cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285363466196
Journal Mail Official
journal.it.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies
Core Subject : Religion, Social,
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies is a Scientific Journal published in full online using the Open Journal System with e-ISSN 2599-2171 and p-ISSN 2599-218X since 2016. Articles are published twice in one year. Islam Transformatif Journal is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi in collaboration with Himpunan Peminat Ilmu-Ilmu Ushuluddin (HIPIUS) Postgraduate Program under the direct supervision of Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Islam Transformatif Journal publishes both empirical and normative scientific research journals on everything about Islamic studies such as Islamic Philosophy, Theology and Thought, Islamic Education, Islamic Social and Culture Issues, Islamic Laws Issues, and others.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021" : 8 Documents clear
Religious Messages Without Religion In Nas Daily Online Videos (Displacement Analysis in Authority) Ahmad Assegaf
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.133 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4054

Abstract

AbstractThe article tells about religious authority being taken over by content creators. The defeat of religious authorities arises because there are more and more people watching vlog videos than followers of religious authorities themselves. The link between video vlogs and religious authorities is video vlogs that accidentally take over the place or field of spreading religious knowledge. Observations were made through Facebook Nas Daily. This study uses Pauline Hope Cheong's Authority theory. In analyzing it, it is exactly the same as where Pauline hope Cheong explains his theory, namely through the four logics he considers to formulate the theory, namely disjucture and displacement as the formulation of the problem, and continuity and complementarity as solutions to problems. This research proves that religion is now not only obtained from religious authorities.Keywords: Authority, Nas Daily, Religious Authority, DisplacementAbstrakArtikel bercerita tentang otoritas keagamaan yang diambil alih oleh konten creator. kekalahan otoritas keagamaan muncul karena pengamat vidio vlog lebih banyak dan memiliki banyak kalangan daripada para pengikut dari otoritas keagmaan itu sendiri. Yang menghubungkan antara vlog video dengan otoritas keagamaan adalah video vlog yang tidak sengaja mengambil alih  tempat atau lapangan penyebaran ilmu agama secara tidak sengaja. Pengamatan dilakukan melalui facebook Nas Daily. Penelitian ini menggunakan teori Authority milik Pauline Hope Cheong. Dalam mengalisisnya sama persis sebagai mana Pauline hope Cheong menenrangkan teorinya yaitu melalui empat logika yang dipertimbangkanya untuk merumuskan teori yaitu disjucture dan displacement sebagai perumusan problematika, dan continuity dan Complementarity sebagai solusi probelematika. Penelitian ini membuktikan bahwa agama sekarang tidak hanya di dapat dari otoritas keagamaan.  Kata Kunci: Authority, Nas Daily, Otoritas Keagamaan, Displacement
The Role of Personality Psychology in Islamic Religious Education Ahmad Yusuf; Mirza Mahbub Wijaya; Ahmad Mohdlori; Hadi Susilo; Muhamad Ansori; Muchammad Nuryadi
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.073 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4271

Abstract

This article aims to discuss the role of personality psychology in Islamic Education. This research is a literature study with a descriptive-analytic approach. This research background is about the concept and definition of Personality psychology and its roles in Islamic Education. From the discussion of this article, it can be concluded that personality is a characteristic inherent in a person that distinguishes individuals from one another. Meanwhile, personality psychology is a science that specifically studies the symptoms of a person's psychological phenomena related to personality, namely the character, nature, and behavior of humans in daily life. There are many different definitions of personality in psychology. However, as a whole, it shows an understanding that fundamental, namely personality, is about individual differences. Meanwhile, in terms of the contribution of Personality Psychology, it has a crucial role in the educational process. Learning can run well if the teacher/educator can understand the characteristics of students as learning subjects in school institutions. Artikel ini bertujuan membahas peran psikologi kepribadian dalam Pendidikan Agama Islam. Jenis Penelitian ini adalah literatur dengan pendekatan deskriptif analitik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah bagaimana konsep dan definisi psikologi kepribadian serta bagaimanakah peranannya dalam Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian adalah ciri khas yang melekat pada diri seseorang yang membedakan individu satu dengan yang lainnya. Sedangkan psikologi kepribadian adalah ilmu yang secara khusus mempelajari gejala fenomena kejiwaan seseorang yang berkaitan dengan personalitas, yaitu watak, sifat dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat banyak perbedaan pengertian mengenai kepribadian dalam psikologi. Akan tetapi, secara keseluruhan menunjukkan adanya kesepahaman bahwa yang mendasar yaitu personalitas adalah mengenai perbedaan individual. Sedangkan dalam hal kontribusi, psikologi kepribadian memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila dalam pelaksanaannya guru/pendidik memiliki kemampuan memahami karakteristik peserta didik selaku subyek pembelajar dalam lembaga sekolah.
The Concept of Islamic Parenting in the Era of Islamic Moderation: An Analysis of Hurlock's Parenting Theory Vivi Yulia Nora
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.685 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4476

Abstract

AbstractThis article describes the parenting proposed by Hurlock and its relevance to parenting in Islam in the face of Islamic moderation demands. This research is comparative research with data analysis techniques using content analysis and descriptive analysis. This research concludes that there are two Hurlock’s parenting patterns related to Islamic parenting, namely authoritarian and democratic parenting. In Islamic Parenting, parents parenting is not authoritarian and not too permissive towards children; this is in line with the concept of Wasatiyyah in Islam, which means in the middle. This parenting is one of the examples of Noah AS., Ibrahim AS., and Luqman as told int the Qur’an, and the example og prophet Muhammad SAW., in the Sunnah. To face the moderation of Islam, parents can apply these two parenting styles to their children. Through moderate but still Islamic parenting, it is hoped that it can make a generation that can become part of the "ummatan wasaṭan", namely a generation that has good, fair, and not extreme characters, and is independent, not taking sides except for what is right according to the teachings of the Shari'a.Keyword: Parenting, Hurlock, Islamic Parenting, Moderation of IslamAbstrakArtikel ini memaparkan tentang pola asuh yang dikemukakan oleh Hurlock dan relevansinya dengan parenting dalam Islam dalam menghadapi tuntutan moderasi Islam. Penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis konten dan analisis deskriptif. Adapun kesimpulan dari peneltian ini adalah bahwa terdapat dua pola asuh Hurlock yang memiliki keterkaitan dengan parenting Islami, yaitu pola asuh otoriter dan demokratis. Dalam Pola Asuh Islami orang tua dalam pengasuhan Anak tidak otoriter dan tidak terlalu permisif terhadap anak, hal imi senada dengan konsep Wasatiyyah dalam Islam yang artinya ditengah Pola asuh tersebut merupakan salah satu keteladanan Nabi Nuh As., Nabi Ibrahim AS., dan Luqman yang diceritakan dalam al-Qur’an, serta keteladanan Nabi Muhammad dalam Sunnah. Untuk menghadapi moderasi Islam dua pola asuh tersebut dapat diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya. Melalui pola asuh moderat namun tetap islami diharapkan dapat menjadikan generasi yang mampu menjadi bagian dari “ummatan wasaṭan”, yaitu generasi yang memiliki karakter baik, adil, dan tidak ekstrem, serta bersifat independen, tidak berpihak kecuali kepada hal yang benar menurut ajaran syariat. Kata Kunci: Pola Asuh, Hurlock, Parenting Islami, Moderasi Islam
Dynamics of The Study of The Quran in Indonesia: Language and Paradigm Muhammad Fajri
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.323 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4130

Abstract

This paper describes the development of the study of the Quran in Indonesia. Through historical-analytical approach, it shows that since the arrival of Islam in Indonesia, the study of the Quran has always been developing. They were starting from oral translation until the birth of interpretive products with various dynamics in them. The research question is, what are the forms of the dynamics of the study of the Quran in Indonesia. This study shows that the study of the Quran in Indonesia is moving dynamically, especially in terms of language characters and paradigms. The languages and characters used vary, ranging from Arabic and Arabic script to local-national languages and scripts (Indonesian and Latin characters), such as jawi, lontara, and pegon. Furthermore, the paradigm is also dynamic, such as textual and contextual approaches. The textual approach has characteristics dealing with the linguistic area and historical context of the Quran, not touching the context in which the Quranic verse is studied. Then the contextual approach, which is not only a linguistic aspect but also pays attention to the context both when the Quran was revealed and the context in which the Quran lives, to see the universal meaning of the Quran. In Indonesia, contextual approaches have started in the reformative or modern-contemporary era, at the end of the 20th century AD, and have developed until now.Tulisan ini menjelaskan tentang perkembangan kajian al Quran di Indonesia. Melalui pendekatan historis-analitis dapat diketahui bahwa sejak masuknya Islam ke Indonesia, kajian al Quran selalu mengalami perkembangan. Berawal dari terjemahan secara lisan, hingga lahirnya produk-produk tafsir dengan berbagai dinamika di dalamnya. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah terkait apa saja bentuk dinamika kajian al Quran yang terjadi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian al Quran di Indonesia bergerak dinamis, terutama dalam aspek bahasa-aksara dan paradigma.  Bahasa dan aksara yang dipakai beragam, mulai dari bahasa dan aksara Arab sampai pada bahasa dan aksara lokal-nasional (bahasa Indonesia dan aksara latin), seperti aksara jawi, lontara, dan pegon. Sedangkan paradigmapun juga dinamis, yaitu pendekatan tekstual dan kontekstual.  Pendekatan tekstual memiliki karaktersitik berkutat pada wilayah linguistik dan konteks sejarah al Quran, tidak menyinggung konteks di mana ayat al Quran itu dikaji. Kemudian pendekatan kontekstual yang tidak hanya aspek linguistiknya saja, tetapi juga memerhatikan konteks saat al Quran itu diturunkan maupun konteks dimana al Quran itu hidup  untuk melihat makna universal al Quran. Di Indonesia, Pendekataan kontekstual sudah mulai terjadi di era reformatif atau modern-kontemporer, akhir abad ke-20 M dan berkembang sampai sekarang.
Quality of Hadith Shalih in the Book of Sunan Abiy Dâwud Disputed by Nasr al-Dîn al-Albâniy and Shu'aib al-Arnauth Afdilla Nisa
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.479 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4457

Abstract

This study intends to examine the quality of hadîth shalih in the book Sunan Abiy Dâwud which was disputed by Nâshir al-Dîn al-Albâniy and Syu'aib al-Arnauth, namely by using library research (library research), which is to collect accurate and relevant data. This is then processed with a descriptive qualitative analytical approach through inductive and comparative thinking methods. In addition, it also uses the hadîth research step to determine the quality of hadîth both from the side of the sanad and its eyes. Based on the analysis, it can be concluded that the hadiths termed shahih Abû Dâwud, which are also debated by  al-Albaniy and  al-Arnauth in assessing their quality, when tested with authentic criteria do not necessarily mean maqbûl or authentic quality. and hasan, but some have the status of dha'if. Thus hadîth shalih can contain two possibilities, namely lil i'tibâr (to be studied) or li al-ihtijâj (used as evidence). Penelitian ini bermaksud mengkaji kualitas hadîth shalih dalam kitab Sunan Abiy Dâwud yang diperselisihkan oleh Nâshir al-Dîn al-Albâniy dan Syu’aib al-Arnauth, yaitu dengan menggunakan library research (penelitian kepustakaan) yaitu mengumpulkan data-data yang akurat dan relevan dengan pembahasan ini kemudian diolah dengan metode pendekatan deskriptif analitis kualitatif melalui metode berfikir induktif dan komparatif. Di samping itu penulis juga menggunakan langkah penelitian hadis untuk mengetahui kualitas hadis baik dari sisi sanad maupun matan-nya. Berdasarkan analisa dapat disimpulkan bahwa hadis  yang diistilahkan shâlih Abû Dâwud, yang juga diperdebatkan  al-Albâniy dan al-Arnauth  dalam menilai kualitasnya, ketika diuji dengan kriteria ke-shahih-an tidak serta merta berarti maqbûl atau berkualitas shahih dan hasan,  akan tetapi ada yang berstatus dha’if. Dengan demikian hadîth shalih dapat mengandung dua kemungkinan yaitu lil i’tibâr  (untuk dikaji) atau  li al-ihtijâj (dijadikan hujjah).
The Concept of Makrifat in Syar Al-Ḥikam by Kyai Sholeh Darat Siswoyo Aris Munandar
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.617 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4062

Abstract

This study explore the concept of Kyai Sholeh Darat's makrifat in Syar al-Ḥikam to bridge the general public so that they can know makrifat, and can be reached by today's society. This research method is qualitative research. While the data extracted comes from library information or commonly referred to as a literature study to obtain some data and information. The source of the data was taken from the book, namely the book Syarh al-Ḥikam by Kyai Sholeh Darat, while the supporting data were taken from other sources such as analyzing books, the internet, and other information related to the title of this study. The results of this study indicate that the concept of makrifat put forward by Kyai Sholeh Darat can cross now between groups so that it can be reached in this condition. A person who is wise today is someone who remembers Allah and needs Him so that he can help in everything that is faced, be it with technology, or other activities related to the day, both in social, cultural, economic, and political relations.Studi ini membahas tentang  konsep makrifat Kyai Sholeh Darat dalam Syarḥ al-Ḥikam untuk menjembatani masyarakat awam agar mampu mengetahui makrifat, dan dapat dipahami oleh masyarakat sekarang ini. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sedangkan data yang digali berasal dari informasi pustaka atau biasa disebut dengan studi pustaka (library research) untuk mendapatkan beberapa data dan informasi. Sumber data diambil dari buku utama yaitu kitab Syarh al-Ḥikam karya Kyai Sholeh Darat, sedangkan data pendukungnya diambil dari sumber-sumber yang lain seperti menganalisa buku-buku, internet dan informasi lainya yang berhubungan dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep makrifat yang dikemukakan oleh Kyai Sholeh Darat yakni ini mampu melintasi antar kalangan, sehingga dipahami dalam kondisi sekarang ini. Seorang yang makrifat pada zaman sekarang ini adalah sesorang yang senantiasa mengingat Allah dan butuh kepada-Nya, sehingga mampu mengambil kebaikan dalam setiap apa yang dihadapi, baik itu dengan teknologi, maupun aktifitas lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan sosial, budaya, ekonomi dan politik.
Hesbollah Kuranji at the Front Padang Area (1945-1948) Revi Handayani
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.223 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4275

Abstract

AbstractThis paper examines the struggle of the militant ranks Hezbollah at the Front Padang Area. Most of the literature written only talks about the role of regular soldiers (official soldiers recruited by the government) who often fight in the front lines, even though the activation of the militias also contributed the most significant contribution to the struggle at that time physical revolution. The Hezbollah written in this article is Hezbollah in the Padang Region, especially those who are members of the Padang City Hezbollah, who are aware of the existing situation and conditions, so they are persistently trying to reclaim their homeland from the colonial powers of the Allies and the Dutch who want to re-establish their power. The research method in this paper is the historical method, which critically examines and analyzes records and relics. The research steps consist of four stages: Heuristics, Criticism, Interpretation and Historiography. In collecting data and research materials, both historical actors and witnesses were used, apart from using literature and documentary studies and interviews with sources. The result of this research is that the struggle of the Hezbollah Army (Lasykar) of Padang City is based on the intention of "Jihad FiiSabillilah" to struggle to uphold the State and Religion solely for the sake of Allah, only with great encouragement and very simple motivation. However, the principle cannot be separated from any political influence. Hezbollah army has a firm stance that all disturbances and disturbances to public order that occur in the city of Padang are the responsibility of all levels of society in the city of Padang.Keywords: Hezbollah army, Corporal Revolution, Front of Padang Area AbstrakTulisan  ini mengkaji tentang perjuangan barisan kelaskaran Hizbullah di Front Padang Area. Selama ini literatur mengenai barisan  perjuangan yang banyak ditulis hanya peranan tentara reguler (tentara resmi yang direkrut pemerintah) saja yang sering berjuang dibarisan depan, padahal aktivasi dari barisan kelaskaran juga memberikan sumbangan terbesar dalam perjuangan pada masa revolusi fisik. Hizbullah yang ditulis  dalam artikel ini  adalah Hizbullah  di Daerah Padang, khususnya  yang  tergabung  dalam  Hizbullah Kota Padang  telah  sadar  terhadap  situasi  dan  kondisi yang ada, sehingga dengan gigih mereka berusaha merebut kembali tanah airnya dari kekuasaan penjajahan  Sekutu  dan  Belanda  yang  ingin  menancapkan  kembali kekuasaanya. Metode Penelitian dalam tulisan ini adalah Metode  Historis,  yaitu proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peningalan masa lampau. Adapun langkah-langkah penelitian terdiri dari empat tahap, yaitu: Heuristik,  Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dalam mengumpulkan data dan bahan penelitian, selain mengunakan studi literatur dan dokumenter, digunakan pula wawancara terhadap narasumber, baik pelaku dan saksi sejarah. Hasil Penelitian ini adalah Perjuangan Lasykar Hizbullah Kota Padang tersebut dilandasi niat “Jihad Fii Sabillilah” berjuang menegakan Negara dan Agama semata-mata hanya karena Allah, Hanya dengan dorongan semangat yang besar serta motivasi yang sangat sederhana namun prinsipnya tidak terlepas dari pengaruh politik manapun, Lasykar Hizbullah ini mempunyai  ketegasan  pendirian  bahwa  segala  kekacauan  dan  ganguan terhadap  ketertiban  masyarakat  yang terjadi di Kota Padang adalah tangung jawab semua lapisan masyarakat yang berada di Kota Padang.Kata Kunci: Lasykar Hizbullah, Revolusi Fisik, Front Padang Area
Challenges and Problems of Learning Islamic Religious Education in the Digital Era Yeri Nofrianti; Arifmiboy Arifmiboy
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.467 KB) | DOI: 10.30983/it.v5i1.4375

Abstract

AbstractThis study explains the challenges and solutions to problems that arise related to the presence of a digital based technology world, one of which leads to the world of Islamic education. Islamic religious education must reform and innovate its system. Because if this is not done, then Islamic Religious Education will be left behind, especially in relation to the learning process in the classroom. Currently, the presence of a sophisticated technology based learning model will certainly be a challenge and a separate problem for Islamic Religious Education, especially in the learning process that will be carried out, is Islamic Religious Education able to compete and not be left behind in today's digital era. This issue is certainly quite complicated for all related elements, because situations like this have never happened before. The research method used is Library Research, where the data taken comes from writings and literature that support this research. Preliminary findings show that today PAI must be able to compete and leave conventional ways to reform in accordance with the current situation. PAI is considered necessary to find solutions to the challenges and problems of Islamic Religious Education because this is an important aspect in the world of Islamic education, especially in order to be able to give birth to civilized humans and future leaders in accordance with Islamic teachings.Keywords: Challenges and Problems, Learning Islamic Religious Education, Digital EraAbstrakPenelitian ini menjelaskan tentang tantangan dan solusi dari permasalahan yang muncul berkaitan dengan hadirnya dunia tekhnologi berbasis digital, dimana salah satunya mengarah kepada dunia Pendidikan Islam. Pendidikan Agama Islam harus melakukan pembaharuan dan inovasi terhadap systemnya. Karena jika ini tidak dilakukan, maka Pendidikan Agama Islam akan semakin tertinggal, terutama dalam hubungannya dengan proses belajar di kelas. Saat ini hadirnya model pembelajaran berbasis tekhnologi yang canggih tentu akan menjadi tantangan dan problematika tersendiri bagi Pendidikan Agama Islam khususnya dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan, apakah Pendidikan Agama Islam mampu bersaing dan tidak tertinggal dalam era digital hari ini. Persoalan ini tentu cukup pelik dirasakan oleh semua unsur yang terkait, karena situasi dan keadaan seperti ini belum terjadi sebelumnya. Metode penelitian digunakan adalah Library Research, dimana data yang diambil berasal dari tulisan dan literatur yang mendukung penelitian ini. Hasil temuan awal menunjukkan bahwa hari ini PAI harus mampu bersaing dan meninggalkan cara-cara konvensional menuju pembaharuan yang sesuai dengan keadaan saat ini. PAI dianggap perlu mencarikan solusi atas tantangan dan problematika Pendidikan Agama Islam karena hal ini merupakan aspek penting dalam dunia Pendidikan Islam khususnya agar mampu melahirkan manusia beradab dan pemimpin masa depan yang sesuai dengan ajaran Islam.Kata Kunci: Tantangan dan Problematika, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Era Digital  

Page 1 of 1 | Total Record : 8