cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2018)" : 7 Documents clear
PENGGUNAAN DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN PRODUK KERAJINAN IKM (Studi Kasus: Sentra Kerajinan Patung Kayu, Subang) Noel Febry Ardian; Hendriana Werdhaningsih
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.78 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4193

Abstract

Collaboration between craftsmen and product designers is one of the solutions for sustainable development of IKM products. Craftsmen need to be introduced to the creative process in producing new products. One that can be applied is Design Thinking. This process is considered in accordance with the way the craftsman works which generally "learning by doing" and not theoretical. Design Thinking process introduced in a workshop activity. The process of finding ideas begins by stimulating empathy to produce new ideas that are different from what they have been doing so far. Through this workshop several solutions were produced in the form of prototypes. This activity also produces a better work pattern that is more creative and productive in generating new ideas. The usage of story-telling in expressing ideas or thoughts is also preferebly and effective as a medium of discussion among craftsmen. Abstrak Kolaborasi antara perajin dan desainer produk merupakan salah satu Perajin perlu dikenalkan pada .Proses ini merupakan alat pemecahan masalah yang berpusat pada manusia, menekankan kolaborasi dan spontanitas. Proses ini dianggap sesuai dengan pola kerja perajin yang umumnya “learning by doing”, praktis dan bukan teoritis. Proses pencarian ide dimulai dengan merangsang empati untuk menghasilkan ide baru yang berbeda dari yang selama ini dihasilkan. Melalui workshop ini, dihasilkan beberapa solusi dalam bentuk prototype produk baru. Kegiatan ini juga menghasilkan sebuah pola kerja yang lebih baik, kreatif dan produktif dalam mewujudkan ide. Metode bercerita dalam mengutarakan ide atau pikiran juga lebih digemari dan efektif sebagai media diskusi diantara para perajin.
INSPIRASI GEROBAK MAKANAN TRADISIONAL BETAWI PADA DESAIN COUNTER MAKANAN BETAWI DI AREA PUSAT JAJAN Reno Fanthi; Dila Hendrassukma; Amarena Nediari; Fauzia Latif
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1746.083 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4194

Abstract

Abstract Traditional food carts can be a symbol of the distinctiveness of Indonesian culinary culture. Placement in a food court needs special attention so that it can blend with food court interior in the mall building. Traditional Betawinese food carts in foodcourt are expected to provide Betawinese cultural identity as an inspiration in applying local culture in commercial place. The uniqueness of Betawinese culture should be presented as the element of design in the counter so that the visitor could have the experience from the process of serving that used to be seen when serving in traditional food carts. This experiences are expected to provide insight and maintain the preservation of Betawinese traditional food. The identification of traditional Betawinese food carts is obtained through direct research conducted on objects by using goal grid methods. The outcome of this research is to create harmony between tradional food carts with the thematic interior of food court that served Indonesian cuisine to the visitiors. Abstrak Gerobak makanan tradisional dapat menjadi tanda kekhasan budaya kuliner Indonesia. Penempatannya pada sebuah foodcourt perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat menyatu dengan interior pusat jajan yang berada dalam bangunan mal. Identifikasi gerobak makanan tradisonal khas Betawi, didapatkan melalui penelitian langsung yang dilakukan terhadap objek. Hal ini dilakukan untuk dapat menciptakan keselarasan antara gerobak makanan tradisional, dengan tema pusat jajan pada bangunan mal yang menyajikan kuliner Indonesia sebagai menu yang ditawarkan kepada pengunjung. Gerobak makanan tradisional khas Betawi pada pusat jajan diharapkan dapat memberikan identitas budaya Betawi sekaligus menjadi sebuah inspirasi dalam menerapkan kekayaan budaya lokal pada sebuah fasilitas publik. Kekhasan budaya Betawi dalam penyajian makanan tradisional hendaknya desain gerobak, sehingga pengunjung pusat jajan, tetap mendapatkan pengalaman dari proses penyajian makanan khas Betawi layaknya makanan tersebut diproses saat berjualan dengan gerobak keliling. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta menjaga kelestarian dari makanan tradisional khas Betawi. Hasil luaran yang didapat adalah berupa desain gerobak makanan tradisional khas Betawi yang berada di sebuah pusat jajan pada bangunan mal.
KEBERTAHANAN ATAP GONJONG DAN PERUBAHAN ARSITEKTUR DI WILAYAH SUMATERA BARAT Resky Annisa Damayanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2407.78 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4195

Abstract

Abstract Rumah Gadang is often referred to as Rumah Bagonjong. The typical gonjong roof and character in accordance with the identity of the people of West Sumatra. At present, many people do not understand the meaning of the gonjong roof. The purpose of this study was to determine and analyze the sustainability of the gonjong roof in West Sumatra by paying attention to the philosophy and symbolic meaning of the gonjong roof itself as seen from its application to the building of modern architecture. The method used is descriptive qualitative which starts from the field. Data and information obtained from the field are drawn from their meanings and concepts through descriptive analytical exposure and without using numbers because they prioritize the process. In the end, this research will reveal the facts, phenomena, and circumstances that occur. The results showed that the gonjong roof was 'forced' to survive in the midst of modern architectural changes, and this led to a shift in cultural meanings and values which actually threatened the original symbolic values. Rumah Gadang sering kali disebut dengan Rumah Bagonjong. Atap gonjongnya yang khas dan berkarakter sesuai dengan jati diri masyarakat Sumatera Barat. Pada masa sekarang, banyak masyarakatnya yang tidak paham akan makna atap gonjong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kebertahanan atap gonjong di Sumatera Barat dengan memperhatikan filosofi dan makna simbolik dari atap gonjong itu sendiri dilihat dari penerapannya pada bangunan arsitektur modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang dimulai dari lapangan. Data dan informasi yang diperoleh dari lapangan ditarik makna dan konsepnya melalui pemaparan secara deskriptif analitik dan tanpa menggunakan angka karena lebih mengutamakan proses. Pada akhirnya, penelitian ini akan mengungkapkan fakta, fenomena, dan keadaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atap gonjong 'dipaksa' bertahan di tengah perubahan arsitektur modern sekarang ini, dan hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya yang justru mengancam nilai-nilai simbolik yang masih asli.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM DENGAN TEKNIK INTERAKTIF SEBAGAI RUANG PUBLIK MASA KINI Polniwati Salim; Christianto R; Sri Rachmayanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2349.807 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4196

Abstract

Abstract This study aims to analyze a museum interior design to be able to find the latest output regarding displaying or circulation techniques in a public space, especially museum. This study background is a public phenomenon visited by museums nowadays, which is seen on their social media accounts. Especially for contemporary and art design museums, it becomes an attractive icon for young people, as well as seniors. However, there are many things that need to be considered in designing a museum interior where many factors support for a success interior design, including: display techniques, gallery categorization, signage systems, and lighting. This study will examine how to applied the above items. As a comparison, contemporary art museums in Jakarta and New York. By doing these comparisons, researcher expected there will be a resume on how designing a good contemporary art museum. With good and attractive interior design in a contemporary art museum, it will further increased visitors interest and the awareness of the community to explore the museum. The method used is by observing and documenting techniques and analyzing the interior of research objects, combined with literature studies, hopefully this research can contribute to the museum design technique as an ergonomic and interactive public space for the wider community. For future development of the museum, this research contributes for a better, good and friendly display techniques. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perancangan interior sebuah museum untuk dapat ditemukan luaran terbaru perihal teknik display maupun sirkulasi dalam sebuah ruang publik yakni museum. Latar belakang penelitian adalah fenomena masyarakat luas yang terlihat kesadaran untuk berkunjung ke museum, yang terlihat pada akun sosial media masyarakat jaman sekarang yang demikian semarak, khususnya untuk museum bernafaskan contemporary dan art design, menjadi satu ikon menarik bagi kalangan muda, juga para senior. Namun demikian banyak hal yang perlu diperhatikan pada perancangan sebuah interior museum dimana banyak factor yang mendukung kesuksesan sebuah desain museum, antara lain dalam hal teknik display, pengkategorian gallery, system signage, maupun pencahayaan. Dengan design interior yang baik dan menarik pada sebuah museum kontemporer, diharapkan akan semakin menaikkan minat para pengunjung dan kesadaran masyarakat akan semakin meningkat untuk mengeksplorasi isi dari museum tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan teknik pengamatan dan pendokumnetasian serta analisa interior objek penelitian, dipadukan dengan studi literature, diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi pada teknik perancangan museum sebagai sebuah ruang public yang ergonomis dan interaktif menyenangkan bagi masyarakat luas. Untuk pengembangan museum ke depannya, penelitian ini memberikan sumbangsih perihal teknik display yang baik dan bersahabat
TRANSFORMASI BATIK DAN GLOBALISASI Suyin Pramono; Setiawan Sabana; Achmad Haldani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.844 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4199

Abstract

Abstract Lately, we have noticed there are many changes in all fields. Therefore, it is suitable for “globalization” to be the main topic in this study, which is interpreted as a process where humans are vastly interconnected through various ways. From a cultural point of view, "globalization" is often interpreted as a homogeneous global culture. We are unconsciously directed to have a homogeneous passion and taste of the market simultaneously and even develop a uniformed trend of consumer goods with worldclass branding and marketing. This is indirectly the result of global interconnection and ultimately erodes cultural diversity. Batik is one of the cultural works that has always undergone transformation in alignment with changes in economic, social and political conditions in its era. The context for the discussion of batik transformation and globalization is that cultural work takes part with significant role in social and economic life. Therefore, strategic thinking about batik transformation is formulated as problem identification, which then is confronted with how diversity and variety of cultural works adapt or survive the massive and rapid industrial development. In this study, the review concerns on the analysis in which is more focused to the form of interdisciplinary interaction. The qualitative data analysis model is conducted using an approach that emphasizes cultural work as an industrial commodity. Batik, which always present in every event of the life of the Indonesian people and is always has deep philosophical values, is also able to manifest as an aesthetic reflection that has competitiveness in the global world so that it become an important and interesting subject to study. Abstrak Kita semua menyadari bahwa dalam kurun waktu belakangan ini telah banyak perubahan di segala bidang. Bersamaan dengan kondisi yang demikian lebih tepat bila 'globalisasi' yang akan menjadi topik utama dalam penelitian ini diartikan sebagai suatu proses dimana manusia secara pesat saling terhubung melalui berbagai cara. Dari sudut pandang budaya, 'globalisasi' sering diartikan sebagai budaya global yang bersifat homogen. Secara tidak sadar kita diarahkan untuk mempunyai kegemaran dan selera pasar yang homogen secara serentak bahkan menjadi selera dunia yang konsumtif atas produk dengan branding dan marketing tingkat dunia. Hal ini secara tidak langsung merupakan akibat dari saling keterkaitan secara global dan akhirnya menggerus ragam budaya. Batik merupakan salah satu karya budaya yang selalu mengalami transformasi sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi, sosial dan politik pada masanya. Konteks pembahasan tentang transformasi batik dan globalisasi ini adalah bahwa karya budaya memainkan peranan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan latar belakang tersebut selanjutnya strategi pemikiran tentang perubahan batik diformulasikan sebagai identifikasi permasalahan yang dipertentangkan dengan karya budaya dalam variasi perubahan industri. Ulasan yang menyangkut analisis dalam penelitian ini, lebih diarahkan kepada bentuk interaksi interdisiplin. Model analisis data kualitatif yang dilakukan menggunakan pendekatan yang menekankan pada karya budaya sebagai komoditas industri. Batik yang selalu ada dalam setiap peristiwa kehidupan masyarakat Indonesia dan selalu sarat dengan nilai filososfis yang dalam, ternyata juga mampu mewujud sebagai refleksi estetis yang mempunyai daya saing dalam dunia global sehingga hal ini menjadi penting dan menarik untuk dikaji.
PENGEMBANGAN PRODUK ROTAN DI PENGRAJIN ROTAN CURUG DENGAN PENDEKATAN SOCIAL DESIGN Geoffrey Tjakra; Devanny Gumulya; Sheena Liman
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5598.564 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4202

Abstract

Abstract Wira Multi Agung is a SME producing rattan basket who operates near UPH. It has been our responsible as academic to help surrounding community who is in struggle. Their products is good in terms of quality and weaving technique and yet WMA is still struggling when the order is low. Therefore, the objective of this activity is to help the artisans developing product that reflects WMA years of experience in weaving rattan. Together we developed fashion and home accessories. We used social design approach; there are five intense collaboration between the academic team and the artisans. The results are three women bags and two dinner table decorations. With design social approach that emphasize on high level of intensity during the interaction process, the product able to represent the WMA's richness in craftmansip and their local geniuses. Abstrak Wira Multi Agung adalah sebuah UMKM produk rotan yang dekat lokasinya dengan UPH, sudah menjadi kewajiban civitas academica UPH untuk merangkul komunitas sekitar. Produk yang dihasilkan sudah cukup baik dari segi kualitas dan teknik anyamannya dan banyak dibeli pasar lokal maupun internasional. Namun WMA mengalami kendala konsistensi order karena 100% desain dari pembeli, WMA tidak mengembangkan produknya sendiri. Keunikan WMA dari pengrajin rotan di Cirebon adalah mereka fokus pada aneka keranjang dan aksesoris rumah, tidak membuat kursi. Tujuan dari PKM ini adalah membantu mengembangkan produk rotan yang menunjukkan keahlian anyam pengrajin WMA. Metode PKM yang digunakan adalah desain social melalui kolaborasi bekreasi bersama secara intensif sebanyak lima kali kunjungan tim akademisi ke pengrajin. Hasil dari PKM ini tiga tas wanita dan dua aksesoris rumah tangga. Dengan metode desain sosial, yang menekankan intensitas interaksi desainer dan pengrajin maka produk yang dihasilkan mencerminkan keahlian tangan dari WMA.
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : Perancangan Sarana Pendidikan Anak Usia Dini Untuk Sekolah Cahaya Al-fuqron, Desa Gunung Sari, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tanggerang Devanny Gumulya; Ryan Adiputra
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3726.231 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4203

Abstract

Abstract Early childhood education is one of the most important stages in the process of child growth. This program was designed in order to prepare young children for further education at the elementary school stage. However, many early childhood education facilities, especialy owned by the government located in villages still have unfeasible facilities, based on data from Early Childhood Education Association in 2016. From unfit buildings to inadequate learning facilities. UPH saw this as an oppounity to do community service, since it is necessary to design an appropriate and suitable learning tool for children in their early childhood age, in which case study was conduct on an early childhood education facility located in a village in Mauk area, Cahaya Al Fuqron. The design process begins with researching data through observation to the facility, interviews with the people in the area as well expert on the early childhood education. The results were twenty multifunction furnitures designed and produced for the school. Hopefully in the long run this can be developed to another inadequate early childhood education facilities in other villages and provide appropriate and suitable facilities to the children with lower-middle class target market. The design also supports the home-based furniture industry and as an effort to support and assisting early childhood education nationally.

Page 1 of 1 | Total Record : 7