cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2004)" : 5 Documents clear
Nasionalisme Anggraeni Kusumawardani; Faturochman MA
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.588 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7469

Abstract

Permasalahan nasionalisme di Indonesia beberapa tahun terakhir menjadi fokus perhatian para sejarawan yang peduli dengan eksistensi negara Republik Indonesia. Kartodirjo (2001), seorang sejarawan senior dari UGM, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pertikaian antar elit politik di Indonesia. Kartodirjo menilai bahwaetos nasionalisme para elit politik di Indonesia telah menipis, karenanya Kartodirjo menghimbau agar para elit polittik segera mawas diri dengan mempelajari kembali sejarah pergerakan nasional melalui biografi tokoh-tokoh pergerakan nasional.
ISLAMOPHOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA Dr Moordiningsih
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.586 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7470

Abstract

Sejak pasca peristiwa tragedi WTC 11 September 2001 di New York dan seruan peperangan terhadap terorisme, komunitas Islam seolah-olah menjadi bagian isu penting untuk selalu dibicarakan. Komunitas Islam dipandang sebagai penyebab segala permasalahan dan secara stereotip mereka menjadi sasaran tuduhan tersebut.Pasca serangan tersebut Amerika sampai mengeluarkan daftar pendatang yang dicurigai potensial sebagai teroris berlaku mulai tanggal 1 Oktober 2002. Pemerintah Australia juga melakukan tindakan serupa dengan mengeluarkan serangkaian aturanantiterorisme dan melakukan beberapa penggeledahan terhadap beberapa rumah rumah muslim pasca bom Bali. Menurut Dr Kingsbury dari Universitas Deakin, Australia, pemerintahan Australia berpendapat bahwa jaringan terorisme Al Qaidahdianggap memiliki hubungan dekat dengan muslim radikal di Indonesia telah masuk ke Australia melalui mahasiswa dan warga negara Indonesia yang bermukim di Australia (Republika, Oktober 2004). Inggris juga memiliki kecemasan tersendiriterhadap ancaman terorisme pasca 11 September 2001, puluhan orang muslim dari Asia selatan dicurigai dan dikait-kaitkan dengan terorisme.
XPRESSED EMOTION PADA KELUARGA PENDERITA GANGGUAN JIWA Nida Ul Hasanat
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.468 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7471

Abstract

Sebagian besar waktu kehidupan seseorang berada bersama dengan keluarga. Namun tidak dapat dipungkiri, tidak seluruh keluarga dapat memberikan atau menciptakan lingkungan yang mendukung. Dalam banyak kasus, keluarga bahkan berpotensi untuk menjadi sumber timbulnya tekanan psikologis. Sayangnya, penelitiantentang pengaruh keluarga terhadap munculnya gangguan jiwa mempunyai kendala, karena belum ada cara yang paling tepat untuk mengidentifikasi individu-individu yang rentan, yang kemudian memunculkan simtom gangguan jiwa. Akibatnya,penelitian yang dilakukan bersifat retrospektif, dimulai pada saat seseorang mengalami gangguan (untuk yang pertama kali atau pada saat ‘kambuh’), kemudian menelusuri perjalanan gangguan atau bersifat cross-sectional (Leff & Vaughn, 1985).Sebagai salah satu contoh, penelitian Vaughn & Leff (dalam Leff & Vaughn, 1985) yang meneliti pengaruh sikap keluarga terhadap kondisi klinis pasien skizofrenia menemukan, bahwa Expressed Emotion (EE) merupakan prediktor terbaik untukmenentukan apakah pasien akan kambuh atau tidak selama periode 9 bulan follow-up. Expressed Emotion ini ditemukan peneliti pada saat wawancara ketika pasien pertama kali masuk rumah sakit.
MODEL TEORETIK GAYA KELEKATAN, ATRIBUSI, RESPON EMOSI, DAN PERILAKU MARAH Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.559 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7472

Abstract

Teori kelekatan pertama kali digunakan untuk menjelaskan hubungan antara bayi dan pengasuh utama (Bretherthon dalam Buren & Cooley, 2002). Dalam perkembangannya, teori kelekatan dari John Bolbwy yang dibangun pada 1973 digunakansebagai landasan berfikir untuk menjelaskan hubungan gaya kelekatan pada masa dewasa dan berbagai bentuk hubungan interpersonal (Helmi, 1999). Dekade 1980an, penelitian kelekatan diaplikasikan untuk menjelaskan hubungan romantis orangdewasa. Pada tahun 1987 hasil penelitian Hazan dan Shaver dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, yaitu mengenai hubungan romantis yang dikonsepsikan sebagai proses kelekatan dengan menggunakan dasar teorikelekatan dari Bowlby. Publikasi tersebut merupakan tonggak dari perjalanan teori gaya kelekatan, yang selanjutnya peneliti-peneliti lain mengikuti langkahnya dengan memperluas topik penelitian yaitu mengkaitkan gaya kelekatan dengan berbagai macam kehidupan sosial dan interaksi sosial. Beberapa contoh penelitian tersebutadalah gaya kelekatan berkaitan dengan representasi mental dari self (Mikulincer, 1995), trust (Mikulincer, 1998), daya tarik dan interaksi sosial (Tidwell dkk., 1996), gaya penjelasan dan emosi (Collins, 1996), regulasi emosi dan penyesuaian padaremaja (Cooper dkk., 1998), social support (Collins dan Feeney, 2004), dan depresi (Simpson dkk., 2003; Simonelli, 2004). Pada umumnya hasil berbagai penelitian tersebut mendukung konsep tersebut.
SEMIOTIKA UNTUK ANALISIS GENDER PADA IKLAN TELEVISI Naomi Srie Kusumastutie; Faturochman MA
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.358 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7473

Abstract

Salah satu persoalan gender yang justru mengekalkan ketimpangan gender adalah tayangan iklan di televisi. Iklan sebagai cara untuk memasarkan produk pada satu sisi berusaha ‘tampil beda’ agar menarik tetapi pada sisi lain mengekalkan stereotip danketimpangan gender. Bila usaha tampil menarik dari iklan terbukti dan diakui, iklan yang bias gender pada umumnya tidak disadari dan disangkal. Banyak cara untuk memahami persoalan gender yang terus berkembang akhir akhir ini. Kunci untuk ini adalah berpikir kritis. Semiotika pada dasarnya adalah cara untuk meilhat dengan detil dan kritis terhadap sesuatu yang tersurat. Dengan kesadaran gender, semiotika dapat menjadi salah satu metode untuk mengungkap persoalan ketimpangan gender yang terdapat pada sebagian besar tayangan iklan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5