cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2006)" : 9 Documents clear
LUKISAN KACA NAGASEPAHA, BULELENG -BALI Eddy Hadi Waluyo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.697 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1248

Abstract

AbstractGlass painting is a kind of painting that is being drawn and painted from the back side of a glass plain, and it is done in a reverse way. The painters that did not have ample formal education, prefer to use glass as their material, because of the low price, and the result is much more fascinating. Glass painting is regarded as a folk art, for it is indeed made by ordinary people who want to express their religious affirmations, feelings, hopes and their aspirations, or even their disappointment and fears. Along with its growth, glass painting has had many kinds of development. Quality wise, many of them are inclining, but some are showing to decline. Glass painting found in Bali, shows various social constructs with its dynamics and development, either individually or socially.AbstrakLukisan kaca adalah jenis lukisan yang digambari dan diwarnai dari sisi belakang bidang kaca, clan ciikerjakan dalam keadaan terbalik. Para pelukis yang pada umumnya tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, memilih bahan kaca karena harganya yang murah dikategorikan dalam folk art karena memang lahir dari masyarakat kebanyakan yang ingin mengungkapkan rasa religiusitasnya, perasaan-perasaannya, hara­pan dan aspirasinya, atau juga kekecewaan dan kecemasannya. Dalam perjalanannya, seni lukis kaca telah melalui berbagai perkembangan, balk yang bersifat inklinatif maupun deklinatif. Lukisan kaca Bali, Buleleng-Nagasepaha mencerminkan berbagai konstruk sosial dengan dinamika clan perkembangannya, baik secara individual maupun ke­masyarakatan.
FOTOGRAFI SENI SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA: SEBUAH TINJAUAN SENI FOTOGRAFI PERTUNJUKAN Makmum Raharjo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1824.596 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1249

Abstract

AbstractIn its early time, photography has a function as a supporting tool for painting with its prototype called 'camera obscura' which keeps on developing together with the emergence of new discoveries on the lense, camera, and light-sensitive chemical evolved from the glass plate into film and photo papers. Now, photography is not simply functioning as a medium to perpetuate a moment but internally as a medium to record objects.AbstrakFotografi pada awal sejarah ditemukan, memiliki fungsi sebagai alat bantu melukis, dengan prototipnya yang disebut sebagai 'camera obscura' yang kemudian terus berkembang seiring dengan bermunculnya penemuan baru tentang lensa, kamera, bahan kimia peka cahaya yang berkembang dari plat kaca menjadi film dan kertas foto. Kini fotografi tidak hanya memilliki fungsi sebagai media untuk mengabadian sebuah peristiwa, tetapi lebih kedalam fungsi sebagai sebuah media perekam objek.
PENGARUH EKSTERNAL DAN LINGKUNGAN ALAM PADA PERKEMBANGAN MOTIF BATIK CIREBON JAWA BARAT Mawardi Hermansyah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.605 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1250

Abstract

AbtrakThe motif development of Batik Pesisir in general, particularly Batik Cirebon is the major discussion in this thesis. It begins with prevailing order of the value systems and the artist beliefs interacting with the primary-secondary needs as well as combining external culture and nature as the idea resources followed tc be patterns and attitudes of the artist / craftsmen in their creations. The creativity of those artists/craftsmen refers to the value systems and beliefs poured into the works based on the themes, characters/styles, techniques, and symbols attached to the batik motifs.AbtrakPerkembangan motif batik pesisir secara umum dan khususnya batik Cirebon menjadi bahasan utama. Pembahasan dimulai dari berlakunya tatanan sistim nilai dan keyakinan seniman, berinteraksi dengan kebutuhan primer-sekunder termasuk memadukan budaya luar dan lingkungan alam sebagai sumber ide yang dianut menjadi pola dan perilaku seniman/pengrajin dalam berkarya. Kreativitas para se­niman/pengrajin mengacu pada sistim nilai dan keyakinan yang di­tuangkan dalam berkarya berdasar pada tema, sifat/gaya, tehnik, dan perlambangan yang melekat pada motif batik.
PENDIDIKAN T1NGGI SENIRUPA & DESAIN DI INDONESIA: SEBUAH RENUNGAN Primadi Tabrani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.805 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1251

Abstract

AbstractThe visual arts education generally and the high education of visual arts and design in Indonesia particularly, have sonic lacks to comprehend urgently comparing to other art education. Visual arts education is important to a nation to advance the visual quality in design and art as well in the future so that it may produce works, products, and human resources with good identity and integrity. This thesis is to present a model of visual arts education capable of competing in the global market in the third millenium.AbstrakPendidikan seni rupa umumnya, dan khususnya pendidikan tinggi senirupa & desain di Indonesia, memiliki kekurangan yang harus segera dikejar dibanding dengan pendidikan seni lainnya. Pendidikan seni­rupa penting bagi suatu bangsa untuk kelak dapat meningkatkan mutu rupa balk desain maupun seni. Sehingga mampu menghasilkan karya, produk, SDM yang punya identitas dan integritas. Tulisan ini mengetengahkan mengenai pola pendidikan Senirupa yang mampu bersaing di pasar global millenium ke tiga.Kata kunci: pendidikan tinggi seni, senirupa, globalisasi.
REALITAS DESAIN DALAM KECAMUK PERADABAN: SUATU KAJIAN FILSAFAT ILMU Tri Rahayu
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.499 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1252

Abstract

AbstractOur discussion and tracing concerning the reality problem of already lost signs of post-modern works, increasingly show us the essence of the human civilization are which also experiences changes in the reality aspect, science discourse, and contextual civilization itself As such, what is reality the position of art in the civilization itself? What is reality of art and design? Why has art lost its image or beauty? Then what is art itself? The answer to the rages of these basic questions is: 'the end of art'. But whatever its form, it is clear that art permanently gives a fresh ahnosphare, offers unique solutions which can not be seized even by engineering or science.AbstrakPembicaraan dan pengembaraan kita pada persoalan realitas pertandaan yang sudah hilang pada karya-karya post-modern, membawa kita pada hakekat zaman yang sudah berubah. Pada tataran kontekstual realitas, diskursus sains, dan kontekstual civilization itu sendiri mulai bergeser ke pemaknaan-pemaknaan yang mulai keluar dari preskriptif stuktur. Seni dengan demikian posisinya dalam kehidupan seperti apa? Mengapa seni kehilangan citra dirinya? Lantas apa 'seni' itu sendiri?. Berbagai gejolak pertanyaan mendasar ini jawabannya yang pasti adalah 'the end of art'. Namun apapun bentuknya, jelas secara permanen seni memberikan suasana segar, menawarkan solusi yang unik yang tidak bisa didapatkan bahkan oleh keahlian teknik maupun ilmu pengetahuan
AMBIVALENSI SIKAP BUDAYA PADA MASYARAKAT DI NEGARA BERKEMBANG: DALAM KONTEKS PENERAPAN 'RAGAMHIAS' TRADISI BUDAYA JAWA PADA ARSITEKTUR MODERN Djoko Sutjipto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.494 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1253

Abstract

AbstractAmbivalency of cultural attitude is an universal symptom, that occured in several nations of development countries, whose faced with difficult choise of two pardgigms. Either keep loyal to the old norms (traditional), or takeover a new ones (modern). This phenomenon usually done in transition period, characterized with changeover of values. A wisdom thoise it's best not "to be or not to be", but take a "win-win solution".KAbstrakAmbivalensi sikap budaya adalah gejala umum yang dialami masyarakat atau bangsa yang sedang berada dipersimpangan dalam memilih 'paradigma'. Tetap setia pada norma 'lama' (tradisi) sebagai warisan leluhur, atau beralih pada norma 'baru' (modern) yang menawarkan paradigma berbeda. Fenomena seperti ini biasa terjadi di negara berkembang, yang sedang mengalami proses pergeseran nilai. Pilihan yang bijak, biasanya bukan "memilih salah satu" tetapi "men- can i sinergi".
PELESTARIAN ART DECO DI INDONESIA: SUATU DILEMA Artini K R
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.714 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1254

Abstract

AbstractArt Deco Architecture in Indonesia as an art that rejlects the spirit of its era can not be separated from the cultural context and mans seaty. The rich cultural heritage of Indonesia has always played an important role in the concept of Indonesimx identity- Throughout histonj identity has always been of paramount significance in man 's response to his need .for an essential foothold. A need which corresponds to the umue characterfstrcs of the physical envt-ronment and the socio cultural attributes of the Indonesian people.Abstrak.Arsitektur Art Deco di Indonesia mencerminkan semangat yang tidak dapat dipisahkan dari ikatan seni budaya serta daya kreativitas manusia. Warisan budaya yang sangat kaya di Indonesia selalu mempunyai peranan penting dalam menentukan konsep identitas nasional bangsa Indonesia. Sepanjang sejarah, identitas selalu menjadi unsur penting bagi seseorang dalam mencari tumpuan utama merespon kebutuhan. yang sesuai dengan sifat khas dari lingflungan fisik serfa perilaku sosial budaya yang dimilifd bangsa Indonesia.Katakund  Art deco, idenfitas, warisan budaya
MURAL SEBAGAI MEDIA EKSPRESI REMA}A DI KOTAKOTA BESAR Agus Nugroho; Emir Hanif; Raga A Priangga; Andy Suhandana
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.6 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1255

Abstract

AbstrakMural is a street art  with its own style. Some muralists do riot create their works depending on what they will get from them but for their own satisfacfion. 'This thesis tries to present a phenomenon of street painting by formulating problems info some parts according to the situation and condition faced such as the emergence of mural, !ts development until the assumption that mural is a brutal art. AbstmkMural adalah sebuah street art yang memiliki gaya tersendiri. Beberapa Muralis menciptakan karya tidak bergantung dengan apa yang akan dipero!eh dari karya itu, mereka berkarya untuk kepuasan mereka tersendiri.Tu!isan inimencoba mengefengahkan fenomena seni lukis ja!anan dengan merumuskan masalah menjadi beberapa bagian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, antara lain ada!ah awal munculnya mural, perkembangannya sampai pada anggapan bahwa mural adalah seni yang brutal.
PERANAN LOGAM SEBAGAI MATERIAL PADA DESAIN PRODUK DAN DESAIN INTERIOR Arijanto Salmoen Wargadinata
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.069 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i2.1256

Abstract

AbstractAs you Imow metallic material's is using for construction that 's way we are talking about metallic. We discript ametalic classified a ferro metalhs as ferro cast iron, steel cast iron also alloy steel and non ferro metallic as alluminium, coper, mgenfums, sincum, plumflum and other alloy of the other up there. Process production of it s are variatie many of processes likes conected methode can disenpfsd .jbr examples~ I hope the descrffz"tton above can opened mind .for the product designeer for kooking deeply to metallic materials. Therefore a proffesionality thing g and practice sI for material matters especially metalic materials are very importance and should be dedded for the future .AbstrakSeperti diketahui bahan logam digunakan Untuk konstruksi, dan apabila kita berbicara tentang logam. Kita akan membahas bahan yang bukan logam yang digolongkan sebagai logam ferro, seperti: ferro besi cor besi car baja dan bahan bukan ferro seperti alumunium, timah, argentums, sincum, plumbum dan jenis lain logam campuran. Proses p sangat ~ banyak cara seperfi cam penyambungan untuk contoh-contoh.Tulisan ini berupaya memberi gambaran kepada para desainer produk tentang penggunaan bahan logam. Penulis mengajak para sejawat untuk memanfaatkan dan memifdrkan bersama agar penguasaan serta pemanfaatan material logam secara tepat dapat difakukan secara mandiri  khususnya desainer produk dalam mengaplif:asikan desainnya.Kata kud :logam, baja, desain produk, desain interior

Page 1 of 1 | Total Record : 9