cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2018)" : 7 Documents clear
WARNA TENUN DOYO SEBAGAI EXPRESI MASYARAKATNYA (TANJUNG ISUY - KUTAI BARAT) Mita Purbasari; Anita Rahardja
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.806 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2864

Abstract

AbstractTenun Doyo is a type of woven connective made by a live fibers doyo (Curliglia Latifolia). Doyo is a plant kind of a strong pandanus fibrous and growing wild in the Kalimantan’svillage, such as in Tanjung Isuy, Jempang-West Kutai. Weaving is famous not only forusing a basic source of some natural fibers, but also because it tinged with a natural dye.The research focus on experiment composition a variaton of color based on a naturaldye of West Kutai and new motives or patterns based on the surrounding environment.Used qualitative method that based on Research Through Design method. Design as research is known more as Practice Based Research or Action Research, involvingsystimatic research through practical activity. By using the Practice Based Research,the results could be some new things in infomation form to open the insight, possibilityof forms, process, concept and knowledge. The outcome intended to create the colorsvariantions for the pattern or motive, which comes from the nature objects in WestKutai, so the woven doyo’s colors have had more range and finally they have had manyvarioations. Hopefully, the colors’s variations have the meaning that reflecting the valueand culture of West Kutai in general and villages nearby in particular. The existence ofcolors and motives are expected to revitalise the Dayak Benuaq tribe in West Kutai toincrease the willing for weaving in order that the expertise not extinct and sustainableheredity. It can maintain the Tanjung Isuy local indigous and increase the communityproductivity.  AbstrakTenun doyo merupakan jenis tenun ikat berbahan serat daun doyo (Curliglia latifolia). Doyo adalah tanaman jenis pandan yang berserat kuat dan tumbuh liar di pedalaman Kalimantan, diantaranya di desa Tanjung Isuy, Jempang, Kutai Barat. Tenun doyo tidak hanya terkenal karena menggunakan bahan dasar serat alami, namun juga karena diwarnai dengan pewarna alami. Penelitian ini fokus pada eksperimen komposisi variasi warna berdasarkan pewarna alami dari Kutai Barat sendiri dan motif baru berdasarkan lingkungan sekitarnya. Menggunakan metode kualitatif di mana metode research through design menjadi dasarnya. Design as research lebih dikenal dengan nama practice based research atau action research, melibatkan riset sistimatis melalui aktivitas praktis. Di manahasilnya dapat merupakan hal-hal baru dalam bentuk informasi untuk membuka wawasan, kemungkinan bentuk-bentuk, proses, konsep, dan pengetahuan. Hasil penelitian ditujukan untuk membuat variasi warna-warna bagi motif yang bersumber dari objek-objek alam di Kutai Barat, sehingga warna tenun doyo
IDENTIFIKASI KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN UMKM BANTEN BERBASIS PRODUK KRIYA Devanny Gumulya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.695 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2865

Abstract

AbstractSmall micro enterprise is one of the important factor in Indonesia economy, due to its capability to employ high number of workers. Product design is one of disciplines that really close to SME in particular handicraft SME. This study is started because product design students often find difficult in looking for artisans near Pelita Harapan University. As a result, they go to Bogor, Bandung, Cirebon and Jakarta for making product. Wira Multi Agung, Bamboo Hat Community, Pelangi Crochet, Pak BudhyWorkshop are the four SMEs studied in this paper. They’re many other handicraft SMEs in Banten. From the study, founded that SMEs really need product designer’s expertise, because mostly the SMEs’ design is from buyers that come to them. Therefore, a system need to be made to connect product design student in Universitas Pelita Harapan danhandicraft SMEs in Banten.  AbstrakUsaha kecil mikro menengah adalah salah satu motor perekonomian negara Indonesia, karena mampu menyerap tenaga kerja yang demikian banyak. Desain Produk adalah salah satu ilmu yang sangat dekat dengan UMKM .khususnya UMKM berbasis Kriya. Kajian ini dilatar belakangi karena kesulitan mahasiswa desain produk untuk mencari pengrajin sekitar kampus Universitas Pelita Harapan, sehingga mereka sering kali harus pergi ke Bogor, Bandung, Cirebon, Jakarta untuk pembuatan produk. UMKM yang distudi adalah Wira Multi Agung, Komunitas Topi Bambu, Rajutan Pelangi, Bengkel Pak Budhy. Mereka adalah sebagian kecil dari UMKM yang ada di Banten. Di dapatkan hasil bahwa UMKM sangat memerlukan bantuan desain produk, karena desain sepenuhnya masih bergantung pada customer yang datang. Rekomendasi daristudi ini adalah perlu dibuat mekanisme terstuktur yang menghubungkandesain produk di Universitas Pelita Harapan dan UMKM Banten berbasis kriya.
PENELITIAN DESAIN FURNITUR BERBASIS PANGKALAN DATA 3D SEBAGAI STRATEGI R&D & MANUFAKTUR PERUSAHAAN STUDI KASUS: CS TRADING SDN BHD, MALAYSIA Susi Hartanto; Devanny Gumulya; Aditya Cipta Sugandhi; Jonathan Ariefianto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1948.789 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2866

Abstract

AbstractOne of the most competitive markets in product design is furniture market. Every company tries to provide the best in terms of products and services. CS Trading is a Malaysian trading house with top US retailer clients such as Topline and Homelegance. CS provides design services, include receive and modify data from clients, and position themselves as a mediator between retailers and manufacturers. All of CS drawings comein 2D CAD or PDF or other 2D form files, which in current industry competition, it has becoming less representative and not visually attractive. This research aims to create 3D database based on CS existing 2D data. 3D data are then categorized according to furniture items and its components, where new designs can be easily extracted. Fromthe research, 294 furniture databases are made. Modularity and carry over strategy are the most suitable R&D and manufacture strategy, because these strategies are good for companies with large product categories. From the research result, CS Trading can accelerate R&D process and manufacturing. In the long run they can excel in terms ofvariety of products and speed of service.  AbstrakIndustri furnitur adalah salah satu industri desain produk terbesar dan dengan persaingan yang sangat kompetitif. Setiap perusahaan berusaha memberikan produk dan servis yang terbaik. CS. Trading Sdn Bhd. adalah perusahaan trading dengan klien peritel dari Amerika seperti Topline dan Homelegance. Proses desain yang mereka lakukan adalah menerima dan atau memodifikasi gambar dari klien dan menjadi mediator antara klien dan manufaktur. Dengan posisinya sebagai mediator, CS mengalami beberapa kendala dalam proses desain, yaitu proses desain yang masih dalam bentuk gambar 2D, sehingga gambar kurang representatif dan tidak menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah proses desain CS dengan strategi membuat data 3D desain berdasarkan data gambar 2D yang ada. Data ini dianalisa dan dibuatkan pangkalan data berdasarkan kategori jenis furnitur dan komponennya, dimana desain baru dengan mudah bisa dihasilkan dengan cepat. Hasil penelitian ini adalah pembuatan 294 database furnitur. Strategi R&D dan manufaktur yangtepat diterapkan pada CS Trading adalah strategi modularitas dan strategicarry over detail. Karena kedua strategi ini cocok bagi perusahaan yang memiliki kategori produk yang banyak. Dengan hasil dari penelitian ini proses desain CS Trading menjadi lebih efektif dan efisien dari sebelumnya sehingga memiliki keunggulan dari sisi keragaman produk dan kecepatan servis
ANALISIS BESARAN SIRKULASI PRAMUSAJI DAN PENGUNJUNG PADA AREA MAKAN KANTIN FSRD KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI Nicholas Abdiel; Rahmadani Puteri; Rizka A Agil; Rosalinda Wiemar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.671 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2867

Abstract

AbstractCanteen almost always exist in all campus in Indonesia, usually canteen become place to gather for any students, lecturers and another staffs. Activities usually do inside canteen is order, take, pay and seat. To become a good canteen must have facility that suffice from comfort, layout, till circulation of the user’s motion in canteen. Therefore need standardization magnitude of space in canteen to run accord to function.Magnitude of space is place for human activities with some considerations which include person, anthropomorphic person (ergonomic), person quantities, activity, facility and circulation theory which include circulation type, circulation requirement, circulation pattern and circulation system demand. On the basis of that theory this writing is made to know and analytics whether the facilities in the canteen are adequate. From the result of the research, it can be concluded that at the FSRD canteen, the distance between counter, human distance and furniture and insufficient food activity. Therefore, it is necessary to adjust the zone of food and beverage counter area to maximize the area of the cafeteria so as to increase the human comfort that is in the canteenKeywords: canteen, magnitude of space, circulation AbstrakKantin pada umumnya adalah sebuah tempat khusus yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli ditempat. Kantin hampir selalu ada di setiap kampus di Indonesia, biasanya kantin menjadi tempat berkumpul bagi para mahasiswa, dosen, dan staf lainnya. Aktivitas yang biasa dilakukan di dalam kantin adalah pesan, ambil, bayar, dan duduk. Untuk menjadi kantin yang baik harus memiliki fasilitas yang memadai baik dari segi kenyamanan, tata letak, hingga sirkulasi gerak pengguna pada kantin. Untuk itu diperlukan standarisasi besaran ruang pada kantin agar berjalan sesuai dengan fungsinya. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, serta teknik analisa data pendekatan kualitatif. Besaran ruang merupakantempat beraktivitas manusia dengan sejumlah pertimbangan yang mencakup pelaku, besaran antropomorfik pelaku (ergonomi), jumlah pelaku, aktivitas, fasilitas dan teori sirkulasi yang meliputi jenis sirkulasi, syarat sirkulasi, pola sirkulasi, serta tuntutan sistem sirkulasi. Berdasarkan aspek-aspek tersebut dijadikan dasar dari penelitian untuk mengetahui dan menganalisis apakah fasilitas dalam kantin tersebut sudah memadai. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pada kantin FSRD Universitas Trisakti, sirkulasi utama, jarak antar counter, jarak manusia, dan furnitur serta aktivitas makan belum mencukupi. Untuk itu diperlukan adanya pengaturan zona area countermakanan dan minuman agar dapat memaksimalkan area pada kantin tersebut sehingga menambah kenyamanan pengguna yang berada dalam kantin
REKONSTRUKSI WARUNG ROKOK KAKI LIMA: MENGEMAS POTRET BUDAYA ASLI MASYARAKAT JAKARTA DALAM MEDIA BARU Ika Rachmayanti; Doni Moriko; Aldo Fernando Pratama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1754.969 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2868

Abstract

AbstractThe phenomenon of street stall vendors has become an inseparable part of the built environment of cities in Indonesia, especially Jakarta as a metropolitan city. The existence of stalls, although already part of the history of trade in Indonesia, eventually grew to become not just a means of trade and economy but also a social and cultural media of the city. The research team will explore in how the existence of street stalls,especially cigarette stalls commonly found in Jakarta affect the city’s public space. Mapping typology of cigarette stalls is obtained from quantitative data analysis resulted from survey to certain number of stalls responders. The result of the analysis helps concept design development that reconstruct existing warung typology into an alternative solution in the form of a cigarette shop design concept that is expected to be an input for the relevant government agencies, as well as for business owners to develop a more viable business media and not disturbing the aesthetics of the city.  AbstrakFenomena warung pedagang kaki lima telah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari lingkungan binaan kota-kota di Indonesia, terutama Jakarta sebagai kota metropolitan. Keberadaan warung walaupun sudah menjadi bagian dari sejarah perdagangan di Indonesia pada akhirnya tumbuh menjadi bukan hanya sekedar sarana perdagangan dan ekonomi namun juga menjadi media sosial dan budaya kota tersebut, dengan adanya kemajemukan fungsi yang menjadi karakteristik urbanisasi di kota besar. Tim peneliti akan mengupasbagaimanakah keberadaan warung kaki lima khususnya warung rokokyang umum dijumpai di Jakarta mempengaruhi struktur ruang publik kota.Pemetaan tipologi warung rokok diperoleh dari analisa data kuantitatif yang dihasilkan oleh survey terhadap responden warung dalam jumlah. Hasil dari analisa tersebut menjadi dasar pengembangan konsep desain yang merupakan rekonstruksi dari tipologi warung yang sudah ada menjadi sebuah alternatif solusi berupa konsep desain warung rokok yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi instansi pemerintah terkait, juga bagi pemilik bisnis untuk mengembangkan media berbisnis yang lebih layak dan tidak mengganggu estetika kota.
DESIGN CLINIC EKSPLORASI MOTIF SINTANG, DESA ENSAID PANJANG KALIMANTAN BARAT Muhammad Imam Tobroni; Rujiyanto Rujiyanto; Nick Soedarso
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.014 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2873

Abstract

AbstractSintang is a one of district, which is located in the province of West Kalimantan. The population is multiethnic and the majority is Dayak and Malay. Ikat woven fabric is one of the famous art works from Sintang. It is a one of Dayak ethnic heritage that has high artistic value in manual process work with certain rituals. Workshop program called “Design Clinic” had aims to assisting in a craftsman Ikat woven fabric to create ideas that based on residence and nature Sintang environment, and also apply the ideas to bemotif or pattern, which able to be applied to other applied products. Keywords: workshop, ikat woven, motif, SintangAbstrakSintang adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Penduduknya multietnis, mayoritas Suku Dayak dan Melayu. Salah satu yangcukup terkenal dari Sintang ini adalah kain tenun ikatnya. Salah satu warisan budaya suku Dayak yang mempunyai nilai seni tinggi yang proses  pengerjaanya secara manual dan melakukan melalui ritual-ritual tertentu. Program pelatihan “Design Clinic”ditujukan untuk membantu pengrajin kain tenun ikat Sintang agar dapat menggali ide dari lingkungan tempat tinggal maupun alam Sintangserta menuangkan ide-ide menjadi motif yang dapat diterpakan pada produkterapan lainnya.
KERAMIK PLERED, PURWAKARTA, JAWA BARAT RIWAYATMU KINI Hendy Rosadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.851 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2874

Abstract

AbstractThe Plered region in Purwakarta is one the many ceramic industries in West Java. In this region, clay is readily available, a fact which is very beneficial to the people of Plered. Initially, clay is utilized for the production of ceramic goods for daily use and would later on flourish according to the needs of the people, resulting in better and moreintriguing ceramic designs. The art of creating ceramics in Plered is estimated to have begun in 1904 and is still currently continuing to grow. The growing need for this artistic object, followed closely by the exponential growth of the population, combined with their interactions through communication tend to promote the popularity of ceramics and turning it into one of the main sources of income for its producers. Thisphenomenon is indicated by the many appearances of ceramic producers which would later transform into huge ceramic industries in the aforementioned region. Even though these transformation and growth are not significantly exponential, Plered’s ceramic industry still plays a huge role in the nation’s economic and tourism sectors. Therefore,Plered’s ceramic industry should still be considered one of the nation’s great assets AbstrakKecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, merupakan salah satu industrikeramik di Jawa Barat. Di Kecamatan Plered, tanah liat merupakan bahan yang mudah ditemukan, hal ini merupakan suatu keuntungan bagi masyarakat Plered. Pada awalnya, tanah liat tersebut dimanfaatkan untuk membuat barangbarang keramik untuk kebutuhan sehari-hari yang kemudian berkembang mengikuti tuntutan masyarakat akan kebutuhan keramik dengan nilai-nilai estetika dan artistik, menyebabkan banyak bermunculan desain-desain produk keramik yang semakin baik dan menarik. Kegiatan pembuatan keramik di Plered diperkirakan dimulai tahun 1904, dan masih berkembang sampai sekarang.Tingkat kebutuhan manusia yang semakin meningkat akan benda ini yang diikuti dengan perkembangan populasi manusia serta interaksi antar keduanya melalui komunikasi cenderung menyebabkan keramik menjadi populer dan merupakan peluang sebagai salah satu mata pencaharian. Fenomena ini berkembang di Plered dan ditandai dengan banyak munculnya para pengrajin keramik yang kemudian berkembang menjadi industri keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.Meskipun perkembangannya tidak terlalu pesat, Sentra Keramik Plered masih eksis mendukung bidang ekonomidan pariwisata negara. Dengan demikian Sentra Keramik Plered layakdipertahankan dan diperhatikan sebagai salah satu aset negara kita.

Page 1 of 1 | Total Record : 7