cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 32 Documents
Search results for , issue "2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12" : 32 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI POSYANDU WIDOSARI KELURAHAN KRICAK KOTA YOGYAKARTA Farida Arintasari, Afroh Fauziah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.924 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.43

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI secara eksklusif sampai umur 6 bulan dan tetap dipertahankan pemberian ASI sampai usia 24 bulan bersama makanan pendamping.  Pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh umur, status pekerjaan ibu, pendidikan, pengetahuan , dukungan keluarga dan petugas kesehatan, kesehatan ibu,kesehatan bayi, tingkat pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, dan sikap ibu. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Widosari Kelurahan Kricak Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian Cross Sectional dengan variabel independen umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, paritas, pengetahuan, sikap, manajemen laktasi, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Sampel yang digunakan ibu yang memiliki bayi usia 7-24 bulan sejumlah 63 responden yang dipilih secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil analisis membuktikan bahwa  pencapaian pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Widosari Kelurahan Kricak sebesar 68,3%. Variabel yang berhubungan berdasarkan analisis chi-square adalah variabel dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah dukungan petugas kesehata. Saran  peneliti agar ibu lebih meningkatkan pemberian ASI Eksklusif serta lebih meningkatkan pengetahuaannya tentang ASI Eksklusif. Kata Kunci: PemberianASI Eksklusif 
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI BPSTW YOGYAKARTA UNIT ABIYOSO DIY Suwarsi, Uswatun Chasanah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.759 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.61

Abstract

Latar belakang: Indikator keberhasilan pembangunan ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup yang dapat menyebabkan jumlah penduduk lansia mengalami peningkatan. Usia harapan hidup tahun 2010 mencapai 69,43 tahun meningkat pada 2011 menjadi 69,65 tahun, di DIY pada tahun 2014 mencapai 78 sampai 80 tahun. Peningkatan jumlah dapat menyebabkan berbagai masalah fungsi psikososial pada lansia yaitu ansietas. Hampir 4% lansia mengalami gangguan ansietas. Hasil wawancara pada 21 lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso 15 diantaranya mengatakan sulit beristirahat dan 12 diantaranya mengatakan mudah tersinggung serta marah tanpa sebab. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap masalah keperawatan ansietas dan tekanan darah pada lansia di PSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Metode: Metode yang digunakan quasi experiment dengan Pre-test and Post-test nonequivalent control group. Populasi pada penelitian 126 lansia. Teknik sampling convinience sampling jumlah sampel 20 lansia setiap kelompok. Analisa Independent T-test untuk kelompok intervensi dan kontrol, serta  paired T-test untuk sebelum dan setelah terapi tertawa. Hasil: Skor ansietas kelompok kontrol sebelum terapi tertawa 7,00 setelah terapi menjadi 8,95 dengan p value 0,00. Skor ansietas kelompok intervensi sebelum terapi tertawa 7,00 setelah terapi 2,30 dengan p value 0,00. Skor ansietas setelah terapi tertawa kelompok intervensi 2,30 pada kelompok kontrol 8,95 dengan p value 0,00. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rata-rata skor ansietas dan tekanan darah yang signifikan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah kelompok intervensi diberikan terapi tertawa pada lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Kata Kunci: ansietas, lansia, tekanan darah, terapi tertawa  
TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES KERJA KARYAWAN di PT.ASA YOGYAKARTA Putu Ayu Dewita Azhylia, Christin Wiyani, Endang Nurul Syafitri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.667 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.38

Abstract

Latar Belakang: Era Globalisasi ini banyak memberikan dampak yang besar terhadap persaingan industri. Persaingan yang makin berat menuntut karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Kondisi tersebut akan memberikan beban tersendiri, dan menyebabkan stres kerja. American Physcological Asosiation menyatakan 65% orang mengalami stres karena pekerjaan. Hasil studi pendahuluan sebanyak 10 karyawan, dari 7 orang menyatakan dirinya mengalami gejala stres kerja seperti, kurang tidur, mudah lelah, pikiran kacau, dan merasa pusing, sedangkan 3 lainnya menyatakan bahwa mereka senang dan menikmati pekerjaannya. Salah satu terapi untuk menangani stres kerja dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres kerja di PT.ASA Yogyakarta. Metode: Merupakan penelitian quasi experimentdengan one group pre-posttest design. Subjek penelitian merupakan karyawan dari bagian produksi PT.ASA Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil: Tingkat stres kerja sebelum diberikan terapi berada pada kategori sedang (75%). Setelah diberikan terapi sebagian besar tingkat stres kerja berada pada kategori ringan (85%). Dari uji statistik didapatkan hasil pengaruh terapi ROP terhadap tingkat stres kerja dengan p-value 0,000 (ɑ <0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres kerja di PT.ASA Yogyakarta. Kata-kunci : Karyawan, Relaksasi Otot Progresif, Stres Kerja,                                                        AbstractBackground: The era of globalization has brought great impacts on industrial competitions. Tough competitions have demanded employees to improve their work performance. Such demand can make employees experience pressure which may cause job stress.  American Psychological Association stated that 65% people experience stress because of their jobs. A preliminary study conducted to 10 employees found that 7 of them said that they experienced such job stress. A Progressive Muscle Relaxation Therapy is a therapy to cope with stress at work. Objective: To find out the influence of progressive muscle relaxation therapy on the decrease of job stress level among employees at PT. ASA Yogyakarta. Method: This was a quasi-experimental research with one group pre-posttest design. A consecutivesampling method was used to collect the data from as many as 20 employees in the production division at PT. ASA Yogyakarta. The instrument was using DASS 42. As for the analysis, it used Wilcoxon test. Result: The results indicate that before receiving therapy as many as 75% of the employees had a medium level of job stress. After receiving therapy, 85% of them showed a low level of job stress. There is an influence of progressive muscle relaxation therapy on the level of job stress among the employees with a p-value of 0.000 (a< 0.05). Conclusion: There is an influence of progressive muscle relaxation therapy on job stress level among employees at PT. ASA Yogyakarta. Key words : Employee, Job stress, Progressive muscle relaxation
PENYULUHAN TENTANG MENOPAUSE PADA LANSIA DI DUSUN BANARAN DESA ARGOMULYO KECAMATAN CANGKRINGAN SLEMAN DIY Puspito Panggih Rahayu
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.275 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.162

Abstract

Latar belakang: Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur menstruasinya. Hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi tanpa disertai ketidakteraturan siklus berkepanjangan sebelumnya. Studi pendahuluan yang dilakukan di Dusun Banaran, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman DIY, menunjukkan bahwa ada beberapa ibu-ibu yang memasuki usia 40 tahun dan mengalami ketidakteraturan menstruasi dan bahkan ada yang tidak mengalami menstruasi selama 4 bulan. Sehingga menganggap bahwa itu merupakan tanda kehamilan. Pengetahuan yang tepat tantang menopause diperlukan untuk menghadapi masa menopause. Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan lansia tentang pengertian, batasan, tanda dan gejala, serta penanganan menopause di Dusun Banaran, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman DIY. Selain itu penyuluhan ini juga sebagai sumber informasi dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang menopause di Dusun Banaran, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman DIY. Metode : Sasaran penyuluhan ini adalah  ibu-ibu lansia di Dusun Banaran, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman DIY. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2016.  Hasil : Kegiatan penyuluhan dilakukan selama 60 menit meliputi pembukaan, penyampaian materi, evaluasi dan penutup. Pada saat penyuluhan berlangsung, peserta antusias untuk mendengarkan dan menyimak penjelasan yang disampaikan penyuluh. Peserta juga aktif bertanya seputar permasalahan dan keluhan menopause yang pernah dialami. Hasil evaluasi menunjukkan peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan penyuluh. Kesimpulan: Pengetahuan lansia di Dusun Banaran meningkat setelah dilakukan penyuluhan penyuluhan tentang menopause. Kata kunci : Penyuluhan, Lansia, Menopause, Pengetahuan  
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN UNTUK WARGA MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS UNRIYO II MAGUWOHARJO Cornelia D.Y Nekada, Tia Amestiasih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.304 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.33

Abstract

Latar Belakang : Propinsi daerah istimewa Yogykarta, khususnya Kabupaten Sleman saat ini telah mengalami perubahan karakteristik daerah, dengan berkembangnya daerah tersebut, meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah kendaraan. Salah satu bagian wilayah Sleman yang mengalamiperkembangan pesar yaitu Maguwoharjo. Daerah ini berkembang menjadi suatu kota baru dengan berdirinya beberapa kampus, stadion internasional dan lokasi hiburan. Lokasi yang dulunya sepi menjadi ramai dan terkadang timbul kemacetan, angka kecelakaanpun juga meningkat. Situasi ini diperberat dengan adanya beberapa warga masyarakat yang melintas di sekitar jalan raya Tajem,namun belum tertib berlalu lintas sebagai contoh menerobos lampu merah, berkendara dengan kecepatan tinggi, tidak memperhatikan marka jalan, maupun tidak menggunakan helm saat berkendara. Kondisi ini tentunya dapat memicu keadaan yang buruk apabila terjadi kecelakaan,seperti resiko cidera maupun kondisi yang membahayakan nyawa lainnya. Tujuan: Pengabdianmasyarakat ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan sederhana bagi warga masyarakat sekitar UNRIYO kampus II dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Metode: Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada seluruh warga masyarakat yang tinggal di sekitar kampus II UNRIYO. Pengabdi memberikan undangan kepada warga sekitar dan karyawan UNRIYO kampus II melalui kepala bagian umum. Target peserta adalah 30, namun yang hadir 28 orang.Hasil: Jumlah peserta yang hadir di penyuluhan adalah 28 orang yang terdiri dari satpam, cleaning services Kampus II UNRIYO dan warga yang tinggal di sekitar kampus II UNRIYO, seperti pedagang makan, guru TK dan tukang foto kopian. 100 % masyarakat undangan sangat antusias dalam mencoba mempraktekkan materi yang telah diberikan selama pelatihan. 100% warga yang diudang juga memperhatikan dan aktif bertanya saat kegiatan berlangsung. Kesimpulan: Hasilpengabdian masyarakat ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh berbagai pihak dalam skala yang besar dan waktu yang lebih lama khususnya untuk seluruh karyawan di kampus FIKES UNRIYO yang memiliki latar belakang sebagai instusi kesehatan.Kata Kunci: pertolongan, pertama, kecelakaan
PELATIHAN KADER PEMERIKSAAN FISIK: TANDA-TANDA VITAL DI DUSUN DEMANGAN DAN KARANGSARI, WEDOMARTANI, SLEMAN, YOGYAKARTA Thomas Aquino Erjinyuare Amigo, Muflih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.305 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.67

Abstract

Latar Belakang : Pemeriksaan tanda vital adalah cara untuk mendeteksi perubahan sistem yang ada di dalam tubuh. Tanda vital meliputi suhu tubuh, denyut  nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah. Perubahan tanda vital dapat terjadi bila tubuh dalam keadaan sakit atau kelelahan. Perubahan tersebut merupakan indikator adanya gangguan sistem tubuh. Pemeriksaan tanda vital di tatanan klinik dilaksanakan oleh tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat digunakan untuk memantau perkembangan pasien. Tindakan ini bukan hanya merupakan kegiatan rutin pada pasien, tetapi merupakan tindakan pengawasan terhadap perubahan atau gangguan sistem tubuh. Pelaksanaan pemeriksaan tanda vital di komunitas/masyarakat sangat penting untuk deteksi dini gangguan kesehatan dan hal ini tidak mungkin dilakukan oleh tenaga kesehatan secara terus menerus tetapi harus dilakukan oleh anggota masyarakat tersebut yang sudah terlatih dalam bidang kesehatan. Kondisi tersebut yang menjadi dasar dilakukan pelatihan “Prosedur pemeriksaan  tanda vital” yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan : Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu kader mampu melakukan ketrampilan sederhana kepada warga masyarakat khususnya dalam melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital pada lansia. Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada kader kesehatan lansia yang terdapat di dusun Demangan dan Karangsari. Pengabdi memberikan undangan kepada kader yang terdapat di Dusun Demangan dan Karangsari. Peserta yang hadir berjumlah 10 orang kader. Hasil: 100% kader hadir dalam kegiatan pelatihan; 100% kader dapat menjelaskan pengertian dari pengukuran pernapasan, nadi, dan tekanan darah; 100% kader dapat menyebutkan tujuan dari pengukuran pernapasan, nadi, dan tekanan darah; 100% kader dapat menyebutkan nilai normal dari pernapasan, nadi, dan tekanan darah; 100% kader dapat menyebutkan kondisi yang perlu dikaji sebelum pengukuran pernapasan, nadi, dan tekanan darah; 100% kader dapat melakukan pengukuran pernapasan, nadi, dan tekanan darah; 70% kader dapat mengukur tekanan darah dengan tensimeter air raksa dan pegas. Kesimpulan: Kader mampu melakukan keterampilan sederhana kepada warga masyarakat khususnya dalam melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital berupa pengukuran pernapasan, nadi, dan tekanan darah pada lansia. Kata Kunci: Kader, Lansia, Tanda-Tanda Vital  
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN SERAT, CAIRAN DAN USIA DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA LANSIA DI POSYANDU HANDAYANI BANGUNTAPAN YOGYAKARTA Regina Arvini Putri Azis, Retno Pangastuti, Ari Tri Astuti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.738 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.117

Abstract

Latar Belakang : Indonesia termasuk negara yang memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia (aging structured population) karena mempunyai jumlah penduduk dengan usia 60 tahun ke atas sekitar 7,18%.  Salah satu masalah yang sering terjadi pada lanjut usia adalah sembelit atau konstipasi. Sebagian besar konstipasi pada lansia berhubungan dengan penurunan motilitas kolon, kurangnya mobilitas aktivitas fisik, serta rendahnya asupan serat dan asupan cairan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan serat, cairan, dan usia dengan kejadian konstipasi pada lansia di Posyandu Handayani Banguntapan, Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan rancangan studi cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Handayani Banguntapan, Yogyakarta pada bulan Februari – Maret 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar di Posyandu Handayani Banguntapan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan besar sampel 72 orang lansia. Data kejadian konstipasi dan usia diperoleh dengan kuesioner, sedangkan data asupan serat serta cairan diperoleh menggunakan food frequency questionaire (FFQ). Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil :Hubungan antara asupan serat dengan konstipasi menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,001). Hubungan antara asupan cairan dengan konstipasi menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,034). Disamping itu, hubungan antara usia dengan konstipasi juga menunjukkan  hasil yang signifikan (p= 0,031). Kesimpulan : Ada hubungan antara asupan serat, cairan dan usia dengan kejadian konstipasi pada lansia di Posyandu Handayani Banguntapan, Yogyakarta Kata Kunci : Lansia, Serat, Cairan, Usia, Konstipasi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT NYERI PEMASANGAN INFUS PADA ANAK USIA SEKOLAH Endang Lestiawati, Paulinus Deny Krisnanto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.507 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.39

Abstract

Latar Belakang: Usia sekolah merupakan usia dimana seorang anak sering mengalami sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Prosedur pemasangan infus merupakan salah satu prosedur invasif pada pasien rawat inap yang dapat menimbulkan nyeri. Persepsi nyeri bersifat subjektif dan banyak faktor yang mempengaruhinya seperti : usia, jenis kelamin, pengalaman terhadap nyeri sebelumnya, ansietas, budaya, efek placebo, pola koping serta keluarga dan dukungan sosial. Tujuan: Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat nyeri pemasangan infus pada anak usia sekolah di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Desain penelitian yang digunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 anak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan format pengkajian nyeri Face Pain Rating Scale. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Tingkat nyeri responden mayoritas mengalami sakit yang paling sakit 43,7%. Hasil uji Spearman rank usia, jenis kelamin, pengalaman diinfus sebelumnya dan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat nyeri masing-masing didapatkan nilai p value : 0,000, 0,416, 0,000 dan 0,006. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan usia, pengalaman diinfus sebelumnya dan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat nyeri pemasangan infus pada anak usia sekolah di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata Kunci: Anak usia sekolah, Tingkat nyeri, Pemasangan Infus. AbstractBackground: School-age children are a period in which they often experience illness so that they have to be hospitalized. The procedure of iv cannule insertion is one of the invasive procedures in hospitalized patients that may cause pain.  The perception of pain is subjective and many influencing factors such as: age, gender, previous experience of the pain, anxiety, cultural, placebo effects, coping patterns as well as family and social support.  Objective: To determine the factors that associated with the level of pain iv cannule insertion in school age children at RSUD Panembahan Senopati Bantul. The study design used analytic survey with cross sectional approach. The sampling technique was consecutive sampling with sample size 48 respondents. The research instrument used  questionnaires and the pain level was measured by Face Pain Rating Scale. The data was analyzed using Spearman’s Rank test.  Results: The research results indicated that most of respondents (43.7%) experienced the highest level of pain. The results of Spearman’s rank test for age, sex, previous pain experiences, social and family support with the level of pain each obtained p value: 0.000, 0.416, 0.000 and 0.006. Conclusion: There was a significant association of age, previous pain experiences, social and family support with the level of pain iv cannule insertion in school age children at RSUD Panembahan Senopati Bantul. Keywords: School age children, Level of pain, IV cannule insertion  
HUBUNGAN PENGETAHUAN GURU DENGAN PENERAPAN METODE ABA DI SEKOLAH KHUSUS AUTIS DI WILAYAH YOGYAKARTA Ni Putu Ari Santi, Listyana Natalia R, Lala Budi Fitriana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.362 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.57

Abstract

Latar Belakang: Metode ABA merupakan terapi yang digunakan pada anak autis dengan kurangnya kemampuan bahasa, sosial, akademis, dan kemampuan bantu diri. Dalam penerapan metode ABA, pengetahuan guru sangatlah penting dalam memberikan pelajaran guna mencapai keberhasilan bagi anak autis dan bisa kembali berperilaku normal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di dua Sekolah Khusus Autis didapatkan hasil bahwa hanya 40 % guru yang memahami dan mengaplikasikan Metode ABA sedangkan 60 % hanya sekedar tahu tentang metode ABA. Selain itu kedua Sekolah Khusus Autis sudah menerapkan metode pembelajaran ABA namun belum sesuai teori.   Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan pengetahuan guru dengan penerapan metode pembelajaran ABA di Sekolah Khusus Autis di Wilayah Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Data diambil dengan menggunakan total sampling yaitu guru di Sekolah Khusus Autis Fajar Nugraha dan Sekolah Khusus Autis Bina Anggita yang berjumlah 37 guru. Data diolah dan dianalisis menggunakan Fisher’s Exact dengan α 0,05 dan tingkat kepercayaan (CI) 95 %. Hasil Penelitian: Berdasarkan kategori pengetahuan guru dari 37 guru, kategori baik sebanyak 33 guru (89,2 %), cukup sebanyak 4 guru (10,8 %). Berdasarkan kategori penerapan metode ABA, guru dengan penerapan metode ABA baik sebanyak 32 guru (86,5 %), cukup 5 guru (13,5 %). Hasil analisis diperoleh p-value 1,00 (> 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan guru dengan penerapan metode pembelajaran ABA di Sekolah Khusus Autis di Wilayah Yogyakarta. Kata Kunci : Autis,Pengetahuan, Penerapan Metode ABA. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL TAHUN 2015 Miftakhul Zanah, Eko Mindarsih, Sri Wulandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.22 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.73

Abstract

Latar Belakang: Faktor penyebab section caesarea terdiri dari faktor ibu dan faktor janin. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RSUD Panembahan Senopati Bantul angka sectio caesarea dari tahun ketahun mengalami peningkatan, tahun 2013  sebesar  598 kasus, tahun 2014 sebesar 612 kasus, tahun 2015 sebesar 687 kasus. Berdasarkan  faktor ibu meliputi DKP berjumlah 22,9 %, riwayat SC berjumlah 16,7 %, gagal induksi berjumlah 13,7 %, ketuban pecah dini berjumlah 6,4 %, dan faktor janin meliputi kelainan letak janin berjumlah 12,7 %, gameli berjumlah 2,5 %, dan plasenta previa berjumlah 3 %, gawat janin berjumlah 22,1 %. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan section caesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015. Metode: Penelitian ini menggunakan metode suvey analitik. Lokasi penelitian di RSUD Panembahan Senopati Bantul, instrumen penelitian menggunakan master tabel, populasi dalam penelitian ini ibu yang bersalin sesuai dengan kreteria berjumlah 906 orang dengan menggunakan teknik sampling Total Sampling dan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan SC diperoleh p-value 0.000, terdapat hubungan pada DKP, KPD, Kelainan kontraksi Rahim, Gawat janin, Plasenta pevia, Riwayat SC dengan persalinan section caesarea. Sedangkan Pada Gameli diperoleh p-value 0.307 dan pada kelainan letak janin diperoleh p-value 0.834, tidak terdapat hubungan gameli dan kelainan letak janin dengan persalinan Sectio Caesarea. Kesimpulan: Terdapat hubungan DKP, KPD, Riwayat SC, Kelainan kontraksi Rahim, Gawat janin, Plasenta pervia dengan persalinan Sectio caesarea. Dan tidak terdapat hubungan gameli, kelainan letak janin dengan persalinan section caesarea. Kata Kunci: Persalinan, Sectio caesarea  

Page 2 of 4 | Total Record : 32