cover
Contact Name
Fenansus Ngoranmele
Contact Email
ngoranmelefenan@gmail.com
Phone
+6285244171956
Journal Mail Official
fides_ratio@yahoo.com
Editorial Address
Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon, Jl. Pakatora Pohon Mangga, Kole-kole Pante, RT 001/RW 06 – Poka Rumah Tiga
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon
ISSN : 25487043     EISSN : 27217566     DOI : 10.47025
ilsafat Etika Teologi Kontekstual Hukum Gereja Sosio Religius Antropologi Komunikasi Pastoral Ajaran Sosial Gereja Pastoral
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023): Desember" : 5 Documents clear
DISRUPSI MENURUT FRANCIS FUKUYAMA DAN IMPLIKASINYA PADA TATANAN SOSIAL Pita Roja, Williams Flavian
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i2.125

Abstract

Technology is advancing faster than humans can regulate it. All around us, we can see the positive and negative developments brought about by the ever-evolving technology. Experts refer to these modifications as disruptions. This article will examine disruption through the eyes of Francis Fukuyama. Fukuyama, who views disruption from a more complicated social perspective, does not share Christensen's view that it has a positive influence, particularly economically. Fukuyama called this change The Great Disruption. A significant change that led to a significant shift in the social order. Fukuyama breaks it down into three main categories: rising crime or criminality, deteriorating family dynamics, and a growing circle of distrust. To deal with this shift, people must recognize that they are social beings with the ability to organize themselves, which is a return to human nature. In practical terms, social capital and the social order provide two grounds for support. The first is biological support, which comes from the very essence of humanity. The second is human reasoning ability, which comes up with solutions to issues of social collaboration on its own.
POLITIK KEBOHONGAN, POLITIK KEBENARAN, DAN DEMOKRASI INDONESIA: PERSPEKTIF ETIKA POLITIK BUDDHISME Fatlolon, Costantinus
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i2.126

Abstract

Politik pada hakikatnya merupakan cara mengatur sebuah pemerintahan demi kebaikan warga negara berdasarkan nilai-nilai etis universal. Namun, hakikat politik ini dihancurkan oleh para pelaku politik yang secara sadar menyebarkan opini dan infomasi yang tidak benar demi kepentingan politik pribai dan kelompok mereka sendiri. Artikel ini merupakan sebuah eksposisi kritis terhadap politik kebohongan (politics of lying), politik kebenaran (politics of truth), dan demokrasi Indonesia dari perspektif etika politik Buddhisme. Argumentasi utamanya ialah politik kebohongan mengabaikan prasyarat-prasyarat epistemik tentang rasionalitas, kritik, kebebasan, keterbukaan, and partisipasi publik untuk mendiskusikan mengenai isu-isu bersama. Pendalaman demokrasi di Indonesia mengandaikan perwujudan prinsip-prinsip etika “politik kebenaran” seperti rasionalitas, kritik, kebenaran, kesetaraan, keterbukaan, dan partisipasi inlusif warga negara dalam proses pengambilan keputusan tentang masalah-masalah bersama. 
ANALISIS NILAI-NILAI ANTI KEKERASAN DALAM BUKU PELAJARAN AGAMA KATOLIK TINGKAT SMA Belen, Nyalia
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i2.130

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang nilai-nilai anti kekerasan dalam buku ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas X, XI dan XII. Tujuannya adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan  ragam materi tentang anti kekerasan, pemahaman dan nilai-nilai anti kekerasan serta pewartaan tentang anti kekerasan sebagaimana diajarkan oleh Gereja Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Untuk tiba pada validitas data pustaka, digunakan di sini teknik triangulasi dalam pengumpulan data yakni triangulasi data dan triangulasi sumber. Sedangkan analisisnya terdiri atas reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini ialah terdapat ragam materi anti kekerasan dalam buku ajar Pendidikan Agama Katolik SMA, yang membentuk 13 pemahaman anti kekerasan. Ditemukan pula nilai-nilai anti kekerasan sebagaimana diajarkan Gereja Katolik  Hal yang dirasa kurang adalah tekanan yang besar pada aspek pengetahuan dan kurang menekankan pada aspek sikap dan aspek psikomotorik. Nilai-nilai anti kekerasan seharusnya tidak hanya sebatas pengetahuan melainkan sikap yang dibutikan melalui keterampilan.AbstractThis research discusses the anti-violence values in Catholic Religious Education textbooks for high schools for classes X, XI, and XII. The aim is to analyze and describe the variety of materials on anti-violence, understanding and values of anti-violence, and advocacy of anti-violence as taught by the Catholic Church. This study employs a qualitative approach using literature review method. To ensure the validity of the literature data, triangulation techniques are utilized, including data triangulation and source triangulation. The analysis consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal various anti-violence materials in Catholic Religious Education textbooks for high schools, which form 13 understandings of anti-violence. Additionally, anti-violence values as taught by the Catholic Church are identified. A notable shortfall is the heavy emphasis on knowledge aspect and insufficient focus on attitude and psychomotor aspects. Anti-violence values should not solely be confined to knowledge but also demonstrated through skills and attitudes.
PENANAMAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 13 AMBON Talaud, Fransiskus
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i2.129

Abstract

 AbstrakTujuan penelitian ini adalah menjelaskan penanamannnnilai nilai toleransi di antara siswa–siswi di SMA Negeri 13 Ambon. SMA Negeri 13 Ambon ini menarik untuk menjadi tempat penelitian mengingat sekolah ini berada di daerah perbatasan pemukiman Islam dan pemukiman Kristen, yang dibayang-bayangi trauma kolektif konflik agama tahun 1999-2004. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan focus penelitian adalah tentang penanaman sikap toleransi beragama bagi siswa–siswi di SMA Negeri 13 Ambon. Sumber data didapat dari hasil wawancara dan observasi dan didukung oleh data perpustakaan yang terdiri atas artikel jurnal, skripsi dan buku yang relevan. Hasil yang diperoleh adalah siswa siswi SMA Negeri 13 Ambon memiliki persepsi positif tentang toleransi yaitu mengahrgai orang lain yang berbeda agama, saling menghormati pendapat orang lain, bersikap peduli terhadap orang lain, menjaga hubungan antar berbeda agama dan membangun sikap saling membutuhkan dengan yang lain.  Adapun bentuk–bentuk toleransi yang di terapkan di SMA Negeri 13 Ambon adalah taat peraturan dan tata-tertib sekolah seperti dalam hubungan dengan ketaatan pada aturan dan tata-tertib di sekolah. Segenap pimpinan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan siswa diharapkan memiliki ketaatan penuh pada aturan yang disepakati. Pimpinan dan guru menjadi teladan dan diikuti oleh segenap siswa. SMA Negeri 13 memiliki seperangkat aturan yang berkaitan dengan tata tertib yang berisi kewajiban-kewajiban, kehadiran, pakaian, perilaku di lingkungan sekolah, etika dan etiket, Aturan dan tata tertib dibuat agar semua warga sekolah mengetahui dan mematuhi apa yang menjadi hak dan kewajiban serta melaksanakan dengan baik, sehingga bukan saja, agar kegiatan belajar-mengajar dengan baik, tetapi agar muncul insan-insan terdidik yang terbiasa disiplin dalam menaati  aturan yang berlaku.AbstractThe objective of this research is to elucidate the cultivation of tolerance values among students at SMA Negeri 13 Ambon. SMA Negeri 13 Ambon is chosen as the research site due to its location in an area bordering Islamic and Christian settlements, overshadowed by the collective trauma of religious conflicts from 1999 to 2004. This study employs a qualitative research approach with a focus on fostering religious tolerance attitudes among students at SMA Negeri 13 Ambon. Data sources include interviews, observations, and library materials such as journal articles, theses, and relevant books. The findings indicate that students at SMA Negeri 13 Ambon have a positive perception of tolerance, which includes respecting others of different religions, mutual respect for others' opinions, showing concern for others, maintaining relationships across different religions, and fostering interdependence with others. The forms of tolerance implemented at SMA Negeri 13 Ambon include adherence to school regulations and discipline, such as compliance with school rules and regulations. It is expected that all school leaders, educators, staff, and students adhere fully to agreed-upon rules. School leaders and teachers serve as role models to be followed by all students. SMA Negeri 13 has a set of rules related to discipline, including obligations, attendance, attire, behavior in the school environment, ethics, and etiquette. These rules are established to ensure that all members of the school community are aware of and comply with their rights and responsibilities, leading to not only effective teaching and learning activities but also the emergence of educated individuals who are disciplined in adhering to applicable rules.
THOMAS AQUINAS DAN DOKTRIN TENTANG KEBANGKITAN BADAN Neonnub, Patricius
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i1.123

Abstract

Esai ini menyelidiki pertanyaan menarik tentang kematian dan keabadian manusia, yang secara khusus berfokus pada doktrin Kristen tentang kebangkitan badan. Melalui penafsiran perspektif Thomas Aquinas, seorang filsuf abad pertengahan terkemuka, esai ini mengeksplorasi sifat kompleks identitas manusia dan hubungan jiwa-badan. Peneliti mengkaji peralihan Aquinas dari filsafat Plato, penggabungan teori hilemorfis Aristoteles, dan keyakinannya pada sifat transenden jiwa manusia. Esai ini diakhiri dengan menyoroti kontribusi Bonaventure dari Bagnoregio, seorang kontemporer Aquinas, yang menawarkan penjelasan yang memuaskan secara intelektual tentang keberadaan independen jiwa. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan pertimbangan komprehensif terhadap eskatologi Aquinas dan menyoroti dimensi teologis dan filosofis dari sifat manusia dan keabadian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5