cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2016)" : 7 Documents clear
MAKNA FILOSOFIS PADA PERUPAAN KEPALA WAYANG CEPAK INDRAMAYU TOKOH PANJI SONGSONG Rofiqoh Djawas
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.967 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1775

Abstract

AbstractIndramayu has a diversity of artistic traditions and one of them is Wayang Golek Cepak (rod puppet theatre). Currently, the puppet show is on the verge of extinction due to the lack of support of the community and local government. Meanwhile, if it is traced as the locality, Wayang Golek Cepak is one of the oldest art relics in Indramayu. The evidence has shown the fact about the presence of a puppet artifact which is over300 years old that belongs to a puppeteer, Akhmadi.Wayang Cepak of Indramayu has 7 characters of knight that are called as Panji. They are believed historically as the local hero characters of Indonesia. One of the characters who are considered as sacred by the puppeteers is Panji Songsong. This study focused on the phylosophy meaning and aesthetic value of the last Panji Songsong's form. It was ristricted to the study of the artifact of Panji Songsong's head that still remainsdue to the disappearance of its original identity of its fashion. This study was conducted by using the Concept of East Cultural Aesthetics which included Jakob Sumardjo's Esa Theory and Three Pattern Theory. The analysis from the study concluded that Panji Songsong has sacred meaning of divinity values. In its relation to the concept of aesthetic culture of the East, PanjiSongsong is considered as containing the mystical contents. According to the Three Pattern Theory, each piece of art that has a mystical meaning comes out as the result of the fusion of paradoxical dualism that has been unified in the indistinguishable form. Thus, such condition is thought as the cause of the sacred meaning that Panji Songsong possesses and why the character is frequently used as the intermediary toinvite the ancestral spirits. AbstrakIndramayu memiliki keragaman seni tradisi, salah satunya adalah kesenian Wayang Golek Cepak. Saat ini, kesenian tersebut diambang punah, karena minimnya dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. Sementara jikadirunut secara lokalitas, Wayang Cepak merupakan salah satu peninggalan kesenian tertua yang ada di Indramayu. Terbukti dengan adanya artefak wayang milik dalang Akhmadi yang berusia 300 tahun lebih. Wayang Cepak Indramayu, memiliki 7 tokoh ksatria yang diperankan oleh tokoh Panji. Pada sejarahnya Panji diyakini sebagai pahlawan yang memilikikarakter lokal Indonesia. Salah satu tokoh Panji yang paling disakralkan oleh para dalang adalah Panji Songsong. Penelitian ini menitikberatkan pada makna filosofis dan nilai estetis perupaan Panji Songsong, dengan batasan hanya mengkaji kepala artefak Panji Songsong yang masih utuh, karenaidentitas busana sudah hilang keasliannya. Penelitian ini dikaji menggunakan Konsep Estetika Budaya Timur yang di dalamnya mencakup Teori Esa dan Teori Pola Tiga Jakob Sumardjo.Bedasarkan analisa, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Panji Songsong memiliki makna sakral yang di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan. Berkaitan dengan Konsep Estetika Budaya Timur, Panji Songsong dianggap membawa hal yang mistis. Pada Teori Esa dan Pola Tiga, setiap benda seniyang memiliki makna mistis tersebut hadir dari peleburan paradoks dualisme, menjadi satu kesatuan bentuk tanpa pembeda pada perupaannya. Hal tersebut yang menjadikan tokoh Panji Songsong memiliki makna sakraldan kerap dijadikan sebagai perantara untuk mendatangkan roh-roh leluhur
ORNAMEN BATIK PESISIRAN DAERAH SUNDA Tity Soegiarty
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1640.144 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1776

Abstract

AbstractBatik in the Sunda (West Java) consisted of batik, whichis influence by Pesisiran batik and Priangan batik / Inland / Keratonan. Pesisiran batik motifs influenced the culture of China, Europe, India, Persian, and Arabic culture. Usually, the color in Pesisiranbatik used right colors like blue, yellow, and green. All the color of Pesisiran batik are brighter than Priangan batik. Pesisiran batik motif more varied because it does not dependona specific rules than batik keratonan, so the motive more dynamic and expressive.AbstrakIndramayu memiliki keragaman seni tradisi, salah satunya adalah batik di daerah Sunda (Jawa Barat) terdiri dari batik yang dipengaruhi batik Pesisiran dan batik batik Priangan / Pedalaman / Keratonan. Motif batik Pesisiran dipengaruhi budaya Cina, Eropa, India, Persia, dan Arab. Biasanya, warnabatik Pesisiran menggunakan warna-warna cerah seperti biru, kuning, dan hijau. Seluruh warna batik Pesisiran lebih cerah jika dibandingkan dengan batik Priangan. Motif hias batik Pesisiran lebih bervariasi karena tidak tergantung pada aturan tertentu jika dibandingkan dengan batik Keratonan, sehingga motifnya lebih dinamis dan ekspresif
PENELITIAN POTENSI PRODUK HASIL EKSPLORASI LIMBAH POLIESTER DARI INDUSTRI TAS Studi Kasus PT. Tasindo Tassa Industries Susi Hartanto; Rafael Trihardy
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.428 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1777

Abstract

AbstractAs main reference for this research, PT. Tasindo Tassa Industries produces around 3 tons of fabric waste from bags production, in which 80% is of polyester kind. Fabric waste are cheaply bought by local waste collector to be remaked as bucket, as oneexample. Other simple methods of processing fabric waste, such as patchwork, quilting, resin, and webbing are commonly made into craft products, and can be easily found anywhere. Hence, focus of this research is to explore polyester waste with certaintechnique with innovative value, and to design it into sellable products. Through focus group discussion and a series of experiments, polyester waste are made into bags collection using fabric manipulation technique. Results of this research can be used as reference to help home industry or small scale craftsmen to produce ready-to-sellproducts.AbstrakPT. Tasindo Tassa Industries sebagai studi kasus penelitian ini, menghasilkan sekitar 3 ton limbah kain hasil produksi tas, dimana 80% adalah jenis poliester. Sampah kain biasanya dibeli oleh bandar sampah dengan harga yang sangat murah untuk diproduksi lagi menjadi berbagai produk sederhana, sepertiember salah satunya. Sampah kain pada umumnya biasa diolah lagi menjadi produk kerajinan dengan teknik sederhana seperti patchwork, quilting, resin, dan anyam, yang bisa dengan mudah ditemukan dimana-mana. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi sampah poliester dengan teknik yangmemiliki nilai kebaruan dan merancangnya menjadi produk layak jual. Melalui focus group discussion dan eksperimen, sampah poliester dirancang menjadi koleksi tas dengan menggunakan teknik manipulasi kain. Hasil penelitian bisa dipakai sebagai acuan dasar untuk membantu industri skalarumahan atau pengrajin kecil memproduksi barang siap jual.
TAFSIR KAIN TENUN SONGKET BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT SEBAGAI ARTEFAK TRADISI INDONESIA Pongky Adhi Purnama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.333 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1778

Abstract

AbstractSongket is a native Indonesian cultural heritage, songket is spread across Indonesia with a variety of motifs and colors. Understanding motifs and colors that can not be in understood only with the visual language and modern aesthetics, because inunderstanding any culture, especially in Indonesia, which has Songket have a sense of the social and cultural beliefs.In particular songket from West Sumatra which has variety of motifs and colors and very destinct. All of the ornaments, symbols an colors are adapted by the belief from theorigin people and preserved until today. Bukittinggi is famously one of area in West Sumatra who produce songket.Interpretation of the meaning on the Songet's motive is necessary understood with the view of the local old belief and Indonesian philosophy of pre-history as weknow today.Symbols were presented a pattern of antagonistic dualism, the same motif but reversed so as to form a long series with different functions and different use. AbstrakKain tenun songket merupakan peninggalan budaya asli Indonesia, kain tenun songket ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan beragam motif dan warnanya. Pemahaman motif dan warna ini yang tidak bisa hanya di terjamahkan dalam bahasa rupa dan estetika modern, karena dalam memahami setiap kebudayaan terutama di Indonesia yang memiliki kaintenun songket memiliki sebuah arti sosial dan kepercayaan kebudayaan tersebut.Khususnya kain tenun songket yang berasal dari Sumatra Barat yang memiliki motif dan keragaman warna yang sangat khas. Keindahan ini lahir dari lingkungan dan kepercayaan yang dijaga kelestariannya hingga saat ini. Karakteristik kain tenun songket di wilayah Bukittinggi merupakan salah satu wilayah di Sumatra Barat yang banyak memproduksi kain tenun songketini. Penafsiran arti dari motif kain songket ini perlu di pandang dari sisi kepercayaan lama daerah setempat dengan filsafat Indonesia pra sejarah sehingga terciptanya motif kain songket khas Bukittinggi yang kita kenal saat ini. Simbol yang dihadirkan merupakan pola dualisme antagonistik, motif yang sama tapi dibalikan sehingga membentuk suatu rangkaian panjangdengan fungsi yang berbeda dan penggunaan yang berbeda.
PERUBAHAN VISUAL RAGAM HIAS PARANG RUSAK Ulfa Universitas Trilogi Septiana; Rizki Universitas Trilogi Kurniawan
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.982 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1779

Abstract

AbstractNowadays, variety of new creations batik ornaments has developed from the creations of royal palace members into the common people arts. Parang ornaments is one of theornaments that effected with this condition and deliver new inspiration ornament. This paper will examine the visual changes to parang ornament, especially parang rusak ornament, using elements of comparison between the standard parang rusakornament and the new creation of parang ornaments. This method is used to identify the changes that occurred by comparing the form, color and composition of the batikornaments that has been found. Based on data and analysis, parang rusak ornaments can be turned into new creation of parang ornaments by 3 ways: 1) by changing themotifs of parang rusak ornament, 2) by combining main motive of parang rusak ornament with motifs of different parang ornaments or other ornaments, and 3) byadding another motive at the top or edges of the parang rusak ornament. AbstrakSaat ini berkembang berbagai ragam hias batik kreasi baru yang telah keluar dari pakem pembuatan batik yang awalnya berasal dari lingkungan keraton. Ragam hias parang merupakan salah satu ragam hias yang tidak luput menjadi ragam hias pakem yang dijadikan sebagai inspirasi ragam hias kreasibaru. Tulisan ini akan mengkaji perubahan visual pada ragam hias parang, khususnya ragam hias parang rusak, menggunakan metode perbandingan unsur-unsur estetik antara ragam hias parang rusak yang baku, parang rusak yang telah dikreasikan. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasiperubahan-perubahan yang terjadi dengan membandingkan wujud visual, yaitu bentuk, warna dan komposisi ragam hias batik yang telah ditemukan. Berdasarkan data dan analisa, ragam hias parang rusak dapat diubah menjadiragam hias kreasi baru dengan 3 cara, yaitu 1) dengan mengubah raut baku ragam hias parang rusak, 2) dengan mengkombinasikan motif parang rusak dengan motif dari ragam hias parang yang berbeda maupun ragam hias lainnya, dan 3) dengan menambahkan motif lain di bagian atas ragam hiasparang rusak maupun bagian pinggirnya. 
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPEKAAN ARTISTIK MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA UNESA ANGKATAN 2013 DENGAN CARA MELUKIS MENGGUNAKAN MEDIA CAT AIR DAN LILIN Winarno Winarno; Hendro Aryanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1702.059 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1780

Abstract

AbstractArtistic abilities of students who have been enrolled in Arts Educations Department ofUNESA, in general are lack in realizing artistic aspect. This leads to problems inlearning and teaching of art. Various ways have been taken to increase the sensitivity totheir work. One way was to make the work as much as possible, but not a lot of resultsobtained. So far there are no standardized guidelines to help empower the improvementof the quality of the work in term of artistic achievement level. While it became aproblem in learning, there was an effort to find a simple effective way by which mixedmedia watercolor paint and wax. The results achieved showed an increasing of artisticquality in terms of partical value of art. However, there are other alternatives must besought to increase students ability to create, view, appreciate something that is artistic AbstrakKemampuan artistik mahasiswa yang masuk Pendidikan Seni Rupa UNESA mayoritas secara praktikum belum menguasai ketrampilan dalam mewujudkan artistik. Hal tersebut menjadikan problematika dalam belajar dan mengajar seni rupa. Berbagai banyak cara telah ditempuh untukmeningkatkan kepekaan mereka dalam berkarya. Salah satu cara dengan membuat karya sebanyak-banyaknya tetapi tidak banyak hasil yang didapatkan. Selama ini tidak ada panduan yang baku untuk membantu pemberdayaan peningkatan kualitas hasil karya pencapaian tingkat artistik.Ketika hal tersebut menjadi permasalahan dalam pembelajaran, maka ditemukan cara efektif sederhana yaitu dengan melukis mixed media cat air dan lilin. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan kualitas artistiknya ditinjau dari nilai praktikum seni lukis. Namun demikian masih harus dicari alternatif lain untuk peningkatan kemampuan mahasiswa dalammembuat, melihat, mengapresiasi sesuatu yang artistik.
KAJIAN BESARAN RUANG PADA UNIT RUMAH SUSUN DI JAKARTA, Studi Kasus: Rusun Tebet, Rusun Tanah Abang dan Rusunami Kalibata Susy Irma Adisurya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.708 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1781

Abstract

AbstractThe 22nd Presidential Decree of 2006 on the coordination of Housing Development Planning in Urban Area (PPRSKP Coordination Team) has turned the existence of a terraced house (vertical housing) into a housing solution for the over population in big cities. Simple flats (RUSUNA), according to the government is measures by 18 m2, 25 m2 and 36 m2. Ownership of this unit will not automatically in the tax subsidies by the government and the developer. This is in accordance with the regulations of Government Regulation No.31 of 2007, provides consumers with a VAT exemption on certain conditions.Government of DKI Jakarta during the time of governor Jokowi had a program of development of the Flats as an effort to fulfill the housing needs of the people who inhabited the slums of Jakarta. As many of the towers with adequately spaced units arevery limited, they don't comply with the minimum necessities for a single family. Therefore, it is necessary to further research on the space of residential units in this Flat. This study will look at the extent of the influence of relationships between activityand unit size. Does the size of residential units in the towers are in accordance with the needs of users, of which the majority are lower middle class people who are married and have children? With a hybrid of qualitative and quantitative research methods,researchers conducted observations and data collection on simple towers of residential units in the area of Tanah Abang, Tebet and Kalibata. Results of the analysis showed that it can be concluded that some of the size of each room in a residential unit towers built in the 80s, 90s and 2000s already fulfilled thestandards of housing needs, but some of them don't. Results of this study was proposed to be practical reference that can be used as a guide by the Jakarta City Administration and the Department of Public Works (MPW), the developer of flats in Indonesia and the general public in need.AbstrakKeputusan Presiden No.22 Tahun 2006 tentang koordinasi Perencanaan Pembangunan Rumah di Kawasan Perkotaan (Tim Koordinasi PPRSKP) membuat keberadaan rumah bertingkat (vertical housing) menjadi solusi bagi pemenuhan perumahan penduduk di kota besar. Rumah Susun Sederhana (RUSUNA) menurut pemerintah adalah berukuran 18 m2, 25 m2, dan 36 m2. Kepemilikan unit ini otomatis tidak akan di subsidi pajaknya oleh pemerintah dan pihak pengembang. Hal ini sesuai dengan peraturan Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2007, berisi pembebasan PPN pada konsumen dengan syarat-syarat tertentu. Pemerintahan DKI Jakarta di masa gubernur Jokowi memiliki program pembangunan Rumah Susun sebagai upaya pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat. Kelak penghuninya adalah masyarakat dari daerah kumuh di Jakarta, karena banyak dari Rusun yang ada besaran luas unitnya sangat terbatas, tidak sesuai dengan kebutuhan minimal untuk satu keluarga sederhana. Perlu diadakan penelitian lebih mendalam tentang besar luasan unit hunian Rusun ini. Dalam penelitian dilihat sejauh mana pengaruh hubungan aktifitas dengan besar unit hunian. Apakah ukuran unit hunian di rusun sudah sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yang mayoritas adalahmasyarakat kelas menengah bawah yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Dengan metode penelitian campuran antara kualitatif dengan kuantitatif peneliti melakukan observasi dan pendataan terhadap unit hunian rusun sederhana di wilayah Tanah Abang, Tebet dan Kalibata. Hasil analisis menunjukan bahwa melalui analisa di atas dapat disimpulkanbahwa ukuran tiap ruang dalam unit hunian Rusun yang dibangun tahun 80an, 90an dan 2000an ada yang sudah sesuai dan ada yg belum sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Hasil penelitian ini diusulkan menjadi acuan praktis yang dapat dijadikan panduan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakartadan Departemen Pekerjaan Umum (DPU), para pengembang rumah susun di indonesia dan masyarakat umum yang memerlukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7