cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
UJI MIKROBIOLOGIS SUSU SAPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESAZURIN PADA BERBAGAI LOKASI PENGUMPUL SUSU SAPI DI KOPERASI PETERNAK SAPI PERAH BAYONGBONG Intan Febrian Susanti
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.99 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas  susu sapi dengan metode resazurin berdasarkan lama waktu reduksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Objek dalam penelitian ini adalah susu sapi perah segar hasil peternakan sapi perah di kecamatan Bayongbong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu dengan melakukan pemeriksaan terhadap adanya mikroba pada sampel susu dengan menggunakan uji Resazurin dan data yang didapat dari hasil pemeriksaan selanjutnya dianalisis berdasarkan statistik dan literatur. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian diperoleh dari lokasi Bebedahan pada menit ke 15, 30, dan 60 berturut-turut termasuk kriteria  “Sangat Baik”, “Sangat Jelek”, dan “Sangat Jelek”; dari lokasi Ciponok, pada menit ke 15, 30, dan 60 berturut-turut termasuk kriteria  “Sangat Baik”, “Sangat Baik”, dan “Baik”; dan dari lokasi Olan, pada menit ke 15, 30, dan 60 berturut-turut termasuk kriteria “Sangat Baik”, “Sangat Baik”, dan “Baik”.Kata Kunci: Susu sapi, Resazurin AbstractThe purpose of this study was to determine the quality of cow's milk by resazurin method based on the length of time reduction. This research was conducted in June 2017. The object of this research is milk dairy cow fresh dairy cattle breeding in Bayongbong district. The method used in this research is descriptive method with quantitative approach, that is by checking the existence of microbe in milk samples by using Resazurin test and data obtained from examination result then analyzed based on statistic and literature. The design used in this research is the experimental design using Completely Randomized Design (RAL). The results were obtained from Bebedahan location on 15, 30 and 60 minutes respectively including "Very Good", "Very Poor", and "Very Poor" criteria; from the location of Ciponok, at 15, 30 and 60 minutes respectively including "Excellent", "Very Good" and "Good" criteria; and from the Olan site, at 15, 30 and 60 minutes respectively including "Excellent", "Very Good" and "Good" criteria. Keywords: Cow Milk, Resazurin
ANALISIS PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Nurhadiani S.Pd
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.784 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan keterampilan proses sains siswa dalam kegiatan pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati di SMA NEGERI 6 GARUT. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam satu kali pertemuan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA, sedangkan sempel yang digunakan adalah kelas X MIPA 7. Istrumen yang digunakan dalam peneltian ini adalah lembar observasi. Adapun kemampuan keterampilan proses sains siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah keterampilan mengamati, keterampilan menggunakan alat dan bahan, keterampilan mengklasifikasikan, dan keterampilan mengkomunikasikan. Analisis data yang digunakan dengan pensekoran terhadap setiap indikator kemampuan keterampilan proses sains siswa pada jenjang sangat baik sekali, baik, cukup dan kurang baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum tingkat kemampuan keterampilan proses sains dalam kegiatan pembelajaran berada pada predikat baik, hal ini ditunjukkan dengan presentase 72,56 %. Kondisi ini sesuai dengan data hasil penelitian yang diperoleh pada tiap indikator-indikator keterampilan proses sains yaitu: (1) Keterampilan mengobservasi 76,0 % menunjukkan keterampilan dengan predikat baik, (2) Keterampilan menggunakan alat dan bahan 83,3 % menunjukan keterampilan dengan predikat baik sekali, (3) keterampilan mengklasifikasikan 60,62%dengan predikat cukup, (4) keterampilan mengkomunikasikan 70,35 % menunjukkan predikat baik.Kata Kunci : Keterampilan Proses Sains, Lembar Observasi, Keanekaragaman Hayati AbstractThis study aims to describe the level of ability of students' science process skills in learning activities on biodiversity material in SMA 6 GARUT. The method used in this research is descriptive method. Learning activities carried out in one meeting. The population in this study were all students of class X MIPA, while the sample used was class X MIPA 7. The instrument used in this study was the observation sheet. As for the ability of students' science process skills observed in this study were observing skills, skills using tools and materials, classifying skills, and communicating skills. Analysis of the data used by scoring for each indicator of the ability of students' science process skills at a very good level, good, enough and not good. The results showed that in general the level of ability of science process skills in learning activities was in good predicate, this was indicated by a percentage of 72.56%. This condition is consistent with the research data obtained on each indicator of science process skills, namely: (1) Observation skills 76.0% show skills with good predicate, (2) Skills using tools and materials 83.3% show skills with a predicate very good, (3) the ability to classify 60.62% with enough predicate, (4) the skill of communicating 70.35% shows the good predicate.Keyword: science process skills, observation sheet, biodiversity
PENGARUH PEMBERIAN Trichoderma DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) VARIETAS TM 99 Nina Nurjanah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.819 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis Trichoderma terhadap pengendalian penyakit layu Fusarium di pertanaman cabai keriting (Capsicum annum L. ) dan untuk mengetahui dosis manakah yang paling signifikan dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium di pertanaman cabai keriting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan dosis Trichoderma terdiri dari lima perlakuan yaitu A (0 gram/polybag), B (5 gram/polybag), C (10 gram/polybag), D (15 gram/polybag), E (20 gram/polybag). Pengamatan dilakukan pada persentase tingkat serangan layu Fusarium tiap bulan. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase tingkat serangan layu Fusarium pada berbagai dosis Trichoderma (0,05). Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan perlakuan E (20 gram/ polybag) memberikan hasil terbaik dalam pengendalian penyakit layu Fusarium dengan rata-rata persentase serangan 20%, sedangkan perlakuan A(0 gram/ polybag) menunjukkan rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium tertinggi yaitu 77%, sedangkan perlakuan B (5 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 70%, perlakuan C (10 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 45%, perlakuan D (15 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 29%.Kata Kunci : Trichoderma sp, Fusarium sp, Cabai Keriting (Capsicum annum L.) AbstractThis study aims to find out the effect of various doses of Trichoderma on the control of Fusarium withered disease in curly chili peppers (Capsicum annum L.) and to find out which doses are most significant in controlling Fusarium withered disease in curly chili peppers. The method used in the study was an experimental method with a randomized group design (RAK) with five treatments and five repeats. Trichoderma dose treatment consists of five treatments namely A (0 grams / polybag), B (5 grams / polybag), C (10 grams / polybag), D (15 grams / polybag), E (20 grams / polybag). Observations were made at the percentage rate of Fusarium withered attacks each month. Based on the results of statistical tests there was a significant difference in the percentage rate of Fusarium withered attacks at various doses of Trichoderma (0.05). Observations in the field showed the treatment E (20 grams / polybag) provided the best results in the control of Fusarium withered disease with an average attack percentage of 20%, while the treatment A(0 grams / polybag) showed the average percentage of the highest Fusarium withered attack rate at 77%, while the B treatment (5 grams / polybag) average percentage of Fusarium withered attack rate by 45%, D treatment (15 grams/polybag) averaged fusarium withered attack rate percentage of 29%. Keywords: Trichoderma sp, Fusarium sp, Curly Chili (Capsicum annum L.)
PENGARUH MEDIA PDA (POTATOS DEXTROSE AGAR) DENGAN KONSENTRASI DEXTROSE YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR TIRAM PUTIH ( Pleurotus ostreatus ) Mustofa Jamil
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.7 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi Dextrose yang berbeda dalam media PDA (Potatos Dextrose Agar) terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan sebanyak lima perlakuan, antara lain penambahan Dextrose dengan konsentrasi 10 gram, 15 gram, 20 gram, 25 gram, dan 30 gram. Jumlah sampel penelitian yaitu sebanyak 25 media. Setelah dilakukan inokulasi atau peletakan bibit jamur tiram kedalam media selanjutnya penginkubasian selama dua belas hari dan dilakukan pencatatan pertumbuhan setiap dua hari sekali, kemudian data pertumbuhn miselium jamur tiram putih diolah menggunakan uji statistik diantaranya uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (anova) dan uji lanjutan (post hoc test). Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan uji statistik, dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh penambahan konsentrasi Dextrose yang berbeda terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Adapun pemberian konsentrasi Dextrose yang berpengaruh optimum untuk pertumbuhan miselium jamur tiram putih, yaitu penambahan Dextrose dengan konsentrasi 20 gram dengan parameter yang diukur adalah percepatan pertumbuhan miselium per dua hari satu kali selama dua belas hari.Kata kunci : PDA (Potatos Dextrose Agar), pertumbuhan,  jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) AbstractThis reasearch aims to determine the effect of different Dextrose concentrations in PDA (Potatos Dextrose Agar) media on the growth of white oyster mushroom mycelium (Pleurotus ostreatus). The method used in this reasearch was the experimental method and used a completely randomized design (CRD) with a total treatment of five treatments, including the addition of Dextrose with a concentration of 10 grams, 15 grams, 20 grams, 25 grams, and 30 grams. The number of research samples is 25 media. After inoculating or laying the seeds of oyster mushrooms into the media then incubating for twelve days and recording the growth every two days, then the white oyster mushroom mycelium growth data was processed using statistical tests including normality test, homogeneity test, hypothesis test (ANOVA) and test advanced (post hoc test). Based on the results of research and data processing using statistical tests, it can be seen that there are significant differences in the effect of adding different Dextrose concentrations to the growth of white oyster mushroom mycelium (Pleurotus ostreatus). The administration of Dextrose concentration which has the optimum effect for the growth of white oyster mushroom mycelium, namely the addition of Dextrose with a concentration of 20 grams with the measured parameters is the acceleration of mycelium growth every two days once for twelve days. Keywords: PDA (Potatos Dextrose Agar), growth, white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE DAN TOPICAL REVIEW PADA KONSEP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA SISWA Cucu S,Pd
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.715 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas VIII yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-teki Silang) dengan Topical Review (Tinjauan Topik) dalam pembelajaran Biologi pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol yang diambil secara acak kelas. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data berupa tes objektif untuk mengetahui perbedaan hasil yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle dan Topical Review. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: hasil belajar menunjukkan tidak terdapat perbedaan kemampuan yang signifikan antara kelas eksperimen I dengan kelas eksperimen II. Pada kelas eksperimen I yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle rata-rata pre-test nya () dan rata-rata post-test nya (). Adapun hasil belajar pada kelas eksperimen II yang menggunakan model Topical Review rata-rata pre-test nya () dan rata-rata post- test nya (). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa Terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle dengan Topical Review pada konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia.Kata Kunci : Crossword Puzzle, Topical Review, Pertumbuhan dan Perkembangan, Hasil Belajar AbstractThe purpose of this study is to find out the difference in learning outcomes of class VIII students who use crossword puzzle learning models with Topical Review in Biology learning on human growth and development materials. The samples in the study were class VIII-1 as an experimental class and class VIII-2 as a randomized control class. The instrument is used as a data collection tool in the form of objective tests to find out the difference in results using the Crossword Puzzle and Topical Review learning models. Based on the results of the data analysis showed that: the learning results showed no significant difference in ability between the experimental class I and the experiment class II. In the first experimental class using the Crossword Puzzle learning model the average pre-test (X̅ = 43.29) and its post-test average (X ̅ = 73.71). The results of learning in the second experimental class using the Topical Review model averaged its pre-test (X ̅= 38.71) and its post-test average (X ̅=70.29). Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is a difference in student learning outcomes between those who use the Crossword Puzzle learning model with Topical Review on the concept of Human Growth and Development.Keywords: Crossword Puzzle, Topical Review, Growth and Development, Learning Outcomes

Page 1 of 1 | Total Record : 5