cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2014)" : 14 Documents clear
Potensi Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon winterianus) sebagai Fungisida Nabati terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) pada Buah Apel (Malus sylvestris Mill) Astri Septiyaningsih Nugraheni; Syamsuddin Djauhari; Abdul Cholil; Edi Priyo Utomo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides merupakan salah satu penyakit pasca panen buah apel. Salah satu pengendalian penyakit antraknosa adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang relatif aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon winterianus) sebagai anti jamur yang efektif dalam mengendalikan penyakit antraknosa. Secara in vitro, berbagai konsentrasi minyak serai wangi diletakkan di cawan petri dan jamur C. gloeosporioides diletakkan dipusat cawan petri. Penghambatan pertumbuhan jamur C. gloeosporioides diukur dari diameter koloni dan berat miselium jamur. Secara in vivo buah apel direndam kedalam larutan minyak atsiri serai wangi kemudian buah ditusuk dan ditetesi suspensi jamur C. gloeosporioides. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 konsentrasi anti fungi dan 4 ulangan. Konsentrasi minyak atsiri serai wangi yaitu 500 ppm hingga 1500 ppm. Buah apel yang diberi minyak atsiri serai wangi konsentrasi 1500 ppm menunjukkan efek penghambatan 90,22% pertumbuhan jamur dan berat miselium jamur 55 mg secara in vitro. Apel yang direndam dengan konsentrasi minyak atsiri serai wangi 1500 ppm memiliki masa inkubasi penyakit 6,08 hari dan gejala antraknosa yang muncul 2,33 cm. Nilai Effective Concentration (EC50) minyak atsiri serai wangi dalam menghambat pertumbuhan jamur C. gloeosporioides yaitu 986,84 (in vitro) ppm dan 1779,55 ppm (in vivo). Sedangkan nilai minimum inhibitory concentration (MIC) minyak atsiri serai wangi dalam menghambat pertumbuhan jamur C. gloeosporioides yaitu 45,18 ppm (in vitro) dan 547,09 ppm (in vivo).   Kata kunci : Cymbopogon winterianus, apel, Colletotrichum gloeosporioides, minyak atsiri, pestisida nabati
EFEKTIVITAS KLORANTRANILIPROL DAN FLUBENDIAMID PADA ULAT BAWANG MERAH (Spodoptera exigua Hubner) (Lepidoptera: Noctuidae) Ria Febrianasari; Hagus Tarno; Aminudin Afandhi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Spodoptera exigua Hubner menjadi salah satu hama penting yang mengakibatkan petani bawang merah tidak memperoleh hasil produksi yang maksimal (20 ton/ha) dan penurunan kualitas hasil tanaman. Pengendalian S. exigua oleh petani dilakukan dengan menyemprotkan insektisida. Golongan insektisida yang biasa digunakan oleh petani untuk mengendalikan S. exigua adalah flubendiamid. Klorantraniliprol merupakan salah satu bahan alternatif pengendalian yang terbukti efektif mengendalikan S. exigua. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pengaruh klorantraniliprol dan flubendiamid terhadap populasi larva dan intensitas kerusakan tanaman bawang merah di Indonesia. Penelitian dilaksanakan di desa Sekaran kecamatan Kayen kidul kabupaten Kediri dimulai Nopember 2013 sampai Pebruari 2014. Perlakuan penelitian meliputi kontrol tanpa aplikasi insektisida, klorantraniliprol EC dosis 12,5 l/ha, klorantraniliprol EC dosis 25 l/ha, klorantraniliprol SC dosis 12,5 l/ha, klorantraniliprol SC dosis 25 l/ha dan flubendiamid WG dosis 0,1 kg/ha. Dari lima perlakuan, diperoleh perlakuan yang dikategorikan efektif mengendalikan S. exigua yaitu klorantraniliprol EC 25 l/ha (86,62%) dan klorantraniliprol SC 25 l/ha (93,34%) karena memiliki nilai efektivitas diatas 70%. Nilai efektivitas yang digunakan adalah data dari hasil pengamatan intensitas kerusakan. Efektivitas terbaik ditunjukkan oleh klorantraniliprol SC 25 l/ha dengan nilai efektivitas 93,34%. Kata kunci: Spodoptera exigua Chlorantraniliprole, Flubendiamide, Kontrol
Potensi Antagonis Jamur Endofit dan Khamir Pada Tanaman Pisang (Musa accumunata ) Terhadap Jamur Mycosphaerella musicola Penyebab Penyakit Bercak Kuning Sigatoka Rizatul Maela Tri Intan; Abdul Cholil; Liliek Sulistyowati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPisang merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai tingkat produksi yang tinggi dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun seperti itu pertumbuhan tanaman pisang juga selalu diganggu oleh serangan organisme pengganggu tanaman, baik di pembibitan maupun di lapangan. Salah satu organisme pengganggu tanaman tersebut adalah jamur patogen bercak kuning sigatoka. Pengendalian secara biologis dilakukan untuk menekan jamur Mycosphaerella musicola penyebab bercak kuning sigatoka, dengan menggunakan agen hayati seperti jamur endofit dan khamir yang memiliki potensi antagonis.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada bulan januari sampai bulan juni 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dan eksperimental, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan menggunakan uji lanjutan Duncan dengan taraf kesalahan 5 % karena hasil perhitungan yang diperoleh berbeda nyata. Dari hasil isolasi dan identifikasi diperoleh 17 isolat jamur endofit dan 5 isolat khamir yang berpotensi antagonis terhadap jamur Mycosphaerella musicola. Jamur endofit yang paling berpotensi untuk menekan pertumbuhan Mycosphaerella musicola adalah fusarium2. Khamir yang palingberpotensi untuk mengendalikan Mycosphaerella musicola adalah Rhodotorula 2.Kata kunci: Mycosphaerella musicola, jamur endofit, khamir
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUPUK HAYATI MIKORIZA (Glomus spp.) UNTUK MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne javanica) PADA TEMBAKAU (Nicotiana tabaccum L.) Maris Purnanto; Hagus Tarno; Aminudin Afandhi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) merupakan parasit penting dan banyak menyerang tanaman, sehingga menimbulkan kerugian karena terjadi penurunan produktivitasnya. Nematoda puru akar (Meloidogyne javanica) merupakan hama yang menyerang tanaman tembakau (Nicotiana tabaccum L.). Pengendalian nematoda puru akar dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penggunaan mikoriza (Glomus spp.). Mikoriza ialah suatu struktur yang khas yang mencerminkan adanya interaksi fungsional yang saling menguntungkan dengan tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui efektivitas mikoriza (Glomus spp.) untuk pengendalian M.javanica pada tanaman tembakau dan mengetahui dosis pupuk hayati mikoriza (Glomus spp.) yang efektif dalam pengendalian serangan nematoda puru akar M. javaniva pada tanaman tembakau (N. tabaccum).Hasil menunjukan bahwa penggunaan pupuk hayati mikoriza dapat mengendalikan serangan nematoda puru akar Meloidogyne sp. pada tanaman tembakau (N. tabaccum L.). Pengaplikasian 60 g pupuk hayati mikoriza pada tembakau (N. tabaccum L.) merupakan dosis yang paling efektif dalam mengendalikan serangan nematoda puru akar (Meloidogyne sp.). Pengaplikasian 100 g pupuk hayati mikoriza pada tembakau (N. tabaccum L.) merupakan dosis efektif untuk peningkatan produksi tembakau. Kata kunci: Tembakau, Nematoda Puru Akar, Mikoriza, Glomus spp.

Page 2 of 2 | Total Record : 14