cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2000)" : 5 Documents clear
SEPUTAR KONTROVERSI UJI SIGNIFIKANSI HIPOTESIS NIHIL Dicky Thomas Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 8, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.272 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7430

Abstract

Sejumlah pakar menyatakan bahwa psikologi, ilmu perilaku, dan ilmu sosial mengalami rintangan dan hambatan untuk maju. Salah satu kambing hitamnya adalah kebiasaan berat psikologi dan ilmu sosial dalam menggunakan uji signifikansi hipotesis nihil (Cohen, 1994). Kebiasaan yang sulit dihilangkan ini membuat psikologi seperti serangkaian kuldesak atau lorong buntu metodologis (Loftus, 1996)sehingga psikologi hanya sibuk memutar rodanya tanpa banyak kemajuan (Cohen, 1994), atau maju selambat jalannya gletser (Hunter, 1997).
PENGUJIAN HIPOTESIS NIHIL: UJI SIGNIFIKANSI DAN INTERVAL KEPERCAYAAN Djemari Mardapi
Buletin Psikologi Vol 8, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.342 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7431

Abstract

Sikap orang terhadap statistik bermacam-macam, ada yang senang, kagum, ada yang sinis, curiga, dan tidak senang. Bahkan ada yang mengatakan bahwa orang mudah berbohong dengan statistik. Seseorang yang sebagian anggota badannya di almari pendingin dan sebagian lainnya di alat pemanas, disimpulkan keadaan orang tersebut normal. Tentunya kesimpulan ini hanya melihat harga rerata saja tanpa memperhatikan besarnya range dan simpangan baku.
KETERBATASAN UJI SIGNIFIKANSI HIPOTESIS NOL Nonny Swediati; Bastari Ph.D
Buletin Psikologi Vol 8, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.622 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7432

Abstract

Paper ini ditulis berdasarkan telaah dan adaptasi dari 2 paper yang masing-masing ditulis oleh Cohen (1994) dan Kirk (1996). Kedua pakar statistika ini telah mencoba untuk membahas permasalahan di atas sekaligus memberikan pemecahannya. Namun demikian, tidak semua pokok-pokok pikiran mereka akan dituangkan dalam tulisan ini. Hanya bagian-bagian tertentu saja yang dianggap penting yang akan dibicarakan, sebagai bahan renungan bagi kita, peneliti dan pengajar, khususnya dalam bidang pendidikan, psikologi, dan ilmu-ilmu sosial.
PENGUJIAN SIGNIFIKANSI HIPOTESIS NOL DALAM PENELITIAN PSIKOLOGIS Sumadi Suryabrata
Buletin Psikologi Vol 8, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.33 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7433

Abstract

Walaupun diakui bahwa penerapan pendekatan kualitatif dalam penelitian psikologis cukup terhormat dan layak dilakukan, namun dalam praktek mayoritas penelitian psikologis menggunakan penelitian kuantitatif. Dan yang menerapkan pendekatan kuantitatif itu alat utamanya untuk membuat kesimpulan-kesimpulanilmiah adalah statistika. Diantara teknik-teknik statistik yang paling banyak digunakan adalah pengujian signifikansi hipotesis nol. Survai yang dilakukan oleh Estes (1997) menunjukkan bahwa dari 11 laporan penelitian yang dimuat di British Quarterly Journal of Experimental Psychology edisi Februari 1996 semuanya menggunakan uji signifikansi, dari 17 penelitian yang dimuat di Journal of Abnormal Psychology edisi februari 1996 semuanya menerapkan uji signifikansi. Greenwald (1993) berusahamendapatkan informasi dari penulis dan penelaah artikel yang disampaikan kepada Journal of Personality and Social Psychology selama periode 3 bulan pada tahun 1973 mengenai apa yang mereka lakukan bila mereka gagal dalam uji signifikansi. Jawabanyang diperoleh adalah 66% melakukan replikasi sebelum menyerahkan naskah, 28% membatalkan tulisannya, dan 6% tetap menyerahkan tulisannya. Dari informasi diatas dapat disimpulkan bahwa pengujian signifikansi hipotesis nol adalah hal yang seriusbagi para peneliti dan hal tersebut telah mempunyai dasar yang kuat.
KETERBATASAN UJI SIGNLFIKANSI: ILUSTRASI PADA ANALISIS KORELASI 2 VARIABEL Sugiyanto Ph.D
Buletin Psikologi Vol 8, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.9 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7434

Abstract

Dalam penelitian kuantitatif yang sederhana, pada umumnya hipotesis yang diajukan oleh peneliti berwujud hipotesis nul atau hipotesis alternatif. Pada hipotesis nul yang jarang dilakukan, peneliti menyatakan bahwa tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan. Sedangkan pada hipotesis alternatif yang Iebih sering dilakukan,peneliti menyatakan bahwa ada hubungan atau ada perbedaan. Pada kesempatan ini, fokusnya adalah hipotesis alternatif sebagai acuan bagi pembicaraan selanjutnya dengan hanya menyebutnya secara singkat sebagai hipotesis saja.

Page 1 of 1 | Total Record : 5