cover
Contact Name
Fatimah Zahra Nasution
Contact Email
welfare@unsil.ac.id
Phone
+6281221092136
Journal Mail Official
Welfare@unsil.ac.id
Editorial Address
Jalan Siliwangi No. 24, Kahuripan, Kec. Tawang Kota. Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 27232220     EISSN : 27232212     DOI : -
Core Subject : Economy,
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi merupakan peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang ilmu dan kajian Ekonomi Pembangunan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi meliputi hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama) dan artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi diterbitkan oleh Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya secara periodik dua kali dalam setahun yakni pada Bulan Mei dan Bulan November dalam setiap volume. WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi menerima manuskrip atau naskah artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, berkaitan dalam bidang kajian Ilmu Ekonomi Pembangunan dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Cakupan bidang kajian meliputi: Ekonomi Perencanaan Ekonomi Pembangunan Ekonomi Moneter Koperasi dan UMKM Ekonomi Publik Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ekonomi Regional Ekonomi Pertanian Ekonomi Industri Ekonomi Perdagangan Ekonomi Pariwisata Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Kependudukan Ekonomi Internasional Ekonomi Syariah Jurnal ini telah terdaftar pada Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) dengan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media online 2723-2212 dan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media cetak 2723-2220.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): November" : 9 Documents clear
Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Barat Periode Tahun 2010-2020 Hamzah, Risna Amalia
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.405 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3700

Abstract

This study aims to analyze and determine the effect of inflation, interest rates, unemployment on economic growth in West Java Province. The data used is secondary time series data for the period 2010 – 2020. The data is sourced from the Central Statistics Agency of West Java Province and Bank Indonesia. Data analysis was carried out using a quantitative approach with multiple linear regression model equations. The results of the study show that simultaneously (F test) inflation, interest rates and unemployment have a significant effect on economic growth in West Java Province. Partially (t test) inflation has a positive and insignificant effect on the economic growth of West Java province. The interest rate variable has a positive and significant effect on economic growth in the province of West Java. The unemployment variable has a negative and significant effect on the economic growth of the province of West Java. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data sekunder time series selama periode tahun 2010–2020. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan persamaan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (uji F) inflasi, suku bunga dan pengangguran berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat. Secara parsial (uji t) inflasi memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat. Variabel suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat. Variabel pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat.
Pengaruh Nilai Tukar Rupiah dan Bath terhadap Dolar serta Suku Bunga Indonesia terhadap Nilai Ekspor Indonesia ke Thailand Periode 2000-2019 Sugiartiningsih, Sugiartiningsih
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.047 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3629

Abstract

This study aims to determine the effect of the rupiah exchange rate against the US dollar, bath against the US dollar and Indonesian interest rates on Indonesian exports to Thailand for the period 2000-2019. The research methodology uses a multiple regression model of the relationship between the two Indonesian exchange rates and interest rates with the value of Indonesia's exports to Thailand. The use of data starting in 2000 with the reason that post-reform is the dynamics of Indonesia in responding to economic globalization. The 2019 limit is to provide a real picture of the Indonesian economy before it was hit by the Covid-19 outbreak. Based on the calculation results, it was found that there was a positive relationship between the rupiah exchange rate against the US dollar and the value of Indonesia's exports to Thailand due to the high purchasing power of Thailand as a result of the decline in the rupiah exchange rate against the US dollar. On the other hand, the bath exchange rate which tends to appreciate against the US dollar actually increases the value of Indonesia's exports to Thailand. Likewise, a decrease in Indonesia's interest rates has the potential to increase economic productivity in the real sector and in turn increase the value of Indonesia's exports to Thailand. However, the amount of investment during the period studied was not optimal due to lack of trust in Indonesia that caused the results of the test conducted were not significant.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah dan bath terhadap dolar AS serta suku bunga Indonesia terhadap ekspor Indonesia ke Thailand periode 2000-2019. Metodologi penelitian menggunakan model regresi berganda hubungan  kedua nilai tukar dan suku bunga Indonesia  dengan nilai ekspor Indonesia ke Thailand. Penggunaan data mulai tahun 2000 dengan alasan pasca reformasi merupakan dinamisasi Indonesia merespon globalisasi ekonomi. Batasan tahun 2019 untuk memberikan gambaran riil perekonomian Indonesia mengalami pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hubungan positif nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia ke Thailand karena tingginya daya beli Thailand sebagai dampak penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebaliknya nilai tukar bath yang cenderung apresiasi terhadap dolar AS justru meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Thailand. Demikian halnya dengan penurunan sukubunga Indonesia berpotensi meningkatkan produktivitas ekonomi di sektor riil dan pada gilirannya meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Thailand. Namun demikian, besarnya penanaman modal selama periode yang diteliti belum optimal karena kurangnya kepercayaan terhadap Indonesia sehingga berdampak hasil uji yang tidak signifikan.
Pengantar Redaksi dan Daftar isi Team, Editorial
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.488 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.4448

Abstract

Dewan Redaksi, Pengantar Redaksi, Daftar Isi
Analisis Faktor-Faktor Penentu Lama Mencari Kerja bagi Tenaga Kerja Terdidik di Kota Pangkalpinang Saddiyah, Puput
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.583 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3487

Abstract

Education is one of the requirements to enter the labor market that can support a particular job, this is because formal education is considered a useful investment to increase labor productivity. The purpose of this study is to analyze and determine the effect of age, education, income, work experience, and gender individually or collectively on the length of seeking for work for educated workers in Pangkalpinang City. This research was conducted in Pangkalpinang City. This study uses primary data by conducting interviews with a sample of 100 respondents (n=100) and using secondary data, namely data from the Central Statistics Agency. The analytical tool used in this research is multiple regression analysis. The results of this study indicate that partially age has a positive and significant effect on the length of seeking for work while education and work experience have a negative and significant effect on the length of seeking for work, income and gender have no significant effect on the length of seeking for work for educated workers in Pangkalpinang City. Simultaneously age, education, income, work experience, and gender have a significant influence on the length of seeking for work for educated workers in Pangkalpinang City.Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk memasuki pasar kerja yang dapat menunjang suatu pekerjaan tertentu karena pendidikan formal dianggap sebagai investasi yang berguna untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh umur, pendidikan, pendapatan, pengalaman kerja dan jenis kelamin secara individual maupun secara bersama-sama terhadap lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan data primer dengan melakukan wawancara terhadap sampel yaitu sebanyak 100 responden (n=100) dan menggunakan data sekunder yaitu data yang berasal dari Badan Pusat Statistika (BPS). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, umur berpengaruh positif dan signifikan, pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh negatif dan signifikan, dan pendapatan serta jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik di Kota Pangkalpinang. Secara simultan, umur, pendidikan, pendapatan, pengalaman kerja, dan jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik di Kota Pangkalpinang.
Analisis Determinasi Kemiskinan 10 Kabupaten di Jawa Tengah Tahun 2017 – 2019 Aji, Hanand Krisna; Destiningsih, Rian
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.826 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3452

Abstract

The complexity of poverty is influenced by various interrelated components such as location, geography, community income, unemployment, health, and environmental factors. The government through all its efforts has reduced poverty both at the urban and rural levels. These efforts are still not fully able to reduce poverty in large numbers. This study aims to analyze the factors that influence poverty in Central Java in 2017-2019. The dependent variable in this study is poverty, while the independent variables include the dependency ratio, the district minimum wage, and the labor force. The analytical tool used in this research is panel data regression analysis with the Fixed Effect Model (FEM) model. The results showed that the UMK (district minimum wage) had an influence on poverty in Central Java Province in 2017-2019; the dependency ratio variable and the labor force have no partial effect on poverty in Central Java Province in 2017-2019; and the dependency ratio, UMK, and labor force variables have a joint effect on poverty in Central Java Province in 2017-2019.Kompleksitas kemiskinan dipengaruhi oleh berbagai komponen yang saling terkait seperti faktor lokasi, geografis, pendapatan masyarakat, pengangguran, kesehatan, dan lingkungan. Pemerintah melalui segala upayanya telah mengurangi kemiskinan baik pada level perkotaan maupun pedesaan. Upaya tersebut masih belum sepenuhnya dapat mengurangi kemiskinan dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Jawa Tengah tahun 2017-2019. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kemiskinan sedangkan variabel bebas meliputi antara lain dependency ratio, UMK (upah minimum kabupaten), dan angkatan kerja. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dengan model fixed effect model atau model efek tetap (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel UMK memiliki pengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017-2019; variabel dependency ratio dan angkatan kerja tidak memiliki pengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017-2019 secara parsial; serta variabel rasio ketergantungan, UMK, dan angkatan kerja berpengaruh terhadap kemiskinan secara bersama-sama di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017-2019.
Analisis Derajat Desentralisasi Fiskal pada Kabupaten/Kota di Indonesia Menjelang 20 Tahun Otonomi Daerah Surgawati, Iis
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.512 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3566

Abstract

 This study aims to analyze the degree of fiscal decentralization in district/city governments in Indonesia by estimating a map and testing whether the degree of fiscal decentralization of the city government is higher than the district government, as well as to identify the factors that influence it before the 20 years of the implementation of regional autonomy. The data used is secondary data with a cross-section structure in the form of the Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) on audited Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) for the 2019 fiscal year from 81 district governments and 19 city governments as samples published by the Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) of the Republic of Indonesia. To estimate the degree of fiscal decentralization map used proportion and average estimation techniques, while to distinguish the degree of fiscal decentralization of districts and cities used Two Independent Sample t-Test. Multiple linear regression analysis is used to identify the factors that are thought to have an effect on the degree of fiscal decentralization. With a significance level  = 5%, the results of the study show that among 508 regencies/cities spread across 33 provinces (except DKI Jakarta) it is estimated that only around 32 to 90 regions are included in the autonomous category, while the average degree of fiscal decentralization for all districts/cities city is estimated at 10.33% to 13.31%. Another finding of this study is that there is significant support for the assumption that the degree of fiscal decentralization of cities is higher than districts. Furthermore, it was also found that the regional characteristics partially represented by the contribution of the industrial sector to the Gross Regional Domestic Product (GRDP), total assets, dependency level, local government status and the results of audit opinions had a significant effect on the degree of fiscal decentralization. Together, these factors have a significant effect.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis derajat desentralisasi fiskal pada pemerintah kabupaten/kota di Indonesia dengan mengestimasi peta dan menguji apakah derajat desentralisasi fiskal pemerintah kota lebih tinggi jika dibandingkan dengan derajat desentralisasi fiskal pemerintah kabupaten serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya menjelang 20 tahun diberlakukannya otonomi daerah. Data yang digunakan adalah data sekunder berstruktur silang tempat berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) audited Tahun Anggaran 2019 dari 81 pemerintah kabupaten dan 19 pemerintah kota sebagai sampel yang dipublikasikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Untuk mengestimasi peta derajat desentralisasi fiskal digunakan teknik penaksiran proporsi dan penaksiran rata-rata sedangkan untuk membedakan derajat desentralisasi fiskal kabupaten dan kota digunakan Two Independent Sample t-Test. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap derajat desentralisasi fiskal. Dengan tingkat signifikansi  = 5% hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 508 kabupaten/kota yang tersebar di 33 provinsi (kecuali DKI Jakarta) diperkirakan baru sekitar 32 sampai 90 daerah saja yang sudah termasuk kategori otonom sedangkan rata-rata derajat desentralisasi fiskal seluruh kabupaten/kota diperkirakan sebesar 10,33% sampai dengan 13,31%. Temuan lain penelitian ini adalah adanya dukungan yang signifikan atas dugaan bahwa derajat desentralisasi fiskal kota lebih tinggi dibanding kabupaten. Selanjutnya ditemukan pula bahwa pada tingkat signifikansi  = 5% karakteristik daerah yang diwakili oleh kontribusi sektor industri pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), total aset, tingkat ketergantungan, status pemerintah daerah dan hasil opini audit berpengaruh signifikan terhadap derajat desentralisasi fiskal baik secara parsial maupun secara bersama-sama. 
Trade Analysis of RCEP Member Countries Plus India: Have They Been Competing? Susilo, Ignatia Bintang Filia Dei
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3537

Abstract

Regional Trade Agreements (RTAs) and Preferential Trade Agreements (PTAs) increased significantly. One of the most prominent PTA negotiation is Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP). When making arrangements, countries should consider its effect on current trade pattern. This research studies comparative advantage and its pattern for 10 countries involved in RCEP (Australia, China, Indonesia, Japan, Korea, Malaysia, New Zealand, Philippines, Singapore, Thailand) plus India. This study uses Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) to examine trade data from 2004-2019. The findings are: (i) Comparative advantages between some RCEP member countries’ plus India are relative similar. It should be a concern for those countries to maintain their product’s competitiveness; (ii) Several countries show relevance on the trade theories that country will export products which use abundant factors in its production. These conditions also match the theory of comparative advantage which stated that countries will export product which have comparative advantages and become specialized on those products; and (iii) All countries (except China) have concentration on the products with low comparative advantage. The standard deviation of RSCA scores remains constant overtime showing that difference in comparative advantages in each countries remain constant, but indicate slight downward trend for India, in which indicates despecialization.Jumlah Perjanjian Perdagangan Regional (Regional Trade Agreements/RTA) dan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreements/PTAs) meningkat signifikan. Salah satu negosiasi PTA yang terbesar adalah Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP). Dalam suatu perjanjian perdagangan, penting untuk mempertimbangkan pola perdagangan negara-negara yang terlibat. Penelitian ini mempelajari keunggulan komparatif dan pola perdagangan untuk 10 negara yang terlibat dalam RCEP (Australia, China, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand) dan India. Penelitian ini menggunakan Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) untuk menguji data perdagangan tahun 2004-2019. Diperoleh bahwa: (i) Keunggulan komparatif antara beberapa negara anggota RCEP serta India relatif sama. Dengan demikian, penting bagi negara-negara tersebut untuk menjaga daya saing produknya; (ii) Beberapa negara menunjukkan relevansi dengan teori perdagangan bahwa negara tersebut akan mengekspor produk yang menggunakan faktor yang melimpah dalam produksinya. Kondisi ini juga sesuai dengan teori keunggulan komparatif yang menyatakan bahwa negara akan mengekspor produk yang memiliki keunggulan komparatif dan menjadi spesialis pada produk tersebut; dan (iii) Semua negara (kecuali China) memiliki konsentrasi pada produk dengan keunggulan komparatif rendah. Standar deviasi dari nilai RSCA relatif konstan sepanjang waktu menunjukkan konsistensi pola spesialisasi keunggulan komparatif di masing-masing negara terdapat sedikit pola penurunan untuk India, yang mengindikasikan terjadinya despesialisasi.
Tingkat Profitabilitas Koperasi BKPT Tjiawi Ditinjau dari Pengaruh Likuiditas dan Solvabilitas Rusliana, Nanang; Lokiteswara Setya Wardhani, Dyah Ciptaningsih
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.574 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3628

Abstract

The purpose of the research is to find out liquidity ratio, solvability effect toward profitability ratio simultaneously and partially. The research conducted by field research using quantitative method. In this study, the data was collected by using the documentation and literary study. The location of this study is at Koperasi BKPT Tjiawi in Ciawi Tasikmalaya District, West Java. This research used multiple regression with SPSS V.20. Th results of the research indicate that the liquidity ratio strongly and significantly affects profitability ratio of Koperasi BKPT Tjiawi; the solvability ratio significantly affects towards the profitability ratio in Koperasi BKPT Tjiawi; analyzed together, the liquidity and the solvability ratios have significant effect on the profitability ratio in Koperasi BKPT Tjiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh rasio likuiditas dan rasio solvabilitas terhadap rasio profitabilitas koperasi BKPT Tjiawi baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Penelitian lapangan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Lokasi penelitian ini bertempat di Koperasi BKPT Tjiawi yang berada di Ciawi Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Alat uji yang digunakan yakni uji regresi berganda dengan software SPSS V.20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh secara signifikan terhadap rasio profitabilitas pada Koperasi BKPT Tjiawi. Rasio solvabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap rasio profitabilitas pada Koperasi BKPT Tjiawi. Secara bersama-sama, rasio likuiditas, dan rasio solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap rasio profitabilitas Koperasi BKPT Tjiawi.
Analisis Keterkaitan antar Sektor Kunci Berdasarkan Data Input Output Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2012 Sukarso, Aso; Hanapia, Asep Yusup; Budhi.L.S, Chandra
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.317 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v2i2.3627

Abstract

This study aims to determine the backward linkages and forward linkages between key sectors in Tasikmalaya Regency. The data used is the Table of Input Output (BPS) of Tasikmalaya Regency in 2012. The data analysis in this study uses standard deviation processed by Excel. This study uses several approaches, namely: backward linkage and direct backward spreads; direct and indirect total backward linkage; direct, indirect, and induced total backward linkage; forward linkage and direct forward spreads; direct and indirect total forward linkages; direct, indirect, and induced total forward linkages. Based on the results of the study, it was found that sector 3 (processing industry) is a key sector that is directly, indirectly, and affected, this sector asks for inputs in other sectors equally. Meanwhile, sector 6 (trade, hotels and restaurants) is a key sector because directly, indirectly, and affected, this sector demands output in other sectors equally.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan ke belakang dan keterkaitan ke depan antar sektor kunci di Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan adalah tabel Input Output (BPS) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2012. Analisis data pada penelitian ini menggunakan standar deviasi yang diolah dengan Excel. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan, yaitu: keterkaitan ke belakang dan penyebaran ke belakang langsung; keterkaitan ke belakang total langsung dan tidak langsung; keterkaitan ke belakang total langsung, tidak langsung, dan terimbas; keterkaitan ke depan dan penyebaran ke depan langsung; keterkaitan ke depan total langsung dan tidak langsung; keterkaitan ke depan total langsung, tidak langsung, dan terimbas. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa sektor 3 (industri pengolahan) adalah sektor kunci karena secara langsung, tidak langsung, dan terimbas, sektor ini meminta input atau faktor produksi pada sektor-sektor lain secara merata. Adapun sektor 6 (perdagangan, hotel dan restoran) adalah sektor kunci oleh karena secara langsung, tidak langsung, dan terimbas, sektor ini meminta output atau hasil produksi pada sektor-sektor lain secara merata.

Page 1 of 1 | Total Record : 9