cover
Contact Name
Muhammad Fikri Alan
Contact Email
redaksi.qawanin@iainkediri.ac.id
Phone
+62354-689282
Journal Mail Official
redaksi.qawanin@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Jalan Sunan Ampel Nomor 7 Ngronggo Kota Kediri, 64127
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Qawanin: Journal of Economic Syaria Law
ISSN : 25983156     EISSN : 26228661     DOI : https://doi.org/10.30762/qawanin.v6i1
Qawanin (Journal of Economic Syaria Law) is a media publication of the results of scientific research, in the field of Economic Syaria Law which includes: - Economic Syaria Law - Islamic strategy for economic development - Critical issues and challenges in Islamic economics and finance development - other topics that are still in line with law and economic developments
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019): Juli" : 6 Documents clear
TAFSIR AYAT-AYAT ZAKAT SEBAGAI PENGUAT KONSEP FILANTROPI EKONOMI KEUMMATAN (Tafsir Verses Of Zakat As The Booster Of Public Economic Philanthropy Concept) Mustaqim Makki
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 3 No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.983 KB) | DOI: 10.30762/q.v3i2.1539

Abstract

Zakat merupakan salah satu sendi pokok ajaran Islam. Urgensi zakat yang merupakan anjuran agama Islam untuk menunaikan zakat dan memberikannya kepada yang berhak dengan ketentuan mencapai nishabnya, (kadar minimum harta tertentu) mempunyai nilai sangat signifikan dalam kehidupan manusia. Seorang insan yang sarat akan segala permasalahan pada fitrahnya menuntut untuk selalu berinteraksi kepada sesama, baik berupa materi maupun non materi. Zakat merupakan maliyah ijtima’iyyah yang mengandung nilainilai filantropi yang sangat tinggi, karena ketika mengaplikasikan kewajiban zakat kita telah membantu sesama serta mengurangi kesenjangan yang disebabkan beberapa sifat manusia diantaranya adalah sifat kikir, dengki dan iri hati. Menguatnya kembali harapan banyak kalangan terhadap implementasi filantropi Islam, baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf, memiliki keterkaitan erat dengan kondisi bangsa yang belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan sebagai dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Kondisi ini berakibat kesenjangan penguasaan perekonomian antar warga negara menjadi kian lebar. Pada saat itulah, ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) kembali dilirik dan diharapkan menjadi alternatif solusi terhadap problem kemiskinan umat. Manusia sebagai khalifah fil ardh dalam Al Qurán menekankan muatan fungsional yang harus diemban oleh manusia dalam melaksanakan tugas-tugas kesejarahan dalam kehidupannya di muka bumi. Kaitan dengan konsep tersebut, ada dua fungsi manusia. Pertama: Manusia sebagai hamba (ábid), dituntut untuk sukses menjalin hubungan secara vertikal dalam hal ini hubungannya dengan ketuhanan (Teologis). Kedua adalah manusia sebagai khalifah, dituntut untuk sukses menjalin hubungan secara horizontal dalam hal ini hubungan terhadap manusia. Zakat is one of the main points of Islamic teachings. The urgency of zakat which is suggested by Islam to fulfill and give it to those who are referred to with the provisions to reach their nishab, (minimum level of certain assets) has a very significant value in human life. A person who is full of all problems in his/her natural demands will always get interaction with other people, either material or non-material. Zakat is maliyah ijtima’iyyah which contains very high philanthropic values, because when applying the obligation of zakat we have helped others and reduced the gaps caused by some human traits including miser, jealousy and envy. The reinforcement of the expectations (estimation) from any levels on the implementation of Islamic philanthropy, which in the form of zakat, donation, alms and endowments, has a close relationship with the condition of the country that has not fully risen from bad economic adversity due to economic crisis. This condition causes a widening of the economic mastery among the citizens. At that moment, ziswaf (zakat, infaq, alms, and waqf) was again given a serious attentition and expected to be an alternative solution to the problem of poverty among citizens. Humans as khalifah fil ardh in the Qur'an emphasize the functional content that must be carried by humans in carrying out historical tasks in their lives on earth. In accordance with this concept, there are two human functions. First Humans as servants (ábid), are required to succeed in establishing a vertical relationship in this case the relationship with God (Theological). Second, humans as caliphs, are required to succeed in establishing horizontal relationships in this case the relationship to humans.
PENYELESAIAN CIDERA JANJI OLEH BMT UGT SIDOGIRI CABANG MOJO KEDIRI DITINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH (Completion Of Promise Injury By BMT UGT Sidogiri, Mojo Kediri Branch In Terms Of Sharia Economic Law) Davinta Fistiyanti; Abdullah Taufik; Syaiful Bahri
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 3 No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.831 KB) | DOI: 10.30762/q.v3i2.1582

Abstract

Cidera janji atau wanprestasi kaitannya dengan tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara kreditur dan debitur, antara hutang-hutangnya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Untuk menghindari adanya nasabah cidera janji maka pihak BMT melakukan beberapa strategi seperti halnya pemberian jaminan kredit maka akan memberikan perlindungan keamanan dan kepastian hukum kreditur, dengan cara mengeksekusi benda yang menjadi objek jaminan kredit bank yang bersangkutan. Apabila kemudian hari terjadi wanprestasi dari debiturnya, bank telah mempunyai alat bukti yang lengkap untuk melaksanakan tindakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: a) Mengetahui penyelesaian cidera janji oleh BMT UGT Sidogiri cabang Mojo Kediri, b) Menganalisis penyelesaian cidera janji oleh BMT UGT Sidogiri cabang Mojo Kediri ditinjau dari hukum ekonomi syari’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di BMT UGT Sidogiri cabang Mojo Kediri. Pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala cabang, Karyawan AOAP, Karyawan AOSP, dan Kasir BMT UGT Sidogiri cabang Mojo Kediri. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian cidera janji oleh BMT UGT Sidogiri cabang Mojo Kediri yang paling dominan adalah menggunakan strategi rekonstruksi akad, dengan strategi ini pihak BMT mengubah atau bahkan membuat perbaharuan akad perjanjian terhadap tanggungan utang nasabah yang mengalami kredit macet. Sedangkan penyelesaian cidera janji oleh BMT UGT Sidogiri cabang Mojo Kediri ditinjau dari hukum ekonomi syariah, dan menggunakan prinsip-prinsip hukum ekonomi syari’ah, adalah muamalah dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindari mudharat dalam bermasyarakat Injuries or defaults related to not fulfilling or negligent carrying out obligations as determined in the agreement made between the creditor and the debtor, between the debts in accordance with the agreed agreement. To avoid the existence of a customer who is injured, BMT carries out several strategies such as the provision of credit guarantees so that it will provide protection for the security and legal certainty of the creditor, by executing objects that are the object of the bank's credit guarantee. If later a default occurs from the debtor, the bank has complete evidence to carry out legal actions. This study aims to describe: a) knowing the completion of the breach by BMT UGT Sidogiri, Mojo Kediri branch, b) analyzing the completion of the breach by BMT UGT Sidogiri, Mojo Kediri branch in terms of sharia economic law. This study uses a qualitative approach with descriptive qualitative research. The research was conducted at BMT UGT Sidogiri, Mojo Kediri branch. Data collection through documentation and interviews. The informants in this study were branch heads, AOAP employees, AOSP employees, and BMT UGT Sidogiri cashier at Kediri Mojo branch. Data analysis in the form of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that the completion of the promise of injury by BMT UGT Sidogiri the most dominant Mojo Kediri branch is to use the contract reconstruction strategy, with this strategy the BMT changes or even updates the contract agreement on the debt burden of customers who experience bad credit. Whereas the settlement of the promise of injury by BMT UGT Sidogiri in the Mojo Kediri branch in terms of sharia economic law, and using the principles of Sharia economic law, is carried out on the basis of consideration to bring benefits and avoid harm in community life.
ANALISIS STRATEGI PENJUALAN BARANG KOMODITAS DI SWALAYAN SURYA GONDANG PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Analysis of Commodity Goods Sales Strategy in Surya Gondang Supermarket Syariah Economic Law Perspective) Trivita Octaviana; M. Mahdil Mawahib; Abdullah Taufik
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 3 No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.926 KB) | DOI: 10.30762/q.v3i2.1601

Abstract

Strategi penjualan atau pemasaran adalah suatu seleksi sasaran yang menentukan posisi persaingan dan bauran dalam transaksi jual beli. Dalam strategi yang diterapkan penjualan atau pemasaran di swalayan dapat dibagi menjadi beberapa bentuk: a) Strategi Produk, b) Strategi Harga, c) Strategi Distribusi, d) Strategi Promosi. Swalayan Surya Gondang memiliki dua strategi yang dapat diterapkan, yaitu strategi harga yang terdapat dalam penetapan harga berupa POP (Point of Price) dan strategi promosi terhadap barang tertentu dengan sistem promo terdapat pada barang komoditas. Penetapan harga yang berupa POP (Point of Price) yang terdapat di etalase rak barang komoditas di mana hal tersebut merupakan kesepakatan harga antara pihak swalayan dengan konsumen (pelanggan). Sedangkan strategi yang terjadi pada promosi diterapkan dalam sistem promo dibagi menjadi 10 macam promo (diskon, murah, 3 hari saja, awal bulan, akhir bulan, home care, beauty fair, kitchen fair, kids and baby fair, dan heboh). Hal tersebut dilakukan untuk menarik minat konsumen agar mau berbelanja di Swalayan Surya Gondang. Penelitian yang dilakukan mempunyai sebuah tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi di Swalayan Surya Gondang dengan menggunakan jenis pendekatan secara langsung atau lapangan (field research), sedangkan jenis penelitian adalah kualitatif. Data yang diperoleh berupa data primer dan sekunder, sebagaimana yang terdapat dalam metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan telaah dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa Swalayan Surya Gondang mempunyai 2 strategi untuk menarik minat konsumen (pelanggan) yaitu berupa penetapan harga yang ada pada POP (Point of Price) tidak sesuai dengan database komputer sehingga terjadi perubahan lafal ijab dan qabul. Strategi selanjutnya yaitu berupa promo yang terdapat pada barang komoditas berupa promo diskon di mana telah ditemukan adanya ketidakjujuran terhadap barang yang mendapat promo diskon, yang ditemukan penutupan logo promo pada masa kadaluwarsa yang menyebabkan pihak konsumen (pelanggan) tidak megetahui kapan masa kadaluwarsa akan habis. The sales or marketing strategy is a target selection that determines the position of competition and mix in buying and selling transactions. In the strategy applied sales or marketing in supermarkets can be divided into several types; a) Product Strategy, b) Price Strategy, c) Distribution Strategy, d) Promotion Strategy. Surya Gondang Supermarket has two strategies that can be implemented, the price strategy in pricing in the form of POP (Pont of Price) and in the form of a promotion strategy for certain goods with the promo system in commodity goods. Pricing in the form of a Point (POP) that is contained in a commodity shop window where it is a price agreement between a supermarket and a customer. While the strategy that occurred in the promotion was implemented in the promo system divided into 10 kinds of promos (discounts, cheap, just 3 days, the beginning of the month, the end of the month, home care, beauty fair, kitchen fair, kids and baby fair, and excited). This was done to attract consumers to shop in Surya Gondang Supermarket. The research conducted has a purpose to find out how the strategy in Surya GondangSupermarkets uses the type of approach directly or in the field (field research), while the type of research is qualitative. Data obtained in the form of primary and secondary data, as contained in the method of data collection by means of interviews and documentation. In analyzing data, researchers used qualitative data analysis techniques. From the results of research conducted by researchers that Surya Gondang Supermarket has 2 strategies to attract consumers (customers), they are; in the form of pricing in the POP (Point Of Price) that is not in accordance with computer databases so that changes in lafadz ijab and qabul occur. The next strategy is in the form of promos contained in commodity goods in the form of discount promos where there has been a dishonesty of the goods that received a discount promo, which found closure of the promo logo on expiration which causes the consumer (customer) not to know when the expiration will expire.
Pendistribusian Dana ZIS Melalui Program Genius Perspektif UU No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat (Studi Kasus Yatim Mandiri Kediri) Distribution of ZIS Funds Through the Genius Perspective Program Law No. 23 of 2011 concerning Management of Zakat Dea Putri Anggraini; Abdullah Taufik; Faridatul Fitriyah
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 3 No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.189 KB) | DOI: 10.30762/q.v3i2.1607

Abstract

Dana-dana ZIS yang terkumpul dapat menjadi solusi terbaik sebagai penggerak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Langkah strategis dapat diambil untuk pendayagunaan dan pendistribusian dana ZIS dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ZIS. ZIS sebaiknya dikelola oleh lembaga atau amil yang profesional, akuntabel, amanah dan pengelolaannya harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskanpendistribusian dana ZIS melalui program Sanggar GENIUS perspektif UU No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan tiga metode pengumpulan data, yaitu metode observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Jenis penitian adalah penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Untuk menganalisa data, penulis menggunakan teknik deskriptif dengan menggambarkan data secara sistematis dan faktual, sedangkan analisisnya melalui tiga metode: yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan menggunakan teknik ketekunan dalam pengamatan, triangulasi, dan perpanjangan keikutsertaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program Sanggar GENIUS berbentuk bimbingan belajar gratis matematika dan peningkatan akhlakul karimah, ditujukan kepada anak yatim duafa setingkat SD, tidak menutup kemungkinan anak duafa non-yatim. Sanggar GENIUS kemanfaatannya dapat dirasakan oleh anak yatim. Dana ZIS diserahkan kepada guru sanggar sebagai upah (bisyaroh). Ada pembinaan setiap bulan di kantor Yatim Mandiri Kediri, serta monev yang dilakukan Staf Program setiap tahun sekali dengan mendatangi masing-masing sanggar. 2) Pelaksanaan distribusi dana ZIS melalui program Sanggar GENIUS sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 25 dan Pasal 26 UU No. 23/2011, pelaksanaan program yang tidak melanggar syariat Islam, berdasarkan prioritas mustahik, serta amanah dari donatur/muzaki. Laporan kegiatan pengelolaan zakat, dilakukan secara terpusat oleh Yatim Mandiri pusat setiap akhir tahun. Sesuai dengan PP. No 14 Tahun 2014, Yatim Mandiri melakukan audit syariah dan audit keuangan. Program Sanggar GENIUS membawa kesejahteraan bagi anak-anak binaannya. Selain itu, zakat merupakan salah satu kegiatan untuk menjaga kelima hal pokok yang terkandung dalam dlaruriyah. Lebih spesifiknya sanggar Genius melingkupi penjagaan terhadap agama, jiwa, akal, dan harta benda. Collected ZIS funds can be the best solution of the economy booster and public welfare. Strategic ways can be taken to utilize and distribute ZIS funds by utilizing competent human resources in the ZIS sources of field. ZIS should be managed by a professionalinstitution, accountable, trustworthy and its management must be in accordance with the applicable legal provisions. This study intends to explain the distribution of ZIS funds through the perspective program GENIUS Act No. 23 of 2011 concerning Management of Zakat. In this study the authors used a qualitative approach, using three methods of data collection, they are: participant observation, unstructured interviews, and documentation. The type of research is field study and uses an empirical juridical approach. To analyze data, the author uses descriptive techniques by describing data systematically and factually, while the analysis through three methods: data reduction, data presentation, and conclusion or verification. Checking the validity of the data is done using perseverance techniques in observation, triangulation, and extension of participation.The results showed that: 1) GENIUS Studio program in the form of free mathematics tutoring and improved morality, aimed at orphaned children at the elementary level, do not rule out the possibility of non-orphaned children. The usefulness of GENIUS studio program can be felt by theorphans. ZIS funds are given to the studio teacher as a wage (bisyaroh). There is guidance every month at the Kediri Mandiri Orphanage office, as well as monitoring and evaluation conducted by the Program Staff every year by visiting each studio. 2) The distribution of ZIS funds through the GENIUS Studio program is in accordance with the provisions of Article 25 and Article 26 of Law No. 23/2011, the implementation of programs that do not violate Islamic law, based on priority mustahik, as well as mandate from donors / muzaki. Reports on zakat management activities are carried out centrally by the central Yatim Mandiri at the end of each year. In accordance with PP. No 14 In 2014, Yatim Mandiri conducted sharia audits and financial audits. The GENIUS Studio Program brings prosperity to its assisted children. In addition, zakat is one of the activities to safeguard the five main things contained in dlaruriyah. More specifically the Genius studio covers guarding religion, soul, mind, and property.
PERAN EKONOMI ERA GLOBALISASI DALAM TUMBUH KEMBANG MASYARAKAT ISLAM MODERN DI INDONESIA (The Economic Role of The Globalization Era In The Development Of Modern Islamic Community In Indonesia) Achmad Zainuddin; Izzatul ‘Ainiah; Peny Sabila
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 3 No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.468 KB) | DOI: 10.30762/q.v3i2.1634

Abstract

Ekonomi memiliki peran penting dalam tumbuh kembang masyarakat Islam yang mana sebagai penunjang kegiatan produksi dan konsumsi sekaligus sebagai ibadah yang membawa manfaat untuk banyak orang baik dalam jangka panjang ataupun jangka pendek. Logikanya jika kebutahan pribadi seseorang belum bisa tercukupi bagaimana bisa orang tersebut melakukan kegiatan produksi yang mana meskipun tidak harus membutuhkan modal yang besar tapi tentunya harus ada modal meskipun sedikit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kajian pustaka, yaitu metodelogi pengumpulan data dari teori yang telah ada di jurnal, buku, maupun koran online. Kegiatan produksi dalam umat Islam dapat membuat kehidupan masyarakat Islam menjadi tumbuh ke arah pemerataan kesejahteraan. Karena dengan adanya produksi menjadikan masyarakat muslim bisa menggaji dirinya sendiri, tidak bergantung pada orang lain, mampu menciptakan lapangan kerja untuk orang lain, dan mampu untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat. Economics has an important role in the growth and development of Islamic society which supports production and consumption activities as well as worship that brings benefits to many people both in long or short term. Logically, if the personal’s needs cannot be fulfilled, how they can carry out production activities, although they do not have huge capital, at least, there must be a small amount of capital. The research method used in this study is the literature study, the methodology of collecting data from existing theories in journals, books, and online newspapers. Production activities in Muslims can make the life of the Islamic community grow towards equitable prosperity, because with the production of the Muslim community can improve their prosperity for themselves, not depends on others, also able to create jobs for others, and help meet the increasing of society needs.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP HUKUM PERJANJIAN ISLAM DALAM PRODUK PERBANKAN SYARIAH (Telaah Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah) Aristoni
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 3 No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.557 KB) | DOI: 10.30762/q.v3i2.1652

Abstract

Prinsip dasar dalam hukum perjanjian Islam yakni, setiap muslim atau subyek hukum memiliki kebebasan dalam melakukan perbuatan hukum untuk mengadakan akad dan/atau perjanjian. Kebebasan sebagaimana dimaksud adalah bebas dalam menentukan objek perjanjian dan bebas menentukan dengan siapa akan membuat suatu perjanjian, dengan catatan sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum Islam. Dalam praktik perbankan syariah pokok-pokok perjanjian dan/atau akad didasarkan pada prinsip syariah yang mana menawarkan suatu produk alternatif prinsip bagi hasil sebagai pengganti dari sistem bunga yang dipakai dalam perbankan konvensional. Secara garis besar produk-poduk perbankan syariah yang dikeluarkan didasarkan pada prinsip titipan, sewa menyewa, jual beli, bagi hasil dan jasa. Dan apabila prinsip-prinsip tersebut dijalankan dalam kegiatan usaha perbankan syariah berdasarkan syarat dan rukunnya, maka akan menghasilkan transaksitransaksi yang bebas dari riba, transaksi yang bersifat untung-untungan dan tidak jelas, objek yang dilarang syariah dan ketidakadilan sebagaimana pula dikehendaki dalam UndangUndang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. The basic principle in Islamic treaty law is that every Muslim or legal subject has the freedom to carry out legal actions to enter into contracts and /or agreements. Freedom as referred to is free in determining the object of the agreement and free to determine who will make an agreement, provided that it does not conflict with the provisions of Islamic law. In sharia banking practices the principles of agreements and/or contracts are based on sharia principles which offer an alternative product for profit sharing principle as a substitute for the interest system used in conventional banking. Broadly speaking, Islamic banking products issued are based on the principle of deposit, leasing, buying and selling, profit sharing and services. And if these principles are implemented in sharia banking business activities based on the terms and conditions, they will result in transactions that are free from usury, profit and unclear transactions, objects that are prohibited from sharia and injustice as also desired in the Act Number 21 of 2008 concerning Sharia Banking.

Page 1 of 1 | Total Record : 6