cover
Contact Name
Muhammad Galib Ishak
Contact Email
galibishak@yahoo.co.id
Phone
+62811452537
Journal Mail Official
galibishak@yahoo.co.id
Editorial Address
Sekretariat Pascasarjana Universitas Tadulako, Jl. Sukarno-Hatta km 9 Tondo, Kecamatan Mantikulere Kota Palu, Sulawesi Tengah KP 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20898630     EISSN : 29625696     DOI : https://doi.org/10.22487/jstt
JSTT (Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako) is a peer-reviewed journal that aims to publish and disseminate original research articles on the latest developments in all fields of engineering science and technology. The journal publishes original papers in Indonesian or in English, which contribute to understanding engineering science and improving engineering technology and science. The articles may be theoretical (including computational), experimental or both. The contribution should be unpublished before and not under consideration for publication elsewhere.
Articles 57 Documents
STUDI KOMPARATIF TRANSPOR SEDIMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CALDWELL DAN METODE CERC DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN DONGGALA Setiyawan Setiyawan
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 9 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v9i2.579

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala adalah salah satu pelabuhan ikan yang berada di Sulawesi Tengah tepatnya di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala yang sepanjang desanya berada di pesisir pantai laut lepas. Adanya perubahan garis pantai di Pangkalan Pendaratan Ikan Donggala disebabkan oleh transpor sedimen yang terjadi akibat angin dan gelombang datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sedimen, berapa besar jumlah transpor sedimen sejajar pantai yang terjadi pertahun,dan perbandingan besar jumlah transpor sedimen selama 10 tahun dengan menggunakan Metode Caldwell dan Metode CERC. Analisis karakteristik sedimen dilakukan dengan pengujian yang dilakukan di laboratorium dengan parameter-parameter yang dianalisis yaitu : berat jenis sedimen, distribusi ukuran butir sedimen dan kecepatan endap. Untuk menghitung angkutan sedimen banyak metode yang dapat digunakan diantaranya Metode Caldwell dan Metode CERC. Dari hasil analisis sedimentasi didapatkan fraksi sedimen yaitu pasir dengan diameter beragam yaitu ϕmin = 0,075 mm dan ϕmax = 25 mm, berat jenis sedimen γmin=2,604 g/cm3 dan γmaks=2,678 g/cm3 dan kecepatan endap Wmin = 0,251 m/det dan Wmaks = 9,946 m/det. Dari perhitungan analisis angkutan sedimen Metode Caldwell jumlah angkutan sedimen maksimum terjadi pada Tahun 2009 sebesar 0,956 m3/tahun, sedangkan Metode CERC jumlah angkutan sedimen maksimum terjadi pada Tahun 2009 sebesar 0,210 m3/tahun. Dari perhitungan analisa angkutan sedimen ada yang di tinjau selama 10 tahun diperoleh nilai dengan Metode Caldwell Qs = 3,353 m3/tahun, sedangkan dengan Metode CERC Qs = 0,705 m3/tahun sehingga jumlah angkutan sedimen dengan menggunakan Metode Caldwell lebih besar dibandingkan dengan Metode CERC.
STUDI KOMPARATIF PASANG SURUT METODE LEAST SQUARE DAN METODE ADMIRALTY DI PELABUHAN DONGGALA Setiyawan, Dr.
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i2.583

Abstract

Pelabuhan Donggala merupakan pelabuhan bongkar muat barang yang terhubung dengan Kota Donggala terletak di Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Gempa dan tsunami Tahun 2018 menyebabkan kerusakan fasilitas pelabuhan, termasuk dermaga di Pelabuhan Donggala. Oleh karena itu, diperlukan pembuatan rencana pengembangan pelabuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis pasang surut dan membandingkan hasil pengolahan pasang surut menggunakan Metode Kuadrat Terkecil dan Metode Admiralty. Analisis data menggunakan data pengamatan pasut periode 15 hari di Pelabuhan Donggala. Jenis pasang surut didasarkan pada perhitungan Bilangan Formzhal dengan menggunakan Metode Kuadrat Terkecil dan Metode Admiralty yaitu pasang campuran cenderung berlipat ganda setiap hari. Berdasarkan konstanta pasut harmonik, elevasi muka air kuadrat terkecil adalah HHWL 249.682 cm, MHWL 200.437 cm, MSL 128.957 cm, MLWL 57.457 cm dan LLWL 8.212 cm. Sedangkan pada metode Admiralty tinggi muka air adalah HHWL 221.373 cm, MHWL 167.522 cm, MSL 128.540 cm, MLWL 89.558 cm dan LLWL 35.708 cm. Berdasarkan hasil perbandingan perhitungan RMSE data pengamatan dan data sekunder, diperoleh nilai RMSE metode least square sebesar 4,204 cm dan nilai RMSE metode Admiralty sebesar 8,636 cm. Agar analisis pasut lebih akurat bila menggunakan metode least square karena nilai RMSE yang didapat lebih rendah dibandingkan dengan metode Admiralty.
ANALISIS FREKWENSI BANJIR DI BENDUNG SIDOAN, KABUPATEN PARIGI MOUTONG, SULAWESI TENGAH Dwijayanthi, Astrid; Ningrum, Ayudia
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i1.657

Abstract

Penentuan debit banjir maksimum yang direncanakan pada bendung secara akurat sangatlah penting, mengingat biaya ekonomi dari pelaksanaan jenis pekerjaan hidroteknik ini dan kemungkinan konsekuensi bencana yang diakibatkan oleh desain yang salah sangatlah besar. Artikel ini menjelaskan dan menerapkan distribusi probabilitas yang digunakan dalam hidrologi, dan yang direkomendasikan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI 2415:2016) tentang Tata cara perhitungan debit banjir rencana. Tujuan penelitian untuk mendapatkan fungsi distribusi yang paling sesuai berdasarkan parameter statistiknya. Metode yang digunakan adalah: Distribusi Normal, Log Normal 2 Parameter, Log Normal 3 Parameter, Gumbel Tipe I, Pearson Tipe III dan Log Pearson Tipe III. Data debit digunakan pengukuran AWLR Bendung Sidoan tahun 2013 sampai 2022. Berdasarkan parameter statistik yang disyaratkan oleh masing-masing distribusi frekwensi, maka yang memenuhi syarat adalah Metode Log Pearson tipe III. Jika dipercentasikan terhadap distribusi Log Pearson III, maka yang paling kecil selisihnya adalah distribusi normal 3 parameter dan yang terbesar adalah distribusi Gumbell dan Normal
ANALISIS PERSYARATAN TEKNIS RUMAH TINGGAL WARGA DI DESA LOLU KECAMATAN SIGI BIROMARU BERDASARKAN UNDANG UNDANG NO. 28 TAHUN 2002 Asnudin, Andi
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i2.662

Abstract

Abstrak: Pada tanggal 28 september 2018 di Palu, Donggala dan Sigi telah terjadi gempa yang mengakibatkan likuefaksi di beberapadaerah dan kerusakan infrastruktur. Salah satu daerah yang terkena dampak gempa tersebut, yaitu Desa Lolu yang mengalami kerusakan infrastruktur seperti banyaknya rumah yang retak sedang, retak besar dan bahkan ada rumah yang runtuh. Sehingga banyak rumah yang dibangun dan di rehabilitasi kembali. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian kelayakan bangunan salah satunya mengenai persyaratan teknis pada bangunan rumah tinggal yang berada di Desa Lolu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persyaratan teknis rumah tinggal warga yang ada di Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Berdasarkan UndangUndang No. 28 Tahun 2002. Data primer berupa survey menggunakan daftar simak, wawancara, dan dokumentasi. Data sekunder berupa data jumlah rumah dari kantor desa. Analisa data digunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persyaratan intensitas bangunan memenuhi nilai KDB yaitu 86,52% dan nilai KLB 100 % yang telah memenuhi persyaratan teknis. Persyaratan tata bangunan dinyatakan layak fungsi/huni pada penampilan bangunan secara umum didapatkan tidak mengalami kerusakan. Tata ruang dalam bangunan diperoleh kategori rusak ringan maksimum pada penutup lantai danpenutup plafon dengan nilai 7,9%. Keseimbangan, Keserasian dan Keselarasan dengan Lingkungan dimanfaatkan sebagai area parkir. Persyaratan keandalan bangunan dinyatakan layak fungsi/huni karena memenuhi persyaratan teknis aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN POWER SHORE CONNECTION PADA TERMINAL PETIKEMAS MAKASSAR rukmini, rukmini
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i2.695

Abstract

Abstrak Power Shore Connection yang beroperasi pada terminal petikemas berfungsi mengalirkan aliran listrik yang bersumber dari darat ke kapal, sehingga kapal-kapal yang sandar di Pelabuhan TPM dapat men-standby kan genset kapal sambil tetap menggunakan peralatan listrik yang ada di kapal. Kemampuan Power Shore Connection yang dimiliki Pelabuhan Terminal Petikemas Makassar masih terbatas yakni hanya berkapasitas 1000 kVA dan terbagi ke dalam 3 bahagian yakni dengan frekwensi 60 HZ untuk berdaya di bawah 100 kVA dan di atas 100 kV, sedangkan yang sisanya adalah untuk berfrekwensi 50 Hz. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis pemanfaatan optimal dari Power Shore Connection; Perbandingan konsumsi bahan bakar dan biaya energi listrik antara penggunaan energi listrik dari kapal dibandingkan dengan penggunaan listrik dari dermaga (Power Shore Connection). Analisis data, diantaranya: Menghitung BOR (Berth Occupancy Ratio); Memprediksi kebutuhan daya listrik kapal berdasarkan typenya; Memprediksi jumlah daya listrik yang dimintakan ke PLN; Menghitung perbandingan biaya antara penggunaan bbm solar dibanding kWh listrik PLN. Diperoleh hasil penelitian bahwa untuk sampel kapal yang diteliti, generator kapal yang menghasilkan daya 680 kW, apabila menjalankan genset kapal maka biaya bbm yang diperlukan adalah Rp. 3.262.980,- per jam. Sedangkan apabila menggunakan power shore connectionmaka biaya yang diperlukan adalah Rp. 1.035.558,- per jam. Sehingga penghematan yang diperoleh adalah Rp. 2.227.422,- per jam.
Kajian Parameter Hidrologi DAS Rawasari Kota Tarakan Menggunakan HEC-HMS Amiruddin, Aswar; Widiyanti, Aneza Ferdani
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i2.697

Abstract

Kota Tarakan merupakan kota pulau, sehingga dalam penyediaan air bersih mengandalkan sistem konservasi dengan membangun beberapa embung untuk menampung air saat musim hujan. Permasalahan saat ini yang terjadi di Kota Tarakan adalah meningkatnya pertambahan jumlah penduduk yang berpengaruh pada peningkatan alih fungsi lahan dan berkurangnya daya resap air pada setiap daerah tangkapan air di Tarakan. Diperlukan perencanaan yang didukung oleh studi awal terkait analisis hidrologi daerah tangkapan Embung Rawasari. Penelitian ini bertujuan mengkaji parameter hidrologi dan debit limpasan langsung pada daerah aliran sungai (DAS) Rawasari dengan periode ulang 10, 20 dan 50 tahun. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan model HEC-HMS sebagai tools yang membantu mengalasis hujan limpasan. Berdasarkan simulasi HEC-HMS diperoleh beberapa parameter DAS seperti luas DAS sebesar 2.99 km2 dengan panjang sungai 1.4 km. Hasil lain yang diperoleh dengan menggunakan HEC-HMS ini adalah nilai debit aliran sebagai alihragam hujan menjadi aliran dimana debit puncak aliran yang diperoleh sebesar 2.672 m3/dtk untuk periode ulang 10 tahun, 2.885 m3/dtk periode ulang 20 tahun dan 2.987 m3/detik periode ulang 50 tahun
PENGARUH PILAR SEGITIGA DAN PILAR SETENGAH LINGKARAN TERHADAP KEDALAMAN GERUSAN Zukaenah, Khoriana; Herman, Rudi
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 10 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v10i2.700

Abstract

Pilar merupakan bagian dari struktur bawah jembatan yang senantiasa terdampak pada aliran sungai sehingga rentan terhadap gerusan sekitar pilar. Gerusan mengakibatkan pengikisan disekitar pilar. Adapun faktor yang mempengaruhi gerusan lokal pada pilar jembatan yaitu bentuk geometrik pilar, karakteristik aliran dan jenis sedimen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar gerusan dan pola gerusan disekitar pilar segitiga dan pilar setengah lingkaran. Ukuran pilar yang digunakan adalah panjang 50 cm, lebar 10 cm dan tinggi 50 cm. Sedangkan untuk aliran menggunakan ketinggian muka air 4,5 cm dan 7,6 cm dengan debit aliran 10,376 liter/detik. Sedimen yang digunakan adalah pasir yang lolos saringan No. 10 dan tertahan saringan No. 20 dengan nilai d50 = 0,62 mm; untuk setiap kali percobaan dilakukan selama 120 menit. Hasil yang diperoleh dimana kedalaman gerusan maksimum pada pilar segitiga untuk tinggi muka air 4,5 cm adalah 3,3 cm, dan tinggi muka air 7,6 cm adalah 2.9 cm. Untuk pilar setengah lingkaran untuk ketinggian muka air 4,5 cm kedalaman gerusan maksimum sebesar 3 cm, dan untuk tinggi muka air 7,6 cm adalah 2.7 cm. Disimpulkan bahwa dengan debit yang sama, semakin rendah tinggi muka air maka semakin besar kedalaman gerusan yang terjadi. Pola gerusan yang terjadi pada pilar segitiga dan pilar setengah lingkaran akibat aliran yang berasal dari hulu dan terbentuk akibat perbedaan geometrik pilar.
Kajian Kebutuhan Rumah di Kota Palu Farid, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v11i1.932

Abstract

The need for housing along with clothing and food is a primary human need, meaning that everyone needs a house or a place to live. On September 28, 2018 there was an earthquake with a magnitude of 7.4 on the Richter Scale (SR), followed by a tsunami and liquefaction. The consequences of this disaster affected housing and settlements in Palu City. This study aims to determine the backlog and characteristics of the backlog in Palu City. This type/type of research uses a quantitative descriptive approach. Data collection methods through observation, literature studies, interviews, questionnaires and documentation. In this study the data analysis techniques used were occupancy backlog analysis and descriptive statistical analysis. From the results of this study it is known that the backlog of occupancy in Palu City includes East Palu District 9,558 units, West Palu 4,911 units, South Palu 2,687 units, Ulujadi 659 units and Tawaeli 656 units while Tatanga, Mantikulore and North Palu Districts do not have a backlog, in other words the number the available houses are sufficient, and from the results of the backlog characteristic analysis on the price variable the average indicator value is 3.25, the location variable the average indicator value is 3.56 and the facilities variable the average indicator value is 3.11 this shows the attitude of the people in The City of Palu wants improvements and adjustments to policies related to prices, location and housing facilities that currently exist in the City of Palu.
Pengaruh Kendaraan Berat Terhadap Kinerja Ruas Jalan R.E. Martadinata Palu Dengan Menggunakan Model Hubungan Volume, Kecepatan, Dan Kepadatan Lalu Lintas Aliviani, Ratika
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v11i1.933

Abstract

There are three characteristics of traffic flow on a road section that are used as parameters to analyze the behavior of traffic moving on it, namely, Speed ​​- Volume and Density of traffic flow. To represent the mathematical relationship between volume, speed, and traffic density, three models are used as follows: Greenshield, Greenberg, and Underwood. The purpose of this study is to describe the relationship between volume, speed and density of traffic flow on the R.E. Martadinata Palu road section, provide an assessment of the performance of the road section and analyze the effect of heavy vehicles on existing conditions. The results of the analysis of the three models above based on statistical analysis and characteristics in the field, the initial conclusion is that the Greenberg relationship model provides the best results to describe existing conditions. The Greenberg model provides a coefficient of determination value of r2 = 0.76 for conditions with heavy vehicles and r2 = 0.82 for conditions without heavy vehicles, with Vmaks values ​​for each condition of 1725 smp/hour and 1534 smp/hour with an estimated model capacity decreasing by 11.07% from conditions with heavy vehicles to conditions without heavy vehicles. This shows that the model capacity value is influenced by the amount of traffic volume. With the 1997 MKJI method, the DS value with HV = 0.56 and DS without HV = 0.53 are then obtained, which illustrates that the RE.Martadinata road section is still far from saturated conditions that cause queues at peak traffic.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE KENDALI OTOMATIS KANOPI GESER PADA JEMURAN BERBASIS TELEGRAM amelia, putri
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v11i1.942

Abstract

Technological developments in the era of globalization, especially the Internet of Things (IoT), allow devices to connect and interact with each other through the internet network in real-time. This technology supports the management of electronic devices, household appliances, and other objects through the ESP32 microcontroller that can collect and transmit data. This research designed an automatic sliding canopy system for the dressing room that can operate independently using a rain and light sensor based on the NodeMCU ESP32 microcontroller. The system is designed to automatically close the canopy when the rain sensor detects the presence of rainwater and the light sensor detects dark conditions, so the clothesline is protected from rain. In addition, this system is equipped with remote monitoring and control features through the Telegram application using Bots.