cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2019)" : 7 Documents clear
Simulasi Sifat Termal Bata Ringan Celullar Lightweight Concrete Menggunakan LUSAS V.17 Abrar Rifqi Pratama; Reni Suryanita; Ismediyanto Ismediyanto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk yang semakin pesat menyebabkan kebutuhan yang semakin tinggi terhadap pembangunan. Semakin meningkatnya pembangunan maka semakin meningkat pula kebutuhan terhadap bahan bangunan. Ini menyebabkan semakin banyak solusi alternatif yang ditawarkan untuk bahan bangunan salah satunya adalah bata ringan CLC. Bata ringan CLC mulai banyak digunakan sebagai pengganti bata merah karena memiliki density yang lebih kecil dari bata merah namun masih minim penelitian tentang bata ringan CLC ini. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan suhu yang diserap oleh bata ringan CLC dan bata merah dengan ukuran 60 cm x 10 cm x 20 cm dan variasi density bata ringan CLC 600 kg/m3, 700 kg/m3, 800 kg/m3, 900 kg/m3, 1000 kg/m3 dan bata merah 1700 kg/m3. Analisis penjalaran panas dilakukan menggunakan perangkat lunak LUSAS V17 dengan variasi suhu mulai dari suhu 30 0C hingga 1000 0C yang terpapar selama 2 jam. Hasil penelitian didapatkan bahwa bata ringan CLC dengan density 600 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 45,59%, bata ringan CLC dengan density 700 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 37,925 %, bata CLC dengan density 800 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 32,78 %, bata CLC dengan density 900 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 29,13 %, bata CLC dengan density 1000 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 26,39 %, sedangkan bata merah tahanan panas sekitar 25,92 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bata CLC lebih nyaman digunakan untuk dinding ruangan dibandingkan dengan bata merah.
Analisis Respons Struktur Jembatan Beton Prategang Box Girder Maharani Miranda; Reni Suryanita; Enno Yuniarto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kasus kerusakan jembatan di Indonesia mengartikan bahwasanya struktur jembatan di Indonesia masih banyak yang belum mampu berfungsi secara optimal. Hal ini juga berkaitan dengan pengaruh Indonesia yang terletak pada jalur tektonik dan vulkanik aktif yang menyebabkan kerusakan struktur jembatan. Studi kasus untuk analisis ini menggunakan Jembatan Sungai Siak 2 dengan bentang 200 m dengan jumlah pilar sebanyak 2 buah. Pemilihan analisis ini dilakukan pada bagian pilar jembatan karena berdasarkan fakta bahwa kegagalan strukur pada pilar jembatan akan mengakibatkan kegagalan sruktur jembatan secara keseluruhan. Analisis respons struktur jembatan beton prategang box girder bertujuan untuk mengidentifikasi besar nilai perpindahan struktur pada pilar jembatan terhadap beban gempa rencana. Sementara itu, analisis numerik respons struktur jembatan menggunakan perangkat lunak Midas Civil V2.2. Analisis respons struktur jembatan beton prategang box girder dilakukan berdasarkan tiga kondisi tanah, yaitu tanah keras, tanah sedang, dan tanah lunak. Pada hasil penelitian ini didapatkan nilai perpindahan pada pilar jembatan arah longitudinal untuk kondisi tanah keras sebesar 0,88 mm, tanah sedang sebesar 1,06 mm dan tanah lunak sebesar 1,39 mm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai perpindahan jembatan akibat beban gempa rencana pada kondisi tanah keras lebih kecil 21,4% dibanding pada kondisi tanah sedang dan lebih kecil 60,32% dibanding tanah lunak. Maka dari itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan kepada pihak pemerintah dan pihak terkait yang bergerak di bidang konstruksi jembatan, khususnya tipe jembatan box girder beton prategang di berbagai wilayah Indonesia, dengan memperhatikan respons struktur jembatan yang terjadi sesuai tingkat risiko kegempaan untuk setiap daerah.
Analisis Sifat Mekanik Bata Ringan Cellular Lightweight Concrete Menggunakan Program LUSAS V17 Roma Dearni; Reni Suryanita; Ismediyanto Ismediyanto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin pesat pada perkembangan dunia konstruksi modern, sehingga memunculkan inovasi baru dalam dunia konstruksi. Salah satunya adalah pembuatan bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Density yang rendah memungkinkan resiko ketika terkena getaran atau percepatan tanah, salah satunya getaran yang disebabkan oleh gempa bumi dapat diperkecil. Untuk itu, penggunaan bata ringan efektif dalam konstruksi bangunan tinggi maka perlu dilakukan simulasi numerik pada bata ringan agar mempermudah kita menganalisis sifat mekanik bata ringan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan nilai penurunan pada uji laboratorium serta menganalisis sifat mekanik tegangan, regangan dan modulus elastisitas pada pemberian beban yang bervariasi. Pemberian beban berdarkan data optimum pada uji laboratorium maka di pakai rentang beban dimulai dari 20 kN hingga 35 kN dengan variabel beban 0,5 kN. Pemodelan benda uji memiliki panjang 60 cm, lebar 10 cm dan tinggi 20 cm. Parameter input pada program menggunakan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya berupa nilai modulus elastisitas, poisson ratio dan densitas. Hasil penelitian didapatkan nilai penurunan permukaan pada pemberian beban 26 kN saat uji laboratorium sebesar 4,82 mm, sedangkan secara numerik menghasilkan 4,94 mm. Pemberian beban 35 kN menimbulkan penurunan permukaan maksimal sebesar 6,65 mm. Nilai tegangan maksimal yang ditimbulkan pada saat simulasi numerik sebesar 0,82 N/mm2, sedangkan nilai regangan dihasilkan sebesar 0,026. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa nilai penurunan pada eksperimental lebih kecil dibandingkan dengan analisis menggunakan pemrograman LUSAS V.17 dan disimpulkan bahwa semakin besar beban yang diberikan maka semakin besar juga nilai tegangan regangan dan penurunannya.
Kontrol Perencanaan Struktur Rangka Beton Bertulang Berdasarkan Indeks Kerusakan Dwiqhee Abdul Ghani; Zulfikar Djauhari; Reni Suryanita
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur beton bertulang umumnya menggunakan metode strength based design atau biasa disebut force based design (FBD). Metode FBD tidak mampu mengidentifikasi kinerja dan indeks kerusakan struktur yang terjadi, maka diperlukan analisis lebih lanjut yang dinamakan performance based design (PBD). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh rasio tulangan kolom dan balok terhadap indeks kerusakan struktur. Pada penelitian ini, indeks kerusakan statis struktur (DIE) dihitung berdasarkan luasan kurva spektrum kapasitas yang telah dibuat berdasarkan ATC-40 melalui analisis pushover. Struktur yang dianalisis merupakan struktur rangka beton bertulang 4 lantai dengan pembebanan gempa rencana berdasarkan SNI 1726-2012. Nilai parameter yang ditinjau adalah nilai rasio tulangan balok dan kolom beserta pengaruhnya terhadap indeks kerusakan struktur (DIE). Hasil analisis indeks kerusakan menunjukan bahwa portal dengan rasio tulangan balok 0,579% dan rasio tulangan kolom 2,268% lebih layak untuk menahan beban gempa rencana karena nilai DIE yang terjadi adalah 2,508. Nilai ini tidak melebihi indeks kerusakan statis rencana (DIS) yang telah dijadikan ambang batas untuk kerusakan sedang yaitu sebesar 0,2519. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan rekomendasi untuk perencanaan struktur bangunan tahan gempa.
Analisis Model Ketersediaan Air Pada Sungai Siak Bagian Hulu Dengan Menggunakan Model GR2M (Studi Kasus: Daerah Aliran Sungai Siak Bagian Hulu, AWLR Pantai Cermin) Raeni Evanta Br. Tarigan; Manyuk Fauzi; Bambang Sujatmoko
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihragaman hujan menjadi debit merupakan suatu proses untuk menghitung debit dengan data masukan berupa data hujan di lapangan. Terdapat beberapa metode perhitungan transformasi hujan – debit yang digunakan dalam penelitian di Indonesia seperti Mock, NRECA dan Tank Model. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode GR2M karena lebih sederhana dibanding dengan metode lainnya. GR2M hanya memiliki dua variabel yang akan digunakan dalam perhitungan. Lokasi penelitian di DAS Siak Bagian Hulu AWLR Pantai Cermin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas model GR2M dalam analisis hujan- aliran pada DAS Siak Bagian Hulu AWLR (Automatic Water Level Recorder) stasiun Pantai Cermin. Hasil penelitian menunjukkan keefektifan metode GR2M yang sangat efisien dengan nilai ketelitian efiseinsi sebesar 90%.
Analisis Parameter Model Mock Dalam Prediksi Aliran Rendah (Studi Kasus : DAS Tapung Kiri Stasiun Duga Air Tandun) Alfianis Alfianis; Manyuk Fauzi; Yohanna Lilis Handayani
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihragaman hujan menjadi aliran (Rainfall-runoff transformation), pada proses hidrologi merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Model Mock merupakan model hujan-aliran yang sering digunakan untuk menganalisis sistem DAS dalam prediksi respon hidrologi dari suatu masukan kejadian hujan. Model Mock perlu dilakukan pengujian kalibrasi dan verifikasi untuk memperoleh variasi parameter model terbaik dan hasil debit simulasi mengikuti pola data debit lapangan. Pengujian Model Mock dilakukan dengan 7 parameter dan analisis berdasarkan beberapa kriteria penilaian kinerja model. Kriteria penilaian kinerja model yang digunakan yaitu koefisien korelasi (R), volume error (VE), dan koefisien efisiensi (CE). Hasil uji kalibrasi didapatkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,92 yang termasuk kategori kuat setelah di verifikasi menjadi sebesar 0,25 yang termasuk kategori rendah. Nilai volume error (VE) pada kalibrasi sebesar 6,03; dan setelah di verifikasi menjadi sebesar 97,59; Nilai kalibrasi koefisien efisiensi (CE) sebesar 1,22; dan setelah di verifikasi menjadi 6,40
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran Di Kabupaten Bengkalis Aris Fadillah; Ari Sandhyavitri; Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahan gambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untuk memprediksi muka air tanah gambut tropis dalam upaya mitigasi kebakaran lahan gambut berdasarkan data curah hujan dan data muka air tanah (Ground Water Level). Pembuatan pemodelan akan dilakukan dengan cara mencari korelasi antara data curah hujan terhadap kenaikan muka air tanah (dWRain) dan korelasi muka air tanah terhadap penurun elevasi muka air tanah (dWlose) dengan data curah hujan. Pemodelan terdiri dari tiga model yaitu : Pemodelan 1 dengan data curah hujan dan muka air tanah data 1 bulan, Pemodelan 2 data curah hujan dan muka air tanah data 3 bulan dan Pemodelan 3 data curah hujan dan muka air tanah data 6 bulan. Hasil analisis Pemodelan 1 dengan data curah hujan dan muka air tanah 1 bulan (dWRain) korelasi R² = 0.9029 (korelasi sangat kuat) dengan persamaan : y = 0.8993x + 0.0004 sedangkan (dWlose) korelasi R² = 0,1053 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = -0,1754x + 0,046, dilihat dari grafik untuk pemodelan 1 grafik muka air tanah gambut prediksi kurang mengikuti grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE (Mean Squared Error) = 0.13 dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error) = 92,21 %. Hasil analisis Pemodelan 2 dengan data curah hujan dan muka air tanah 3 bulan dWRain korelasi R² = 0.7078 (korelasi kuat) dengan persamaan : y =1.1069x + 0.0002 sedangkan, (dWlose) korelasi R² = 0.0825 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0169x+0.0019, dilihat dari grafik untuk pemodelan 2 grafik muka air tanah prediksi kurang mengikuti pola grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.06 dan MAPE = 86,75, %. Hasil analisis Pemodelan 3 dengan data curah hujan dan muka air tanah 6 bulan dWRain korelasi R² = 0.2583 (korelasi cukup) dengan persamaan : y =1.211x + 0.0032 sedangkan (dWlose) korelasi R² = 0.0083 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0133x+0.0104 dilihat dari grafik untuk pemodelan 3 grafik muka air tanah sudah mengikuti pola muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.01 dan MAPE = 37.49 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 7