cover
Contact Name
INDRA SUDARSONO
Contact Email
bappedamadiunkab@gmail.com
Phone
+62816225267
Journal Mail Official
bappedamadiunkab@gmail.com
Editorial Address
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun Jalan Alun-alun Timur No. 2 Caruban Madiun
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
BIROKRASI PANCASILA
ISSN : -     EISSN : 26851571     DOI : -
Hasil penelitian, pengkajian dan pengembangan berupa laporan/hasil penelitian, kajian komparatif, tinjauan kepustakaan, karya ilmiah atau makalah eksploratoris, yang meliputi aspek pembangunan manusia, sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta aspek inovasi daerah meliputi inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi kemandirian daerah sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2019)" : 5 Documents clear
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dengan Model Segmental untuk Calon Guru SD Imam Safingi
Pancasila bureaucracy, Journal of Regional Government, Development and Innovation Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Birokrasi Pancasila, Jurnal Pemerintahan, Pembangunan dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.802 KB)

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk menguji penerapan model segmental dalam penyelenggaran Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar yang diselenggarakan untuk calon guru SD. Kegiatan kursus diselenggarakan pada pertengahan tahun 2013 bertempat di GOR Cendekia Madiun. Peserta Kursus sekaligus sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PGSD pada semeseter 4 yang mengambil matakuliah Pendidikan Kepramukaan. Terdapat peningkatan pemahaman calon guru dibuktikan dengan peningkatan hasil pretest dan postest. Rata-rata skor prkatek membina diatas 80 masuk kategori baik. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dapat meningkatkan mutu dan kualitas lulusan dibuktikan dengan calon guru yang lulus kegiatan ini menerima ijazah pembina pramuka mahir tingkat dasar.
LITERASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Siska Diana Sari
Pancasila bureaucracy, Journal of Regional Government, Development and Innovation Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Birokrasi Pancasila, Jurnal Pemerintahan, Pembangunan dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.107 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi berpengaruh pada banyak aspek kehidupan. Harapan dan tantangan generasi milenial ditentukan oleh keberhasilan pembangunan manusia secara struktural dan kultural. Literasi masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan pencapaian bonus demografi pembangunan manusia. Masyarakat literat dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif tentang bagaimana format pemberdayaan masyarakat literat di momentum emas revolusi industri 4.0. Empat komponen utama literasi dan pemberdayaan masyarakat yang layak masuk revolusi industri 4.0, yaitu sistem fisik-siber terdesentralisasi untuk pengambilan keputusan, salinan virtual dunia fisik untuk transparansi informasi, kesanggupan dan kemampuan sistem untuk mendukung dan membimbing bantuan teknis, dan sistem komputer (software) yangInteroperability untuk mengubah dan memanfaatkan informasi supaya terkoneksi dan dapat berkomunikasi antara mesin, perangkat, sensor, dan orang.
Analisis Pola Konsumsi Masyarakat dalam Rangka Mendukung Percepatan Pembangunan Daerah(Studi pada Hinterland Madiun) Johanes Krisdianto
Pancasila bureaucracy, Journal of Regional Government, Development and Innovation Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Birokrasi Pancasila, Jurnal Pemerintahan, Pembangunan dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.284 KB)

Abstract

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2010 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Madiun dari Wilayah Kota Madiun ke Wilayah Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur, maka Ibukota Kabupaten Madiun berada di Kecamatan Mejayan. Konsekuensi perpindahan ibukota tersebut berdampak luas dan beragam, termasuk di sektor ekonomi dan kecenderungan perubahan budaya maupun pola hidup masyarakatnya. Kemajuan kota tidak lepas dari dukungan wilayah sekitarnya sebagai penyangga. Kegagalan mengelola daerah penyangga mengakibatkan permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan kota. Jenis data yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah data skunder, berupa Buku Penerimaan Pendapatan Regional Bruto Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Madiun Dalam Angka, ditunjang data primer dari hasil survei yang dilakukan oleh LIN-PEKO, Tahun 2015. Metode analisis data yang digunakan, metode analisis evaluatif, yaitu membandingkan antara teori dengan kondisi yang diperoleh dari data sekunder yang digunakan. Juga metode analisis berupa analisis Location Quotient (LQ) dan Shift-Share Analisys (SSA). Berdasar hasil survei dan kajian pola konsumsi di wilayah Perkotaan Mejayan dan sekitarnya dalam rangka mendukung percepatan pembangunan daerah, kesimpulan yang dapat disampaikan antara lain: (1) Kota Mejayan berfungsi sebagai simpul pergerakan barang dan jasa; (2) Pemerintah Kabupaten Madiun perlu segera melakukan kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur perekonomian, sarana dan prasarana, fasilitas umum dan utilitas perkotaan, serta penataan akses masyarakat kepada pusat–pusat pelayanan di Perkotaan Mejayan. (3) Berdasarkan pendekatan analisis terhadap perekonomian di wilayah kajian dengan menggunakan metode LQ dan SSA, Pertanian dan Bangunan menjadi Prioritas I; Pertambangan dan Penggalian) menjadi Prioritas II. Sedangkan Prioritas Alternatif meliputi sektor: Industri Pengolahan; Listrik, Gas, dan Air Bersih; Perdagangan, Hotel, dan Restoran; Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan; Jasa Lainnya.
Customer-Centric StrategyPengembangan Pariwisata DaerahDi Kabupaten Madiun Gerzon Yeka Rochani
Pancasila bureaucracy, Journal of Regional Government, Development and Innovation Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Birokrasi Pancasila, Jurnal Pemerintahan, Pembangunan dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata daerah merupakan sektor potensial yang harus dikembangkan untukmeningkatkan sumber pendapatan daerah. Potensi kepariwisataan Kabupaten Madiun perludikembangkan secara optimal. Daya tarik wisata keindahan alam dan cagar budaya yang dimilikiKabupaten Madiun dibutuhkan strategi pengembangan yang spesifik dan terencana. Sehingga,Obyek Wisata Alam, Wisata Buatan, Wisata Religi, Wisata Sejarah dan Wisata Minat Khusus diKabupaten Madiun mampu meningkatkan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB). Kajianini menggunakan metode kualitatif untuk menggali data, menganalisis akar permasalahan, sertamerumuskan bagaimana strategi pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Madiun. Formulasistrategi kepariwisataan dapat dilakukan dengan tiga langkah yaitu suistainable tourism, konsepbenchmarking,dan Madiun incorporated (harmony and synergy). Sedangkan implementasi strategimeliputi dua hal. Pertama, program prioritas Kabupaten Madiun yang mencakup digital tourism,homestay dan air accessibility. Kedua, dimensi pembangunan kepariwisataan daerah mencakupprogram pembangunan kawasan strategis pariwisata, tantangan langkah ke depan serta direktiftipspembangunan pariwisata daerah. Strategi pengembangan destinasi wisata meliputi tiga tujuanyaitu customer satisfaction, customer retention/loyalty dan customer advocacy.
Analisis Rasio Kemandirian, Rasio Aktivitas, dan Rasio Pertumbuhan untuk Mewujudkan Efisiensi Anggaran (Studi pada Kabupaten Madiun)
Pancasila bureaucracy, Journal of Regional Government, Development and Innovation Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Birokrasi Pancasila, Jurnal Pemerintahan, Pembangunan dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis APBD, rasio kemandirian, rasio aktivitas, rasio pertumbuhan, efisiensi anggaran Kabupaten Madiun. Objek penelitian adalah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Madiun Tahun 2013 – 2016, pendapatan daerah mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, namun juga dibebani dengan peningkatan belanja daerah. Berdasarkan hasil analisis rasio kemandirian keuangan daerah sebesar 10,46%. Hal ini berarti bahwa kemampuan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun dalam membiayai kegiatan pemerintahannya dalam klasifikasi rendah, sehingga termasuk dalam golongan instruktif. Dengan menggunakan referensi dari Permenkeu No 49/PMK.02/2017 Tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2018, beberapa belanja honorarium sebaiknya dihapuskan atau diminimalkan dengan berdasarkan aturan di Permenkeu, misal honorarium panitia pelaksana kegiatan, baik yang umum maupun tertentu. Sedangkan honorarium lainnya masih bisa dipertahankan namun diminimalkan pada level yang paling efisien. Pemerintah Kabupaten Madiun, sudah menyusun Analisis Standar Belanja (ASB), namun belum dipergunakan dan dimanfaatkan secara optimum untuk kebutuhan standarisasi belanja, dimana ASB dapat dipakai sebagai tolok ukur efisiensi antara usulan OPD dan upaya pengendalian oleh TAPD. ASB harus kontinu dievaluasi, dengan membandingkan antara ASB dengan realisasi pelaksanaan belanja kegiatan tersebut, sehingga diperoleh batas optimum efisiensi belanja kegiatan di Kabupaten Madiun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5