cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285311161133
Journal Mail Official
dio@uigm.ac.id
Editorial Address
Jalan Jend. Sudirman Nomor 62, 20 Ilir D IV, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30129, Indonesia.
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24773794     EISSN : 24773794     DOI : 10.36982/jge.v10i1.2166
Core Subject : Education,
Jurnal Bahasa dan Sastra contains research manuscripts related to the broad areas of Linguistics and Language Teaching. The journal is published twice a year July and December by the English Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Indo Global Mandiri. It is nationally and internationally reviewed by the journal editorial board as well as other academic experts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1" : 6 Documents clear
Significance of Electronic Picture Story Book in TEYL Tiray Febria Zananda
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.614 KB) | DOI: 10.36982/jge.v8i1.956

Abstract

ABSTRACTIn this digital era, the product of technology such as tablet PC, iPad, Smartphone, computer, internet access and electronic book reader are close in our daily life. This article highlights the benefit of using electronic picture story book. Electronic picture story book is one of the tools that can be used in teaching reading for young learners in the literacy activity. It is development of modern education which integrates with technology. Electronic picture story book  can be helpful as a supplement to the language.Young learners have their own perspective in comprehending a message. They have different way to transfer what they have in their mind. By having visualization, young learners will more enthusiastic and interested to read in order to get good stimulation through their imaginations. Electronic picture story book could be considered an aggregation of multi-pages, responsive and lively multi-media (includes information of characters, picture, voice , sounds effects, music, animation, etc). Visual aids in electronic picture story book are helpful for getting the information and mental representation. Electronic picture story book could become innovative and creative as their guide in the literacy activity. This article offers the potential ways to build children’ reading enthusiasm through electronic picture book.Keywords : Electronic picture story book, readingABSTRAKDi era digital ini, produk teknologi seperti PC tablet, iPad, Smartphone, komputer, akses internet, dan pembaca buku elektronik sangat dekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Artikel ini memberikan manfaat menggunakan buku cerita bergambar elektronik. Buku cerita bergambar elektronik adalah salah satu alat yang dapat digunakan dalam pengajaran membaca untuk pelajar muda dalam kegiatan literasi. Ini adalah pengembangan pendidikan modern yang terintegrasi dengan teknologi. Buku cerita bergambar elektronik dapat membantu sebagai pelengkap bahasa. Pembelajar muda memiliki perspektif mereka sendiri dalam memahami pesan. Mereka memiliki cara berbeda untuk mentransfer apa yang ada dalam pikiran mereka. Dengan memiliki visualisasi, pembelajar muda akan lebih antusias dan tertarik membaca untuk mendapatkan stimulasi yang baik melalui imajinasi mereka. Buku cerita bergambar elektronik dapat dianggap sebagai kumpulan multi-halaman, multi-media yang responsif dan hidup (termasuk informasi karakter, gambar, suara, efek suara, musik, animasi, dll). Bantuan visual dalam buku cerita bergambar elektronik sangat membantu untuk mendapatkan informasi dan representasi mental. Buku cerita bergambar elektronik bisa menjadi sesuatu yang inovatif dan kreatif sebagai panduan mereka dalam kegiatan literasi. Artikel ini menawarkan cara-cara potensial untuk membangun antusiasme membaca anak-anak melalui buku bergambar elektronik.Kata kunci : Buku cerita bergambar elektronik, keterampilan membaca
The Effectiveness of E-Learning as Teaching Media in EFL Classroom Desi Surayatika
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.778 KB) | DOI: 10.36982/jge.v8i1.742

Abstract

ABSTRACTThis research was made based used non-equivalent control group design that was conducted University of Indo Global Mandiri Palembang. The aim of this research was to find out the effectiveness of e-learning as teaching media in EFL classroom. In this research, there were two different samples to be judged their writing achievement. First is experimental group which was given a treatment and second is control group which was not given any treatment. As data source, a test in written test was used in this research. Before starting the research, a pre-test was taken from both groups and two raters scored the students’ written tests based on rubric score. After implementing the treatment, both groups were given a post-test and the same raters scored their tests to know the significant improvement and significant difference between the scores of both goups. The results indicated that by using this technique, the students’ writing achievement was improved. It was shown from the mean scores of pre-test in experimental group that increased from 43,30 to be 77,20 in post-test. The significant difference of the post-test scores between both of experimental and control groups could be seen from the results of the t-obtained of both groups. It was considered higher than the t-table. Accordingly, it could be claimed that teaching writing by using e-learning brought about an improvement in students’ writing achievement. This technique was good way to help students learning English.Keywords : improving, e-learningABSTRAKPenelitian ini di buat berdasarkan penelitian desain kelompok control tidak setara yang dilakukan di Universitas Indo Global Mandiri Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan menerapkan e-learning. Dalam penelitian ini, ada dua sampel yang berbeda untuk dinilai pada kemampuan menulis siswa. Pertama adalah kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dan yang kedua kelompok control yang tidak diberi perlakuan. Sebagai sumber data, tes dalam bentuk tertulis digunakan dalam penelitian ini. Sebelum memulai penelitian, pre-test diambil dari kedua kelompok dan dua penilai menilai kemampuan berbicara siswa berdasarkan skor rubrik menulis. Setelah menerapkan pengajaran, kedua kelompok diberi post-test dan penilai yang sama menilai kemmpuan menulis siswa untuk mengetahui peningkatan yang signifikan dan perbedaan yang signifukan antara skor kedua kelompok. Hasil menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknik ini, kemampuan menulis siswa meningkat. Hal itu di tunjukkan dari nilai rata-rata pre-test pada kelompok eksperimen yang meningkat dari 43,30 menjadi 77,20 pada saat post-test. Perbedaan yang signifikan pada saat post-test antara kedua kelompok eksperimen dan control dapat dilihat dari hasil t-hitung. Nilai tersebut dianggap lebih tinggi dari t-tabel. dengan demikian, dapat dikatakan bahwa mengajar kemampuan menulis dengan menggunakan e-learning meningkatkan kemampuan menulis siswa. Teknik ini adalah cara yang baik untuk membantu siswa belajar bahasa inggris.Kata kunci : peningkatan, e-learning
Significant Roles of Children’s Literature In Efl Ressy Novasyari
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.374 KB) | DOI: 10.36982/jge.v8i1.798

Abstract

ABSTRACTThis article describes about the concept of children’s literature, the genre and the role of children’s literature in teaching English as a foreign language. In Indonesia, English as a foreign language because Indonesian use Bahasa Indonesia for communication.Children’s literature is a kind of literary texts such as picture story books, fable, novel, short stories etc in order to make students interested in reading especially for English as a foreign language. Sometimes they feel bored and lazy to learn English because they think  that it is a  difficult subject therefore, English teacher in Indonesia usually teaches the students with language combination between Indonesia and English in teaching and learning  pocess in order to make their students understand what they learn. Not only that, teachers always use textbook as material in teaching and learning process without introducing  new material like literature text and usually the use of teacher-centered strategy in classroom without involving students. One  solution  for solving this problem is introducing literature in teaching and learning process. Motivating students to learn English Literature is one of the best approach for teacher in teaching of English language skills (reading, writing, speaking and listening) because it can make students enhance their knowledge from story that they read in literary text.Keywords : Childrens’ literature, genre and role of children’s literatureABSTRAKArtikel ini akan menjelaskan tentang konsep sastra anak-anak, macam-macam dan peran sastra terhadap anak-anak dalam mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing.Di Indonesia, Bahasa Inggris sebagai bahasa asing karena orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi.Sastra anak-anak adalah jenis teks sastra seperti buku cerita bergambar, dongeng, novel, cerita pendek dll supaya siswa tertarik membaca terutama untuk bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Terkadang mereka merasa bosan dan malas belajar bahasa Inggris karena mereka pikir itu adalah pelajaran yang sulit oleh karena itu guru pelajaran bahasa Inggris di Indonesia biasanya mengajar siswa dengan menggunakan bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahsa Inggris di proses belajar mengajar supaya siswa mengerti apa yang mereka pelajari. Tidak hanya itu, guru selalu menggunakan buku paket sebagai bahan ajar di proses belajar mengajar tanpa mengenalkan bahan ajar baru seperti teks sastra dan biasanya menggunakan strategi yang berpusat pada guru tanpa melibatkan siswa. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah memperkenalkan sastra dalam proses belajar mengajar. Memotivasi siswa untuk belajar Sastra Inggris adalah salah satu pendekatan terbaik untuk guru dalam mengajar keterampilan bahasa Inggris (membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan) karena itu dapat membuat siswa meningkatkan pengetahuan mereka dari cerita yang mereka baca dalam teks sastra.Kata kunci : Sastra Anak- anak, macam sastra dan peran sastra anak- anak
Improving The Eleventh Grade Students’ Reading Comprehension Achievement by using Folklore at MAN 2 Palembang Yolanda Gadis Baroqqah; Nike Angraini
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.957 KB) | DOI: 10.36982/jge.v8i1.921

Abstract

ABSTRACTThe objectives of the study were to find out (1) whether there was significant improvement of students’ reading comprehension achievement after being taught by using folklore (2) to find out whether there was significant mean difference of reading comprehension achievement between the students who were taught by using folklore and those who were not. The method of the study was quasi-experimental design, non-equivalent control design. The population was all the eleventh grade students’ at MAN 2 Palembang. Sixty-eight students were purposively selected and equally divided into experimental and control groups. The data were analyzed by using t-test (Paired Samples t-test and Independent Samples t-test). The findings revealed that by using folklore significantly improved the students’ reading comprehension achievement (t=17.158). The mean score of post-test in experimental group was75.06, meanwhile the mean score of post-test in control group was 59.59. The result in experimental group was better than control group. It means the use of folklore improved students’ reading comprehension achievement.Keyword : improving, folklore, reading comprehension achievementABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah ada peningkatan yang signifikan dari prestasi membaca siswa setelah diajarkan dengan menggunakan cerita rakyat (2) untuk mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata yang signifikan dari prestasi membaca antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan cerita rakyat dan mereka yang tidak diajarkan. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experimental, non-equivalent control design. Populasi didalam penelitian aadalah semua siswa kelas XI (Sebelas) di MAN 2 Palembang. Enam puluh delapan siswa dipilih secara purposif untuk menjadi sampel dalam penelitian ini dan dibagi rata ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Data yang didapat dianalisa dengan menggunakan uji-t (Paired Samples t-test and Independent Samples t-test). Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa dengan menggunakan cerita rakyat dapat meningkatkan prestasi membaca siswa secara signifikan (t = 17, 158). Nilai rata-rata posttest pada kelompok eksperimen adalah 75,06, sedangkan nilai rata-rata pada kelompok kontrol adalah 59,59. Hasil pada kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Ini berarti penggunaan cerita rakyat meningkatkan prestasi membaca siswa.Kata kunci : Peningkatan, cerita rakyat, prestasi membaca pemahaman
Improving Students’ Reading Comprehension On Narrative Texts Using Reap Strategy Heru Setiawan; Antoni Antoni
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.717 KB) | DOI: 10.36982/jge.v8i1.927

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research was to find out whether or not there was significant difference on reading comprehension achievement between the eleventh grade students of SMA Karya Ibu Palembang who were taught by using   REAP technique and those who were not. The population of this research was the eleventh graders of SMA Karya Ibu Palembang. 62 students were selected as the sample of this study by using purposive sampling technique. They were divided into two groups, experimental and control group. Each of them consisted of 31 students. To conduct this research, quasi experimental design was applied. The instrument for collecting data used was reading comprehension test that was distributed to the sample twice (pretest and posttest). There were 30 valid items of questions in the form of multiple choices. The result of the test was analyzed by percentage formula. The data obtained were also analyzed statistically by using SPSS. The result of the test showed that the significance two tailed was 0.027 which was lower than 0.05. With df 60, the result of independent sample t-test revealed that the t-table was 2.0003. As the t-obtained was higher than t-table (2.260), hence the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was confirmed. It can be said that there was a significant difference on reading comprehension achievement between the students who were taught by using REAP (Reading, Encoding, Annotating, Pondering) technique, and those who were not.Keywords : Reading Comprehension, REAP Technique, Narrative TextsABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan yang signifikan terhadap prestasi pemahaman membaca antara siswa kelas XI SMA Karya Ibu Palembang yang diajar dengan menggunakan teknik REAP dan yang tidak. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Karya Ibu Palembang. 62 siswa dipilih sebagai sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Masing-masing terdiri dari 31 siswa. Untuk melakukan penelitian ini, desain quasi eksperimental diterapkan. Instrumen untuk mengumpulkan data yang digunakan adalah tes pemahaman membaca yang dibagikan kepada sampel sebanyak dua kali (pretest dan posttest). Ada 30 item pertanyaan yang valid dalam bentuk pilihan ganda. Hasil tes dianalisis dengan rumus persentase. Data yang diperoleh juga dianalisis secara statistik dengan menggunakan SPSS. Hasil tes menunjukkan bahwa signifikansi two tailed adalah 0,027 yang lebih rendah dari 0,05. Dengan df 60, hasil dari sampel independen t-test menunjukkan bahwa t-tabel adalah 2.0003. Karena t-hitung lebih tinggi dari t-tabel (2,260), maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) dikonfirmasi. Dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pencapaian pemahaman membaca antara siswa yang diajar dengan menggunakan teknik REAP (Reading, Encoding, Annotating, Pondering), dan mereka yang tidak.Kata kunci: Pemahaman Membaca, Teknik REAP, Narrative Texts
The Advantages and Disadvantages of English Learning For Early Childhood Education in Indonesia Ayu Paramita Sari
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.321 KB) | DOI: 10.36982/jge.v8i1.955

Abstract

ABSTRACTEveryone is only able to speak one language, the language they acquired naturally and grow with that, but it does not close the possibility to speak more than one language with learn. Language is essentially a means of communication among the members of a society. Language becomes very important because everything that humans do with each other is with this media. Foreign language of course is different from the mother tongue. Whether a grammar, the use of letters and how to read that is different. And when a child is told to learn thousands of foreign language vocabulary, of course it will make them stressful because how to spell and pronounce it is different from the mother tongue. But when someone does an adaptation in the social environment, then someone will use language that is adapted to the situation and conditions. Indonesia is a unitary country and also called as multicultural country, because Indonesia has a variety of languages and cultures. Indonesia still has one language called as Indonesia Language which is used as a national language to unite various regional languages. English, which is a foreign language in Indonesia, has a big role for Indonesia itself. Learning language in the early childhood is a good and also bad in the same time.Keywords : Language, Foreign Language, Early Childhood, Mother TongueABSTRAKSetiap orang hanya dapat berbicara satu bahasa, bahasa yang mereka peroleh secara alami dan besar dengannya, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk berbicara lebih dari satu bahasa dengan belajar. Bahasa pada dasarnya adalah alat komunikasi di antara  masyarakat. Bahasa menjadi sangat penting karena semua yang manusia lakukan satu sama lain adalah dengan media ini. Bahasa asing tentu saja berbeda dengan bahasa ibu. Baik tata bahasa, penggunaan huruf dan cara membaca yang berbeda. Dan ketika seorang anak disuruh belajar ribuan kosakata bahasa asing, tentu saja itu akan membuat mereka stres karena cara mengeja dan mengucapkannya berbeda dari bahasa ibu. Tetapi ketika seseorang melakukan adaptasi di lingkungan sosial, maka seseorang akan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Indonesia adalah negara kesatuan dan juga disebut sebagai negara multikultural, karena Indonesia memiliki beragam bahasa dan budaya. Indonesia masih memiliki satu bahasa yang disebut sebagai Bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahasa nasional untuk menyatukan berbagai bahasa daerah. Bahasa Inggris, yang merupakan bahasa asing di Indonesia, memiliki peran besar bagi Indonesia sendiri. Belajar bahasa pada anak usia dini adalah hal yang baik dan juga buruk pada saat yang bersamaan.Kata kunci : Bahasa, Bahasa Asing, Pendidikan usia dini, Bahasa Ibu

Page 1 of 1 | Total Record : 6