cover
Contact Name
Wilayanto
Contact Email
jurnalmisioner.kibaid@gmail.com
Phone
+6281355457450
Journal Mail Official
jurnalmisioner.kibaid@gmail.com
Editorial Address
Jl. Buisun No.4, Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia, 91811
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL MISIONER
ISSN : 2776494X     EISSN : 27764958     DOI : https://doi.org/10.51770/jm
Jurnal Misioner (JM) invites researchers, writers, and academics who research (field and library research) on Christian theology but not limited to Biblical Studies, Contextual Theology, Systematic Theology, Missiology, Pastoral Counseling, and Christian Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2023)" : 5 Documents clear
KONSEP DIPILIH UNTUK DISELAMATKAN MENURUT 2 TESALONIKA 2:13-14 Dian Purmawati Waruwu
Misioner Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v3i2.70

Abstract

Artikel ini ditulis untuk memaparkan konsep dipilih untuk diselamatkan menurut 2 Tesalonika 2:1314. Ada banyak pemahaman yang berbeda-beda mengenai konsep keselamatan, yang bisa menyebabkan kesalahpahaman tentang dipilih untuk diselamatkan. Keselamatan adalah pembebasan manusia dari dosa yang diberikan Yesus Kristus dengan datang ke dunia. Keselamatan ini Tuhan berikan kepada seluruh umat manusia tanpa kecuali. Sebab Allah dari mulanya telah memilih untuk menyelamatkan. Dipilih berarti ditentukan untuk memperoleh keselamatan di dalam Yesus Kristus. Bukan manusia yang dipilih, tetapi Kristus lah yang telah dipilih dari semula sebagai yang sulung untuk menyelamatkan manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan metode yang berkaitan dengan analisa pustaka yang sumber utama adalah Alkitab, menggunakan teori dari tokoh-tokoh teologi penafsir teks itu sendiri, buku-buku penafsir lain dan juga pendapat dari bapa-bapa gereja.
MENERAPKAN SUKACITA MENURUT SURAT FILIPI BAGI JEMAAT GPdI BANGOREJO BANYUWANGI Rindengan, Jeffry Johanis; Sitohang, Marsius
Misioner Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v3i2.120

Abstract

Rejoicing in God is essential in the life of a believer, especially in abundance, but rejoicing in failure and difficulty is a struggle. To the congregation in Philippi, Paul wrote to rejoice in the Lord always even though Paul was in prison. This article aims to describe the meaning of joy according to Philippians which can be applied to the GPdI Bangorejo Banyuwangi congregation. This research applies a descriptive approach using the Bible as the main source where it is concluded that Paul's theology of joy according to Philippians is joy in suffering, joy in service, joy because of Christ, and joy because of God's blessings. The source of true joy that gives truth to humans. These four things are relevant and can be applied to the GPdI Bangorejo Banyuwangi congregation in living their daily lives, especially in the ministry of preaching the Gospel. Bersukacita dalam keberhasilan adalah hal esential dalam kehidupan orang percaya, terlebih dalam kelimpahan namun bersukacita dalam kegagalan dan kesulitan merupakan pergumulan dan tantangan ini bagaikan ujian yang selalu ada. Kepada jemaat di Filipi, Paulus menuliskan untuk bersukacita senantiasa di dalam Tuhan sekalipun Paulus sedang berada dalam penjara. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna sukacita menurut surat Filipi yang dapat diaplikasikan bagi jemaat GPdI Bangorejo Banyuwangi. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif menggunakan Alkitab sebagai sumber utama di mana diperoleh kesimpulan bahwa teologi Paulus tentang sukacita menurut surat Filipi adalah sukacita dalam penderitaan, sukacita dalam pelayanan, sukacita karena Kristus, dan sukacita karena berkat Tuhan. Sumber sukacita yang sejati yang memberikan kebenaran bagi manusia. Orang percaya akan selalu bertemu dengan penderitaan ketika mereka melayani Allah dan sering kali tersakiti karena nama Kristus. Maka keempat hal sukacita ini relevan di dapat diterapkan bagi jemaat GPdI Bangorejo Banyuwangi dalam menjalani hidup sehari-hari khususnya dalam pelayanan pemberitaan Injil.
MAKNA KEDAULATAN TUHAN DALAM PANGGILAN MENJADI HAMBA TUHAN BERDASARKAN YEREMIA 1:5-10 Living Jovieli Hia; Harefa, Yaaro
Misioner Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v3i2.131

Abstract

The call to become a servant of God is a statement of God's sovereignty in each person's life according to His will, but there are people who respond to God's call by bringing up their various reasons or limitations to reject the call, therefore this article proposes that the call is declared. based on God's sovereignty. In this study the authors used exegesis and literature methods, which means collecting references that support the discussion from books of journal articles that are in the same direction as the discussion. This research is designed to contribute to people who struggle about their calling.
QUARTER LIFE CRISIS DARI SUDUT PANDANG TEOLOGI BIBLIKA MATIUS 6:25-34 Sakai, Eklis; Sugiarto, Jimmy; Yosua Sualang, Farel
Misioner Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v3i2.148

Abstract

At the age of 18-29, humans will face a quarter-life crisis, which is a phase of crisis during the transition to early adulthood. During this period, individuals may experience a loss of confidence in their future life. The quarter-life crisis requires serious attention from pastoral caregivers. This research aims to discover the principles of Biblical Theology in Matthew 6:25-34 to overcome the quarter-life crisis. Using the Pastoral Thematic method, this article finds that there are principles that can be applied in dealing with the quarter-life crisis. There are four reasons underlying these findings: Firstly, God as the center of devotion, creator, sustainer, and provider. Secondly, Anthropology that states the value of human life before God and humans' dependence on God's provision. Thirdly, Faith formed from understanding how much God loves humans and how humans live under God's provision. Fourthly, the Kingdom of God, which sets the standard for the lives of believers, where God is the King who will fulfill all the needs of His subjects. These principles address the tensions faced by early adults when confronting the quarter-life crisis.
KAJIAN EKSEGESIS “LABANYA DAN UPAH SUNDALNYA AKAN KUDUS BAGI TUHAN" BERDASARKAN YESAYA 23:18 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI GEREJA MASA KINI Palalong, Silas Bandhaso'; Patangun, Zimri Uma'
Misioner Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v3i2.149

Abstract

Dalam Yesaya 23:18 tertulis labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN. Hal ini menimbulkan kebingungan apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya. Bagaimana mungkin kota dapat bersundal karena yang bersundal adalah orang. Penulis berpendapat bahwa frasa tersebut merupakan khiasan yang perlu ditemukan makna sebenarnya yang dimaksudkan penulisnya. Tujuan penelitian karya ilmiah ini yaitu untuk menemukan makna frasa labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN berdasarkan Yesaya 23:18 dan untuk menemukan implementasi makna frasa tersebut bagi gereja masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hermeneutik dengan mengeksegesis Yesaya 23:18. Hasil penelitian bahwa makna frasa “labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN” adalah hasil dagang Tirus yang diperoleh karena kesombongan dan hasil dagang Tirus yang dipersembahkan kepada ilah lain akan dikhususkan dan dipersembahkan kepada TUHAN yakni akan digunakan untuk menyediakan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi orang-orang yang diam di hadapan TUHAN setelah tujuh puluh tahun berdasarkan kasih karunia-Nya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5