cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285363466196
Journal Mail Official
ekonomikasyariah.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies
Core Subject : Economy,
EKONOMIKA SYARIAH: Journal of Economic Studies is a journal that publishes research results related to the themes of economics, finance, and Islamic banking. It also provides an important role in promoting the process of knowledge, values and skills. Scientific texts that discuss the topics of economics, finance and Islamic banking are highly expected to be presented. Interdisciplinary approaches to Islamic studies are used as instruments to overcome and solve Islamic economic, financial and banking problems. The editorial team invited researchers, scholars, and Islamic studies and economic observers to submit research articles that had never been published in other media or journals. Ekonomika Syariah is published twice a year, in June and December. The editorial team received the research article, typed 1.15 cm in space on A4 paper, double column, 15-20 pages long or 7000 to 9000 words. Every article published has gone through a peer-review process to maintain the quality of the publication.
Articles 185 Documents
Forecasting the Resilience and Stability of Indonesian Islamic Banking in the Face of Global Economic Uncertainty in 2030 Athar, Gadis Arniyati; T. Citra Nisa Farza; Muhammad Fitri Rahmadana; Batubara, Nayla Salsabila
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i2.9973

Abstract

This study aims to explore the stability and resilience of Islamic banking in the face of the 2030 global recession, providing a foundation for managerial implications in the world of Islamic banking. This research uses a quantitative approach with resilience indicators such as Return on Assets (ROA) and Non-Performing Financing (NPF), and stability indicators such as Capital Adequacy Ratio (CAR) and Financing to Deposit Ratio (FDR). The data used is secondary data from the financial statements for the period from the Q1 of 2019 to the Q4 of 2024. To provide an overview and to forecast of the level of resilience and stability, the ARIMA method is used. To illustrate the interrelationship and interaction, as well as the magnitude of the contribution of resilience variables to stability variables (CAR and NPF) with stability (ROA and FDR) in Islamic Banking in Indonesia, the VECM method is used. The analysis results show that overall, the CAR is in the very healthy category, although some banks experienced a decline at the end of 2024. NPF experienced a surge during the recession but tended to stabilize afterward. Meanwhile, ROA and FDR fluctuated due to global economic pressures but showed a stable long-term trend. VECM model estimates indicate a significant relationship between variables, where FDR and NPF influence ROA in the long run, while CAR plays more of a risk buffer role. This finding emphasizes the importance of capital optimization, strengthening risk management, and balance in intermediation functions to maintain the sustainability of the Islamic banking sector amidst global economic uncertainty toward 2030.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi stabilitas dan ketahanan perbankan syariah dalam menghadapi resesi global 2030, untuk kemudian memberikan landasan bagi implikasi manajerial dalam dunia perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan indikator ketahanan keuangan seperti Return on Assets (ROA) dan Non-Performing Financing (NPF), dan indikator stabilitas seperti Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Financing to Deposit Ratio (FDR). Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan keuangan untuk periode dari Q1 tahun 2019 hingga Q4 tahun 2024. Untuk memberikan gambaran dan peramalan tingkat ketahanan dan stabilitas, digunakan metode ARIMA. Untuk menggambarkan interelasi dan interaksi, serta besarnya kontribusi variabel ketahanan terhadap variabel stabilitas (CAR dan NPF) dengan stabilitas (ROA dan FDR) pada Perbankan Syariah di Indonesia, digunakan metode VECM. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, CAR berada dalam kategori sangat sehat, meskipun beberapa bank mengalami penurunan di akhir tahun 2024. NPF mengalami lonjakan selama resesi tetapi cenderung stabil setelahnya. Sementara itu, ROA dan FDR berfluktuasi akibat tekanan ekonomi global tetapi menunjukkan tren jangka panjang yang stabil. Estimasi model VECM menunjukkan hubungan yang signifikan antar variabel, di mana FDR dan NPF memengaruhi ROA dalam jangka panjang, sementara CAR lebih berperan sebagai penyangga risiko. Temuan ini menekankan pentingnya optimalisasi permodalan, penguatan manajemen risiko, dan keseimbangan fungsi intermediasi untuk menjaga keberlanjutan sektor perbankan syariah di tengah ketidakpastian ekonomi global menuju tahun 2030.
The Phenomenon of High Paylater and Financial Literacy in The Consumptive Behavior of Generation Z In Medan City Purwita; Alexander Parhusip, Austin; Ramadhan, M. Rafly; Dwi Ananda, Rendy
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i2.10057

Abstract

Technological advances have brought convenience to various aspects of life, especially payment systems and financial service products. The impact of developments in technological advances in financial services and payment systems is of great interest and attracts the attention of the public, especially Generation Z who are aware of digital developments in the current era, so curiosity about trying online shopping using the Paylater feature is increasing. The aim of this research is to review the factors inhibiting consumptive behavior and supporting the high level of Paylater, after that to determine financial literacy skills in managing lifestyle and consumptive behavior, to find out the solutions applied by Generation Z in minimizing Paylater users and consumptive behavior in generation Z in Medan City, North Sumatra. Triangulation data analysis techniques are assisted by the N-Vivo 12 Plus Tools. The supporting factors for PayLater's high level of consumer behavior in generation Z are ease of use, ease of access, lifestyle, lots of discounts and promos, financial literacy skills in managing the lifestyle of generation Z, namely financial management planning, recording income and expenses, not following trends and hedonism, solutions applied by Generation Z in minimizing PayLater users and consumptive behavior, namely not being tempted by promos and discounts, being able to differentiate between needs and desires, self-control over the influence of social media. Kemajuan teknologi telah membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan terutama sistem pembayaran dan produk layanan keuangan. Dampak perkembangan kemajuan teknologi layanan keuangan dan sistem pembayaran sangat di minati dan menarik perhatian masyarakat terutama kalangan generasi Z yang melek akan perkembangan digital di era saat ini sehingga rasa ingin tahu untuk mencoba berbelanja online dengan menggunakan fitur Paylater semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk meninjau untuk faktor-faktor penghambat perilaku konsumtif dan pendukung tingginya Paylater, setelah itu untuk mengetahui kemampuan literasi keuangan dalam mengatur gaya hidup dan perilaku konsumtif, untuk mengetahui solusi yang diterapkan generasi Z dalam meminimalisir pengguna Paylater dan perilaku konsumtif pada generasi Z di Kota Medan Sumatera Utara. Teknik analisis data Triangulasi dibantu oleh Tools N-Vivo 12 Plus. Factor pendukung tingginya PayLater dalam perilaku konsumtif generasi Z yaitu kemudahan pengguna, kemudahan akses, gaya hidup, banyaknya diskon dan promo, kemampuan literasi keuangan dalam mengatur gaya hidup generasi Z yaitu adanya perencanaan pengelolaan keuangan, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, tidak mengikuti trend dan hedonism, solusi yang diterapkan generasi Z dalam meminimalisir pengguna PayLater dan perilaku konsumtif yaitu tidak tergiur dengan promo dan diskon, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, pengendalian diri terhadap pengaruh media social.
Islamic Marketing within the Digital Economy: Ethical and Sustainable Practices in Indonesia’s Cellular Services Sector Muhammad Umar MayaPutra; Yusrizal
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i2.10101

Abstract

Islamic marketing represents an ethical–spiritual paradigm that situates marketing activities within a framework of moral accountability grounded in the principles of tawhid, al-‘adl (justice), sidq (honesty), amanah (trustworthiness), and ihsan (benevolence). Unlike conventional marketing approaches that prioritize profit maximization, Islamic marketing emphasizes a balanced integration of economic objectives, spiritual values, and social welfare. This study aims to analyze the application of Islamic marketing principles within Indonesia’s rapidly expanding cellular industry, characterized by increasing internet penetration and digital transformation. Implementing content analysis with systematic literature review methodology, this study synthesizes scholarly works on Islamic marketing, fiqh muamalah, digital marketing, and telecommunications. The findings indicate that Islamic marketing principles can enhance consumer trust, promote pricing transparency, ensure halal and secure digital services, and strengthen corporate responsibility in consumer data protection. Nevertheless, a persistent gap remains between Sharia based normative ideals and operational practices, as evidenced by unequal service accessibility, opaque pricing structures, and the limited internalization of ethical values in marketing strategies. This study concludes that the consistent integration of Islamic marketing values not only reinforces ethical compliance but also functions as a strategic resource for achieving sustainable competitive advantage, contributing to the development of a just, inclusive, and morally accountable digital marketplace. Islamic marketing merepresentasikan suatu paradigma etika–spiritual yang menempatkan aktivitas pemasaran dalam kerangka tanggung jawab moral dan sosial yang berlandaskan prinsip tawhid, al-‘adl (keadilan), sidq (kejujuran), amanah (kepercayaan), dan ihsan (kebajikan). Berbeda dengan pendekatan pemasaran konvensional yang berorientasi pada maksimalisasi laba, Islamic marketing menekankan keseimbangan antara tujuan ekonomi, nilai spiritual, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip prinsip Islamic marketing dalam konteks industri seluler Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya penetrasi internet dan digitalisasi layanan. Metode yang digunakan adalah content analysis dengan systematic literature review terhadap studi-studi akademik terkait Islamic marketing, fiqh muamalah, pemasaran digital, dan industri telekomunikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip Islamic marketing berpotensi memperkuat kepercayaan konsumen, mendorong transparansi harga, memastikan layanan digital yang halal dan aman, serta meningkatkan tanggung jawab perusahaan dalam perlindungan data konsumen. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara ideal normatif syariah dan praktik operasional, yang tercermin dalam ketimpangan akses layanan, kurangnya transparansi biaya, dan lemahnya internalisasi nilai etika dalam strategi pemasaran. Studi ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Islamic marketing secara konsisten dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif berkelanjutan sekaligus instrumen moral untuk membangun ekosistem digital yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.  
Integration Islamic Social Finance and SDGs: Perspective Maqasid Sharia Based on Scientific Mapping Siregar, Fitri Ana
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i2.10201

Abstract

This study aims to analyze research trends related to the integration of Islamic social finance and SDGs in the perspective of Maqasid Shariah, published through the Scopus database from 2017 to 2024. This study uses a quantitative research method with bibliometric analysis by using R-Packages software and the Biblioshiny Web Interface for data analysis and visualization. The keywords used are Islamic social finance or Islamic finance or social finance or Zakat or Waqf and Sustainable Development Goals or SDGs or Maqasid Shariah. Based on the search results, 164 scientific papers were obtained. The results of the study show that the theme of Islamic social finance and SDGs in the perspective of Maqasid Shariah is still interesting to study today, although it fluctuates every year. The ISRA International Journal of Islamic Finance, the journal with the most discussions on Islamic social finance and the SDGs, was the most frequently discussed journal in 2022. The most frequently selected research keywords for the integration of Islamic social finance and the SDGs were Islamic social finance, Waqf, sustainable development goals, and co-occurrence network. The keywords Islamic Social Finance are linked to the Sustainable Development Goals and Maqasid Sharia, explaining the interconnectedness of the three terms note. This research has strategic implications for the development of scientific literature in the field of Islamic social finance and its contribution to the SDGs through the Maqasid Syariah approach and provides new contributions in identifying trends, collaboration patterns, and also conceptual maps of research quantitatively and visually. Kemajuan teknologi telah membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama sistem pembayaran dan produk layanan keuangan. Dampak perkembangan kemajuan teknologi dalam layanan keuangan dan sistem pembayaran menjadi topik yang menarik perhatian publik, terutama Generasi Z yang sadar akan perkembangan digital di era saat ini, sehingga rasa ingin tahu untuk mencoba belanja online menggunakan fitur Paylater semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau faktor-faktor yang menghambat perilaku konsumtif dan mendukung tingginya penggunaan Paylater, kemudian untuk menentukan keterampilan literasi keuangan dalam mengelola gaya hidup dan perilaku konsumtif, serta menemukan solusi yang diterapkan oleh Generasi Z dalam meminimalkan pengguna Paylater dan perilaku konsumtif di kalangan Generasi Z di Kota Medan, Sumatera Utara. Teknik analisis data triangulasi dibantu oleh alat N-Vivo 12 Plus. Faktor-faktor pendukung tingginya tingkat perilaku konsumtif PayLater pada Generasi Z adalah kemudahan penggunaan, kemudahan akses, gaya hidup, banyak diskon dan promo, keterampilan literasi keuangan dalam mengelola gaya hidup Generasi Z, yaitu perencanaan pengelolaan keuangan, pencatatan pendapatan dan pengeluaran, tidak mengikuti tren dan hedonisme, solusi yang diterapkan oleh Generasi Z dalam meminimalkan penggunaan PayLater dan perilaku konsumtif, yaitu tidak tergoda oleh promo dan diskon, mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta pengendalian diri terhadap pengaruh media sosial.
Integration of Sharia Compliance, Environmental, Social, and Governance (Esg) on Financial Performance: an Empirical Study Across Sharia and Conventional Banks Fitra Izzadieny; Deafatunnizwa Ulfida; Nor Rahma Rizka; M Bastian; Rahmatullah Alfikri
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i2.10262

Abstract

This study aims to analyze the effect of ESG and Sharia compliance on the financial performance of banks in Indonesia, measured by ROA, and to examine the role of Sharia compliance as a moderating variable. This quantitative study uses secondary data from 34 banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2022–2024. Purposive sampling was used for sample selection, while the analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS version 25. The results show that ESG has a positive and significant effect on ROA, meaning that the application of sustainability principles increases bank profitability. Sharia compliance also has a positive and significant effect on ROA, indicating that sharia practices support financial performance. However, the interaction between ESG and sharia compliance does not have a significant effect on ROA, while the Size variable has a positive but insignificant effect. These findings support legitimacy theory and stakeholder theory, and provide recommendations for banks to strengthen the integration of ESG and sharia principles in order to improve financial sustainability. This study is an initial empirical study that examines the moderation of sharia compliance in the relationship between ESG and the financial performance of Indonesian banks. Penelitian ini menganalisis bagaimana praktik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) serta kepatuhan Syariah memengaruhi kinerja keuangan bank-bank di Indonesia, yang diukur melalui Return on Assets (ROA), dengan kepatuhan Syariah juga dipertimbangkan sebagai faktor moderasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari 34 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024 dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ESG dan kepatuhan Syariah memiliki dampak positif dan signifikan terhadap ROA, menunjukkan bahwa inisiatif keberlanjutan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam berkontribusi pada peningkatan profitabilitas. Namun, interaksi antara ESG dan kepatuhan Syariah tidak memiliki dampak signifikan terhadap ROA, mengindikasikan bahwa integrasi praktik keberlanjutan dengan prinsip-prinsip etika Islam belum sepenuhnya terwujud. Temuan ini konsisten dengan teori legitimasi dan teori pemangku kepentingan, yang menekankan pentingnya kepatuhan etika dan akuntabilitas sosial dalam perbankan. Studi ini merekomendasikan agar bank memperkuat sinergi antara prinsip ESG dan Syariah untuk mendorong stabilitas dan keberlanjutan keuangan. Sinergi yang kuat antara struktur tata kelola, Dewan Pengawas Syariah (DPS), dan komite ESG mendukung implementasi ESG yang akuntabel dan membantu mencegah ketidakberesan. Pendekatan terintegrasi ini tidak hanya memperkuat mekanisme pengawasan internal tetapi juga meningkatkan kredibilitas institusional dan kepercayaan publik, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan.