cover
Contact Name
Dwi Wijayanti
Contact Email
wijayantid028@gmail.com
Phone
+62353-889227
Journal Mail Official
idfos@idfos.or.id
Editorial Address
Jl. Sersan Mulyono No. 35 Kelurahan Klangon Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
SERUNAI
Published by IDFoS Indonesia
ISSN : 28076931     EISSN : 28075870     DOI : -
Serunai adalah jurnal yang terbit per semester yang fokus kepada studi pengembangan masyarakat dari berbagai multi-disiplin ilmu pengetahuan. Jurnal ini secara umum berupaya untuk mengungkap lebih dalam cara-cara meningkatkan taraf kehidupanan manusia, dengan menawarkan solusi potensial seputar masalah kemiskinan, kesetaraan gender, pengangguran, kerusakan lingkungan, akses kesehatan rakyat yang buruk, ketidakadilan akses ekonomi rakyat, dan kurangnya partisipasi rakyat dalam kehidupan politik. Serunai berkontribusi menawarkan ide, gagasan, analisis yang konstruktif, praktik-praktik baik dan memberikan pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman berbagai, masyarakat, dan ekonomi. Pengembangan masyarakat merupakan proses perubahan yang melibatkan parapihak antara lain negara, sekstor swasta, masyarakat sipil, aliansi politik, organisasi kemasyarakat, pers dan individu. Pengembangan masyarakat memiliki cara dan proses yang berbeda pada setiap tingkatan. Perubahan dalam keluarga, perusahaan dan pertanian; baik pada skala lokal, provinsi, nasional, dan global. Tujuan Serunai adalah untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan antara satau sama lain, tanpa memandang suku bangsa, budaya, ekonomi, disiplin ilmu, maupun profesi. Serunai memberi manfaat dan keuntungan bagi penulis terutama dalam menyebarluaskan gagasan, ide, temuan praktik-praktik baik pengembangan masyarakat kepada khalayak yang sangat luas baik di tingkat nasional maupun global.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
Public Perceptions of Male Suicide in Digital Platform: A Youtube Comment Analysis and Its Implications for Mental Health Policy Syari, Suci Fitrah; Habibie, Alfiesyahrianta; Bela, Hafizoh Yuelsa
SERUNAI Vol. 5 No. 2 (2025): SERUNAI
Publisher : IDFoS Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63019/serunai.v5i2.110

Abstract

Male suicide is a critical mental health issue, as suicide rates among men consistently exceed those of women across many countries, including Indonesia. This problem is exacerbated by persistent stigma surrounding emotional expression and men’s reluctance to seek help. Most research on suicide has predominantly focused on psychological and clinical approaches. This study shifts the emphasis toward understanding public perceptions in order to examine how society interprets, stigmatizes, or expresses empathy toward male suicide. In the digital era, YouTube has become a space where the public articulates responses. This study aims to analyze public perceptions of male suicide through comments on the YouTube video “Bangkit Menjalani Hidup Setelah Gagal Bunuh Diri” from the Menjadi Manusia channel and examine their implications for mental health policy. Using a qualitative design, thematic analysis was conducted on more than one thousand public comments selected based on relevance to male suicide. The findings reveal three central themes: (1) Empathy and digital solidarity; (2) Stigma and moral judgment toward male vulnerability; and (3) Critiques of and hopes for mental health policy. These findings indicate that public perceptions are shaped by gendered expectations and structural inequalities in mental health services, contributing to men’s difficulties in recognizing and responding to psychological crises. The study recommends gender-responsive mental health policies that expand service access, strengthen public literacy, and incorporate digital spaces as part of a broader support ecosystem.