cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Academic Physiotherapy Conference Proceeding
ISSN : -     EISSN : 28097475     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Academic Physiotherapy Conferences are a series of activities that include international seminars and call papers. This activity aims to improve literacy and scientific publications of physiotherapy which specifically discuss cases related to problems of function and movement of the human body
Articles 63 Documents
Search results for , issue "2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding" : 63 Documents clear
Management Fisioterapi pada Kasus post Operasi Fraktur Tibia Proximal Dextra di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto: Studi Kasus Fathan, Muhammad; Sudaryanto, Wahyu Tri; Gemilang, G
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur adalah diskontinuitas pada tulang (atau tulang rawan) kekuatan akibat mekanisme yang melebihi kemampuan tulang untuk menahannya. Tujuan guna memahami tata laksana fisioterapi pada kasus pasca fraktur tibia proximal dextra.Case Presentation: Ny. U, berusia 59 tahun, berprofesi sebagai ibu rumah tangga, yang menjalani terapi fisioterapi pasca operasi fraktur tibia proximal kanan. Program intervensi dilakukan sebanyak empat kali sesi di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.Management and Outcome: Penanganan fisioterapi pada kasus ini dilakukan dalam empat sesi terapi. Pasien dengan diagnosis post operasi fraktur tibia proximal kanan menjalani intervensi berupa terapi ultrasound, stretching (termasuk teknik hold-relax), serta latihan penguatan otot (quadset dan ankle range of motion).Conclusion: Berdasarkan hasil evaluasi penerapan modalitas ultrasound, Streching (senam peregangan), dan program penguatan otot pada pasien berinisial Ny. U yang didiagnosa Post Fraktur Tibia Proximal Dextra, disimpulkan bahwa setelah menyelesaikan empat kali perawatan selama sebulan, terjadi peningkatan kapasitas fungsional dengan FADI, ada perubahan kekuatan otot quadricep dan ankle dextra, dan terjadi pengurangan nyeri pada knee dan ankle dextra.
Tai Chi untuk Lansia dengan Fisioterapis Puskesmas Kartasura Arianti, Bella
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun atau lebih yang pada fase ini mengalami perubahan pada dimensi fisik, psikologis seperti depresi, cemas, dan sulit konsentrasi dan social. Kualitas tidur berhubungan dengan tingkat kesejahteraan lansia. Kualitas tidur pada lansia meliputi tujuan tidur, durasi tidur dan latensi tidur, kualitas tidur secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Tai Chi berpengaruh dalam kualitas hidup lansia. Management and Outcome: Metode penelitian One Group Pre-Post Test Design. Pengujian data menggunakan uji normalitas data dan juga uji paired t-test yang tujuannya melihat pengaruh senam tai chi. Berdasarkan karakteristik usia responden lanjut usia di Indonesia berusia 60-90 tahun dan juga lansia yang masih bisa melihat dan juga mendengar dan tidak mnegonsumsi obat tidur, lansia yang masih aktif, lansia yang tidak memakai alat bantu untuk berdiri, lansia yang masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari seperti berkebun,beribadah, memasak, memakai bajuConclusion: Program latihan Tai Chi yang dilakukan bersama fisioterapis terbukti memberikan manfaat nyata bagi lansia, baik secara fisik maupun psikososial. Gerakan Tai Chi yang lembut, berirama, dan penuh perhatian terbukti dapat meningkatkan keseimbangan, kelenturan, dan mengurangi risiko terjatuh. Dengan bantuan fisioterapis, latihan dapat disesuaikan dengan kondisi individu sehingga aman dan efektif.
Pengaruh Neuromuskular Taping terhadap Nyeri, Keseimbangan, serta Proprioseptif pada Pasien Neuropati Perifer Diabetik: Tinjauan Naratif Nuraini, Hikmatul Laili; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi kronis yang sering disertai komplikasi seperti neuropati perifer dan gangguan fungsi otot, yang secara signifikan memengaruhi kualitas hidup penderita. Neuromuscular taping (NMT) telah muncul sebagai pendekatan terapi non-invasif yang berpotensi bermanfaat dalam mengelola komplikasi terkait DM. Method: Tinjauan literatur dilakukan dengan menelusuri data menggunakan teknik Boolean (AND, OR) untuk mengidentifikasi studi yang membahas penggunaan NMT pada individu dengan DM. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Result: Sebanyak 22 artikel relevan diidentifikasi, dengan 8 di antaranya secara khusus membahas aplikasi NMT pada DM. Dari artikel tersebut, 5 merupakan randomize control trial terhadap efektivitas NMT. Hasil menunjukkan bahwa NMT dapat memberikan dampak positif terhadap Ankle Brakialis Indeks (ABI), sirkulasi darah perifer, dan parameter kesehatatan lainnya seperti penurunan nyeri, keseimbangan, dan propioseptif. Prinsip dan teknik aplikasi NMT juga diuraikan, memberikan landasan pemahaman terhadap potensi efek terapeutiknya. Discussion: Potensi mekanisme terapeutik NMT mencakup peningkatan umpan balik sensorik, aktivasi otot, serta perbaikan sirkulasi darah yang berdampak pada peningkatan keseimbangan dan propioseptif. Aspek keamanan dan kelayakan integrasi NMT dalam manajemen komprehensif DM juga menjadi fokus pembahasan, mengingat tantangan terkait kurangnya protokol standar dan variasi desain studi. Conclusion: Neuromuscular taping merupakan terapi non farmalogis yang menjanjikan dalam penanganan komplikasi DM. Tinjauan ini memberikan pemahaman menyeluruh terkait potensi manfaat NMT sekaligus menganalisis keterbatasan layanan kesehatan dalam implementasinya.