cover
Contact Name
Dwi Nurwulan Pravitasari
Contact Email
saintika_medika@umm.ac.id
Phone
+628123086679
Journal Mail Official
saintika_medika@umm.ac.id
Editorial Address
Editorial Office: Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang Jl. Bendungan Sutami No 188A Malang, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.
ISSN : 0216759X     EISSN : 2614476     DOI : https://doi.org/10.22219/
Core Subject : Health,
Journal of Saintika Medika is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015" : 13 Documents clear
EKSTRAK NIGELLA SATIVA L MENINGKATKAN EKSPRESI HNF-4Α PADA TIKUS MODEL FIBROSIS HATI Safithri, Fathiyah
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.892 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4199

Abstract

Latar Belakang : Sirosis hati merupakan stadium akhir fibrosis hati. Pasien sirosis hati yang mengonsumsi N. sativa mengalami perbaikan berupa berkurangnya udem tungkai dan ascites serta peningkatan kadar albumin serum. Peningkatan kadar albumin serum mungkin disebabkan terjadi regenerasi hepatosit melalui diferensiasi sel punca endogen menjadi hepatoblas dengan markernya berupa HNF-4α Tujuan penelitian : untuk membuktikan terjadi peningkatan ekspresi HNF-4α setelah pemberian N. sativa pada tikus yang diinduksi CCl4 Metode penelitian : ekspreimental dengan rancangan a randomized post test only control group design, menggunakan 35 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok, normal, kontrol fibrosis hati dan fibrosis hati yang mendapat terapi N. sativa dengan 3 dosis berbeda. Induksi fibrosis hati dengan injeksi CCl4 1ml/kgBB i.p tiga kali/minggu selama 8 minggu. Setelah induksi CCl4, diberikan ekstrak N. sativa p.o 1,2; 2,4; 4,8 g/kgBB selama 4 minggu. Pada akhir penelitian, tikus dimatikan, organ hati diambil untuk diamati ekspresi HNF-4α dengan immunohistokimia. Hasil penelitian dan diskusi: Pemberian ekstrak N sativa meningkatkan ekspresi HNF-4α (p<0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Ekstrak N sativa memberikan pengaruh pada ekspresi HNF-4α (p<0,001; R2=81%). Kesimpulan : Ekstrak N sativa dapat meningkatkan ekspresi HNF-4α pada tikus model fibrosis hatiKata kunci : Nigella sativa. liver fibrosis, ekspresi HNF-4α
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) TERHADAP PENURUNAN KONTRAKSI OTOT POLOS UTERUS TERPISAH MARMUT BETINA (CAVIA PORCELLUS) Ma’roef, Mochamad; Jannah2, Arifatul
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.834 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4204

Abstract

Ma’roef, Arifatul. The Influence of Tamarind (Tamarindus indica) Fruit Extract On Reducing Isolated Uterine Smooth Muscle Contraction of Female Guinea Pig (Cavia porcellus) Background : Tamarind (Tamarindus indica) is medicinal plant that is easy to get and has many adventages. Flavonoid, tannin, and some minerals in this plant have been supposed to be able to inhibit uterine contraction that could reduce menstrual cramps and decrease preterm delivery. Objective : To know the influence of tamarind fruit extract on reducing isolated uterine smooth muscle contraction of female guinea pig. Methods : True experimental with post test only control group design. Non-pregnant female guinea pig uterine strips in De Jalon solutions were contracted by 0,03 IU oxytocin and 3 doses of extract were added to the preparation, namely 2 mg/ml (P1), 4 mg/ml (P2), and 6 mg/ml (P3). Those groups were compared to positive control(only oxytocin induced) and negative control (without intervention). The contractions were recorded for 20 minutes and the result was shown in Labscribe2 software. Result : The result of ANOVA showed a significant difference between control group and treatment (p=0,00).The correlation test result showed that the higher dose of tamarind extract, the less contractions will be. Linear regression result showed a strong influence of tamarind extract on reducing uterine contraction, namely 84,7% with 4 mg/ml as effective dose. Conclusion : Tamarind extract has influence on reducing the isolated uterine smooth muscle contraction of female guinea pig.Key word : tamarind, uterine contraction, guinea pig
HUBUNGAN RINITIS ALERGI DAN OBSTRUKTIF SLEEP APNEU DI POLI THT RS UNIVERSITAS MUHAMMADIAYAH MALANG Setiawan, Indra
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.997 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4210

Abstract

Latar belakang: OSA, Obstruktif Sleep Apnea menyebabkan henti nafas dan memicu timbulnya penyakit berbahaya.Rinitis alergi dapat mengganggu kualitas tidur penderita. Penderita rinitis alergi beresiko terkena Obstructive Sleep Apnea karena sumbatan jalan napas napas atas secara berulang sehingga aliran udara ke paru-paru menjadi terhambat. Tujuan: mengetahui insiden Rinitis alergi dengan Obstruktif Sleep Apnea di Poli THT RS UMM Januari- Maret 2013 dan hubungan rhinitis alergi dan obstructive sleep apnea pada pasien Poli THT RS Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil penelitian:insidensi OSA pada Responden yang menderita Rinitis Alergi 17,6%, gejala rinitis alergi yang paling banyak adalah kelompok rinorea dan nasal congestion dengan jumlah responden sebanyak 55 orang (64.71%), uji Chi Square Rinitis alergi dengan OSA pada pasien Poli THT RS UMM memiliki hubungan yang tidak signifikan (bermakna).Kata kunci : Obstruktif Sleep Apnea
DISTRIBUSI SUMBING BIBIR DAN LANGIT-LANGIT DI CLEFT LIP AND PALATE CENTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG INDONESIA Riana A, Ruby
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.136 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4200

Abstract

Objective: The purpose of this study was to investigate the distribution of different cleft pattern by the age of first operation, sex, side of cleft of Cleft Lips (CL), cleft palate (CP) and cleft lip and palate patients (CLP), and education level parents in Cleft Lip and Palate Center in Faculty of Medicine, University of Malang Muhammadiyah (CLPC FM UMM). Study design: Four hundred twenty-nine patients attending the CLPC FM UMM from January 2014 to December 2016 were studied. Most patients came from East Java, Indonesia and the surrounding areas. Result: Highest frequency of CL in CLPC FM UMM is in the age group 0-1 y.o, CP patients in the age group 1-5 y.o , while most CLP patients in the age group 1-5 y.o. Cleft lip and palate (61.31%) was most frequently found, followed by cleft lip with or without alveolus (33.33%) and cleft palate (5.36%). Cleft lip and palate, cleft lip with or without alveolus and cleft palate occurred more frequently in males. Left-sided unilateral clefts were observed in 57.34% of patients compared to right-sided unilateral clefts in 21.21%, the rest is bilateral cleft 21.45%. The unilateral complete CLP (45.22%) was most frequently found, followed by the unilateral incomplete CL (18.41%). Most of the parent?s education were elementary school graduated.Conclusion: The most frequent profile in the affected population were males, left sided unilateral complete CLP were most affected.
HUBUNGAN MASA KERJA DENGAN KEJADIAN CTS PADA PEKERJA PEMETIK DAUN TEH Bahrudin, Moch.; Lystianto Putra Perdana, Resi; Fitra Alief Sultana, Hafif
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4205

Abstract

Latar belakang: CTS merupakan penyakit yang sering dijumpai pada pekerja industri dalam setiap kasus penyakitakibat kerja di beberapa negara. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi angka kejadian CTS, salah satunya yaitu masa kerja. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan masa kerja terhadap kejadian CTS pada pekerja pemetik daun teh. Metode penelitian: Analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 85 pekerja. Hasil penelitian dan Diskusi: Angka kejadian CTS pada pekerja pemetik daun teh adalah 56 ( 65,9%), kejadian CTS meningkat setelah umur 40 tahun dan kejadian CTS tertinggi pada umur 50-59 tahun (30,6%), kejadian CTS meningkat setelah masa kerja 30 tahun dan kejadian CTS tertinggi terjadi pada masa kerja 30-39 tahun (31,8%). Korelasi antara masa kerja dengan kejadian CTS menunjukan nilai korelasi positif (0,263) dengan nilai signifikansi 0,015 (<0,05), yang artinya semakin lama masa kerja maka angka kejadian CTS semakin besar. Kesimpulan: Semakin lama masa kerja semakin tinggi resiko terjadinya CTSKata kunci: Masa kerja, pekerja pemetik daun teh, CTS.
JUS BELIMBING MANIS (AVERRHOA CARAMBOLA L.) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS STRAIN WISTAR) YANG DIINDUKSI ANTITUBERKULOSIS RIFAMPISIN DAN ISONIAZID Hermayanti, Diah; Syafitri, Fathiyah; Devi Iralawati, Antia
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.464 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4211

Abstract

Latar Belakang: Rifampisin dan isoniazid merupakan obat yang direkomendasikan dalam pengobatan Tuberkulosis yang memiliki efek samping hepatotoksisitas. Jus belimbing manis diduga mempunyai efek hepatoprotektor karena mengandung flavonoid, tanin, dan vitamin C. Tujuan: Membuktikan efek hepatoprotektor jus belimbing manis terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan MDA tikus putih jantan yang diinduksi rifampisin dan isoniazid. Metode: Eksperimental, Post Test Only Control Group Design. Sampel dibagi 5 kelompok perlakuan. Kontrol negatif, kontrol positif diberi rifampisin dan isoniazid masing-masing200 mg/KgBB/hari, dan 3 kelompok perlakuan yang diberi rifampisin, isoniazid, dan jus belimbing manis dengan dosis 4 ml/ hari, 8 ml/hari, 12 ml/hari selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA, uji korelasi, dan uji regresi. Hasil Penelitian dan Diskusi: Analisa statistik dilakukan untuk masing-masing variabel dependent SGOT, SGPT, dan MDA. Uji One-Way ANOVA Sig 0,000<p(0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar perlakuan. Uji korelasi Sig 0,000< p(0,05) dengan koefisiensebesar -0,827 dan -0,852, dan -0,555 mempunyai korelasi yang sangat kuat, yaitu semakin tinggi dosis jus belimbing manis maka semakin rendah kadar SGOT dan SGPT. Hasil uji regresi menunjukkan jus belimbing manis berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT , SGPT, dan MDA sebesar 68,4%, 72,6%, dan 27,9%. Dosis jus belimbing manis 12 ml/hari merupakan dosis optimaluntuk menurunkan kadar SGOT dan SGPT. Kesimpulan: Jus belimbing manis memiliki efek hepatoprotektor terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan MDA tikus putih jantan yang diinduksi rifampisin dan isoniazid.Kata Kunci: Jus belimbing manis (Averrhoa carambola L.), hepatoprotektor, antituberkulosis
SINDROMA HIPERVENTILASI Sis Indrawanto, Iwan
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4201

Abstract

Sindroma hiperventilasi merupakan gangguan yang sering didapatkan di Unit Gawat Darurat dimana penderita mengeluh sesak dan nyeri dada. Penderita seringkali sangat panik dan ketakutan serta bernafas dengan cepat dan dalam. Tak jarang dokter dan penderitanya menduga terkena serangan jantung/ angina pectoris atau gangguan pernafasan serius, sehingga dilakukan berbagai pemeriksaan yang memberatkan secara finansial dan membuat penderita semakin meyakini bahwa ia mengalami gangguan organik/ fisik. Sindroma ini merupakan gangguan psikiatrik yang pada umumnya terjadi bersamaan/ mengikuti gangguan panik.Kata Kunci: Sindroma hiperventilasi, gangguan panik
SISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN Endra Budi Setyawan, Febri
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.798 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4206

Abstract

Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional, dalam pembangunan kesehatan tujuan yangingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Kenyataan yang terjadi sampai saat ini derajat kesehatan masyarakat masih rendah khususnya pada masyarakat miskin. Hal ini dapat digambarkan bahwa derajat kesehatan masyarakat miskin berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, masih cukup tinggi, yaitu AKB sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup dan AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebabnya adalah karena mahalnya biaya kesehatan sehingga akses ke pelayanan kesehatan pada umumnyamasih rendah. Asuransi kesehatan adalah salah satu upaya untuk mengatasi masalah ketidakmampuan terhadap pembiayaan pelayanan kesehatan.
ASPEK MIKROBIOLOGI PADA PENYAKIT TROPIS YANG TERABAIKAN (MICROBIOLOGY ASPECT OF NEGLECTED TROPICAL DISEASES) Stefani Yuanita Widodo, Oei
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.781 KB) | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4202

Abstract

Dalam beberapa dekade terahir, penyakit tropis yang terabaikan mulai mendapat sorotan dari berbagai negaradikarenakan meskipun angka kematiannya rendah tetapi angka kesakitan sangat tinggi. Dampak penyakit yang ditimbulkantidak hanya secara langsung baik pada individu dan komunitas, tetapi juga tidak langsung terhadap skala perekonomiannegara yang sangat merugikan. Pendekatan Mikrobiologis sangat diperlukan untuk menunjang diagnosis dan ketepatanpengobatan demi meminimalisir dampak dari penyakit tersebut.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Sekar Prihanti1, Gita; ., Sulistiyawati; Rahmawati, Ina
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4207

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah utama kesehatan secara global di dunia dan menyebabkan tingkat morbiditas pada jutaan orang setiap tahunnya. Provinsi Jawa Timur memiliki kasus TB terbanyak kedua pada tahun 2011 dengan kasus mencapai 41.404.Peningkatan infeksi TB tidak luput dari berbagai faktor, yaitu usia, jenis kelamin, status gizi, tingkat kebersihan, ventilasi, suhu, pencahayaan, kepadatan penghuni dan pendidikanTujuan:Mengetahui pengaruh faktor-faktor resiko tehadap kejadian tuberkulosis paru di wilayah Puskesmas Pesantren II Kota Kediri Metode: Menggunakan metode campuran antara kualitatif melalui Focused Group Discussion (FGD) dan kuantitatif,secara observasional analitik dengan desain studi case control. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Jumlah sampel kasus 33 orang dan sampel kontrol 33 orang.Hasil Penelitian: Hasil uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa terdapat delapan variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kejadian TB paru, yaitu BMI (p = 0,002; OR = 8,785; CI = 1,153-66,93), tingkat pendidikan (p = 0,0026 OR = 2,944; CI = 0,183-47,29 ), riwayat imunisasi BCG (p = 0,001; OR = 0,048; CI =0,002-1,308), riwayat kontak dengan penderita TB (p = 0,004; OR = 13,269;CI = 0,737-238,96), ventilasi (p = 0,000; OR = 0,041; CI =0,001-1,432), kepadatan hunian (p = 0,000; OR = 0,113; CI 0,001-1,301), sumber air (p = 0,03; OR = 9,143; CI = 0,273-306,7), dan riwayat merokok (p = 0,000; OR = 11,706; CI = 0,746-183,66). Nilai adjusted R square menunjukkan bahwa faktor tersebut berpengaruh terhadap kejadian TB paru sebesar 85,9%. Sedangkan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian TB paru adalah BMI. Kesimpulan:Faktor resiko yang mempengaruhi tingkat kejadian TB meliputi BMI, tingkat pendidikan, riwayat imunisasi BCG, riwayat kontak dengan penderita TB, ventilasi, kepadatan hunian, sumber air dan riwayat merokok.Kata Kunci: TB paru, faktor resiko

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024 Vol. 19 No. 2 (2023): December 2023 Vol. 19 No. 1 (2023): June 2023 Vol. 18 No. 2 (2022): December 2022 Vol. 18 No. 1 (2022): June 2022 Vol. 17 No. 2 (2021): December 2021 Vol. 17 No. 1 (2021): June 2021 Vol. 16 No. 2 (2020): December 2020 Vol 16, No 1 (2020): June 2020 Vol. 16 No. 1 (2020): June 2020 Vol 16, No 1 (2020): June 2020 (on progress) Vol. 15 No. 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019 Vol. 15 No. 1 (2019): JUNI 2019 Vol. 14 No. 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol 14, No 2 (2018): DESEMBER 2018 Vol 14, No 1 (2018): JUNI 2018 Vol. 14 No. 1 (2018): JUNI 2018 Vol. 13 No. 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol 13, No 2 (2017): DESEMBER 2017 Vol. 13 No. 1 (2017): JUNI 2017 Vol 13, No 1 (2017): JUNI 2017 Vol 12, No 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016 Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016 Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016 Vol. 11 No. 2 (2015): Desember 2015 Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015 Vol. 11 No. 1 (2015): Juni 2015 Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014 Vol. 10 No. 2 (2014): Desember 2014 Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014 Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014 Vol. 9 No. 2 (2013): Desember 2013 Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013 Vol. 9 No. 1 (2013): Juni 2013 Vol. 8 No. 2 (2012): Desember 2012 Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012 Vol. 8 No. 1 (2012): Juni 2012 Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012 Vol. 5 No. 2 (2009): Juli 2009 Vol. 7 No. 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 7, No 1 (2011): Januari 2011 Vol. 7 No. 1 (2011): Januari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010 Vol. 6 No. 2 (2010): Desember 2010 Vol 6, No 1 (2010): Januari 2010 Vol. 6 No. 1 (2010): Januari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 5, No 1 (2009): Januari 2009 Vol. 5 No. 1 (2009): Januari 2009 More Issue