cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnaladmbisnis@gmail.com
Phone
+6221-5326396
Journal Mail Official
jurnaladmbisnis@gmail.com
Editorial Address
Gedung Politeknik STIA LAN Jakarta Jl. Administrasi II, Pejompongan, Jakarta Pusat 10260
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JBEST
ISSN : -     EISSN : 27211479     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship (JBEST) is a scientific journal which publishes original articles on the most recent knowledge, researches, or applied researches and other development in fields of academic practitioners to discuss about business administration, economics & entrepreneurship. JBEST, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of business administration, economics & entrepreneurship areas as follows: Economic and Business Policy International Business Creative and Innovative Economy E-Commerce Finance and Financial Services Any specifics issues of business administration, economics & entrepreneurship
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No.2 (2021): Oktober" : 5 Documents clear
PELAKSANAAN INVENTARISASI ASET TETAP DI KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN R Luki Karunia; Maulana Malik Ibrahim
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 3, No.2 (2021): Oktober
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.907 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pelaksanaan Inventarisasi Aset Tetap di  Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan” dengan fokus penelitian untuk mengetahui apakah pelaksanaan inventarisasi aset tetap yang ada di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sudah berjalan baik atau tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan inventarisasi aset tetap di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang ditinjau dari tiga aspek, yaitu pendataan, pencatatan dan pelaporan hasil pendataan Barang Milik Negara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan telaah dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah panduan wawancara dan panduan telaah dokumen.Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam aspek pendataan, data DBR dan DBL tidak update pada aplikasi SIMAK BMN dan banyak ruangan yang belum memiliki DBR. Dalam aspek pencatatan, kurangnya SDM yang melakukan inventarisasi, belum terbentuknya tim inventarisasi dan penanggung jawab ruang, pencatatan masih dilakukan di Microsoft excel dan belum dilakukan penempelan label registrasi sementara. Kemudian, dalam aspek pelaporan hasil pendataan BMN, laporan hasil inventarisasi belum disusun karena proses inventarisasi belum selesai.Terkait permasalahan di atas, penulis menyarankan dalam aspek pendataan, untuk mengupdate data pada aplikasi SIMAK BMN. Dalam aspek pencatatan, agar dibentuk Tim Inventarisasi dan Penanggung Jawab Ruangan, pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM, dan pelaksanaan inventarisasi aset tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181 Tahun 2016. Kemudian, dalam aspek pelaporan hasil pendataan BMN untuk segera menyelesaikan proses inventarisasi supaya laporan hasil inventarisasi dapat segera disusun dan ditindaklanjuti.Kata kunci: Pelaksanaan, Inventarisasi, Aset Tetapl
EVALUASI PERTANGGUNGJAWABAN UANG PERSEDIAAN DI BENDAHARA PENGELUARAN PADA KANTOR DITJEN KEKAYAAN INTELEKTUAL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM JAKARTA Sri Rusmiati; Budi Priyono
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 3, No.2 (2021): Oktober
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.347 KB)

Abstract

Bendahara adalah seorang yang memiliki peranan penting dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban di bidang keuangan. Pertanggungjawaban bendahara pengeluaran dan uang persediaan harus dipertanggungjawabkan kepada atasannya dalam mengelola APBN. Maka daripada itu, diperlukan pertanggungjawaban yang dilakukan secara sistematis berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan agar dapat menghasilkan informasi yang terpercaya di bidang keuangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagimana evaluasi pertanggungjawaban uang persediaan di bendahara pengeluaran pada kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan penelaahan dokumen dan wawancara kepada key informant. Prosedur pengolahan dan analisis data pada penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa pertanggungjawaban terhadap uang persediaan belum maksimal. Hal ini disebabkan karena dalam proses reimburse yang seharusnya sudah selesai laporan pertanggungjawaban tertunda karena kurangnya bukti atau dokumen pertanggungjawaban dari pelaksana kegiatan sehingga laporan menjadi tertunda. Namun pelaksanaan rencana anggaran kerja dapat dikatakan terlaksana dengan baik. Saran penulis adalah dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban uang persediaan agar tepat waktu, dan cepat dalam menyelesaikan proses uang muka dan proses uang reimburse.Kata kunci: Laporan Pertanggungjawaban, Uang Persediaan, Bendahara Pengeluaran
STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN BISNIS KULINER KHAS DAERAH SUMATERA UTARA DI JAKARTA Nurmita Sari
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 3, No.2 (2021): Oktober
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.397 KB)

Abstract

Studi kelayakan bisnis adalah serangkaian penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur kelayakan sebuah usulan investasi atau bisnis. Baik yang sifatnya bisnis baru maupun pengembangan dari bisnis yang telah ada. Lontong Medan Kede Nusantara yang telah beroperasi lebih dari 8 tahun di Bekasi Utara berencana mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang baru di Jakarta Pusat sebagai juga salah satu langkah untuk membuat kuliner khas daerah Sumatera Utara dikenal luas secara nasional bahkan internasional. Hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya terpantau belum melengkapi seluruh aspeknya secara lengkap. Sehingga hasilnya dinilai belum optimal karena bisa saja dari 1 aspek menjadi 1 aspek yang krusial dinilai. Penelitian ini telah menggunakan 7 aspek utama yang biasa digunakan dalam menganalisa kelayakan bisnis dan diperoleh hasil bahwa seluruh aspek ini menunjukan rencana pengembangan usaha ini dilihat dari aspek hukum, pasar dan pemasaran, keuangan, teknik dan operasional, manajemen dan organisasi, ekonomi dan sosial serta aspek dampak lingkungan menunjukan hasil yang baik dan layak untuk dijalankan yaitu dengan membuka cabang baru tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitiatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi lapangan dan telaahan dokumen dari dokumen yang telah terjadi pada bisnis utama terutama mengenai laporan keuangan. Pemilihan lokus cabang juga didasarkan pada keputusan yang dijabarkan pada aspek teknis dan operasional.Kata kunci : Studi kelayakan bisnis, pengembangan usaha, kuliner khas daerah
KEBIJAKAN PEMULIHAN EKONOMI INDONESIA MENUJU NORMAL Karnida Retta Ginting; Dio Benuvin Perkasa Ginting
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 3, No.2 (2021): Oktober
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.951 KB)

Abstract

Kasus pertama Novel Corona Virus (Covid-19) di Indonesia terdeteksi pada Maret 2020. Penyebaran virus secara massif disikapi Pemerintah dengan kebijakan Pembatasan Sosial. Kebijakan tersebut memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan IV 2020 mengalami kontraksi 2,19 persen (y o y). Ini adalah kontraksi pertumbuhan ekonomi ketiga sepanjang tahun 2020, yang artinya, perekomian Indonesia sudah mengalami resesi. Oleh karenanya perlu disikapi oleh seluruh pemangku kepentingan dan pemerintah perlu membuat kebijakan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Pemerintah membuat kebijakan ekonomi untuk sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi negara.Keywords: Covid19, Kebijakan, Ekonomi
PENYELESAIAN KREDIT MACET KUR (KREDIT USAHA RAKYAT) DI MASA PANDEMIC COVID-19 PADA BANK NEGARA INDONESIA (BNI) WILAYAH JAKARTA KOTA MULAI PENERBITAN TAHUN 2021 Novita Novita; Keisha Dinya Solihati
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 3, No.2 (2021): Oktober
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.921 KB)

Abstract

Perekonomian yang semakin maju menuntut masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan hal ini sebagai peluang usaha dengan membuka usaha-usaha baru dengan mengikuti trend yang ada. Dalam memulai usaha banyak masyarakat yang kekurangan modal sehingga melakukan pinjaman secara kredit kepada bank.  Bank selaku penyelenggara peminjaman modal memiliki ketentuan yang harus di penuhi oleh masyarakat sebelum memberikan pinjaman kredit, salah satunyaa Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Umum Milik Negara yang mempunyai fasilitas peminjaman kredit  yang diberikan dengan bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti: KPR, KUR dan lain-lain. Peminjaman secara kredit yang diberikan tidak semuanya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan apalagi pada saat sekarang ini adanya wabah Covid-19 yang terjadi masyarakat yang berdampak pada perekonomian masyarakat sehingga menyebabkan masyarakat tidak mampu melakukan pembayaran kreditnyaa, dan membuat adannya kredit macet kepada pihak bank, tetapi bank yang memberikan pinjaman kredit kepada nasabah memberikan cara untuk penyelesianan  ketentuan yang dapat diikuti masyarakat  untuk menyelamatkan kredit macet antara lain:Rescheduling, Reconditioning, Restrukturisasi, kombinasi dan Penyitaan jaminan dengan tujuan agar sama-sama  mendapatkan keuntungan dari kedua belah pihak meskipun dalam pelaksanaannya masih ditemukan permasalahan dan hambatan yang terjadi. Kata Kunci: Penyelesaian, Kredit Macet, Pandemic Covid-19

Page 1 of 1 | Total Record : 5