cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285274444040
Journal Mail Official
humanisma.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
HUMANISMA : Journal of Gender Studies
ISSN : 25806688     EISSN : 25807765     DOI : http://dx.doi.org/10.30983/humanisma
Core Subject : Humanities, Social,
HUMANISMA: Journal of Gender Studies (e-ISSN: 2580-7765 & p-ISSN: 2580-6688) is a Academic Journal Publication by Center for the Gender and Children Studies of State University for Islamic Studies (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. It specializes in research on Gender and Child problems from a range of disciplines and interdisciplinary fields. The interdisciplinary approach in Gender studies is used as a method to discuss and find solutions to contemporary problems and gender and child issues. The topic covered by this journal includes fieldwork studies with different viewpoints and interdisciplinary studies in sociology, anthropology, education, politics, economics, law, history, literature, and others. The editorial team invites researchers, scholars, and Islamic and social observers to submit research articles that have never been published in the media or other journals
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): December 2017" : 8 Documents clear
URGENSI KONSELING KARIR DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA KESEHATAN MENTAL PADA WANITA KARIR Alfi Rahmi
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.092 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.247

Abstract

Nowadays, the opportunity for women to develop their potential widely open. For instance, it can be found in the workplace. Women can occupy a position as normally as men. The burden of work at office and house chores at home which is finished by women cause problem for her. It is called by mental disorder. This unbalanced conditions between function and the role become a part of mental unhealthy. Therefore, based on this situation, it is necessary an assistance through career counseling. Career counselors can help individuals both in work and in family life. This is important because career and family can not be separated. Keywords: career woman, mental health, career counseling Kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan potensinya dewasa ini sewanita juga makin terbuka. Salah satunya dalam dunia kerja. Wanita dapat menempati posisi yang biasa ditempati oleh laki-laki. Beratnya tuntutan tugas dan tanggung jawab di rumah serta beban pekerjaan di kantor atau tempat kerja yang mesti diselesaikan oleh wanita membuat wanita dihadapkan pada persoalan ketidaktenagan jiwa. Kondisi tidak tenang jiwa sehingga berdampak pada ketidakharmonisan fungsi dan peran yang harus dilakukan merupakan bagian dari mental yang tidak sehat. Menyikapi permasalahan yang dihadapi oleh wanita karir ini, maka perlu suatu bantuan melalui konseling karir. Konselor karir dapat membantu individu baik dalam pekerjaan maupun dalam hidup berkeluarga. Hal ini menjadi penting karena antara karir dan keluarga tidak dapat dipisahkan. Kata Kunci: Wanita karir, Kesehatan mental, Konseling Karir
PANDANGAN KARYA-KARYA FIKSI ATAS NASIB PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM PEMBERONTAKAN DAERAH Dedi Arsa
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.013 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.419

Abstract

-
Analisis Kualitas Sumber Daya Perempuan Di Indonesia Novera Martilova
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.476 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.276

Abstract

Abstact This research was conducted in Indonesia. The data used are secondary data obtained from BPS Indonesia. The purpose of this study is to determine how the quality of women’s resources in Indonesia. The benefits of this research is to be a material input and information for the parties concerned that directly or indirectly related. In this study used data analysis with descriptive method, that is analyzing data by reviewing and doing the study based on facts and data and information related to this research. From the results of the study note that the quality of women’s resources in Indonesia is still low. This can be seen from the low level of education of the Indonesian population viewed from the status of education, the participation rate of schools, and the education that was rescued. This is due to the high cost of education, uneven distribution of incomes of the population, where there are still many poor or underprivileged groups and the lack of awareness of the importance of education to improve the quality of women’s resources. Keywords: Women Resources, School Participation Rate and Education Abstrak Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Data yang dipakai adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah kualitas sumber daya perempuan di Indonesia. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah agar dapat menjadi bahan masukan dan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan yang terkait langsung maupun tidak langsung. Dalam penelitian ini dgunakan analisa data dengan metode deskriptif, yaitu penganalisaan data dengan mengkaji serta melakukan penelaahan berdaarkan fakta-fakta dan data serta informasi yang berhubungan dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kualitas sumber daya perempuan di Indonesia masih rendah. Ini terlihat dari rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia dilihat dari status pendidikan, angka partisipasi sekolah, dan pendidikan yang ditamatkan. Hal ini disebabkan oleh mahalnya biaya pendidikan, distribusi pendapatan penduduk yang tidak merata, dimana masih banyak golongan penduduk miskin atau kurang mampu serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya perempuan. Kata Kunci: Sumber Daya Perempuan, Angka Partisipasi Sekolah dan Pendidikan
KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN GENDER Isna Isnaniah
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.272 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.254

Abstract

Abstrak Kemampuan komunikasi merupakan salah satu standar kompetensi lulusan bagi siswa sekolah dasar sampai menengah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Olehkarenanya, komunikasi harus menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian. Komunikasi merupakan suatu aktivitas yang tidak mungkin lepas dari kehidupan manusia. Dengan komunikasi seseorang dapat mengekspresikan ide dan pemikirannya, saling bersosialisasi, serta menerima dan melakukan pembelajaran. Komunikasi matematis merupakan komunikasi berupa pengungkapan pikiran, gagasan dalam bentuk merefleksikan, membuat model situasi, menelaah, menginterpretasikan ide, simbol, istilah serta informasi matematika.Sebagai salah satu pelajaran yang diberikan di dunia pendidikan formal, matematika haruslah diajarkan dengan model pembelajaran yang tepat. Bukan saja tepat berdasarkan materi ajar, tetapi juga harus tepat dalam melihat perkembangan otak anak. Perkembangan stuktur otak anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan, perbedaan ini merupakan perbedaan gender. Salah satu perbedaan gender dalam pembelajaran adalah komunikasi matematis.Berdasarkan perbedaan struktur otak tersebut maka penerapan model pembelajaran yang tepat akan memaksimalkan hasil belajar yang diperoleh masing-masing termasuk kemampuan komunikasi matematis. Keywords:komunikasi, matematis, pembelajaran, gender The ability of communication includes to the standards competency of graduates for every level education as stated in the Regulation of the Minister of National Education Year 2006. Therefore, communication pays more attention. This is an activity that can not be separated from human life. By communicating, we are able to express the ideas and thoughts, socialize, and the others. Moreover, mathematical communication means a form of thoughts expression, reflection of ideas, modeling situations, reviewing, interpreting ideas, symbols, term and mathematical information. Mathematics, as one of the subject given in formal education, must be taught with the right model in learning. It is not only appropriate based on teaching materials, but also in seeing the structure development of the student's brain. There are a difference about the development of brain structures between male and female student which is familiar with gender. Consequently, one aspect of gender differences in learning can be seen from mathematical communication. Based on this reason, the usage of precise learning model will maximize the learning outcomes as well as the ability of mathematical communication. Keywords: communication, mathematical, learning, gender
Penalaran Siswa Laki-laki dan Perempuan dalam Proses Pembelajaran Matematika Pipit Firmanti
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.006 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.220

Abstract

Abstrak Dalam matematika proses bernalar menjadi salah satu komponen penting yang perlu diasah karena penalaran dapat berguna dalam memecahkan masalah yang tidak hanya bersifat matematis namun juga berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan bernalar seseorang dapat mencari penyelesaian dari masalah yang sedang dihadapinya. Proses penalaran dalam pembelajaran matematika dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya perbedaan jenis kelamin terutama dalam cara menyelesaikan masalah matematika dan penarikan kesimpulan. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa perempuan tidak cukup berhasil mempelajari matematika dibandingkan dengan laki-laki. Selain itu perempuan hampir tidak pernah mempunyai ketertarikan yang menyeluruh pada soal-soal teoritis seperti laki-laki. Namun di lain pihak, tidak sedikit siswa perempuan yang memiliki keberhasilan dalam kemampuan matematika. Hal ini dipengaruhi oleh penalaran mereka masing-masing. Penulisan makalah ini bertujuan untuk menganalisis beberapa hasil penelitian tentang penalaran siswa laki-laki dan perempuan dalam pembelajaran matematika. Metodologi yang digunakan adalah studi kepustakaan. Makalah ini menemukan bahwa penalaran siswa perempuan dan laki-laki cenderung berbeda. Siswa laki-laki menggunakan penyelesaian yang lebih fleksibel dibandingkan perempuan. Sedangkan dalam penarikan kesimpulan siswa perempuan lebih cermat dan teliti serta cakap dalam mengkomunikasikan ide yang diperolehnya.
PEREMPUAN SHALAT DI MASJID (Tinjauan Syarah Hadis Ibn Hajar dan Ibn Rajab) Ilham Mustafa
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2079.33 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.237

Abstract

Shalat merupakan ibadah yang wahib bagi umat islam. Shalat menjadi salah satu rukun Islam yang harus di tegakkan. Secara syar’i dalam melaksanakan ibadah shalat, dalam hadits dijelaskan bahwa shalat seorang bila dilakukan berjama’ah lebih baik dari pada shalat sendiri-sendiri, dan shalat berjamaah di masjid lebih baik dari pada shalat di rumah atau dipasar. Di tambah lagi bahwa shalat fardhu di masjid lebih utama dari pada di tempat lain. Namun hadits lain terkhusus untuk perempuan bahwa shalatnya di rumahnya lebih baik dari di masjid, dan shalat di kamarnya lebih baik dari di rumahya, dan shalat di kamar khususnya lebih baik lagi dari pada di rumahnya. Dari sini timbullah pertayaan bagaimana jika perempuan shalat di masjid. Apakah juga mendapatkan keutamaan, atau shalat dirumahnya yang lebih utama. Dalam tulisan ini akan dijelaskan perspektif secara umum di kutubus sittah dan akan dibahas komprehensif dalam pandangan ibn hajar dan Ibn Rajab dalam mensyarah hadis Bukhari tentang perempuan shalat di Masjid. Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perempuan dibolehkan untuk shalat di masjid setelah mendapatkan izin dari suaminya atau walinya dengan memperhatikan adab-adab yang diajarkan Rasulullah. Ini bertujuan untuk menjaga (baik laki-laki maupun perempuan) dari terjerumus kepada dosa. Hukum pembolehan ini akan berubah menjadi larangan apabila keluarnya perempuan berakibat terjadinya fitnah. Akan tetapi shalat mereka di rumah tetap lebih utama daripada shalat mereka di masjid. Sesuai dengan pendapat Ibn Rajab dan Ibn Hajar dalam syarahnya.
PENDIDIKAN PRA NIKAH DALAM RANGKA MENCAPAI RUMAH TANGGA SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH Murniyetti Murniyetti; Alfurqan Alfurqan; Rini Rahman; Dinovia Fannil Kher
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.703 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.412

Abstract

Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam kehidupan umat manusia juga merupakan tonggak utama dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Dari keluarga muncul sebuah ekspresi di mana adanya sebuah keinginan dan tindakan untuk terbentuk dan terjadinya keluarga yang bahagia. Dan terbentuknya keluarga dalam Islam berawal dari teciptanya hubungan suci yang terjalin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan melalui tali perkawinan yang sakral dengan terpenuhi rukun-rukun dan syarat sahnya sebuah perkawinan. Namun pada kenyataannya kondisi keluarga saat ini mulai kehilangan fungsi dan peranannya. Hal tersebut terjadi karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana mencapai keluarga bahagia (sakinah mawaddah wa rahmah) dengan memahami hal-hal yang berkaitan tentang pernikahan dalam Islam. Karenanya penting para calon orang tua, calon ayah ibu perlu mendapatkan pendidikan tentang pernikahan sebelum memasuki jenjang pernikahan. dengan memahami konsep ajaran Islam yang berhubungan dengan pernikahan , seperti rukun dan syarat pernikahan, hukum tujuan dan hikmah pernikahan, tentang perempuan yang boleh dan tidak boleh dinikahi, serta permasalahan yang berhubungan dengan putusnya pernikahan
KEMAMPUAN SPASIAL MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI M Imamuddin
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.077 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.223

Abstract

Kemampuan spasial adalah kemampuan untuk berpikir melalui transformasi gambar mental. Menurut National Academy of Science (2006) berpikir spasial merupakan kumpulan dari ketrampilan-kterampilan kognitif, yaitu terdiri dari gabungan tiga unsur yaitu konsep keruangan, alat representasi, dan proses penalaran. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam belajar matematika sebagai berikut:1. Laki-laki lebih unggul dalam penalaran, perempuan lebih unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berpikir, 2. Laki-laki memiliki kemampuan matematika dan mekanika yang lebih baik daripada perempuan, perbedaan ini tidak nyata pada tingkat sekolah dasar akan tetapi menjadi tampak lebih jelas pada tingkat yang lebih tinggi. Sementara Maccoby dan Jacklyn (1974) mengatakan laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan kemampuan antara lain sebagai berikut:1. Perempuan mempunyai kemampuan verbal lebih tinggi daripada laki-laki, 2. Laki-laki lebih unggul dalam kemampuan visual spatial (penglihatan keruangan) daripada perempuan, 3. Laki-laki lebih unggul dalam kemampuan matematika. Mahasiswa laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan mahasiswa perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya. Kata Kunci: Kemampuan Spasial, Laki-laki dan Perempuan

Page 1 of 1 | Total Record : 8