cover
Contact Name
Qurani
Contact Email
bessequrani@unm.ac.id
Phone
+6281355777674
Journal Mail Official
st.aisyah@unm.ac.id
Editorial Address
Alamat redaksi : Jurusan PKK Fakultas Teknik Kampus UNM, Parangtambung Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Home Ec
ISSN : 19075081     EISSN : 27760081     DOI : -
HomeEc merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Makassar yang dikelola oleh jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik. Jurnal ini adalah media penuangan kajian dan hasil penelitian pendidikan dan non kependidikan berbagai bidang ilmu meliputi bidang pendidikan kesejahteraan keluarga, tata busana, tata rias, tata boga, gizi, pangan, pariwisata dan perhotelan. Jurnal HomeEC diharapkan dapat memberikan gambaran tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kesejahteraan keluarga.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 NOV (2010)" : 10 Documents clear
STRATEGI ASESMEN YANG OBJEKTIF DAN BERKEADILAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA SMK Syahrul Syahrul
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui berhasil tidaknya suatu pembelajaran perlu dilakukan kegiatan asesmen (penilaian) dan sebaliknya hasil-hasil asesmen dapat digunakan untuk merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Suatu proses pembelajaran yang baik harus diikuti dengan teknik asesmen yang tepat pula. Implikasi dari telah bergesernya paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju kepada aktivitas kelas yang berpusat pada siswa, maka dalam kegiatan asesmen pun hendaknya dapat melibatkan siswa. Strategi asesmen yang melibatkan siswa yang  kemudian dipadukan dengan asesmen yang dilakukan oleh guru maka akan diperoleh hasil asesmen yang objektif dan berkeadilan bagi siswa. Dengan keterlibatan siswa dalam proses asesmen maka dapat meningkatkan keredibilitas dan akuntabilitas hasil penilaian, dan dapat mencegah ketidaktepatan keputusan didaktik oleh guru, baik dalam perencanaan, proses, maupun hasil pembelajaran (kompetensi) siswa. Dalam kaitan ini, salah satu model asesmen yang melibatkan siswa adalah asesmen teman sejawat (peer assessment). Penggunaan asesmen teman sejawat dapat meningkatkan validitas, konsistensi dan keajegan keputusan didaktis dan penetapan nilai akhir siswa dalam aktivitas pembelajaran. Bagi siswa SMK, selain menumbuhkan kepuasan terhadap hasil asesmen, keterlibatan mereka dalam kegiatan asesmen juga dapat meningkatkan prestasi akademik, menciptakan kemampuan melakukan hubungan sosial dan kerjasama yang lebih baik, menanamkan kejujuran, dan mampu mengembangkan saling percaya di antara sesama individu maupun kelompok.   Keywords: Strategi, Asesmen. Objektif. Berkeadilan. Pembelajaran, SMK
BUDIDAYA ULAT SUTERA DALAM MENUNJANG USAHA PERSUTERAAN DI SULAWESI SELATAN Sitti Aisyah
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidayaan ulat sutera di Sulawesi Selatan adalah untuk menunjang kegiatan persuteraan, pembudidayaan ini dilakukan di Balai Persuteraan Bii-Bili Kabupaten Gowa,  jenis ulat sutra yang dibudidayakan adalah hasil persilangan antara bibit ulat sutera dari Cina (Bc 117) dengan bibit ulat sutera  dari Jepang (BN 18), Hasil persilangan tersebut menghasilkan jenis bibit F1 dengan kualitas kokon yang lebih besar dan panjang serat ± 1000 meter. Jenis inilah yang dikembang biakkan di Perum Perhutani di Kabupaten Soppeng dan disertifikasi untuk didistribusikan kepada masyarakat. Pemeliharaan ulat sutera yang dilakukan pada masyarakat masih sangat sederhana dan belum memenuhi standar serta suplai makanan (daun murbey) belum mencukupi akibatnya hasil produksi kokon dan benang sutera dalam kualitas masih rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.   Key Word: Budidaya ulat sutera, pemurnian jenis, pemeliharaan ulat sutera
KOMPONEN-KOMPONEN AKREDITASI PROGRAM DIPLOMA VOKASIONAL Abdul Muis Mappalotteng
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses akreditasi merupakan penilaian terhadap komponen-komponen yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan program diploma untuk mencapai kualitas pendidikan sesuai dengan standar atau ketentuan yang telah ditetapkan, dan sesuai pula dengan karakteristik program pendidikan diploma. Komponen-komponen tersebut merupakan komponen kegiatan sehari-hari yang berlaku di setiap lembaga pendidikan. Proses akreditasi program diploma yang dimaksudkan adalah akreditasi terhadap lembaga penyelenggara program diploma tersebut yang meliputi beberapa program studi tingkat diploma satu sampai dengan diploma empat.   Keywords: komponen akreditasi, Program Diploma
ANALISIS TATA KELOLA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DI SMK NEGERI 8 MAKASSAR. Ngadimin Ngadimin
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui gambaran tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di SMK Negeri 8 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian ditetapkan secara purposive sampling Teknik analisis data yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) penyediaan fasilitas TIK dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan alokasi dana yang tersedia, pembagian tugas dan tanggung jawab kurang jelas, pengadaan fasilitas TIK mengalami keterlambatan serta pengawasan penggunaan fasilitas TIK kurang. Sedangkan gambaran tata kelola proses pembelajaran berbasis TIK, umumnya guru-guru SMK Negeri 8 Makassar telah merencanakan penggunaan fasilitas TIK dalam pembelajaran. Namun kenyataannya dalam proses pembelajaran  sebagian guru tidak konsisten dengan skenario yang telah ditulis dalam RPP. Pembelajaran dengan menggunakan fasilitas TIK secara konsisten telah dilakukan pada mata pelajaran ’front office’ dengan menggunakan ’soft ware Fidelio System’ dan ’Galileo’ pada kompetensi keahlian Usaha Perjalanan Wisata. 2) Faktor-faktor pendukung  tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di SMK Negeri 8 Makassar adalah fasilitas TIK sesuai kebutuhan dilengkapi dengan jaringan internet dan WiFi,  loyalitas guru-guru SMK Negeri 8 Makassar dalam menjalankan tugas pengajaran serta regulasi atau aturan yang disepakati bersama walaupun belum memberikan hasil yang maksimal. 3) Faktor-faktor penghambat  tata kelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di SMK Negeri 8 Makassar adalah kemampuan guru di bidang TIK masih kurang, lebih 50% belum bisa menggunakan  komputer.  Lemahnya kemampuan di bidang TIK secara tim di SMK Negeri 8 Makassar dapat mengakibatkan lemahnya pengorganisasian dan pelaksanaan  pembelajaran berbasis TIK, sehingga manfaat TIK dalam pembelajaran dapat dirasakan.   Keywords: Tata kelola, Pembelajaran berbasis TIK
TEKNIK PENGOLAHAN KOKON MENJADI BENANG SUTERA PADA SENTRA PRODUKSI SUTERA DI SULAWESI SELATAN Kurniati Kurniati
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat sutera berbentuk filamen, yang dihasilkan oleh larva ulat Bombyx mori sutera waktu membentuk kepompong. Proses terjadinya filamen sutera berawal dari kupu-kupu bertelur dan bila telur menetas akan keluar ulat sutera . Setelah ulat sutera dewasa akan membuat sarang kepompong dan kemudian ulatnya akan berubah menjadi pupa di dalam kepompong, kokon tersebut tersebut merupakan bahan baku untuk benang sutera. Untuk mengolah kokon menjadi benang sutera ada lima macam alat pengokonan yang dapat digunakan yakni seriframe, bambu,hyakunen,rotary, mukade. Hasil produksi kokon dari lima alat tersebut adalah seriframe sebanyak 29 gr, bambu 29 gr, hyakunen 30 gr, rotary 30 gr, mukade 28 gr. Penanganan kokon Setelah kokon dipanen maka dilakukan flossing atau pengambilan serat-serat yang ada pada permukaan kulit kokon. Pemintalan adalah suatu proses penarikan filament dari kokon dan digulung (reeled) pada kincir. Kegiatan usaha ini merupakan mata rantai dari kegiatan sericulture (budidaya murbei dan pemeliharaan ulat) serta kegiatan berikutnya yang disebut manufacture. Key Words: Pengolahan kokon, benang sutera
PENGARUH SUHU DAN TEKANAN VAKUM TERHADAP PENGUAPAN AIR DAN PERUBAHAN WARNA (a) KERIPIK BUAH SELAMA PROSES PENGGORENGAN VAKUM Jamaluddin Jamaluddin
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna (a) menunjukkan warna kromatik antara merah dan hijau, warna (a) adalah salah satu yang berpengaruh pada warna keripik buah, agar warna (a) pada buah tidak banyak mengalami perubahan selama penggorengan, maka perlu pengendalian proses dengan cara memperhatikan kondisi dan perubahan yang terjadi selama penggorengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan tekanan terhadap penguapan air, penurunan kadar sukrosa dan perubahan warna (a) pada keripik buah selama proses penggorengan vakum. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu 90 dan 100OC, lama penggorengan 15 sampai 60 menit dan tekanan vakum 10 dan 15 kPa. Parameter yang diamati adalah warna (a), kadar air dan kadar sukrosa sebelum dan setelah sampel digoreng. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna a dipengaruhi oleh suhu dan tekanan vakum. Disamping itu perubahan warna a juga dipengaruhi oleh penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa dari dalam padatan, bilamana penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa dari dalam padatan belum konstan sebelum kadar air dan kadar sukrosa mencapai 15% warna a terus mengalami perubahan, namun ketika penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa mulai konstan atau di bawah 15% warna a juga sudah cenderung konstan.   Keywords :  Suhu, tekanan, kadar air, kadar sukrosa dan warna (a).
PEMBELAJARAN INOVATIF Mardawiah Kadir
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang mengandung muatan pembaharuan, pembelajaran ini semakin populer ketika para pendidik menyadari bahwa dinamika masyarakat semakin hari semakin tumbuh dan berkembang, seirama tumbuh dan berkembangnya teknologi komunikasi pembelajaran. Kalau dulu sumber pembelajaran satu-satunya adalah guru, dan karena itu guru dianggap sebagai tokoh sentral dalam kelas, maka kini anggapan itu telah berubah, guru bukan lagi satu-satunya, bahkan boleh jadi dalam beberapa hal peserta didik  menjadi sumber pertama dan utama dalam kelas. Dengan demikian pemebelajaran inovatif muncul sebagai akibat seseorang merasakan adanya anomali atau krisis pada paradigma yang dianutnya dalam memecahkan masalah belajar. Oleh sebab itu, dibutuhkan paradigma baru yang diyakini mampu memecahkan masalah, beberapa diantara paradigma tersebut melahirkan beberapa teori yang mendasari pembelajaran inovatif seperti teori Kognitif bahwa belajar itu terjadi dalam organisme manusia melalui proses yang bermakna yang menghubungkan peristiwa atau butir baru pada aspek kognitif yang ada. Selanjutnya teori Humanistik atau Teori Sosial yang menyebut bahwa Proses belajar tidak hanya terjadi karena seseorang mendapatkan stimulus dari lingkungannya dan meresponnya tetapi terjadi pula karena pelaku belajar berkomunikasi dengan individu lainnya, terakhir adalah teori Gestalt yang menekankan bahwa proses belajar tidak terpisahkan tetapi merupakan totalitas dalam membentuk medan belajar.   Keywords : Pembelajaran, Inovatif
PENGGUNAAN MICROSOFT POWER POINT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (Contextual Teaching and Learning/CTL)
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metodologi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai, penggunaan Microsoft power poin sebagai media pembelajaran dengan pendekatan kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran kontekstual, tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar.  agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta  mempraktekkan media yang dipakai  pada saat mengajar. Dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi, E. Mulyasa (2003) mengetengahkan lima model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan Kurikulum Berbasis Kompetensi; yaitu : (1) Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning); (2) Bermain Peran (Role Playing); (3) Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning); (4) Belajar Tuntas (Mastery Learning); dan (5) Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction). Sementara itu, Gulo (2005) memandang pentingnya strategi pembelajaran inkuiri (inquiry).   Key Words: Media Pebelajaran, Guru, Metode
ANAK, MEDIA MASSA, DAN PORNOGRAFI Syamsidah Syamsidah
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat silang pendapat  oleh para ahli  mengenai efek media massa khususnya pada anak. Ada yang menyebut bahwa media massa telah memberi kontribusi positif kepada anak, menambah pengetahuan (knowladge), merobah sikap mental  dan ahlak yang baik dan mendorong  untuk berprilaku yang positif. Dilain pihak sejumlah penelitian membuktikan  bahwa media massa bukan memberi kontribusi ke arah pro-sosial malah  justru anti sosial  bagi perkembangan anak. Pornografi merupakan salah satu yang memberi kontribusi negatif bagi tumbuh kembang anak, namun demikian tidak semua budaya sependapat dengan pernyataan itu. di negara-negara dimana agama tidak lagi menjadi bagian penting dalam kehidupan  masyarakat, pornografi dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja. Di Amerika Serikat pornografi sudah menjadi bagian hidup masyarakat, demikian populernya sehingga ia menjadi industri dan bisnis besar. Hiburan yang menampilkan keelokan tubuh wanita ini meraup uang  jauh lebih besar ketimbang bisnis pertunjukan olah raga bola paling populer (football, basketball, dan base-ball sekaligus). Bukan hanya itu, orang Amerika juga menghamburkan  dana lebih banyak untuk film porno dibanding nonton bioskop atau nonton pertunjukan seni lainnya. Kita berharap bahwa agama dan budaya yang kita miliki dapat  menjadi perisai sekaligus pengendali agar pornografi yang ditampilkan oleh media massa tidak meracuni anak-anak kita. Keywords  : Anak, Media Massa , Pornografi
FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA MATTAROPURAE KECAMATAN AMALI KABUPATEN BONE Sukriati Firman
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi 412 orang, jumlah sampel sebanyak 103 orang yang dipilih berdasarkan tingkat umur. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya kebanyakan anak perempuan yang putus sekolah dan tingkat pendidikannya hanya sampai tingkat SD. Ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulakan faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae adalah kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, faktor kenakalan remaja, faktor jarak yang jauh dan kurangnya transportasi serta faktor ekonomi lemah.   Keywords: Faktor penyebab , anak,  putus sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10