cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2020)" : 23 Documents clear
Gambaran Jumlah Trombosit pada Pasien Kanker Serviks yang Menerima Kemoterapi Rifdah Amalina Winarno; Hariadi Hariadi; FX Hendriyono
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.926 KB)

Abstract

Abstract: Cervical cancer is a malignancy in the cervix. Chemotherapy is a therapy to kills cancer cells. The side effect of chemotherapy is myelosuppression which results in decreased platelet production. The purpose of study is to determine the description of platelets amount in cervical cancer patients who received paclitaxel and carboplatin chemotherapy phase I, II, III and IV at RSUD Ulin Banjarmasin. This study is descriptive by taking medical records data of cervical cancer patients at RSUD Ulin Banjarmasin period August 2018 - March 2019. The study obtained by 46 patients with cervical cancer included in the criteria. There are 1 patient (2,2%) stage IB and 45 patients (97,8%) stage IIIB. Platelet amount are 100% normal in phase I, II, III and IV stage IB cervical cancer patients. In stage IIIB, 14 patients (31,1%) increased and no decreased before chemotherapy. One patient (2,2%) decreased and nine patients (20%) increased after the first chemotherapy. Three patients (6,7%) decreased and four patients (8.9%) increased after the second chemotherapy. Five patients (11,1%) decreased and three patients (6,7%) increased after the third chemotherapy. Seven patients (15,6%) decreased and five patients (11,1%) increased after the fourth chemotherapy. Keywords: cervical cancer, platelet amount, chemotherapy Abstrak: Kanker serviks yaitu keganasan di leher rahim. Kemoterapi adalah terapi untuk menghancurkan sel kanker. Efek samping kemoterapi yaitu mielosupresi yang mengakibatkan terjadinya penurunan produksi trombosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit pada pasien kanker serviks yang menerima kemoterapi paklitaksel dan karboplatin fase I, II, III dan IV di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data rekam medik pasien kanker serviks di RSUD Ulin Banjarmasin periode Agustus 2018 – Maret 2019. Hasil penelitian diperoleh 46 pasien kanker serviks yang memenuhi kriteria. Terdapat 1 pasien (2,2%) stadium IB dan 45 pasien (97,8%) stadium IIIB. Jumlah trombosit 100 % normal pada pasien kanker serviks stadium IB fase I, II, III dan IV. Pada stadium IIIB, didapatkan 14 pasien (31,1%) meningkat dan tidak ada yang menurun sebelum kemoterapi. Sebanyak 1 pasien (2,2%) menurun dan 9 pasien (20%) meningkat sesudah kemoterapi pertama. Sebanyak 3 pasien (6,7%) menurun dan 4 pasien (8,9%) meningkat sesudah kemoterapi kedua. Sebanyak 5 pasien (11,1%) menurun dan 3 pasien (6,7%) meningkat sesudah kemoterapi ketiga. Sebanyak 7 pasien (15,6%) menurun dan 5 pasien (11,1%) meningkat sesudah kemoterapi keempat. Kata-kata kunci:  Kanker serviks, jumlah trombosit, kemoterapi
Hubungan antara Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019 Muhammad Zulfi Karami Fachir; Meitria Syahadatina Noor; Ihya Ridlo Nizomy
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.896 KB)

Abstract

Abstract: Postpartum hemorrhage is bleeding more than 500 ml that occurs after vaginal delivery. Data from Ulin Hospital Banjarmasin mentioned that from 714 deliveries in January to December 2018 there were 28 cases of postpartum hemorrhage. Risk factors for postpartum hemorrhage include age and parity. The study aims to determine the associations of maternal age and parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Ulin Hospital Banjarmasin in the period January 2018 - June 2019. The study used an observational analytic method that was case control. The study population was all patients who gave birth in the delivery room of Ulin Hospital Banjarmasin in January 2018 - June 2019. The study sample was divided into case and control samples. Case sampling technique uses total sampling and control samples use simple random sampling. The statistical test used was chi-square with a confidence level of 95%. The results showed that postpartum hemorrhage patients at age less than 20 and more than 35 years were 62.2% and in nulliparous, primiparous and multiparous parity (parity> 3) were 70.3%. Obtained the results of the analysis of the associations of postpartum hemorrhage to maternal age (p = 0,000) and parity (p = 0.010). The conclusion of this study is that there is a significant associations between maternal age and parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Ulin Hospital Banjarmasin in the period January 2018 - June 2019. Keywords: postpartum hemorrhage, age, parity Abstrak: Perdarahan pasca-salin adalah perdarahan lebih dari 500 ml yang terjadi setelah kelahiran pervaginam. Data Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin menyebutkan dari 714 persalinan pada bulan Januari sampai Desember tahun 2018 terdapat 28 kasus perdarahan pasca-salin. Faktor risiko perdarahan pasca-salin diantaranya adalah usia dan paritas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian pendarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Penelitian menggunakan metode observasional analitik bersifat kasus kontrol. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang melahirkan di kamar bersalin RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Januari 2018 – Juni 2019. Sampel penelitian dibagi menjadi sampel kasus dan sampel kontrol. Teknik sampling kasus menggunakan total sampling dan sampel kontrol menggunakan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan pasien perdarahan pasca-salin pada usia <20 dan >35 tahun sebanyak 62,2 % dan pada paritas nulipara, Primipara dan multipara (paritas >3) sebanyak 70,3 %. Didapatkan hasil analisis hubungan perdarahan pasca-salin terhadap usia ibu (p=0,000) dan paritas (p=0,010). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dan paritas dengan kejadian perdarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Kata-kata kunci: perdarahan pasca-salin, usia ibu, paritas
Hubungan Pekerjaan, Paritas, dan Keterampilan Perawatan Payudara dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Luh Putu Sukma Pratiwi Sutama; Syamsul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.296 KB)

Abstract

Abstract: Exclusive breastfeeding to infants is one of WHO’s target that has not been achieved. Work, parity and skills are predisposing factors that influence human healthy behavior. The aim of this study was to determine the correlation of employment, parity and breast care skills with exclusive breastfeeding behaviour in the work area of the Pekapuran Raya Banjarmasin Health Center. This research used observational analytic methods with cross sectional approach. The sample size of 50 respondents selected by cluster proportional random sampling technique. The research’s instrument used was a questionnaire with a chi-square statistical test. Statistical test results for employment is p value = 0.005, parity with p value = 0.005, and breast care skills with p value = 0.012, so that it can be concluded that there is a correlation of employment, parity and breast care skills with exclusive breastfeeding behaviour in work area of Pekapuran Raya Banjarmasin Health Center.    Keyword: employment, parity, breast care skills, exclusive breastfeeding. Abstrak: Pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan salah satu target dari WHO yang masih belum tercapai. Pekerjaan, paritas dan keterampilan merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhi perilaku kesehatan manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pekerjaan, paritas dan keterampilan perawatan payudara dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel 50 responden dengan teknik cluster proportional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik untuk pekerjaan nilai p=0,005, paritas nilai p=0,005, dan keterampilan perawatan payudara p=0,012, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pekerjaan, paritas dan keterampilan perawatan payudara dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin. Kata-kata kunci:    pekerjaan, paritas, keterampilan perawatan payudara, ASI eksklusif.
Hubungan Faktor Obstetrik dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Hartina Fajar Damayanti; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.56 KB)

Abstract

Abstract: Theooccurrence ofaanemia in pregnantwwomen remains high. The prevalence of anemia in pregnanttwomennaround thewworld is 41.8%, while in Indonesia is 48.9% and in East Kelayan Puskesmas Banjarmasin throughout 2018 by 48.37% categorized as the highest rate among all districts in Banjarmasin. The purpose of this study was to determineethe association of obstetric factors (parity, pregnancy intervals, and history of abortion) with the occurrence of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas Banjarmasin. This study used an observational analytic method with cross-sectional approach. The sample include 50 pregnant women in their firstttrismester of pregnancy (pure K1). The sampling technique is done by systematic randommsampling. The test used was the chi-square test and the Fisher test. The results of the chi-square test analysis on parity showed p = 0.001, on pregnancy interval showed p = 0,000, and on history of abortion showed p = 0,000. Obstetric factors using the fisher test showed the results of p = 0,000. In conclusion, there is an association between obstetric factors and the occurrenceoofaanemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas Banjarmasin p = 0,000.  Keywords:  obstetric factors, parity, anemia in pregnant women, parity, pregnancy interval, abortion history. Abstrak: Kejadiannanemiaapadaaibuuhamillmasihhtinggi.pPrevalensiaanemia padaaibu hamilldiseluruhddunia sebesarr41,8%, diIIndonesia sebesarR48,9% dan diiPuskesmas Kelayan Timur Banjarmasin pada tahun 2018 dikategorikan yang terbanyak di seluruh kota Banjarmasin sebesar 48,37%. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan faktor obstetrik (paritas, interval kehamilan dan riwayat abortus) dengan kejadian anemia pada ibu hamilldi PuskesmassKelayan Timur Banjarmasin. Metodeepenelitian yang digunakannadalah observasional analitik dengannrancangan crossssectional. Sampel penelitiannadalahiibuuhamilltrimester I (K1 murni) sebanyak 50 sampel. Teknik pengambilannsampel dilakukanndenganncarassistematic randomssampling. Uji yang digunakan adalahuuji chi-squareedan ujiifisher. Hasi analisis ujiIchi-squareppada paritas menunjukkan nilai p=0,001, interval kehamilan menunjukkan nilaiIp=0,000, dan riwayat abortusmmenunjukkan nilai p=0,000. Faktoroobstetrik menggunakan uji fisher. Hasil analisisddengan nilaiIp=0,000. KesimpulanNpenelitian iniNadalah terdapatthubungan antaraafaktor obstetrik dengankkejadian anemia pada ibuuhamilddi Pukesmas Kelayan Timur Banjarmasin dengannnilai p=0,000. Kata-kataakunci:  faktoroobstetrik, anemiappadaaibuhhamil, paritas, interval kehamilan, riwayat abortus.
Perbedaan Nilai Heart Rate Reserve antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Firman Raudana; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.303 KB)

Abstract

Abstract: Healthy heart gymnastics conducted regularly is beneficial to improve cardiorespiratory fitness in patients with coronary heart disease (CHD). Heart Rate Reserve (HRR) is one method of measuring heart rate that can be used as an indicator in assessing cardiorespiratory fitness of CHD patients. This study aims to determine the differences in HRR values of CHD patients who routinely and do not routinely do healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation branch in South Kalimantan. This study was observational with a cross sectional design with a population of CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation in South Kalimantan Branch, samples were taken using a consecutive sampling method with a total of 20 samples obtained, the HRR value was measured by calculating the pulse difference maximal heart rate and resting heart rate using the HRR formula. The average HRR value for 9 samples of patients who routinely perform healthy heart exercises (93.78), and the average HRR values of 11 samples of patients who do not routinely do healthy heart exercises (85.36). The unpaired t test results obtained significance number (p = 0.041), because the value (p< 0.05) can be concluded that there is a significant difference between the HRR values between CHD patients who routinely and do not routinely do healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation South Kalimantan Branch. Keywords: CHD, healthy heart gymnastic, heart rate reserve Abstrak: Senam jantung sehat yang dilakukan secara teratur bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran kardiorespirasi pada penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK). Heart Rate Reserve (HRR) merupakan salah satu metode pengukuran denyut jantung yang dapat digunakan sebagai indikator dalam menilai kebugaran kardiorespirasi penderita PJK.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai HRR pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia cabang Kalimantan Selatan. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional dengan populasi pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat, sampel diambil menggunakan metode consecutive sampling dengan jumlah yang didapat sebanyak 20 sampel, nilai HRR diukur dengan menghitung selisih denyut jantung maksimal dan denyut jantung istirahat menggunakan formula HRR. Nilai rata-rata HRR untuk 9 sampel pasien yang rutin melakukan senam jantung sehat (93,78), dan nilai rata-rata HRR 11 sampel pasien yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat (85,36). Hasil uji t tidak berpasangan diperoleh angka significancy (p=0,041), karena nilai (p<0,05) dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara nilai HRR antara pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan.  Kata-kata kunci:PJK.heart rate reserve, senam jantung sehat.
Hubungan Faktor Antenatal Care dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Reynaldo Gazali; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.367 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is one of many health problems that can occur in pregnant women, especially in developing countries such as Indonesia. Anemia in pregnant women can be caused by several antenatal factors include gestation age at KI, iron tablet consumption, and antenatal care service quality. Administration of iron tablets during pregnancy can fulfill the iron nutritional need of pregnant women thus will avoid anemia. East Kelayan Puskesmas of Banjarmasin is one of the primary health care with the highest rate of anemia in Banjarmasin. The purpose of this study was to determine the association of antenatal care factors with the occurrence of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with cross-sectional approach. The sample was 50 respondents who were selected using a systematic random sampling technique. The instrument used in this study were forms and service quality questionnaires and drawing blood of pregnant women to examine the level of hemoglobin. The statistical test used in this study was chi-square test and Fisher’s test. The results showed there is an association between the antenatal factors with the occurrence of anemia in pregnant women at East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin with a p value of 0,000. Keywords: antenatal care factors, pregnant women, anemia Abstrak:  Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan bagi ibu hamil terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Anemia pada ibu hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor antenatal care meliputi usia kehamilan pada K1, konsumsi tablet besi, dan mutu pelayanan antenatal. Pemberian tablet besi selama kehamilan akan membuat ibu mencukupi keperluan zat besi selama kehamilan sehingga ibu dapat terhindar dari anemia. Puskesmas di Banjarmasin yang memiliki angka kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi adalah Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor antenatal care dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan cross-sectional. Besar sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Instrument penelitian yang digunakan berupa blangko isian, kuesioner mutu pelayanan dan melakukan pengambilan darah ibu hamil untuk diperiksa hbnya. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan uji Fisher. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan antara faktor antenatal care dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin dengan uji alternative uji Fisher dengan p = 0,000. Kata-kata kunci: Faktor antenatal care, ibu hamil, anemia
Hubungan antara Cara Persalinan dan Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019 Muhammad Aldy Rahman; Meitria Syahadatina Noor; Ihya Ridlo Nizomy
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.271 KB)

Abstract

Abstract: Postpartum haemorrhage is loss of blood more than 500 cc after vaginal birth, or more than 1000 ml after sectio caesarea. Risk factors associated with postpartum haemorrhage are mode of delivery, history of hypertension, and hypertension during pregnancy. The aims study this of was to determine the between relationship mode of delivery and history of hypertension with the incidence of postpartum haemorrhage in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin over the period of January 2018 - June 2019. This study was an analytic observational research to design case control. The population used in study this were all patient who gave birth in the delivery room at RSUD Ulin Banjarmasin over the period of January 2018 - June 2019. The sample was divided into case samples and control samples. The case sample was selected using total sampling from 42 cases. The result; the sample with sectio caesarea was 12% and without sectio caesarea was 88%, the sample with history of hypertension was 7% and without history of hypertension was 97%. Analytical method used Fisher method represent the p=0,713 for mode of delivery and p=0,616 for history of hypertension.  It was concluded that there is no relationship between the mode of delivery and history of hypertension with the incidence of postpartum haemorrhages in RSUD Ulin Banjarmasin over the period of January 2018 - June 2019. Keywords: postpartum hemorrhages, mode of delivery, hypertension history Abstrak: Perdarahan pasca-salin adalah perdarahan yang terjadi lebih dari 500 cc setelah kelahiran pervaginam dan terjadi lebih dari 1000 ml setelah kelahiran abdominal.’ Faktor risiko terjadinya perdarahan pasca-salin yaitu cara persalinan, riwayat hipertensi dan hipertensi pada masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cara persalinan dan riwayat hipertensi dengan kejadian pendarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019 Penelitian ini menggunakan metode penelitian observational analitik yang bersifat case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di kamar bersalin RSUD Ulin Banjarmasin dari Januari 2018 – Juni 2019. Sampel  dibagi menjadi menjadi sampel kasus dan sampel kontrol. Sampel kasus menggunakan total sampling dari 42 kasus. Hasil penelitian ini sampel yang persalinan tindakan sebanyak 12% dan yang tanpa tindakan sebanyak 88%, yang ada riwayat hipertensi sebanyak 7% dan tidak ada riwayat hipertensi sebanyak 97%. Metode analitik yang digunakan adalah uji Fisher menunjukan bahwa nilai p=0,713   untuk cara persalinan dan nilai p=0.616 untuk riwayat hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat  hubungan cara persalinan dan riwayat hipertensi dengan kejadian perdarahan pasca-salin  di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Kata-kata Kunci: Perdarahan  pasca-salin, cara persalinan, riwayat hipertensi
Perbedaan Kadar Kreatinin Sebelum dan Sesudah Kemoterapi Berbasis Platinum Rusyda Taqiya Rahmi; Sasongko Hadi Priyono; Azma Rosida; M. Darwin Prenggono; FX Hendriyono
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.52 KB)

Abstract

Abstract: Platinum analog has a potential cytostatic effect and causing nephrotoxicity or a decrease in kidney function. This study used creatinine level to assess kidney function that are carried out routinely before the patient starts the chemotherapy cycle. This study aimed to determine the differences in creatinine levels before and after platinum-based chemotherapy. This an analytical study used retrospective cohort design with a total sample of 70 people according to inclusion criteria. The result showed a median creatinine level of breast cancer patients before and after platinum-based chemotherapy is 0,63 mg/dL and 0,75 mg/dL. Wilcoxon test results obtained”p=0,000 (p <0.05), considered as a significant difference between creatinine level  before and after platinum-based chemotherapy in breast cancer patients period January 2018-June 2019 in Ulin Hospital Banjarmasin, but the change of creatinine levels remain in the normal range. Keywords: platinum, based” chemotherapy, creatinine” levels, breast cancer” Abstrak: Analog platinum memiliki efek sitostatika poten dan efek samping nefrotoksisitas atau penurunan fungsi ginjal. Penilaian fungsi ginjal menggunakan parameter kadar kreatinin yang dilakukan secara rutin sebelum pasien memulai siklus kemoterapi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kreatinin sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum. Ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan Kohort Retrospektif dengan subjek penelitian 70 orang sesuai kriteria inklusi. Didapatkan median kadar kreatinin sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum sebesar 0,63 mg/dL dan 0,75 mg/dL. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), disimpulkan terdapat perbedaan bermakna kadar kreatinin sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinumpada pasien kanker payudara periode Januari 2018-Juni 2019 di RSUD Ulin Banjarmasin meskipun perubahan kadar kreatinin masih dalam rentang normal. Kata-kata kunci: kemoterapi berbasis platinum, kadar kreatinin, kanker payudara
Perbedaan Nilai Kapasitas Vital Paru antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Yusril Gunawan; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.775 KB)

Abstract

Abstract: Coronary Heart Disease (CHD) is a disorder of heart function that occurs due to narrowing in the walls of coronary arteries due to the formation of plaque in artery walls. Physical exercise or sports causes increased endurance of the respiratory muscles so that respiratory function will increase. One of the recommended sports for CHD patients is healthy heart gymnastic. This study aims to determine the difference in the vital lung capacity between patients with coronary heart disease who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation branch in South Kalimantan in 2019. This study was an observational study with a cross sectional design. The number of samples in this study was determined by total sampling. Spirometry in this study was used to assess lung function in the form of forced lung vital capacity (FVC). The sample of this study consisted of 6 CHD patients who routinely did healthy heart gymnastics, and 12 CHD patients who did not routinely do healthy heart gymnastics. The results showed that the average FVC value of CHD patients who did not routinely perform healthy heart gymnastics was 63.2750% ± 9.24931%, while the average FVC value of CHD patients who routinely performed heart gymnastics was 70.2733% ± 13.93647%. The results of data analysis with unpaired t test obtained p = 0.1095. Based on this research, it can be concluded that there is no significant difference between the vital lung capacity values of CHD patients who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises. Keywords: coronary heart disease, heart healthy exercise, vital lung capacity. Abstrak: Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung yang terjadi akibat penyempitan di dinding pembuluh darah koroner karena adanya pembentukan plak di dinding arteri. Latihan fisik atau olahraga menyebabkan terjadinya peningkatan daya tahan otot pernapasan sehingga fungsi pernapasan akan meningkat. Salah satu olahraga yang dianjurkan untuk pasien PJK adalah senam jantung sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai kapasitas vital paru antara pasien penyakit jantung koroner yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia cabang Kalimantan Selatan tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan cara total sampling. Spirometri dalam penelitian ini digunakan untuk menilai fungsi paru berupa kapasitas vital paru paksa (FVC). Sampel penelitian ini berjumlah 6 orang pasien PJK yang rutin melakukan senam jantung sehat, dan 12 orang pasien PJK yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata FVC pasien PJK yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat adalah 63.2750% ± 9.24931%, sedangkan nilai rata-rata FVC pasien PJK yang rutin melakukan senam jantung adalah 70.2733% ± 13.93647%. Hasil analisis data dengan uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p=0,1095. Berdasarkan penelitian didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai kapasitas vital paru pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat. Kata-kata kunci: penyakit jantung koroner, senam jantung sehat, kapasitas vital paru
Kadar Protein C-Reaktif Pasien Sepsis dan Non-Sepsis di Ruang Rawat Intensif RSUD Ulin Banjarmasin Nurmalita Insani Haq; Oky Susianto; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.474 KB)

Abstract

Abstract: Sepsis is a high mortality disease with a in intensive care unit. CRP is expected to be a marker of sepsis. CRP is an acute phase biomarker which the increase is induced by proinflamatory cytokines. The purpose of this study was to determine sepsis and nonsepsis patients in the ICU based on qSOFA scores, CRP levels and patient outcomes in the period August - October 2019. This research was a descriptive observational prospect with repeated measurement of CRP levels. The sampling technique used was consecutive sampling. The study population was all patients in the intensive care unit of Ulin General Hospital Banjarmasin in the period August - October 2019. The diagnosis of sepsis was made using the qSOFA score. CRP levels were measured on ICU admission and 3 days after respectively. The results of this study included of 25 patients, consisted of 14 sepsis patients and 11 nonsepsis patients. The CRP level average of sepsis patients was at H0 (35.07 ± 31.53); H1 (15.85 ± 15.54); H2 (19.28 ± 18.25) and H3 (12.54 ± 14.8). Keywords: CRP, mortality, sepsis. Abstrak: Sepsis merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi di ruang rawat intensif. CRP diperkirakan dapat menjadi salah satu penanda diagnosis sepsis. CRP merupakan biomarker fase akut yang peningkatannya diinduksi oleh sitokin proinflamasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pasien sepsis dan nonsepsis di ICU berdasarkan skor qSOFA, kadar CRP dan luaran pasien pada periode Agustus – Oktober 2019. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif yang bersifat prospektif, dengan pengukuran berulang terhadap kadar CRP. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pasien di ruang rawat intensif RSUD Ulin Banjarmasin pada periode Agustus – Oktober 2019. Penegakkan diagnosis sepsis dilakukan menggunakan skor qSOFA. Pengukuran kadar CRP dilakukan saat pasien masuk ICU dan 3 hari setelahnya secara berturut-turut. Hasil penelitian ini terdiri dari 25 pasien, dengan 14 pasien sepsis dan 11 pasien non sepsis. Rata-rata kadar CRP pasien sepsis pada H0 (35.07±31.53); H1 (15.85±15.54); H2 (19.28±18.25) dan H3 (12.54±14.8). Kata-kata kunci: CRP, mortalitas, sepsis.

Page 2 of 3 | Total Record : 23