Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Gambaran Kemampuan Refleksi Pembelajaran Mahasiswa Baru Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sulthany, Ade Ichwan; Trisnasari, Erni
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19719

Abstract

Refleksi diri merupakan proses pembelajaran aktif yang melibatkan pengalaman. Kemampuan refleksi diri diperlukan oleh mahasiswa untuk pencapaian kompetensi dan penerapan belajar sepanjang hayat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan refleksi diri mahasiswa baru Program Studi Kedokteran. Suatu studi observasi tugas refleksi diri mahasiswa yang melibatkan 45 responden mahasiswa baru Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian ditemukan dari penelitian terbanyak berjenis kelamin perempuan (71,11%) dan laki-laki (28,88%). Kamampuan melakukan analisis pengalaman yang direfleksikan memiliki kemampuan terbanyak pada kategori cukup (63,66%), diikuti kategori maksimal (22,22%) dan minimal (11,11%). Kemampuan dalam mengampil pelajaran dari pengalaman yang direflesikan terbanyak pada kategori minimal (53,33%), cukup (28,89%) dan maksimal (17,78%).  Kemampuan membuat perencanaan dari pengalaman yang direfleksikan terbanyak pada kategori minimal (46,67%), cukup (33,33%) dan maksimal (20%). Simpulan penelitian ini ialah kemampuan refleksi diri pada mahasiswa baru kedokteran Angkatan 2022 ialah kemampuan menganalisis pengalaman pada kategori cukup, mengambil pelajaran dari pengalaman dan kemampuan merencanakan tindak lanjut kategori minimal
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Efektivitas Diskusi PBL secara Online Mahasiswa Kedokteran FKIK Untirta Trisnasari, Erni; Krisnamurti, Desak Gede Budi; Nugraha, Ummu Zakiyatun Nisa
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i2.25478

Abstract

Lack of learning motivation in discussion group members will cause students to contribute only little and less actively during discussion. Given the importance of group discussion learning method (PBL) in achieving medical learning CPL, the author is interested in conducting research into the relationship between emotional intelligence and the effectiveness of group discussions online in FKIK Untirta medical students. Research design method using cross sectional design, quantitative observational research. The researchers used a stratified random sampling technique on a medical student. The reseach uses two types of questionnaires; the adoption questionnaire of the Emotional Competence Inventory of Ini Kadek’s research, and the Tutorial Group Effectiveness Instrument (TGEI). Based on the results of the study, the majority of emotional intelligence were in the middle category with 50 respondents (53,2%), in the high category 44 respondents (46,8%), and no respondents in the low emotional intelligence category. PBL discussions conducted by medical students of FKIK Untirta have been conducted effectively (98,9%). Bivariate analysis using Fisher Exact Test, showed no relationship (p>0,05) between emotional intelligence and discussion effectiveness. The category of emotional intelligence in students is at a moderate leel, the PBL discussions are already running effectively. There was no relationship between emotional intelligence and effectiveness of PBL discussions.
Faktor-Faktor Mempengaruhi Pemilihan Jurusan Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Trisnasari, Erni; Sulthany, Ade Ichwan
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19682

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa kedokteran dalam menentukan jurusan, serta mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa menjalani jurusan yang dipilih. Suatu survey deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap 64 responden mahasiswa Program Studi kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar faktor yang mempengaruhi pemilihan jurusan adalah kecocokan dan ketertarikan (34,78%). Sebagian besar memilih kedokteran sebagai urutan pertama dalam pemilihan jurusan (93,75%). Dan kepuasan menjalani jurusan didasarkan pada faktor minat dan ketertarikan (38,7%). Simpulan penelitian ini adalah faktor ketertarikan/kecocokan merupakan faktor yang paling besar yang mempengaruhi pemilihan jurusan maunpun kepuasan dalam menjalani jurusan kedokteran. Untuk itu, informasi mengenai faktor ini diharapkan dapat diketahui oleh calon mahasiswa kedokteran sebagai faktor yang harus dimiliki dalam pemilihan jurusan.
Gambaran Kemampuan Refleksi Pembelajaran Mahasiswa Baru Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sulthany, Ade Ichwan; Trisnasari, Erni
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19719

Abstract

Refleksi diri merupakan proses pembelajaran aktif yang melibatkan pengalaman. Kemampuan refleksi diri diperlukan oleh mahasiswa untuk pencapaian kompetensi dan penerapan belajar sepanjang hayat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan refleksi diri mahasiswa baru Program Studi Kedokteran. Suatu studi observasi tugas refleksi diri mahasiswa yang melibatkan 45 responden mahasiswa baru Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian ditemukan dari penelitian terbanyak berjenis kelamin perempuan (71,11%) dan laki-laki (28,88%). Kamampuan melakukan analisis pengalaman yang direfleksikan memiliki kemampuan terbanyak pada kategori cukup (63,66%), diikuti kategori maksimal (22,22%) dan minimal (11,11%). Kemampuan dalam mengampil pelajaran dari pengalaman yang direflesikan terbanyak pada kategori minimal (53,33%), cukup (28,89%) dan maksimal (17,78%).  Kemampuan membuat perencanaan dari pengalaman yang direfleksikan terbanyak pada kategori minimal (46,67%), cukup (33,33%) dan maksimal (20%). Simpulan penelitian ini ialah kemampuan refleksi diri pada mahasiswa baru kedokteran Angkatan 2022 ialah kemampuan menganalisis pengalaman pada kategori cukup, mengambil pelajaran dari pengalaman dan kemampuan merencanakan tindak lanjut kategori minimal
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Efektivitas Diskusi PBL secara Online Mahasiswa Kedokteran FKIK Untirta Trisnasari, Erni; Krisnamurti, Desak Gede Budi; Nugraha, Ummu Zakiyatun Nisa
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i2.25478

Abstract

Lack of learning motivation in discussion group members will cause students to contribute only little and less actively during discussion. Given the importance of group discussion learning method (PBL) in achieving medical learning CPL, the author is interested in conducting research into the relationship between emotional intelligence and the effectiveness of group discussions online in FKIK Untirta medical students. Research design method using cross sectional design, quantitative observational research. The researchers used a stratified random sampling technique on a medical student. The reseach uses two types of questionnaires; the adoption questionnaire of the Emotional Competence Inventory of Ini Kadek’s research, and the Tutorial Group Effectiveness Instrument (TGEI). Based on the results of the study, the majority of emotional intelligence were in the middle category with 50 respondents (53,2%), in the high category 44 respondents (46,8%), and no respondents in the low emotional intelligence category. PBL discussions conducted by medical students of FKIK Untirta have been conducted effectively (98,9%). Bivariate analysis using Fisher Exact Test, showed no relationship (p>0,05) between emotional intelligence and discussion effectiveness. The category of emotional intelligence in students is at a moderate leel, the PBL discussions are already running effectively. There was no relationship between emotional intelligence and effectiveness of PBL discussions.
Faktor-Faktor Mempengaruhi Pemilihan Jurusan Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Trisnasari, Erni; Sulthany, Ade Ichwan
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i2.19682

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa kedokteran dalam menentukan jurusan, serta mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa menjalani jurusan yang dipilih. Suatu survey deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap 64 responden mahasiswa Program Studi kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar faktor yang mempengaruhi pemilihan jurusan adalah kecocokan dan ketertarikan (34,78%). Sebagian besar memilih kedokteran sebagai urutan pertama dalam pemilihan jurusan (93,75%). Dan kepuasan menjalani jurusan didasarkan pada faktor minat dan ketertarikan (38,7%). Simpulan penelitian ini adalah faktor ketertarikan/kecocokan merupakan faktor yang paling besar yang mempengaruhi pemilihan jurusan maunpun kepuasan dalam menjalani jurusan kedokteran. Untuk itu, informasi mengenai faktor ini diharapkan dapat diketahui oleh calon mahasiswa kedokteran sebagai faktor yang harus dimiliki dalam pemilihan jurusan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HIGH VOLUME PERITONEAL DIALISIS DIBANDINGKAN DENGAN EXTENDED HEMODIALISIS PADA PASIEN DEWASA DENGAN ACUTE KIDNEY INJURY Nugroho, Muhammad Rachman; Susanto, Najla Syahira Bethari; Ramadhanty, Mutiara Sari Rizky; Izzulhaq, Arief; Fawza, Erinta; Trisnasari, Erni
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i2.31760

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) merupakan kondisi cedera ginjal akut multifaktorial yang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dan umumnya bersifat reversibel. AKI dengan kondisi seperti hiperkalemia berat dan tidak responsif, perikarditis uremik, dan edema paru membutuhkan terapi penggantian ginjal. Umumnya terapi penggantian ginjal yang digunakan adalah hemodialysis (HD), namun tidak semua pasien AKI dapat menjalani terapi HD. Gangguan hemodinamik seperti hipotensi berat dan dosis noradrenalin tinggi merupakan kontraindikasi penggunaan HD, sehingga pasien dengan kondisi tersebut memerlukan terapi alternatif berupa peritoneal dialysis (PD). Laporan kasus berbasis bukti ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan PDdibandingkan dengan HD pada pasien AKI. Terdapat dua penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan High Volume Peritoneal Dialysis (HVPD)memiliki efektivitas yang sama dengan Extended Hemodialysis (EHD) dalam membantu pulihnya fungsi ginjal pasien AKI, sehingga penggunaannya dapat menjadi alternatif bagi pasien yang tidak dapat menjalani EHD. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HIGH VOLUME PERITONEAL DIALISIS DIBANDINGKAN DENGAN EXTENDED HEMODIALISIS PADA PASIEN DEWASA DENGAN ACUTE KIDNEY INJURY Nugroho, Muhammad Rachman; Susanto, Najla Syahira Bethari; Ramadhanty, Mutiara Sari Rizky; Izzulhaq, Arief; Fawza, Erinta; Trisnasari, Erni
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i2.31760

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) merupakan kondisi cedera ginjal akut multifaktorial yang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dan umumnya bersifat reversibel. AKI dengan kondisi seperti hiperkalemia berat dan tidak responsif, perikarditis uremik, dan edema paru membutuhkan terapi penggantian ginjal. Umumnya terapi penggantian ginjal yang digunakan adalah hemodialysis (HD), namun tidak semua pasien AKI dapat menjalani terapi HD. Gangguan hemodinamik seperti hipotensi berat dan dosis noradrenalin tinggi merupakan kontraindikasi penggunaan HD, sehingga pasien dengan kondisi tersebut memerlukan terapi alternatif berupa peritoneal dialysis (PD). Laporan kasus berbasis bukti ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan PDdibandingkan dengan HD pada pasien AKI. Terdapat dua penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan High Volume Peritoneal Dialysis (HVPD)memiliki efektivitas yang sama dengan Extended Hemodialysis (EHD) dalam membantu pulihnya fungsi ginjal pasien AKI, sehingga penggunaannya dapat menjadi alternatif bagi pasien yang tidak dapat menjalani EHD. 
Skrining gizi dan edukasi nutrisi untuk pencegahan masalah gizi dan metabolik komunitas e-sport Darifah, Siti; Trisnasari, Erni; Yuniarti, Tricahyani Endah; Sugiharto, Agus; Wulansari, Ekawati Rini; Hermawati, Luluk
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i3.24080

Abstract

Perkembangan komunitas e-sport sebagai bagian dari transformasi gaya hidup digital menimbulkan risiko gangguan metabolik akibat pola hidup sedentari dan konsumsi makanan tinggi kalori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi gangguan gizi dalam komunitas e-sport serta menilai dampak edukasi gizi terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai pola hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Mei 2025 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, menggunakan pendekatan partisipatif melalui pengukuran status gizi menggunakan indikator antropometri (IMT, LiLA, dan lingkar perut), dilanjutkan dengan edukasi gizi interaktif. Hasil menunjukkan bahwa 38,9% responden memiliki status gizi normal, 44,5% mengalami obesitas, 5,6% overweight, dan 11,1% underweight. Berdasarkan pengukuran lingkar perut, 33,3% peserta teridentifikasi mengalami obesitas abdominal, sementara 5,6% terindikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berdasarkan LiLA. Edukasi yang diberikan terbukti meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya konsumsi makanan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan penerapan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko gangguan metabolik, seperti obesitas dan sindrom metabolik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi gizi berbasis komunitas memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat pada kelompok masyarakat digital, serta perlu dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mencegah masalah kesehatan metabolik di masa mendatang.
Problem-Based Learning Dan Pengembangan Higher-Order Thinking Skills Pada Mahasiswa Kedokteran: Tinjauan Literatur Wulansari, Ekawati Rini; Fidusia, Amanah Eva; Agustianti, Erika; Asma’ul Husna, Firda; Darifah, Siti; Trisnasari , erni; Hermawati, Luluk
Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/eduvasi.v1i3.93

Abstract

Modern medical education emphasizes not only the mastery of medical knowledge but also the development of higher-order thinking skills (HOTS), including critical thinking, problem solving, and self-directed learning (SDL). To achieve these learning outcomes, Problem-Based Learning (PBL) has become one of the most widely implemented instructional strategies in medical curricula worldwide. This literature-based study aims to systematically examine the contribution of PBL in medical education to the enhancement of students’ HOTS. The Methods was using A comprehensive literature search was conducted through PubMed, Scopus, and Google Scholar using the keywords “Problem-Based Learning,” “Medical Education,” “Higher-Order Thinking Skills,” “Critical Thinking,” “Problem solving,” and “Self-Directed Learning.” Inclusion criteria consisted of publications from 2015–2025, empirical research, systematic reviews, or literature reviews within the field of medical education. The Results are The findings indicate that PBL in medical education significantly improves critical thinking by fostering analytical and evaluative skills, enhances problem-solving ability through authentic clinical case scenarios, and supports self-directed learning by promoting learner autonomy in identifying study needs and accessing scientific evidence. The success of PBL depends on the quality of case scenarios, the role of tutors as facilitators, and the readiness of students to engage actively in the learning process. The Conclusion is Evidence from the literature highlights that Problem-Based Learning plays a pivotal role in developing higher-order thinking skills among medical students. Integrating PBL systematically into medical curricula—supported by adequate learning resources and trained facilitators—strengthens lifelong learning competencies and prepares students to face the complex challenges of modern healthcare.