cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 5 (2022)" : 40 Documents clear
Pengembangan Potensi Desa Girijati Dalam Sektor Pariwisata dan Sumber Daya Manusia Sebagai Pemandu Wisata Nernere, Maria Setyaningsih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.718 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.3933

Abstract

Girijati is a village located in Purwosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. There are lots of potential resources in Girijati, such as their nature, human resource, and also tourist attractions. Some of the tourist attractions in Girijati are Parangendog Beach, Gembirowati Temple, Sendang Beji, etc. In fact, the development of these tourist attractions requires high human resources quality too, for example, the demand of tour guide. It would be beneficial for Girijati village, if they develop the tourist attractions by making a tourist package from their potentials, such as the tourist attractions in Girijati. There are 3 segmentations for the packages, based on the demographic, psychographic, and the beneficial. The tourist packages were also segmented by the duration of the tour, the purpose, the tour by interest, and the offered facilities. A tour guide needs to guide the tourist and also to gives the right information related to the attraction that will be visited. Some important things that should be considered as a tour guide are the code of ethics, good communication skill with tourists, body language, and knowledge about the attraction.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bendungan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Anindyajati, Adhi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.402 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.3980

Abstract

The 78th community service (KKN) was conducted in several villages in KulonProgo and GunungKidul Regencies. Authors were in group 87 and stationed in Bendungan Village, KulonProgo. This Community Service Program is focused on developing the potential of villages in the midst of the Covid-19 pandemic. Considering the agricultural background of the Bendungan village residents, programs about the farming, group 87 made a program about the introduction of organic fertilizers and the cultivation of Cavendish Banana. This program can help the local community's economy which is currently declining due to restrictions in carrying out activities amid this pandemic. Cavendish Banana has a fairly high value in the market and is also in great demand from consumers. Apart from developing the village's potential, a program in the form of a pocket book about new normal was arranged. This pocket book contains insights about new normal and new way of life, for example using a mask when traveling, regular hand wash, and always carrying a hand sanitizer
Pembangunan UKM dan Pemberdayaan Pupuk Kompos sebagai Potensi Desa Ngunut, Kecamatan Playen Sundoro, Bekty Tandaningtyas
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.848 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.4507

Abstract

Abstrak—Indonesia merupakan negara agraris tropis terbesar di dunia dan alasan Indonesia disebut sebagai negara agraris adalah, karena sebagian besar penduduknya bekerja pada bidang pertanian atau bercocok tanam. Bidang pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional, Indonesia. Tidak terkecuali masyarakat Desa Ngunut yang mayoritasnya bekerja sebagai petani/perkebunan, dapat disimpulkan bahwa potensi terbesar desa Ngunut terletak dibidang atau sektor ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian serta mensejahterakan kehidupan masyarakat Desa Ngunut sendiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pembangunan ukm pupuk kompos dengan melibatkan e-commerce sebagai tempat untuk penjualan produk pupuk. Apalagi di masa pandemi dan di tengah perkembangan arus digital yang semakin canggih masyarakat Desa Ngunut juga dapat membuat penjualan e-commerce. Menjual hasil pupuk organik melalui e-commerce yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia membuat kegiatan penjualan masyarakat semakin efektif dan efisien. Selain itu dengan menjual pupuk secara online di e-commerce dapat memperluas jangkauan konsumen.
Pengembangan Potensi Desa Srihardono Melalui Pengembangan Mie Des Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Adyantari, Api
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.376 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5163

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) di periode Semester Gasal 2021/2022, menggunakan model KKN SOCIETY 5.0. KKN SOCIETY 5.0 mengharuskan mahasiswa untuk tetap melakukan kegiatan KKN tapi tidak ada penerjunan langsung secara fisik ke lapangan melainkan dilakukan secara online. Kelompok 37 pada kegiatan KKN ini di tempatkan di Desa Srihardono. Desa Srihardono merupakan salah satu desa di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Srihardono memiliki arti sebagai “Tanah Subur”, didalamnya terdapat banyak sekali potensi desa yang sayangnya belum dimanfaatkan dan dikembangakan secara optimal. Salah satu potensi Desa Srihardono adalah memiliki hasil olahan mie sendiri yang dinamakan “Mie Des”. Pengembangan Mie Des memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Srihardono. Metode atau langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini dalah dengan mengidentifikasi potensi Desa Srihardono, melakukan studi literatur, pengumpulan data, analisis, evaluasi rancangan, dan pembuatan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa Desa Srihardono memiliki banyak potensi yang masih bisa dikembangkan. Salah satunya adalah potensi kuliner yang sudah cukup diolah dengan produk andalannya, Mie Des. Melihat potensinya yang bisa lebih dikembangkan kelompok memilih potensi ini untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih praktis, yaitu dengan menambah varian kemasan menjadi Mie Des Cup.
Sentra Wisata dan Produk Hasil Pengolahan Sampah Desa Parangtritis Adyantari, Api
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.019 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5164

Abstract

Sebagai desa yang terkenal karena daya tarik wisatanya, Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul memiliki banyak potensi. Terdapat 2 program kerja yang dilakukan yaitu Potensi Desa dan Pengolahan Sampah. Potensi desa berupa Sentra Wisata karena Desa Parangtritis menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik maupun internasional ketika berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengolahan sampah dilakukan dengan harapan untuk memberikan pengetahuan dan membantu masyarakat untuk mengolah sampah agar bisa menjadi produk yang bisa dijual untuk meningkatkan perekonomian. Penelitian pengembangan desa ini dimulai dengan mencari potensi dan masalah yang ada di Desa Parangtritis, dilanjutkan dengan pengumpulan data dari berbagai website di internet, kemudian perancangan program kerja, dilanjutkan dengan pembuatan e-book dan video, dan setelah dievaluasi akan digunakan untuk membuat laporan akhir. Hasil yang dihasilkan dari program kerja yang dilakukan yaitu potensi Desa Parangtritis dan pengolahan sampah plastik menjadi Ecobrick yang dapat menjadi material dasar dalam memproduksi suatu barang dan juga memiliki nilai ekonomis.
Pengembangan Kawasan Wisata Edukasi Mangrove pada Era New Normal di Desa Banaran, Galur, Kulon Progo Paramita, Brigitta Laksmi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.515 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5181

Abstract

Banaran Village, Galur, Kulon Progo, Yogyakarta has a Trisik beach as one of the village’s potentials to be developed as tourist attraction. nonetheless the beach are prone to abration. One of the ways to prevent abration is to plant mangrove forest. With the mangrove forest, the villagers could develop it into educational tourism. The development of this educational tourism has to be supported by human resource in Banaran Village. Based on statistic, the human resource Banaran village are sufficient to create this opportunity. This educational tourism also has to be balanced by the implementation of new normal dictated by the government policy.
Analisis dan Sosialisasi Budidaya Lele di Desa Karangsewu, Galur, Kulon Progo Paramita, Brigitta Laksmi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.214 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5182

Abstract

The plenty of fish farmers (mostly catfish) and information delivery issue in Karangsewu Village, Kulon Progo urged Group 78 KKN 80 UAJY to do this social service program which focused on the development of catfish aquaculture in the form of integrated catfish business analysis and the proper information delivery method. This program aimed to deliver the knowledge about the development of catfish business by means of all potential things in the village and to deliver the knowledge about proper information delivery method. Data collecting, potency and problem identification, solution and development determination, and application of solution and potency were carried out. The potency of the village consisted of many aspects such as fishery, agribusiness, marine agro, and animal husbandry but fishery is the most potential aspect. The recommended development was aquaculture system which was based on the use of oxygen and microorganism to enhance feed absorption called “bioflok”. The business plan of catfish-based products was also recommended to give an added value equipped with SWOT analysis. The proper information delivery method could be done by means of favorable gathering without resulting in any loss for villagers. This program was expected to increase catfish productivity, to provide an alternative for villagers who need something to do, and to embody good communication in the village.
Pengembangan desa budaya dan pembuatan pupuk cair sabut kelapa di Desa Brosot, Galur, Kulon Progo Paramita, Brigitta Laksmi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.242 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5183

Abstract

Real Lecture activities Atma Jaya Yogyakarta start from August to January 2021. The 80 KKN implementation is carried out in various areas in Yogyakarta such as Kulonprogo Regency and Gunung Kidul Regency. The location for the implementation of KKN 80 unit P Group 77 provides innovations that are in accordance with the potential of Brosot Village. Broadly speaking, Brosot Village has two divisions of village potential, namely culture and tourism. There are various forms of cultural potential ranging from social order, customs, and traditions, dance dramas, gamelan jathilan and shalawatan, the players from children to adults. While the tourism potential has Tresik beach which can be used as tourism to be developed such as a unique and rare turtle breeding place. The results obtained and processed for future development of Brosot Village are the development of village potential in the field of entrepreneurship by managing coconut fiber into liquid organic fertilizer (POC).
Paket Wisata Sawang Lintang di Desa Muntuk, Dlingo, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta Hardjanti, S.H., M.H., Dewi Krisna
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.341 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5193

Abstract

Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan dengan tujuan liburan atau rekreasi. Sedangkan lokawisata merupakan tempat atau daerahyang dituju oleh wisatawan untuk liburan atau rekreasi. Lokawisata harus memiliki daya tarik supaya wisatawan berminat untuk mengunjunginya, dan daya tarik inilah yang menjadi potensi utama dalam mendorong wisatawan untuk hadir di suatu daerah yang menjadi lokawisata. Desa Muntuk, merupakan suatu desa yang terletak di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Desa Muntuk yang secara geografis berlokasi di wilayah perbukitan membuat Desa Muntuk memiliki banyak destinasi wisata yang dapat memanjakan mata dengan pemandangan alam yang indah, diantaranya ada Puncak Becici, Bukit Lintang Sewu, Pintoe Langit Dahromo, dan masih banyak lagi. Dengan segala potensi desa yang ada,Desa Muntuk dapat menjadi sarana dalam meningkatkanpengunjung wisata di Kabupaten Bantul, baik wisatawan lokal maupun wisatawan internasional. Dengan meningkatnya presentasi pengunjung juga dapat membuat Desa Muntuk semakin makmur karena mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Muntuk adalah sebagai wirausaha. Maka, penyusunan buku saku ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Muntuk dalam mengembangkan ide mengenai paket wisata yang ada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo,Kabupaten Bantul.
Pembangunan Agrowisata di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pratama, Yohanes Mario
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.896 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5206

Abstract

Trimulyo Village, Jetis District, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province has one of the most abundant agricultural products, namely peanuts. However, there are still not many farmers who realize the high potential of peanuts as an agricultural commodity and have not maximized land management both from the planting method and the yield of peanuts. This community service program aims to increase the economic value of peanuts through the manufacture of peanut butter and peanut agro-tourism sites. The data collection method used in this study used a secondary data collection method that was arranged systematically so that it could be easily understood. The program is carried out by providing design designs for facilities in agro-tourism in the form of gates, parking areas, gift centers, multi-purpose rooms, gazebos, and agro-tourism areas. In addition, it is explained related to the process of making peanut butter and packaging so that it can be a souvenir from Trimulyo Village. This program certainly requires support from various parties such as the government and village communities. With this program, it is hoped that it can attract the attention of tourists in the future so that it can help the economy of the Trimulyo Village community.

Page 1 of 4 | Total Record : 40