Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HIGH VOLUME PERITONEAL DIALISIS DIBANDINGKAN DENGAN EXTENDED HEMODIALISIS PADA PASIEN DEWASA DENGAN ACUTE KIDNEY INJURY Nugroho, Muhammad Rachman; Susanto, Najla Syahira Bethari; Ramadhanty, Mutiara Sari Rizky; Izzulhaq, Arief; Fawza, Erinta; Trisnasari, Erni
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i2.31760

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) merupakan kondisi cedera ginjal akut multifaktorial yang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dan umumnya bersifat reversibel. AKI dengan kondisi seperti hiperkalemia berat dan tidak responsif, perikarditis uremik, dan edema paru membutuhkan terapi penggantian ginjal. Umumnya terapi penggantian ginjal yang digunakan adalah hemodialysis (HD), namun tidak semua pasien AKI dapat menjalani terapi HD. Gangguan hemodinamik seperti hipotensi berat dan dosis noradrenalin tinggi merupakan kontraindikasi penggunaan HD, sehingga pasien dengan kondisi tersebut memerlukan terapi alternatif berupa peritoneal dialysis (PD). Laporan kasus berbasis bukti ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan PDdibandingkan dengan HD pada pasien AKI. Terdapat dua penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan High Volume Peritoneal Dialysis (HVPD)memiliki efektivitas yang sama dengan Extended Hemodialysis (EHD) dalam membantu pulihnya fungsi ginjal pasien AKI, sehingga penggunaannya dapat menjadi alternatif bagi pasien yang tidak dapat menjalani EHD. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HIGH VOLUME PERITONEAL DIALISIS DIBANDINGKAN DENGAN EXTENDED HEMODIALISIS PADA PASIEN DEWASA DENGAN ACUTE KIDNEY INJURY Nugroho, Muhammad Rachman; Susanto, Najla Syahira Bethari; Ramadhanty, Mutiara Sari Rizky; Izzulhaq, Arief; Fawza, Erinta; Trisnasari, Erni
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i2.31760

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) merupakan kondisi cedera ginjal akut multifaktorial yang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dan umumnya bersifat reversibel. AKI dengan kondisi seperti hiperkalemia berat dan tidak responsif, perikarditis uremik, dan edema paru membutuhkan terapi penggantian ginjal. Umumnya terapi penggantian ginjal yang digunakan adalah hemodialysis (HD), namun tidak semua pasien AKI dapat menjalani terapi HD. Gangguan hemodinamik seperti hipotensi berat dan dosis noradrenalin tinggi merupakan kontraindikasi penggunaan HD, sehingga pasien dengan kondisi tersebut memerlukan terapi alternatif berupa peritoneal dialysis (PD). Laporan kasus berbasis bukti ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan PDdibandingkan dengan HD pada pasien AKI. Terdapat dua penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan High Volume Peritoneal Dialysis (HVPD)memiliki efektivitas yang sama dengan Extended Hemodialysis (EHD) dalam membantu pulihnya fungsi ginjal pasien AKI, sehingga penggunaannya dapat menjadi alternatif bagi pasien yang tidak dapat menjalani EHD. 
Skrining gizi dan edukasi nutrisi untuk pencegahan masalah gizi dan metabolik komunitas e-sport Darifah, Siti; Trisnasari, Erni; Yuniarti, Tricahyani Endah; Sugiharto, Agus; Wulansari, Ekawati Rini; Hermawati, Luluk
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i3.24080

Abstract

Perkembangan komunitas e-sport sebagai bagian dari transformasi gaya hidup digital menimbulkan risiko gangguan metabolik akibat pola hidup sedentari dan konsumsi makanan tinggi kalori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi gangguan gizi dalam komunitas e-sport serta menilai dampak edukasi gizi terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai pola hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Mei 2025 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, menggunakan pendekatan partisipatif melalui pengukuran status gizi menggunakan indikator antropometri (IMT, LiLA, dan lingkar perut), dilanjutkan dengan edukasi gizi interaktif. Hasil menunjukkan bahwa 38,9% responden memiliki status gizi normal, 44,5% mengalami obesitas, 5,6% overweight, dan 11,1% underweight. Berdasarkan pengukuran lingkar perut, 33,3% peserta teridentifikasi mengalami obesitas abdominal, sementara 5,6% terindikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berdasarkan LiLA. Edukasi yang diberikan terbukti meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya konsumsi makanan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan penerapan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko gangguan metabolik, seperti obesitas dan sindrom metabolik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi gizi berbasis komunitas memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat pada kelompok masyarakat digital, serta perlu dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mencegah masalah kesehatan metabolik di masa mendatang.
Upaya Preventif Masalah Malnutrisi melalui Evaluasi Status Gizi Lansia di UPTD Sosial Banten Trisnasari, Erni; Sulthany, Ade Ichwan; Darifah, Siti; Pratiwisitha, Maytia; Wulansari, Ekawati Rini; Hermawati, Luluk
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.690

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi status gizi lansia dan meningkatkan literasi gizi sebagai upaya preventif terhadap risiko malnutrisi. Kegiatan dilaksanakan di UPTD Perlindungan Sosial Provinsi Banten dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengukuran antropometri dan edukasi gizi interaktif. Tinggi badan lansia diestimasi menggunakan dua metode, yaitu panjang rentang lengan dan tinggi lutut, yang hasilnya digunakan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Dari 13 lansia yang diperiksa, 4 orang (30,8%) tergolong Underweight, 4 orang (30,8%) normal, dan 5 orang (38,4%) mengalami kelebihan berat badan, dengan klasifikasi IMT yang identik dari kedua metode estimasi tinggi badan. Sesi edukasi literasi gizi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa metode estimasi tinggi badan tersebut valid digunakan dalam penilaian status gizi lansia, dan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam mendorong kesadaran gizi lansia sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di lingkungan lembaga sosial.