cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarieff@uny.ac.id
Phone
+6285643439943
Journal Mail Official
jpok.uny@gmail.com
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24599891     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan is a journal published by Universitas Negeri Yogyakarta. The journal is published twice a year, in May and November. Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan biannually publishes research on various aspects of the sports and exercise sciences, including anatomy, biomechanics, performance analysis, physiology, psychology, sports medicine, sports nutrition, health, and well-being, as well as coaching and talent identification and physical education. The Journal also publishes review articles and book reviews. The Journal focuses on the human sciences, including responses to technologies such as the design of sports equipment and training facilities, athlete selection and recruitment, performance analysis or modification, and stress reduction. To be considered for publication, manuscripts must be original and relevant to the aforementioned topics. It is published by the Universitas Negeri Yogyakarta. However, the readership for this Journal covers academics to practitioners from a range of disciplines and topics of interest. All articles published in this journal have undergone rigorous peer review based on initial editor screening and anonymous refereeing.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2025)" : 5 Documents clear
Fleksibilitas dan peregangan untuk meningkatkan performa renang: Tinjauan komprehensif Pangastuti, Nur Indah; Sugiyanto, F; Tirtawirya, Devi
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.23408

Abstract

Fleksibilitas merupakan komponen penting dalam biomotor fisik atlet renang. Fleksibilitas yang baik akan memengaruhi efisiensi pergerakan teknik renang, rentang gerak, serta dapat mencegah terjadinya cedera pada atlet. Penelitian ini meninjau secara komprehensif dari berbagai sumber literatur mengenai fleksibilitas yang dikaitkan dengan olahraga renang ditinjau dari teknik renang dalam cakupan performa atlet. Pendekatan yang dilakukan dengan mengkajian peran fleksibilitas dalam olahraga renang, peran fleksibilitas pada performa atlet, serta jenis dan metode latihan fleksibilitas pada olahraga renang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui pencarian jurnal PubMed, Google Scholar, Sinta, serta Scoopus. Setelah melakukan analisis mengenai fleksibilitas dan teknik gerak renang didapatkan kesimpulan bahwa program pelatihan fleksibilitas yang dirancang dengan baik, tidak hanya akan meningkatkan performa gerakan teknik renang saja, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan performa secara keseluruhan dan mengurangi risiko cedera muskuloskeletal. Peregangan yang dilakukan sebaiknya tidak hanya berfokus pada fleksibilitas, namun juga pada kekuatan, keseimbangan, dan stabilitas inti. Otot yang teregang dengan baik, akan mengakibatkan sendi-sendi di sekelilingnya menjadi lebih fleksibel, hal tersebut mengakibatkan rentang gerak akan meningkat.
Tingkat pengetahuan dan implementasi komponen latihan penurunan berat badan pada remaja overweight Nurhadi, Farid Imam; Subagyo, Subagyo; Margono, Margono; Prihatanta, Hadwi
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.24192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan implementasi komponen latihan penurunan berat badan pada remaja overweight. Penelitian ini mengukur tingkat kepahaman remaja overweight terhadap komponen latihan FITT dan implementasinya saat latihan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif, melibatkan 301 remaja overweight. Data dikumpulkan melalui pengisian angket secara langsung, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 301 remaja overweight, tingkat pengetahuan pada komponen frekuensi 42,9% remaja paham tentang jumlah frekuensi latihan, sedangkan 57,1% tidak paham. Sebanyak 41,9% paham tentang intensitas, sedangkan 58,1% tidak paham. Sebanyak 49,8% mengetahui durasi latihan penurunan berat badan, sedangkan 50,2% tidak paham. Sebanyak 48,8% mengerti jenis latihan untuk menurunkan berat badan, sedangkan 51,2% tidak paham. Hasil penelitian tentang implementasi komponen latihan menunjukkan bahwa hanya (15,3%) yang melakukan latihan dengan frekuensi minimal 3 kali dalam satu minggu, sedangkan 84,7% tidak mampu memenuhi frekuensi latihan. Terdapat 10,9% yang mengukur denyut nadi selama latihan, sedangkan 89,1% tidak melakukan. Sebanyak 48,2% melakukan latihan dengan durasi minimal 30 menit, sedangkan 51,8% tidak memenuhi. Terdapat 55,8% melakukan latihan dengan jenis latihan aerobik, sedangkan 44,2% melakukan latihan dengan jenis latihan anareobik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada remaja overweight memiliki tingkat pengetahuan tentang komponen latihan untuk menurunkan berat badan dan juga implementasi atau penerapan wawasan tentang komponen latihan untuk menurunkan berat badan juga belum terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bersama bahwa perlu adanya sosialiasi yang massive dan terukur untuk mengaktifkan para remaja overweight. Pemahaman dan kontrol terhadap implementasi latihan untuk penurunan berat badan di lapangan sangat penting dilakukan, hal ini dimaksudkan supaya komponen FITT program latihan untuk remaja overweight  dapat terpenuhi dan memberikan hasil latihan yang maksimal.Knowledge level and implementation of weight loss exercise components in overweight adolescentsAbstract: This study aims to determine the level of knowledge and implementation of weight loss exercise components in overweight adolescents. This study measured the level of understanding of overweight adolescents of FITT exercise components and their implementation during exercise. The research method used descriptive quantitative, involving 301 overweight adolescents. Data was collected through direct questionnaire filling, then analysed using descriptive statistics. The results showed that out of 301 overweight adolescents, the level of knowledge on the frequency component 42.9% of adolescents understood the number of exercise frequencies, while 57.1% did not understand. A total of 41.9% understood about intensity, while 58.1% did not understand. 49.8% knew the duration of weight loss exercise, while 50.2% did not. A total of 48.8% understood the types of exercises for weight loss, while 51.2% did not understand. The results of the study on the implementation of the exercise component showed that only (15.3%) performed exercises with a frequency of at least 3 times a week, while 84.7% were unable to fulfil the frequency of exercise. There were 10.9% who measured pulse rate during exercise, while 89.1% did not. A total of 48.2% performed exercises with a minimum duration of 30 minutes, while 51.8% did not fulfil. There were 55.8% who performed aerobic exercise, while 44.2% performed anareobic exercise. The results of this study indicate that overweight adolescents have a level of knowledge about the components of exercise to lose weight and also the implementation or application of insight into the components of exercise to lose weight has also not been fulfilled. Based on the results of this study, it can be seen that there is a need for massive and measurable socialisation to activate overweight adolescents. Understanding and controlling the implementation of exercise for weight loss in the field is very important, this is intended so that the FITT component of the exercise programme for overweight adolescents can be fulfilled and provide maximum exercise results.
Eksplorasi Kesadaran dan Keterlibatan Mahasiswa terhadap Olahraga Fullball Antoni, Muhammad Sigit; Nurhidayat, Jauza Aqila; Kumoro, Riski; Murti, Yogaswara Hayu; Revantyo, Bayu Akbar; Ubaidah, Abusamah Farhan; Ravanesta, Imanuel Pascal; Suhana, Adji Pangestu; Ramadhan, Alana Tegar Jelang; Mutaqi, Muhammad Yasfa Al
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.23568

Abstract

Seiring perkembangan zaman, berbagai jenis olahraga terus bermunculan, menawarkan alternatif aktivitas fisik yang menarik dan menyenangkan bagi generasi muda. Salah satu olahraga yang relatif baru dan mulai dikenal di Indonesia adalah Fullball. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan minat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terhadap olahraga Fullball, sebuah olahraga inovatif yang relatif baru dan mulai dikenal di Indonesia. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan melibatkan 58 mahasiswa sebagai responden, terdiri dari 28 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan serta 30 mahasiswa dari fakultas lain. Data dikumpulkan melalui angket daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% mahasiswa sudah pernah mendengar tentang Fullball, namun hanya 19% yang memiliki pengalaman bermain. Media sosial menjadi sumber informasi utama bagi 48,3% responden, diikuti oleh teman dan media lain. Sebanyak 51,7% mahasiswa pernah menyaksikan pertandingan Fullball, sedangkan 72,4% menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari olahraga ini. Meskipun demikian, 55,2% menilai promosi Fullball masih kurang efektif. Mayoritas mahasiswa (94,8%) percaya bahwa Fullball memiliki potensi besar untuk berkembang dan populer di kalangan generasi muda. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kesadaran terhadap Fullball sudah cukup tinggi, pengalaman langsung dan promosi perlu ditingkatkan untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Implikasi praktis penelitian ini menekankan perlunya kolaborasi antara pihak kampus, pengelola olahraga, dan komunitas untuk mengembangkan program pelatihan, turnamen, serta kampanye digital yang kreatif dan interaktif. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi pengembangan Fullball di lingkungan perguruan tinggi dan dapat menjadi acuan bagi strategi promosi olahraga baru di masa depan.
Studi rata-rata kecepatan jalan kaki masyarakat kota Salatiga di ruang terbuka publik Wibowo, Cahyo; Putra, Kukuh Pambuka; Maulana, Jon; Antoni, Muhammad Sigit
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.22837

Abstract

Abstrak: Jalan kaki merupakan salah satu aktivitas fisik sederhana yang dapat diakses oleh semua kalangan dan memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kebugaran jasmani dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kecepatan berjalan masyarakat Kota Salatiga. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, melibatkan 132 responden. Data dikumpulkan melalui survei dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,73% responden memiliki kecepatan berjalan tinggi (1,39 m/s ke atas), sedangkan 27,27% berada pada kategori kecepatan sedang (0,12 – 1,38 m/s). Tidak ditemukan responden dengan kecepatan berjalan rendah (0,1 – 0,11 m/s). Tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dalam hal kecepatan berjalan, menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kecepatan berjalan adalah kondisi fisik, usia, dan cedera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kecepatan berjalan dapat dijadikan indikator kesehatan, dan aktivitas fisik seperti berjalan kaki berkontribusi positif terhadap kebugaran jasmani serta pengurangan risiko penyakit degeneratif. Masyarakat Salatiga menunjukkan minat yang tinggi terhadap penggunaan ruang publik untuk aktivitas fisik, yang berpotensi mendukung upaya pencegahan penyakit. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penyediaan dan pengelolaan ruang publik yang mendukung aktivitas fisik untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.A Study on the average walking speed of salatiga city residents in public open spacesAbstract: This study aims to determine the average walking speed of Salatiga City residents. The method used is a descriptive quantitative approach with observational techniques involving 132 respondents. Data were collected through surveys and analyzed using descriptive statistical methods. The results indicate that 72.73% of respondents exhibited a high walking speed (1.39 m/s and above), while 27.27% were categorized as having a moderate walking speed (0.12–1.38 m/s). No respondents were found in the low walking speed category (0.1–0.11 m/s). There was no significant difference in walking speed between genders, suggesting that the primary factors influencing walking speed are physical condition, age, and injury. The study concludes that walking speed can serve as an indicator of health, and physical activities such as walking contribute positively to physical fitness and reduce the risk of degenerative diseases. The people of Salatiga demonstrate a high interest in utilizing public spaces for physical activities, which can potentially support disease prevention efforts.
Analisis hubungan kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap VO₂max mahasiswa Rizqiyanti, Yeni; Widiyanto, Widiyanto; Setyawan, Hendra
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.23785

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa program studi olahraga guna mendukung aktivitas akademik, praktikum, dan kesiapan fisik dalam mengikuti perkuliahan. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani adalah kapasitas aerobik maksimal (VO₂max), yang merefleksikan kemampuan sistem kardiorespirasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap hasil tes VO₂max pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode total sampling yang melibatkan 31 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan meliputi Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur frekuensi latihan, serta tes Cooper 12 menit untuk memperoleh data VO₂max secara langsung. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi latihan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil VO₂max (p 0,05), sedangkan kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p 0,05). Simpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan frekuensi latihan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa, khususnya dalam aspek kapasitas aerobik. Implikasi dari hasil ini memperkuat pentingnya pelaksanaan program latihan fisik secara rutin dalam lingkungan pendidikan olahraga, serta memberikan rekomendasi agar penelitian lanjutan mengkaji variabel lain seperti intensitas latihan, durasi tidur, atau faktor gizi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5