakat miskin? Achmad Djunawan
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.902 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37474

Abstract

Tujuan: Studi ini memberikan gambaran pengaruh jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan primer perkotaan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menganalisis data (IFLS 5) dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan uji regresi logistik. Sampel penelitian adalah penduduk kota di 13 provinsi Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas. Hasil: Total responden yang didapat sebesar 2.563 responden, 35% responden menggunakan pelayanan kesehatan pemerintah. 39,72% responden belum memiliki jaminan kesehatan. Jaminan kesehtatan mempunyai pengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan (p<0,05). Simpulan: Perlu adanya kebijakan untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan milik pemerintah sebagai fasilitas kesehatan propoor dan meningkatkan cakupan jaminan kesehatan yang berkeadilan ke seluruh masyarakat khususnya masyarakat miskin.
The trend of consumption pattern among college students in Malang city Rany Adelina
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.907 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37475

Abstract

This study was conducted to know the trend of consumption pattern of the college student in Malang city. This case-case study with 397 participants was recruited voluntarily. Participants were given the FFQ (Food Frequency Questionnaire) questionnaire containing 10 categories including staple foods, vegetables, fruits, meat, fast food, fish, beans, dairy products, drinks, and supplements. There were six frequencies assessed in this study such as' more than 1 times a day ',' 1 times a day ',' 4-6 times a week ',' 1-3 times a week ',' 1-3 times a month ',' never '. Statistical analysis was used in the form of descriptive frequency. This study found that the staple food category showed the highest consumption of white rice more than 1 times a day (80.4%). Fast food category showed the most consumption in instant noodles 1-3 times a week (35.9%). The meat category showed s the highest consumption in chickens 4-6 times a week (27.2%). Category of fish showed the most consumption in fresh fish 1-3 times a week (28%). Nuts category showed the highest consumption of 4-6 times a week in Tempe (34.3%) and tofu (33%). Vegetable category showed the most consumption for 1-3 times a week in spinach and watercress respectively by 35%. The category of fruits showed the highest consumption of oranges (34.8%) 1-3 times a month. Dairy product category showed the highest consumption for 1-3 times a month on ice cream (40.1%). Drink category showed the most consumption of fruit juice 1-3 times a week (32.2%). Finally, as many as 78.3% never consume supplements, but the most consumption of honey (19.9%) for 1-3 times a month. This study concludes that instant noodle consumption is relatively high while vegetables and fruits are not consumed daily. Then, chicken is more often consumed than fresh fish by college students in Malang city.
Ketuk pintu lansia dan home visit untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan Posyandu lansia Bernike Sofia Zega
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.063 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37476

Abstract

Tujuan: Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama yang ditemukan di Padukuhan Nglaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman dan umumnya terjadi pada kelompok lanjut usia. Upaya pencegahan dan deteksi dini PTM melalui kegiatan posyandu lansia belum efektif dan baru dimulai pada Desember 2016. Peningkatan kapasitas kader diperlukan agar mampu mengembangkan kegiatan posyandu lansia. Namun, upaya lain yang langsung menyasar peserta posyandu lansia dibutuhkan agar posyandu lansia dapat menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu KPL. KPL dilakukan untuk mensosialisasikan kembali posyandu lansia sekaligus pendataan ulang lansia. Hasil pendataan akan menunjukkan jumlah seluruh lansia dan  lansia yang harus dikunjungi karena tidak dapat langsung datang ke lokasi posyandu, dimana program ini disebut home visit. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimental dan semi-kualitatif. Intervensi yang dilakukan berupa Ketuk Pintu Lansia (KPL) dan home visit.  Evaluasi program dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil: Program Ketuk Pintu Lansia (KPL) dan home visit efektif dalam meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia. Jumlah lansia yang berpartisipasi pada kegiatan posyandu lansia sebanyak 54 orang, dimana 4 diantaranya dilakukan home visit.Terjadi peningkatan yang signifikan dimana jumlah partisipan pada bulan sebelumnya adalah 20 orang dari total 70 lansia. Simpulan: Program Ketuk Pintu Lansia (KPL) dan home visit dapat meningkatkan kesadaran akan kebutuhan dan kepemilikan posyandu lansia.Kata Kunci: ketuk pintu lansia; home visit; posyandu lansia.
Hubungan antara tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan status gizi dengan tingkat morbiditas lansia buruh gendong di pasar induk tradisional Yogyakarta Ribia Tutstsintaiyn
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.092 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37477

Abstract

Persentase penduduk lansia tertinggi terdapat di Provinsi DI Yogyakarta (13,04%). Perubahan struktur dan fungsi tubuh mengakibatkan penyerapan zat gizi tergangggu dan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh seingga mudah terserang infeksi. Morbiditas penduduk lansia akibat infeksi cenderung meningkat. Berdasarkan prasurvei pada lansia buruh gendong, 96,8%  memiliki morbiditas tinggi. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara konsumsi energi, konsumsi protein, dan status gizi dengan morbiditas lansia buruh gendong Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan Januari hingga april 2014, menggunakan jenis  penelitian observasional analitik dengan desain Cross-sectional. Besar sampel dalam penelitian ini sejumlah  60 responden lansia yang berprofesi sebagai buruh gendong dan termasuk dalam paguyuban Yasanti. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat konsumsi energi, protein, dan status gizi. Kemudian menganalisis distribusi dari masing-masing variabel, dan hubungan antar variabel menggunakan uji statistik Chisquare dan melihat besarnya risiko dengan Ratio Prevalens (RP). Dari 60 responden, 45 responden (75%) tingkat morbiditas tinggi  dan 15 responden (25%) tingkat morbiditasnya rendah. Secara statistik, seluruh variabel memiliki p> α,tingkat konsumsi energi (p = 0,668 RP 0,854 (95% CI : 0,609-1,209) tingkat konsumsi protein (p = 1,000 RP 1,000 95% CI: 0,557-1,796), status gizi (p = 0,881 RP=1,069 95% CI:0,800-1,430). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan status gizi dengan tingkat morbiditas lansia buruh gendong.
Strategic purchasing dalam menjaga sustainabilitas JKN Aisyah Zuhrotul Lailiya Ainul; Ika Widyastuti Arumsari
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.299 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37478

Abstract

Masalah yang dihadapi BPJSK saat ini adalah kepesertaan yang belum maksimal, kepuasan pasien terhadap pelayanan yang tidak sesuai harapan, dana kurang, dan potential fraud yang semakin meningkat. KPK menyebutkan 30% dari dana JKN (Rp 67 T) yaitu Rp 20 T berpotensi fraud yang mana dana tersebut dapat menutupi defisit dana JKN sebesar Rp 9 T. Oleh karena itu, peran BPJSK sebagai purchaser perlu didorong agar dapat berfungsi dengan baik untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi. Dalam konsep strategic purchasing yang harus dipertimbangkan purchaser adalah pelayanan apa yang akan dibeli (benefit); terjadinya conflict of interest dikarenakan adanya regulasi yang menyatakan bahwa semua fasilitas kesehatan pemerintah harus bekerjasama dengan BPJSK sedangkan regulasi lain menyebutkan bahwa faskes yang bekerjasama dengan BPJSK harus memenuhi standar dan terakreditasi sementara hanya ±70% yang memenuhi credentialing dan sebagian besar berada di Pulau Jawa; serta penentuan bagaimana pelayanan akan dibeli baik benefit, provider, dan cara belinya. Evaluasi mengenai apakah benefit JKN yang unlimited sudah sesuai dengan kondisi  Indonesia sangat diperlukan. Puskesmas harus setara dalam menjalankan fungsinya sebagai UKM dan UKP, jika puskesmas hanya memprioritaskan kuratif, maka akan mempengaruhi sustainabilitas JKN. Sekitar 80-83% dana JKN yang digunakan untuk kuratif di RS, sehingga perlu dilihat lagi fungsi gate-keeper. Perlu ada peraturan yang memberi kewenangan dinas kesehatan untuk melakukan monev misalnya 1% saja dari dana JKN yang digunakan untuk monev, oleh karena itu perlu ada kontrol dari pihak ketiga yang dapat menilai kinerja purchaser. Dalam pelaksanaan JKN penting adanya equity terhadap akses dan utility sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk membangun infrastruktur. Diperlukan juga peningkatan  akuntabilitas dan transparansi purchaser dengan membuat data yang dapat diakses oleh masyarakat dan pemangku kepentingan, penguatan pengendalian mutu pelayanan kesehatan dan pencegahan kecurangan untuk sistem pemantauan JKN  dan BPJS.
PPM-TKP Karang Taruna Desa Sambibulu Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur Cholifah Cholifah; Paramitha Amelia Kusumawardani
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.792 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37479

Abstract

Tujuan: Desa Sambibulu terletak di kecamatan Taman, kabupaten Sidoarjo, terdiri dari 7 RW dengan 38 RT dan terbagi menjadi 3 dusun yaitu Dusun Sambisari, Dusun Sambiroto dan Dusun Sambibulu. Desa Sambibulu mempunyai karang taruna yang memiliki visi dan misi dan pengurus serta anggota yang aktif mengadakan kegiatan setiap minggu dan rapat rutin wajib setiap satu bulan sekali. Karang taruna tersebut dipilih karena sebagian besar pengurus dan anggota merupakan usia remaja yang sangat terbatas pengetahuan dan pemeliharaan kesehatannya, hanya sedikit yang mendapatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dari sekolah dalam mata pelajaran Biologi. Permasalahan yang terkait dengan karang taruna yang sedang dihadapi tidak tersedianya wadah untuk para remaja mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dan pemeliharaan kesehatan reproduksinya, terlihat dari tingginya ketidaktahuan dan ketidakmampuan remaja dalam pemeliharaan kesehatan reproduksinya, antara 727 remaja dari 799 remaja (81%). Permasalahan lain terkait dengan kesehatan reproduksinya yang dihadapi kedua mitra adalah kegiatan remaja yang selama ini dilakukan jarang memperhatikan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sehingga banyak remaja yang percaya pada mitos-mitos reproduksi dan belum pernah mendapatkan informasi secara formal tentang kesehatan reproduksi, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang mereka peroleh dari teman sebaya dan dari sumber media informasi internet. Konten : Solusi untuk mengatasi permasalahan supaya remaja mendapatkan pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksinya dan wadah untuk remaja mendapatkan informasi serta pemeliharaan kesehatan reproduksinya maka dibentuklah Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu) Remaja. Target yang dicapai yaitu terbentuknya posyandu remaja di karang taruna desa Sambibulu dengan cara membentuk 10 kader kesehatan remaja di posyandu remaja.  Pelaksanaan PKM melibatkan mahasiswa dari jurusan D3 Kebidanan sebanyak 4 orang. Setelah itu, akan dilakukan pendampingan ke mitra agar hasil PKM dapat terimplementasikan dengan baik di posyandu.Kata kunci : Karang Taruna; Kader Kesehatan Reproduksi Remaja; Posyandu Remaja
Hubungan pola konsumsi natrium dan kalium dengan kejadian hipertensi di puskesmas Paccerakkang Makassar
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.37480

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang risikonya linear dengan pertambahan usia. Kenaikan tekanan pada dinding arteri hingga nilai ekstrim berpotensi memicu berbagai komplikasi kardiovaskular. Tingkat konsumsi natrium dan kalium menunjukkan asosiasi yang cukup berarti dengan kejadian hipertensi. Keduanya menunjukkan efek antagonis dalam menentukan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah. Penelitian ini dikembangkan untuk mengobservasi korelasi antara konsumsi natrium dan kalium dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan individu berusia ≥ 30 tahun yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Paccerakkang. Sebanyak 78 responden diikutsertakan dalam penelitian ini dengan teknik penarikan secara accidental sampling. Tingkat konsumsi diobservasi menggunakan instrumen penelitian berupa food recall untuk menggambarkan asupan natrium dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menggambarkan asupan kalium. Analisis bivariat dilakukan untuk memahami hubungan konsumsi garam mineral dengan kejadian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan beban hipertensi pada populasi target mencapai 51,3%. Konversi hasil survei konsumsi mengindikasikan masih adanya responden sebanyak 39,7% yang mengonsumsi natrium melebihi batas aman yang direkomendasikan. Namun, tingkat konsumsi natrium yang tinggi masih dapat diimbangi dengan konsumsi kalium yang cukup dengan persentase mencapai 65,4%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi yang berarti antara pola konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Makassar (p-value=0,018), berbeda dengan konsumsi kalium yang tidak mencapai level signifikansi dengan kejadian hipertensi (p-value=0,133). Hanya konsumsi natrium yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang Makassar. Sementara konsumsi kalium meskipun menunjukkan adanya perbedaan, namun tidak menemui kemaknaan yang berarti.
Analisis permasalahan penggunaan dana alokasi khusus (DAK) non fisik bidang kesehatan program jampersal di kota Depok tahun 2016 Ayu Kurniawati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.744 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37482

Abstract

Angka kematian dan kesakitan ibu hamil, bersalin dan nifas merupakan masalah yang kompleks. Akses masyarakat terhadap persalinan merupakan salah satu faktor penting untuk menurunkan AKI dan AKB. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui program Jaminan Persalinan (Jampersal). Jampersal merupakan perluasan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang bertujuan meningkatkan akses terhadap pelayanan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB pasca persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan berwenang di fasilitas kesehatan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB (Kemenkes RI, 2012). Berdasarkan data Laporan e-Renggar yang dikumpulkan oleh Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan, 2017), diketahui bahwa beberapa kabupaten/ kota tidak dapat melakukan penyerapan anggaran DAK nonfisik program jampersal, salah satunya adalah kota Depok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam potret penggunaan DAK non fisik bidang kesehatan program Jampersal di Kota Depok tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam. Informan yang diwawancarai adalah pembuat kebijakan di Pusat, penanggung jawab program di Dinas Kesehatan serta pelaksana program di Puskesmas. Instrumen yang digunakan adalah panduan wawancara mendalam dan dilengkapi dengan alat perekam suara. Hasil dan kesimpulan yang didapat  adalah informasi kendala/masalah dalam pemanfaatan dana DAK Non Fisik program Jampersal di Kota Depok pada tahun 2016 yaitu proses penerbitan juknis cukup terlambat, kurang fleksibel dan kurang disosialisasikan, perencanaan dan penganggaran dilakukan secara Top Down tanpa melibatkan daerah, SDM pelaksana program Jampersal di kota Depok sudah cukup berkualitas namun jumlahnya masih kurang memadai, dan implementasi Juknis belum mampu mengakomodir kebutuhan di daerah akibatnya penyerapan dana DAK Non Fisik program Jampersal tidak dapat terserap dengan maksimal.
Peran filantropi dalam pendanaan program kesehatan ibu dan anak dalam mengatasi AKI dan AKB di Indonesia Dedy Arisjulyanto; Muhammad Syukran
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.969 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran filantropi dalam menggalang dana dan sumber daya lainnya dari masyarakat baik individu, kelompok, organisasi, perusahaan atau pemerintah dalam membiayai program dan kegiatan operasional program kesehatan ibu dan anak. Sumber data dalam penelitian ini adalah dari hasil wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan deskripstif kualitatif. Filantropi memiliki peran dan kontribusi dalam penggalangan dana yang akan digunakan untuk pendanaan sektor kesehatan di Indonesia, khusunya program kesehatan ibu dan anak. Kegiatan filantropi yang diadakan bisa berbentuk kegiatan penggalangan dana melalui media maupun konser amal, penggalangan dana melalui media dan konser amal adalah salah satu cara yang efektif dalam menggalang dana dengan menggunakan sistem ritail dana kemanusiaan, melalui bank: ATM (transfer, phone dan internet banking), layanan donasi lewat sms contact person. Filantropi memiliki peran dan kontribusi yang baik dalam membantu pemerintah dalam mengatasi masalah AKI dan AKB di Indonesia melalui kegiatan filantropi seperti penggalangan dana melalui media dan konser amal.

Page 4 of 12 | Total Record : 115


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue