cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+622476740287
Journal Mail Official
hnca@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu raya no.18 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Holistic Nursing Care Approach
ISSN : -     EISSN : 28082095     DOI : https://doi.org/10.26714/hnca
Core Subject : Health,
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Menggunakan Terapi Murotal Muhamad Fitriyadi; Dewi Setyawati
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.378 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10987

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian di dunia. World Health Organization (WHO) mengestimasikan prevalensi hipertensi secara global sebesar 22 % dari total penduduk dunia. Dari sejumlah penderita, kurang dari seperlima yang mengendalikan tekanan darah. Hipertensi merupakan meningkatnya tekanan darah ≥140/90 mmHg. Pengobatan non farmakologis adalah menciptakan keadaan rileks. Mendengarkan Al Qur’an diyakini mendatangkan ketenangan jiwa dan mempengaruhi respon fisiologis termasuk tekanan darah. Studi ini menjelaskan perubahan terapi murotal Al Qur’an terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan, subjek berjumlah 2 pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah. Instrument yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yaitu sphygmomanometer digital yang sudah dikalibrasi, mendengarkan murotal melalui Mp3 surat Al-Kahfi ayat 1-28 yang dilantunkan Muzammil Hasballah dengan headphone menutup seluruh telinga dengan diameter 7 cm, kemudian responden tidur berbaring rileks mata terpejam mendengarkan lantunan ayat suci selama 15 menit selama 3 hari setelah sebelumnya minum obat amlodipin 10 mg  jeda waktu 2 jam dan tekanan darah diukur sebelum dan sesudahnya dan mendapatkan hasil penurunan tekanan darah sistolik 56 mmHg dan diastolik 36 mmHg. Simpulan studi ini adalah  terapi murotal dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat pada Lansia dengan Hipertensi Tari Nurapiani; Mohamad Fatkhul Mubin
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.728 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10992

Abstract

Proses penuaan secara degeneratif yang akan berdampak pada perubahan-perubahan pada diri manusia tersebut, tidak hanya perubahan fisik, tetapi juga kognitif, perasaan, sosial dan seksual. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat  yang  serius,  karena  jika  tidak terkendali akan berkembang dan menimbulkan  komplikasi  yang  berbahaya. Terapi rendam kaki menggunakan air hangat  adalah salah satu penanganan non-farmakologi. Tujuan dari penerapan ini adalah mengetahui tingkat efektifitas terapi rendam kaki menggunakan air hangat dapat menurunkan hipertensi pada lansia. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil 2 lansia dan dikelola selama 3 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi rendam kaki menggunakan air hangat dengan frekuensi 1 kali/hari selama 20 menit. Pengumpulan data dengan wawancara dengan keluarga, observasi dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphymomanometer digial. Setelah dilakukan implementasi ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemberian terapi rendam kaki menggunakan air hangat terjadi penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Rata-rara penurunan pada ke 2 lansia yang dilakukan implementtasi selam 3 hari yaitu sistolik 10,5 mmHg diastolik 7 mmHg dan MAP 8,5 mmHg. Terapi rendam kaki menggunkan air hangat efektif menurunkan tekanan darah yang dialami lansia.
Penerapan Kompres Hangat Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Hipertermia Ida Faridah; Edy Soesanto
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.904 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10988

Abstract

Demam pada anak merupakan akibat dari perubahan pada pusat panas (termoregulasi) di hipotalamus, demam dapat membahayakan keselamatan anak jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan menimbulkan komplikasi lain seperti, hipertermi, kejang dan penurunan kesadaran. Penerapan kompres hangat ini merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat diberikan untuk memban­tu mengendalikan dan menurunkan suhu tubuh Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien dengan hipertermia.Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil 2 anak yang mengalami febris >38,5 ºC dan dikelola selama 3 hari dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi pemberian kompres hangat  dengan frekuensi 2 kali/hari selama 10 menit saat demam. Pengumpulan data menggunakan buku status, wawancara, observasi dan metode proses keperawatan. Bahan yang di gunakan menggunakan air hangat suhu 36,5ºC-37,5ºC dengan termometer air, menggunakan waslap dan alat untuk mengukur suhu tubuh menggunakan termometer digital. Terdapat penurunan suhu tubuh pada 2 responden yang mengalami hipertermia menggunakan terapi kompres air hangat selama 3 hari pada responden 1 39,3ºC menjadi 37,3º dan pada  responden ke 2 terjadi penurunan suhu dari suhu awal 38,5 ºC setelah 3 hari menjadi 36,6oC. Hasil perawatan menunjukan bahwa terjadi penurunan suhu sesuai target yang ingin di capai menjadi suhu normal. Terapi kompres hangat efektif untuk menurunkan suhu tubuh yang dialami anak hipertermia
Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Dengan Water Tepid Sponge Di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung Kristiyaningsih Kristiyaningsih; Tri Nurhidayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.591 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10989

Abstract

Demam typhoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica khususnya turunan Salmonella typhi. Penderita demam typhoid gejala yang paling menonjol adalah demam lebih dari 7 hari. Dampak yang paling sering terjadi pada pasien anak demam typhoid adalah peningkatan suhu tubuh dan sangat berbahaya bagi anak-anak karena dapat menyebabkan resiko kejang bahkan kematian. Tindakan non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian kompres hangat atau water tepid sponge. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam dengan tindakan water tepid sponge. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pasien anak dengan demam typhoid yang mengalami demam dan sampel diambil sebanyak 2 responden yang kemudian diberkan intervensi kompres hangat dengan water tapid sponge. Pengukuran demam dilakukan dengan mengukur suhu tubuh sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat dengan water tapid sponge pada kedua pasien. Hasil yang diperoleh demam pada kedua kasus mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi selama 3 hari. Kasus I dari 39,50C menjadi 37,30C, sementara kasus II dari 39,20C menjadi 37,20C. Kesimpulan yang diperoleh Water tepid sponge terbukti efektif menurunkan suhu tubuh pada anak demam.
Penurunan Rasa Haus Pada Kasus Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodalisa Dengan Sipping Ice Cube Therapy Farida Adi Rahayu; Nury Sukraeny
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.865 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10990

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan gangguan dengan etiologi yang sangat luas dan komplek. Kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa harus mematuhi diet, minum obat, dan pembatasan cairan. Mengulum es batu dinilai efektif untuk mengurangi rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalankan hemodialisa. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan skala rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan tekhnik sipping ice cube therapy. Metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yang mengalami rasa haus. Kasus diambil sebanyak 2 kasus kelolaan yang diberikan intervensi sipping ice cube therapy. Pengukuran skala haus dengan visual analogue scale for assessmest of thirst (VAS) sebelum dan sesudah dilakukan sipping ice cube therapy pada kedua kasus sebelum menjalani hemodialisa. Ada penurunan rasa haus secara signifikan dari kedua kasus. Pada kedua kasus terjadi penurunan skala haus yaitu dari skala haus berat menjadi  haus ringan. Sipping ice cube therapy terbukti efektif menurunkan rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat Mila Febri Astutik; Mariyam Mariyam
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.198 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10991

Abstract

Prevalensi pasien hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, aneurisma, masalah pada mata,  ginjal dan sindrom metabolik hingga kematian. Penyakit hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia > 18 tahun sebesar 34,1%, tinggi di Kalimantan Selatan (44,1%), sedangkan terendah berada di Papua sebesar (22,2%), hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%).  Terapi rendam kaki dengan air hangat pada penelitian sebelumnya mampu menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kasus pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien lansia yang memenuhi kriteria inklusi, menggunakan teknik purposive sampling. Penerapan terapi dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan selama 20 menit, memasukkan kaki pasien dalam baskom yang berisi air hangat sebatas mata kaki. Instrumen studi kasus ini yang digunakan adalah Sphymanometer, stetoskop, baskom, air hangat bersuhu 40oC, handuk kecil, termometer, timer. Rata-rata tekanan darah kedua responden mengalami penurunan, tekanan darah sistolik turun sebesar 7,21 mmHg dan diastolik turun sebesar 1,1 mmHg. Mekanisme kerja terapi rendam kaki dengan air hangat meningkatnya sirkulasi darah dengan cara memperlebar pembuluh darah sehingga oksigen masuk kejaringan dan dapat menurunkan ketegangan, jika rendam kaki air hangat dilakukan secara rutin maka dapat terjadi perubahan tekanan darah karena efek dari rendam kaki menggunakan air hangat menghasilkan energi kalor yang bersifat mendilatasi dan melancarkan peredaran darah juga merangsang saraf yang ada pada kaki untuk mengaktifkan saraf parasimpatik sehingga menyebabkan perubahan tekanan darah.Terapi rendam kaki dengan air hangat dapat digunakan sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6