cover
Contact Name
Desdiani
Contact Email
fk@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fk@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Palka No.Km 3, Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Serang, Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Tirtayasa Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28095111     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Tirtayasa Medical Journal provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and study case from contributors and the novel technology news related to medicine and health. This journal encompasses original research articles, review articles, and case study, Scope : Medical; Biomedical; Nursing; Nutrition and Food Sport and health Occupational Health Public Health
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2023): April" : 7 Documents clear
Gambaran Kemampuan Refleksi Pembelajaran Mahasiswa Baru Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sulthany, Ade Ichwan; Trisnasari, Erni
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19719

Abstract

Refleksi diri merupakan proses pembelajaran aktif yang melibatkan pengalaman. Kemampuan refleksi diri diperlukan oleh mahasiswa untuk pencapaian kompetensi dan penerapan belajar sepanjang hayat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan refleksi diri mahasiswa baru Program Studi Kedokteran. Suatu studi observasi tugas refleksi diri mahasiswa yang melibatkan 45 responden mahasiswa baru Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian ditemukan dari penelitian terbanyak berjenis kelamin perempuan (71,11%) dan laki-laki (28,88%). Kamampuan melakukan analisis pengalaman yang direfleksikan memiliki kemampuan terbanyak pada kategori cukup (63,66%), diikuti kategori maksimal (22,22%) dan minimal (11,11%). Kemampuan dalam mengampil pelajaran dari pengalaman yang direflesikan terbanyak pada kategori minimal (53,33%), cukup (28,89%) dan maksimal (17,78%).  Kemampuan membuat perencanaan dari pengalaman yang direfleksikan terbanyak pada kategori minimal (46,67%), cukup (33,33%) dan maksimal (20%). Simpulan penelitian ini ialah kemampuan refleksi diri pada mahasiswa baru kedokteran Angkatan 2022 ialah kemampuan menganalisis pengalaman pada kategori cukup, mengambil pelajaran dari pengalaman dan kemampuan merencanakan tindak lanjut kategori minimal
Faktor-Faktor Mempengaruhi Pemilihan Jurusan Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Trisnasari, Erni; Sulthany, Ade Ichwan
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19682

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa kedokteran dalam menentukan jurusan, serta mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa menjalani jurusan yang dipilih. Suatu survey deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap 64 responden mahasiswa Program Studi kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar faktor yang mempengaruhi pemilihan jurusan adalah kecocokan dan ketertarikan (34,78%). Sebagian besar memilih kedokteran sebagai urutan pertama dalam pemilihan jurusan (93,75%). Dan kepuasan menjalani jurusan didasarkan pada faktor minat dan ketertarikan (38,7%). Simpulan penelitian ini adalah faktor ketertarikan/kecocokan merupakan faktor yang paling besar yang mempengaruhi pemilihan jurusan maunpun kepuasan dalam menjalani jurusan kedokteran. Untuk itu, informasi mengenai faktor ini diharapkan dapat diketahui oleh calon mahasiswa kedokteran sebagai faktor yang harus dimiliki dalam pemilihan jurusan.
Hubungan Status Gizi Dan Faktor Lainnya Dengan Kejadian Menarche Dini Pada Remaja Putri Di YAPA Al-Isti’aanah Kabupaten Bogor Elyandri, Tasya Gumala; Permatasari, Tria Astika Endah
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19445

Abstract

Menarche dini merupakan menstruasi yang pertama kali dialami remaja putri saat usia kurang dari 11 tahun, dimana terjadi perubahan fisik ditandai dengan keluarnya darah dari vagina akibat peluruhan lapisan endometrium. Menarche terjadi pada periode pertengahan pubertas atau yang biasa terjadi 6 (enam) bulan setelah mencapai puncak percepatan pertumbuhan. Kejadian menarche dipengaruhi oleh status gizi remaja putri, genetik dan gaya hidup. Hasil Riskesdas (2018) menunjukan bahwa kejadian menarche pada 13 tahun sebanyak 20% dengan kejadian lebih awal pada usia kurang dari 9 tahun. Menganalisis hubungan status gizi dan faktor lainnya terhadap kejadian menarche dini pada remaja putri di YAPA Al-Isti’aanah Kecamatan Cileungsi, Kabupate Bogor. Penelitian ini mengunakan desain studi cross sectional, dengan teknik accidental sampling jumlah sample sebanyak 104 responden. Peneitian dilakukan Mei-Juli 2022, dengan variabel dependen kejadian menarche dini. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Didapatkan  remaja putri yang mengalami menarche dini sebanyak 62,5%, adapun hasil yang dudapatkan yaitu status gizi (p-value 0,008), konsumsi gula garam lemak (p-value 0,001), aktivitas fisik (p-value 0,042), tingkat stress (p-value 0,122), paparan media sosial (p-value 0,009). Terdapat hubungan signifikan antara variabel status gizi, konsumsi gula garam lemak, aktivitas fisik dan paparan media sosial dengan kejaian menarche dini.
Lilitan Tali Pusat Di Leher Dan Tubuh Janin Sebagai Penyebab Kematian Bayi Dalam Rahim : Laporan Kasus Subadiyasa, I Made Arya; Ariani, Nadya
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19668

Abstract

Penulis melaporkan kasus kematian janin dalam rahim yang diakibatkan oleh kompleksitas lilitan tali pusat pada bagian tubuh multipel pada janin. Lilitan tali pusat pada leher janin diketahui sejak usia kehamilan 27 minggu akan tetapi pola dari lilitan tidak diketahui. Pada usia kehamilan 32 minggu pasien tidak merasakan gerakan janin, denyut jantung janin sudah tidak ada yang dikonfirmasi dengan ultrasonografi (USG). Janin dilahirkan dengan seksio caesarea dan ditemukan lilitan tali pusat di leher, melintang di punggung dan melilit bagian badan janin dengan Panjang tali pusat 76 cm. Penilaian prenatal USG tali pusat yang baik, dapat memprediksi hasil luaran janin. Komunikasi yang baik juga perlu dilakukan pada pasien yang diketahui janinnya terdapat lilitan tali pusat agar pasien tidak khawatir berlebihan tetapi juga memahami bahaya dari lilitan tali pusat.
Pengaruh Pemberian Balance Exercise Dan Strengthening Terhadap Peningkatan Fungsional Pada Neuropati Diabetic Tipe 1 E.C Pad: Laporan Kasus Azizah, Izza Nur; Sudaryanto, Wahyu Tri; Kingkinarti, Kingkinarti
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19571

Abstract

Neuropati perifer diabetik merupakan keluhan diabetes melitus tersering yang menyerang di ekstremitas bawah dan secara khusus mempengaruhi sistem sensorik, motorik, dan otonom. Neuropatik ini diakibatkan oleh lesi atau penyakit pada somatosensori dan biasanya ciri khasnya dengan mati rasa spontan, kesemutan, atau nyeri terbakar. Pada kasus ini pasien mengalami keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), penurunan kekuatan otot, penurunan keseimbangan dan kualitas hidup yang terganggu. Pelaksanaan program fisioterapi pengaruh pemberian intervensi fisioterapi berupa balance exercise dan strengthening exercise yang dilakukan selama 3 kali sesi terapi, didapatkan hasil berupa peningkatan ROM pada kedua ankle, terjadi penurunan hasil TUG Test, peningkatan keseimbangan dan peningkatan kualitas hidup pasien
Program Fisioterapi Pada Kondisi Low Back Pain Et Causa Spondylolisthesis : Laporan Kasus Dayanti, Kurnia; Pristianto, Arif; Kingkinarti, Kingkinarti
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19532

Abstract

Spondylolisthesis merupakan kondisi adanya pergeseran ke depan suatu korpus vertebra dengan vertebra yang terletak dibawahnya. Umumnya terjadi pada pertemuan lumbosacral joint dimana vertebra L5 bergeser diatas S1 akan tetapi hal tersebut dapat terjadi pada tingkatan yang lebih tinggi. Pada pasien dengan Spondylolisthesis dapat disertai dan tidak disertai spondilosis yang menyebabkan radikulopati yang signifikan dan defisit neurologis progresif akibat kompresi akar saraf. Gangguan nyeri pada regio lumbal ini menyebabkan spasme otot paravertebra lumbal sehingga terjadi ketidakseimbangan antara Core Muscle dan otot paravertebra dalam mempertahankan trunk menyebabkan penurunan mobilitas lumbal dan aktivitas fungsional tergangggu, seperti mengangkat, membungkuk, dan memutar badan, pada kasus ini pasien mengalami nyeri tekan dan gerak, keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), penurunan kekuatan otot, serta penurunan aktivitas fungsional. Pelaksanaan program fisioterapi pengaruh pemberian intervensi fisioterapi berupa Short Wave Diathermy (SWD), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Core Stability Exercise, William Flexion, Stretching, strengthening yang dilakukan selama 3 kali sesi terapi, didapatkan hasil berupa penurunan intensitas nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot dan peningkatan kemampuan fungsional dan aktifitas pada pasien Low Back Pain et causa Spondilolistesis.
Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) Andriani, Wiwiek Retti; Hasanah, Dwi Rizky Nur
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19529

Abstract

Ketidakstabilan kadar glukosa darah merupakan gejala diabetes melitus tipe 2 karena adanya resistensi insulin yang mengganggu proses metabolisme energi pada pembuluh darah yang ditandai dengan kenaikan atau penurunan kadar glukosa darah dari rentang normal. Komplikasi yang berpotensi ditimbulkan yaitu gangguan pada pembuluh darah mikrovaskular seperti retinopati diabetik, nefropati diabetik, neuropati diabetik dan makrovaskular seperti gangguan pembuluh darah otak, jantung, dan kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada klien diabetes melitus dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus melibatkan seorang responden/klien diabetes mellitus dengan riwayat menderita selama 13 tahun, keluhan lemas, polidipsia dan poliphagia. Asuhan keperawatan ini bertujuan untuk mencapai kestabilan kadar glukosa darah dengan kriteria lelah/lesu, keluhan lapar, rasa haus menurun dan kadar glukosa darah membaik. Intervensi yang diterapkan yaitu manajemen hiperglikemia, edukasi kesehatan, diet, senam kaki, dan pengobatan. Implementasi yang dilakukan yaitu pemeriksaan kadar glukosa darah 2x24 jam dan edukasi. Setelah diberikan implementasi selama 7 hari, evaluasi yang diperoleh yaitu kestabilan kadar glukosa darah dengan hasil pemeriksaan pertama adalah 357 mg/dL dan 287 mg/dL menjadi 198 mg/dL dan 112 mg/dL serta gejala hiperglikemia yang dirasakan menurun. Pentingnya menerapkan manajemen diabetes melitus dengan patuh dan konsisten disertai dengan dukungan keluarga dapat berpengaruh terhadap kestabilan kadar glukosa darah dan menurunkan resiko komplikasi yang dapat terjadi

Page 1 of 1 | Total Record : 7