cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies
Core Subject : Religion, Social,
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies is an international journal published by the State Islamic Institute of Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. It specializes in research on Islamic and social problems from a range of disciplines and interdisciplinary fields. The interdisciplinary approach in Islamic studies is used as a method to discuss and find solutions to contemporary problems and social issues. The topic covered by this journal includes fieldwork studies with different viewpoints and interdisciplinary studies in sociology, anthropology, education, politics, economics, law, history, literature, and others. The editorial team invites researchers, scholars, and Islamic and social observers to submit research articles that have never been published in the media or other journals.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018): June 2018" : 8 Documents clear
KONVENSYEN PENGHAPUSAN SEGALA BENTUK DISKRIMINASI TERHADAP WANITA (CEDAW) : SATU TINJAUAN AWAL Nursholeha Muh Salleh; Dara Maulina Binti Jalaluddin
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.244 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.504

Abstract

Penulisan ini membincangkan tentang gagasan wanita dalam CEDAW berdasarkan analisis fiqh. Beberapa unsur feminisma telah mendominasi dalam draft CEDAW sehingga terdapat beberapa dari pasal-pasal CEDAW yang bertentangan dengan syariat Islam. Feminisma adalah satu agenda Barat yang bertujuan untuk mengakhiri penindasan yang dialami oleh wanita, iaitu persamaan dan kebebasan status serta peran diantara lelaki dan perempuan di segala hal kehidupan. Walaupun kefahaman ini berkembang di Barat, ia telah mempengaruhi cara berfikir umat Islam melalui serangan-serangan pemikiran yang menuntut kebebasan mutlak. Metodologi kajian menggunakan analisis kepustakaan dengan berpandukan sumber daripada perpustakaan dan capaian maya. Hasil kajian menunjukkan bahawa wujudnya pengaruh feminisma kepada para intelektual muslimah. Kajian ini juga mendapati bahawa dalam mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam pasal-pasal CEDAW tersebut harus dimaknai dalam konteks budaya, agama dan negara masing-masing kerana tidak dapat dimaknai secara mutlak tanpa batasan
POLA JARINGAN GURU MURID SYEIKH HAJI ALI IMRAN HASAN PONDOK PESANTREN NURUL YAQIN RINGAN – RINGAN DARI 1970-2010 Akmaluddin Mulis; Daniel Caniago
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2568.849 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.705

Abstract

Dalam sejarah pendidikan Pondok Pesantren, nama Syekh Ali Imran termasuk sebagai salah seorang tokoh yang mempelopori berkembangnya pendidikan Pondok Pesantren di Sumatera Barat yang berawal dari sebuah Surau tempat beibadahnya orang muslim. Syekh Ali Imran lahir pada hari rabu tanggal 30 Juni 1926 dalam kondisi Indonesia belum merdeka, sumbangsinya terhadap sejarah pendidikan Islam terutama pendidikan pondok pesatren di Sumatera Barat sangat banyak, terutama di pondok pesantren yang beliau dirikan yaitu Pondok Pesantren Nurul Yaqin ringan-ringan yang terletak di Ringan-ringan Pakandangan, padang pariaman Sumatera Barat. Sejarah perlu mencatat bagaimana corak, pola, dan jaringan guru murid Syekh Ali Imran di Pondok Pesantren Nurul Yaqin sehingga mampu berkembnag dan bertahan sampai saat ini dan hal ini merupakan salah satu bukti kontribusinya terhadap sejarah  pendidkian Islam di Sumatera Barat dan Indonesia terutama di pondok pesantren.
BEREBUT KUASA RUMAH TUHAN: EKSPANSI IDEOLOGI RADIKAL MELALUI MASJID DI KOTA BEKASI Zulfan Taufik
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.534 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.506

Abstract

Ruang demokrasi yang tercipta sebagai akibat lanjutan dari gerakan reformasi telah menjadi arena kontestasi aneka kekuatan politik gerakan keagamaan. Masjid, sebagai pusat aktivitas masyarakat, pun menjadi arena kontestasi berbagai kelompok keagamaan dalam penyemaian dan penyebaran ideologi mereka. Tulisan ini fokus untuk memotret fenomena persebaran ideologi Islam radikal di Bekasi Jawa Barat, yang secara khusus menempatkan masjid yang berdasarkan survey awal terindikasi dimasuki kelompok yang mendukung ISIS, sebagai unit analisisnya; Bagaimana modus operandi dan strategi kelompok radikal tersebut dalam mempengaruhi DKM masjid. Pengetahuan akan hasil penelitian ini, nantinya dapat menutupi fakta tentang kurangnya pengetahuan yang memadai tentang modus ekspansi dan strategi gerakan kelompok radikal tersebut telah membuat mereka berpengaruh meskipun dalam jumlah terbatas di beberapa masjid. Dengan menjadikan dua masjid yang ada di Kota Bekasi sebagai studi kasusnya, tulisan ini menemukan berbagai variabel seperti situasi lingkungan dan transfer kognisi yang kondusif, muatan materi keagamaan, serta pengurus DKM dan penceramah yang memili-ki perspektif ideologi radikal memberikan implikasi dalam penyebaran ide¬ologi yang sesuai dengan kelompoknya. Dengan kata lain, masjid sebagai basis keagamaan masyarakat menjadi salah satu wadah strategis bagi kelompok keagamaan untuk menyebarkan ideologi mereka.
SOCIAL THEOLOGY: RE-ACTUALIZING CULTURAL VALUES INTO SOCIETY TRANSFORMATION Nunu Burhanuddin; Hardi Putra Wirman
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.335 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.652

Abstract

This paper discusses the issue of theology that is indebted to sciences and technology. Technology, even though imposes a negative impact on theology particulary to those whose faith is still unstable, has strengthened Moslem’s belief and does not become a threat. How technology reinforces the faith of Moslem is strongly related to the agenda of reactualization through the praxis activities. The mode of social life should be put on the basis of social transformation in accordance with needs and challenges. The tranformation is closely tied to the development with race structure or human consciousness with the environment. The modification of human life in order to achieve such transformation can be actualized through four basic cultural structures: ethical constitution, esthetic, work orientation and the knowledge of technology. The writer concludes that four elements mentioned above determines the success of Islamic civilization for the future life.
PERAN PANITIA PENGAWAS PEMILU (PANWASLU) DALAM MENEKAN KEMUDARATAN POLITIK UANG PADA WILAYAH YANG DIKUASAI LOCAL STRONGMEN : STUDI PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA CIMAHI TAHUN 2017 Arlan Sidha; Witjaksono Witjaksono
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.364 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.507

Abstract

The direct election of regional heads in a democratic system, in fact, becomes a challenge for a region to provide intelligent political education for its people. Unfortunately, however, the challenge must be tested by a group of strong people (local strongmen) an area that has its own characteristics in preserving its power for many years. Therefore, in this article, will be studied how the role of Election Supervisory Committee (Panwaslu) Cimahi City in dealing with money politics and local strongmen hegemony. This research uses descriptive qualitative method with structured interview. The results of this study show that Panwaslu Kota Cimahi runs two roles, namely the role in the preparation stage and the role at the implementation stage. Where the results of both new formal actions and has not entered into the realm of substantial Direstuinya pemilihan umum kepala daerah secara langsung dalam sistem demokrasi, sejatinya menjadi tantangan tersendiri bagi suatu daerah untuk memberikan pendidikan politik yang cerdas bagi masyarakatnya. Namun sayangnya, tantangan tersebut harus diuji oleh sekelompok orang kuat (local strongmen) suatu wilayah yang memiliki karakteristik tersendiri dalam melestarikan kekuasaannya hingga bertahun-tahun. Maka dari itu dalam artikel ini, hendak dikaji bagaimana peran dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi dalam menyikapi politik uang serta hegemoni local strongmen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara terstruktur. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Panwaslu Kota Cimahi menjalankan dua peran, yakni peran pada tahap persiapan dan peran pada tahap pelaksanaan. Dimana hasil dari keduanya baru tindakan-tindakan formal dan belum masuk ke ranah substansial
DEVELOPING A MODEL OF COGNITIVE PSYCHOTHERAPY BASED ON INDONESIA ISLAMIC’ VALUES ON TERRORIST Arman Marwing
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.544 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.739

Abstract

High rate of recidivism on terrorists  indicates  the weakness of deradicalization programs. This study aims to offer  a solution through development of a cognitive psychotherapy  which based on  Indonesia Islam values. The integration among Islam, culture and psychotherapy is able to help the terrorists to identify and restructure their cognitive that causes their emotion and destructive  behaviors. This qualitivative study mixes between literature and phenomenology approaches. This study found that there are conflicting differences between the views of the terrorists and ijtihad of Indonesia Ulama regarding  khilafah, jihad and takfiri concepts. In Addition, the model of cognitive psychotherapy based on Indonesian Islamic values was developed by content analysis and its implementation followed several systematic procedures such as anamnesis, assessment, diagnosis, intervention, result of intervention,  follow up. Embracing humantic approach and collaborative Empiricism procesures enable the therapy effectively internalize Indonesia Islamic values such as Tasamuh (tolerance), Tawasuth (moderate), Tawazun (balanced), 'Adalah (Justice) and Ukhuwah (Brotherhood), which includes ukhuwah Islamiyah (other Muslims), Ukhuwah Wathoniyah (fellow citizens), Ukhuwah basyariah (fellow citizens) for the terrorists. These values could be intentionally internalized by terrorist itself and threfore it would be effective model  to modify terrorists’ destructive thought schemas (cognitive), emotion and behavior to be adaptive.      Abstrak Residivisme pelaku terorisme yang tinggi menunjukkan kelemahan program deradikalisasi. Penelitian ini  bertujuan untuk menawarkan konstruksi model psikoterapi kognitif berbasis nilai Islam Indonesia sebagai salah satu solusi. Sebuah integrasi antara Islam, budaya dan psikoterapi dalam membantu pelaku terorisme mengidentifikasi dan merestrukturisasi kognitif yang menjadi penyebab emosi dan perilaku destruktif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan perpaduan studi literatur dan fenomenologi. Hasil penelitian menemukan adanya perbedaan pandangan  yang kontradiktif antara pelaku terorisme dan ijtihad Ulama Nusantara mengenai konsep khilafah, Jihad dan Takfiri.  Selain itu model psikoterapi kognitif berbasis nilai Islam Indonesia dihasilkan melalui pengujian  isi serta menerapkan beberapa prosedur atau tahapan yang sistematis yaitu anamnesis, pemeriksaan, diagnosis, kontruksi model terapi, hasil intervensi dan tindak lanjut. Melalui pendekatan humanis dan prosedur collaborative Empiricism terapi ini memungkinkan nilai-nilai Islam Indonesia yang mengedepankan Tasamuh (toleransi), Tawasuth (moderat), Tawazun (berimbang),‘ Adalah  (Keadilan), dan Ukhuwah (Persaudaraan) yang meliputi ukhuwah Islamiyah (sesama Islam), Ukhuwah Wathoniyah (Sesama warga negara), Ukhuwah basyariah (sesama umat manusia) dapat terinternalisasi dengan kesadaran dan tanggung jawab dari pelaku teroris itu sendiri, serta dapat efektif mengubah skema berpikir,emosi dan perilaku teroris menjadi adaptif. 
REVITALISASI PERAN SOSIAL SURAU DAGANG DALAM PEMBENTUKKAN KARAKTER MASYARAKAT PASAR TRADISIONAL DI PADANG PARIAMAN Yusrizal Effendi
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.974 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.508

Abstract

Term surau sangat identik dengan masyarakat Minang dan usianya hampir sama dengan terjadinya Islamisasi di Sumatera Barat. Surau masih eksis hingga saat ini karena kegunaannya yang multi fungsi. Menurut Elizabeth E. Graves, setelah anak muda mengalami pubertas, pemuda tidak dapat lagi tidur di rumah orangtuanya, tetapi tidur di surau bersama teman sebaya yang lain. Pelajar yang pergi meninggalkan nagari, guru-guru agama serta para pedagang yang datang dari daerah yang jauh menjadikan surau sebagai tempat peristirahatan. Belakangan fungsi surau, terutama surau dagang tidak berbanding lurus dengan niat pendiri sebelumnya. Surau dagang banyak ditinggalkan karena paradigmanya hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan bagi saudagar yang datang dari jauh. Dalam penelitian ini, penulis mengemukakan perlunya revitalisasi surau dagang secara fungsional sebagai khazanah pembentukan karakter pemuda Minang dalam menempa kehidupan. Temuan yang penulis dapatkan dari penelitian ini adalah beberapa surau di Pasar Tradisional seperti Balai Pauh Kambar, Sungai Sariak, dan sebagainya ternyata masih aktif melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang
IDENTITAS: KONSTRUKSI SOSIAL DAN KEKUASAAN Endrizal Endrizal; Novi Hendri; Ridha Ahida
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.861 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i1.463

Abstract

This paper examines the construction of social identity that occurred in the Chinese society of Indonesian descent. Discrimination and violence against ethnic Chinese are common. So that few ethnic Chinese seem to resign, accept it as fate, or it is an inevitable consequence of being a foreign minority. One can easily, on behalf of an abstract or abstract racial identity and away from the reality of annihilating a neighbor beside his own house, or groups imagined as others (others). People often get caught up in the illusion of a unique and unfettered identity. It is found in this study that identity builds in discourse, and therefore needs to be understood as something formed in historical and institutional spaces, structures constructed by specific discursive practices Tulisan ini mengkaji tentang konstruksi identitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat China keturunan Indonesia. Diskriminasi dan kekerasan yang terjadi terhadap etnis China dianggap sesuatu yang biasa. Sehingga tidak sedikit etnis China yang seolah pasrah, menerimanya sebagai takdir, atau merupakan sebuah konsekuensi yang tak terelakkan sebagai golongan minoritas asing. Orang dapat dengan mudah, atas nama identitas ras atau agama yang abstrak dan jauh dari realitas justru menghabisi tetangga yang ada disamping rumahnya sendiri, atau kelompok-kelompok yang diimajinasikan sebagai yang lain (orang lain). Orang sering terjebak ke dalam ilusi tentang identitas yang unik dan tanpa pilihan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa identitas terbangun di dalam diskursus, dan karenanya perlu dipahami sebagai sesuatu yang dibentuk dalam ruang-ruang historis dan institusional, struktur-struktur yang dikonstruksikan oleh praktik-praktik diskursif yang spesifik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8