Bandung Conference Series: Pharmacy
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"595 - 602"
:
1 Documents
clear
Profil Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklamsia dan Eklampsia di RS X
Nashwa Fika Nafillah;
Bambang Tri Laksono;
Fetri Lestari;
Avi Admikowati
Bandung Conference Series: Pharmacy 595 - 602
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.25267
Abstract. Preeclampsia and eclampsia are major causes of maternal morbidity and mortality that require effective blood pressure control. This study aims to describe patient characteristics and examine the profile of antihypertensive drug use based on monotherapy and combination therapy in patients with preeclampsia and eclampsia at Hospital X. The research method employed a retrospective, descriptive, observational study of 133 medical records. Data were analyzed descriptively and presented in tabular form. The results showed that the majority of patients were diagnosed with severe preeclampsia during their reproductive years (ages 25–44) and were in their third trimester of pregnancy. Based on the treatment profile, combination therapy was used more frequently than monotherapy. Overall, the most commonly used regimen was a three-drug combination (methyldopa + nifedipine + MgSO₄); the therapy administered was in accordance with clinical guidelines for managing preeclampsia and eclampsia at Hospital X. Abstrak. Preeklamsia dan eklampsia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal yang memerlukan pengendalian tekanan darah secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien dan melihat profil penggunaan obat antihipertensi berdasarkan penggunaan monoterapi dan kombinasi obat pada pasien preeklamsia dan eklampsia di Rumah Sakit X. Metode penelitian menggunakan studi deskriptif observasional retrospektif terhadap 133 rekam medis. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien didiagnosis mengalami preeklamsia berat pada usia reproduktif, yaitu 25-44 tahun dengan usia kehamilan trimester ketiga. Berdasarkan profil pengobatan, penggunaan terapi kombinasi lebih banyak dibandingkan monoterapi. Secara keseluruhan, obat yang paling sering digunakan adalah terapi kombinasi tiga obat (Metildopa + Nifedipin + MgSO4), terapi yang diberikan sudah sesuai dengan pedoman klinis dalam mengelola preeklamsia dan eklampsia di RS X.