cover
Contact Name
Anisa Sri Utami
Contact Email
anisautami95@gmail.com
Phone
+6282275004633
Journal Mail Official
redaksisalingkaabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl by Pass No 9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Salingka Abdimas
ISSN : 28089928     EISSN : 28074564     DOI : 10.31869/jsam
Core Subject : Health,
Jurnal Salingka Abdimas hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil pegabdian kepada Masyaraakat yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 9 Documents clear
EDUKASI DAN SOSIALISASI TENTANG ISI PIRING KU PADA IBU-IBU BALITA POSYANDU NAGARI TANJUANG BUNGO KECAMATAN SULIKI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Chyka Febria; Liza Andriani
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.524 KB)

Abstract

Nagari Tanjung bungo merupakan nagari lokus stunting dikabupaten lima puluh kota, nagari yang membutuhkan perhatian khusus dan serius dalam hal ini. Berdasarkan survey yang dilakukan, data bayi balita berjumlah 170 orang pada tahun 2020, bayi yang memiliki berat dan tinggi badannya tidak normal (Stunting) berjumlah 15 orang, bayi yang tinggi badannya tidak sesuai umur berjumlah 34 orang, balita yang berat badannya tidak sesuai umur berjumlah 16 orang, balita yang berat badan normal tetapi tinggi badannya tidak sesuai umur berjumlah 28 orang, dan balita yang berat badan dan tinggi badannya sesuai umur berjumlah 77 orang ( Puskesmas, Suliki 2021)., Untuk membantu mengatasi masalah ini bersama gerakan masyarakat mengencangkan edukasi dan sosialisasi tentang isi piringku pada ibu balita, ibu hamil, ibu menyusui. Metode pengabdian yaitu penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak, serta memperlihatkan poster isi piring ku pada ibu dan mewawancarai ibu dengan angket. Dari hasil pemerriksaan ada 21 anak yang mengalami stunging, ditemukan permasalahan tertinggi yaitu ibu tidak paham apa itu isi piringku (80%). Pada kegiatan penyuluhan, semua ibu dan anak terlihat antusias dan ikut serta.
TEKNIK HIPNOTIS LIMA JARI PADA PASIEN LANSIA YANG MENDERITA ANSIETAS DENGAN PENYAKIT KRONIS DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Ira Sri Budiarti; Rista Nora
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.227 KB)

Abstract

Menurut Efendi (2009) menua bukan suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan. Sedangkan badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses penuaan yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Penyakit kronis merupakan ancaman serius bagi kesehatan di negara-negara berkembang. Pada negara-negara berkembang lainnya, kematian dan kecacatan dari penyakit kronis sekarang persentasenya melebihi dari penyakit-penyakit menular yang terdiri dari 49%, dibandingkan dengan sekitar 40% untuk penyakit menular dan 11% untuk cedera. Dominasi penyakit kronis di Negara berkembang ini tidak juga diakui kalangan ahli kesehatan (Nugent, 2008). Pain catastrophizing (PC) menjadi kandidat paling utama di antara faktor psikologis yang memperburuk rasa sakit dan berkontribusi juga dalam mempengaruhi perilaku pasien terhadap pengobatan penyakitnya terutama penyakit kronis. Penderita penyakit kronis rentan mengalami kecemasan, stress, putus asa dan gangguan psikologis lainnya. PC berkontribusi yang mempengaruhi pada masa dimana seorang pasien merasa putus asa pada perawatan medisnya karena persepsinya terhadap rasa sakit yang dirasakannya. Maka penderita penyakit kronis pada dasarnya lebih rentan mengalami gangguan psikologis yaitu cemas terhadap penyakitnya.Ansietas pada lansia memiliki gejala seperti, perasaan khawatir atau takut, mudah tersinggun, kecewa, gelisah, perasaan kehilangan sulit tidur sepanjang malam, sering membayangkan hal-hal yang menakutkan dan rasa panik pada hal yang ringan, konflik-konflik yang ditekan dan berbagai masalah yang tidak terselesaikan akan menimbulkan ansietas. Ansietas dapat diatasi dengan teknik relaksasi, distraksi, kegiatan spiritual dan hipnoterapi (Keliat, 2015).Upaya yang dilakukan perawat untuk mengatasi ansietas klien di rumah sakit yaitu dengan menggunakan teknik relaksasi karena dianggap sebagai relaksasi yang termudah (National Safety Council, 2004). Namun teknik relaksasi kurang efektif karena tidak menyentuh akar permasalahan dan hanya bermain di level pikiran sadar.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN KADER KESEHATAN DALAM MELAKSANAKAN PIJAT BAYI Dahliana Dahliana; Ekadewi Retnosari; Rika Hairunisyah; Nia Clasari
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.175 KB)

Abstract

Masa bayi membutuhkan stimulasi maksimal untuk mendukung petumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Pijat bayi menjadi salah satu alternatif stimulasi fisik yang dapat mendukung tumbuh kembang anak serta membangun bonding attachment antara orang tua dan anak. Namun pemahaman masyarakat masih menganggap bahwa pijat bayi hanya boleh dilakukan oleh dukun bayi pada saat anak rewel, sakit, keseleo saja. Tujuan kegiatan ini mengoptimalkan peran kader kesehatan dengan pelatihan pijat bayi dengan tiga tahapan edukasi, demontrasi dan pendampingan. Sebanyak 30 kader kesehatan menjadi peserta, mereka diminta mengisi kuesioner sesudah dan sebelum kegiatan untuk menilai pengetahuan pijat bayi diperoleh hasil adanya peningkatan pengetahuan baik sebesar 56% setelah dilakukan pelatihan. Keterampilan peserta diobservasi dengan meminta mereka meredemontrasikan pijat bayi, semua peserta mampu malakukan pijat bayi sesuai prosedur. Pendmpingan dilakukan dengan mendatangi ke rumah ibu-ibu yang memounyai bayi dan kader langsung mempraktikan. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini,  kader kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader,  sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan puskesmas untuk menjangkau masyarakat.  Diharapkan setelah pelatihan kader dapat melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan serta melakukan pendampingan pijat bayi pada masyarakat secara kontinyu dalam bentuk program belajar memeijat bayi untuk mendukung program puskesmas meningkatkan tumbuh kembang bayi dan balita.
EFEKTIVITAS PENERAPAN TIMBANG TERIMA, PRECONFERENCE, POSTCONFERENCE SESUAI DENGAN SOP DI RUANGAN UNIT STROKE DAN YOSEP PAVILIUN RUMAH SAKIT yanti Rosdiana; Neni Maemunah; Arie Jefri Ka’arayeno
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.36 KB)

Abstract

ABSTRACTWeighing and accepting patients is one form of nurse communication in carrying out nursing care for patients. Weighing in patient acceptance is designed as a method to provide relevant information to the nursing team at every shift change, as a practice guide to provide information about the patient's current condition, treatment goals, treatment plans and determine service priorities. The stroke unit room and the Yosep Pavilion Room at the Waluyo Pavilion Hospital have implemented a weigh-in and weigh-in is only done at the nurse station. Weigh-and-accepts are carried out as a whole or combined, starting from preconference, midleconferance and postconference. Methods: providing SOPs for weighing and receiving according to the stages in the literature, providing video explanations of the implementation of weigh-in, pre-conference, middle-conferance and post-conference. Results: the weigh-in, pre-conference, mid-conference and post-conference were carried out separately and nearly 80% of the 25 nurses in the stroke unit and Joseph pavilion were able to differentiate between weigh-in, preconference, middle and post conference processes. With this understanding, it is expected to prevent errors during weigh-in, pre-conference, post-conference and of course improve the quality of nurse service quality. Keywords: Effectiveness, weigh-in, preconference, postconference  ABSTRAK Timbang terima pasien merupakan salah satu bentuk komunikasi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien. Timbang terima pasien dirancang sebagai salah satu metode untuk memberikan informasi yang relevan pada tim perawat setiap pergantian shift, sebagai petunjuk praktik memberikan informasi mengenai kondisi terkini pasien, tujuan pengobatan, rencana perawatan serta menentukan prioritas pelayanan. Ruangan unit stroke dan Ruang Yosep Paviliun RS panti Waluyo sawahan telah menerapkan timbang terima dan timbang terima hanya dilakukan di nurse station. Timbang terima yang dilakukan secara keseluruhan atau digabung mulai preconferance, midleconferance dan postconferance. Metode: memberikan SOP timbang terima sesuai tahapan di literature, memberikan penjelasan video pelaksanaan timbang terima, preconferance, midleconferance dan postconferance. Hasil: pelaksanaan timbang terima, preconferance, midleconferance dan postconferance dilakukan secara terpisah serta hampir 80% dari 25 perawat yang ada di unit stroke dan yosep paviliun dapat membedakan proses timbang terima, preconference, middle dan post coferance. Dengan pemahaman tersebut diharapkan mencegah terjadinya kesalahan saat timbang terima, preconferent, postconferent dan tentunya meningkatkan kualitas mutu pelayanan perawat. Kata Kunci : Efektifitas, timbang terima, Preconference, postconference 
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN PASIEN TERHADAP PENTINGNYA DOKUMEN BPJS KESEHATAN Dian Sari; Maisharoh Maisharoh; Rahmad Hidayat; Salsabila Salsabila; Ismailinda Ismailinda; Putri Ananda
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.838 KB)

Abstract

BPJS Kesehatan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyelenggarakan jaminan sosial kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Masyarakat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan stakeholder terkait perlu mengetahui prosedur dan kebijakan pelayanan dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya. Metode yang digunakan adalah  metode ceramah dan diskusi. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mutiara Bunda pada bulan Agustus 2021. Kegiatan dihadiri oleh staf rekam medis RSIA Mutiara Bunda serta pasien yang sedang berobat di RSIA Mutiara Bunda. Hasil dari kegiatan penyuluhan didapatkan  pasien telah mengetahui alur dari pasien BPJS dan persepsi mereka yang salah selama ini tentang penolakan pasien di rumah sakit, dan dampak yang akan mereka terima jika dokumen BPJS tidak lengkap. Pasien telah mengetahui sistem rujukan berjenjang yang memiliki 3 tingkatan yaitu pasien harus melalui faskes tingkat pertama karena pelayanan kesehatan dasar yang didapat dari faskes pertama, pasien dapat di rujuk ke faskes tingkat kedua yaitu pelayanan kesehatan spesialistik oleh dokter sub spesialis di faskes tingkat kedua, pelayanan yang terakhir di faskes tingkat ketiga yaitu pelayanan kesehatan sub spesialistik oleh dokter sub spesialis di faskes tingkat lanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pasien dapat mengetahui tentang BPJS serta alur dalam pelayanan BPJS sehingga terwujudnya kesadaran pasien terhadap pentingnya dokumen BPJS yang haarus mereka lengkapi.
MENGEDUKASI ORANG TUA SISWA DI SEKOLAH ALAM PALEMBANG TENTANG PENGASUHAN POSITIF Yunike Yunike; Ira Kusumawaty; Sri Martini
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.996 KB)

Abstract

Pengasuhan positif berimplikasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dan jika tidak terlaksana, akan berpeluang suramnya masa depan anak. Kemampuan orang tua dalam berkomunikasi efekti dan, menegakkan aturan secara konsisten menentukan keberhasilan penerapan pola asuh yang positif. Bagaimanapun juga orang tua menjadi kunci keberhasilan penerapan pengasuhan positif disertai keterlibatan guru sebagai orang tua di sekolah. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan positif.  Sebanyak 34 orang tua siswa telah dilibatkan dalam kegiatan yang mengiplementasikan metoda ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah serta dilengkapi pemanfaatan media audio visual yang berisikan materi pengasuhan positif. Penilaian keberhasilan pelaksanaan edukasi dilakukan dengan membandingkan antara nilai peserta sebelum memperoleh edukasi serta setelah mengikuti edukasi. Penilaian dilakukan dengan memberikan pertanyaan tertutup disertai alternatif jawaban.  Orang tua menjadi penentu keterlaksanaan pengasuhan positif secara optimal disertai dukungan dan kerjasama guru. Diperlukan keseriusan dan konsistensi orang tua dalam menerapkan pola asuh positif melalui komunikasi efektif dan kedisiplinan penegakkan aturan.
MELATIH BERCAKAP-CAKAP PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA UNTUK MENGONTROL HALUSINASI Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Abdul Gani
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.236 KB)

Abstract

Sebagai bentuk gangguan persepsi sensori, halusinasi pendengaran menimbulkan berbagai kompleksitas permasalahan bagi penderita dan beban emosi serta ekonomi keluarga yang berkepanjangan. Diperlukan peningkatan kemampuan penderita dalam  mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap agar penderita mampu beradaptasi dan menjalani aktivitas sehari-hari   secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam bercakap-cakap sehingga dapat mengontrol halusinasinya. Metoda pelaksanaan kegiatan pegabdian meliputi melatih dan mendampingi penderita melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Penggunaan media audiovisual serta metoda ceramah interaktif dan demonstrasi  diupayakan untuk mengedukasi dan mendampingi penderita dalam menghardik halusinasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah enam penderita yang ditampung di tempat penampungan gelandangan di Sumatera Selatan. Secara bergantian, mereka dilatih satu persatu untuk bercakap-cakap sambil memperagakannya kembali beberapa kali. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi serta menanyakan perasaan penderita setelah dilatih bercakap-cakap. Hasil kegiatan pengabdian memberikan hasil adanya peningkatan kemampuan penderita dalam bercakap-cakap sebagai upaya untuk mendistraksi halusinasi. Memberdayakan penderita yang dilakukan secara berkesinambungan dapat membantu mengubah perilaku penderita melalui upaya pembiasaan diri dalam rangka membentuk perilaku baru. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA/SISWI DENGAN PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI MANAJEMEN PEMBUANGAN SAMPAH YANG BAIK azhar azhar; Candra Mahara; Ego Erlambang
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.088 KB)

Abstract

Sampahmerupakansalahsatupermasalahan yang patutuntukdiperhatikan.Sampahmerupakanbagian yang tidakdapatterpisahkandarikehidupanmanusia, karenapadadasarnyasemuamanusiapastimenghasilkansampah.Sampahmerupakansuatubuangan yang dihasilkandarisetiapaktivitasmanusia.Pemanfaatansampahsampahharusdiprioritaskansebelumterjadinyapencemaranlingkungan yang mengganggukesehatanmasyarakat.Makaperluadanyapengelolaansampah, pengelolaansampahmemerlukankegiatan yang sistematis, menyeluruh, danberkesinambungan yang meliputipengurangandanpenanganansampah.Pengurangansampahmeliputikegiatan 3R yaitu reuse, reduce, dan recycle, sedangkankegiatanpenanganansampahmeliputipemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahandanpemprosesanakhir.Metode yang digunakandalamkegiataniniyaitudenganpemberianinformasikepadasiwa-siswi SMPN 3 Kota Langsa, mereka di berikanpengetahuanmelalui media video, materidalambentukpresentasidanpermainan game.Hasiloutcome yang didapatkandiantaranyaadalah :Denganadanya program pengabdianmasyarakat yang berupapenyuluhanmengenaimanajemenpembuangansampah yang baikinidiharapkandapatmeningkatkanpengetahuansiswa/siswitentangpengertiansampah, karakteristiksampah di sekolah, pengelolaansampah, perencanaanpengelolaansampah yang baikdanbenar di sekolah., selainitudiharapkansemakinmeningkatkankesadaransiswa/siswiakanbahaya yang bisaditimbulkanakibattidakmembuangsampahditempatnya.Lebihjauh, diharapkankegiatan-kegiatanserupadapatberdampakpadapeningkatankesadaranmasyarakat Indonesia khususnyapadasiswadansiswisebagaigenerasimuda agar ikutaktifmenjagakebersihandankesehatanlingkungan.
MINIMALISASI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS Jamaluddin Jamaluddin; Lulu Okvika; Fitria Fitria
Jurnal Salingka Abdimas Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.508 KB)

Abstract

Setiap rumah tangga selalu berupaya untuk menyiapkan menu hariannya sendiri dan berupaya menyiapkan sajian terbaik untuk keluarga. Ketika seorang istri atau asisten rumah tangga memasak maka mereka akan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi (makanan). Pada proses tersebut akan dihasilkan sisa konsumsi yang terkadang hanya dibuang begitu saja tanpa dinaikkan nilai gunanya. Tak jarang sisa calon bahan makanan serta sajian yang disediakan tersisa dan berakhir di tempat sampah. Tidak banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan sisa makanan yang telah dibuang, hanya beberapa masyarakat yang memanfaatkan sisa konsumsi tersebut dengan memberikannya kepada hewan ternak yang dimiliki. Sisa makanan yang tidak terkonsumsi ini disebut sebagai food waste. Jika hal tersebut terjadi di seluruh rumah, maka akumulasi sampah sisa makanan dan pengolahannya akan sangat banyak.  Metode pengabdian ini dilakukan melalui sosialisasi dengan warga untuk menyampaikan pengetahuan tentang komposter. Selain itu digunakan juga metode workshop dan praktik pembuatan komposter sederhana.Hasil pengabdian ini yaitu: 1) Pengetahuan masyarakat tentang komposter meningkat, dapat dilihat dari 40% responden meningkat pengetahuannya tentang pemisahan sampah organik dan non organik, 73% responden meningkat pengetahuannya tentang alat bahan membuat komposter, 70% responden meningkat pengetahuannya tentang cara pembuatan komposter, 63% responden meningkat pengetahuannya terkait manfaat komposter; dan 2) 76,7% responden dapat membuat komposter secara mandiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 9