cover
Contact Name
Arisa Rahmawati Zakiyah
Contact Email
arisazakia@iainkediri.ac.id
Phone
+628113341870
Journal Mail Official
happiness@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Office Address at Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Happiness : Journal of Psychology and Islamic Science
ISSN : 25800671     EISSN : 29635764     DOI : https://doi.org/10.30762/happiness
Jurnal Happines, Journal of Psychology and Islamic Science is a journal publishes research report and scientific papers in psychology, Islamic psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology and Islamic psychology. This journal is published by IAIN Kediri and managed by the Program Studi Psikologi Islam at the Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019)" : 6 Documents clear
Religiusitas Dan Stres Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa Sma Kelas XII Adeline Vania Kirana; Amrizal Rustam
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.669 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.354

Abstract

Ujian Nasional is one of the biggest stressor for the 12th grade high school students. Previous studies found that high school students who took the Ujian Nasional experience stress. It’s known that exam stress could cause a failure in exam. Religiosity is known to have negative relationship to one’s stress state. The purpose of this study is to test the relationship between religiosity and exam stress on 12th grade high school students who will have to take the Ujian Nasional. The hypothesis of this study is there’s a negative relationship between religiosity and exam stress. The Product Moment correlation technique by Pearson is used to examine the relationship between two variables. Result of this research is that there’s a significant negative relationship between religiosity and student’s exam stress (p < 0,01, r = 0,212). Exam stress on students could be reduced by increasing their religiosity.
Rancangan Intervensi Pada Remaja Berisiko Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi Luthfi Atmasari
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.701 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.355

Abstract

Dinamika kehidupan remaja akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Pada periode ini pula remaja mulai melepaskan diri secara emosional dari orang tua dalam rangka menjalankan peran sosialnya yang baru sebagai orang dewasa. Banyak diantara mereka yang mengalami salah pengasuhan (maltreatment) dalam keluarga, dimana mereka merasa kebutuhan afeksinya kurang terpenuhi. Kondisi tersebut membuat mereka mencari pemenuhan afeksi di luar keluarga. Salah satu cara yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan afeksinya, mereka membangun hubungan dengan lawan jenis atau pacar. Namun upaya mereka untuk mendapatkan afeksi tersebut kurang tepat dan akhirnya membuat mereka terjerumus dalam perilaku beresiko seperti merokok, minum alkohol dan perilaku seks yang beresiko penularan penyakit menular seksual atau HIV/AIDS. Sehingga kelompok remaja tersebut disebut sebagai remaja berisiko. Remaja berisiko adalah remaja yang memiliki kecenderungan perilaku yang mengarah pada hal-hal yang dapat berisiko terhadap kesehatan mereka, yang dalam penelitian ini adalah risiko kesehatan reproduksi. Penelitian ini tergolong dalam pre-experimental design, yang bertujuan untuk merancang program intervensi terhadap kelompok remaja berisiko dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi, dengan menggunakan pola one-shoot case study. Dimana peneliti memberikan treatment atau perlakuan pada satu kelompok subyek remaja berisiko dengan usia 12-18 tahun, kemudian hasil dari perlakuan tersebut dianalisis untuk digunakan sebagai acuan penyusunan program intervensi terhadap kelompok remaja berisiko. Rancangan program intervensi ini melibatkan beberapa kegiatan diantaranya konseling kelompok dan psikoedukasi. Rancangan program intervensi ini dibuat berdasarkan kondisi kelompok subyek dengan harapan dapat memberikan dampak positif berupa berkurangnya atau menghentikan perilaku berisiko yang dilakukan sebelumnya. Dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja berisiko menjadi lebih sadar akan pentingnya menerapkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi.
Hubungan Pengelolaan Diri Dengan Kemampuan Menghafal Alqur’an Siswa Kelas VIII Di Ma’had Al-Azhar Mtsn 2 Kota Kediri Atika Alfi Suroyya; Rini Risnawita Suminta; Novi Wahyu Winastuti
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.516 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.356

Abstract

Menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu upaya menjaga kemurnian Al-Qur’an dan kebutuhan umat muslimin terhadap diri sendiri. Namun, sebagian besar muslim merasa kesulitan dan berat untuk menghafalkannnya. Begitu juga yang dialami oleh siswa yang tinggal di ma’had dan mendapat target untuk menghafalkan Al-Qur’an. Kesibukan yang beragam dari masing-masing siswa dapat mempengaruhi kualitas menghafal Al-Qur’an. Karena itu, peneliti ingin mengetahui tentang : 1. Tingkat Pengelolaan diri siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. 2. Tingkat Kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. serta, 3. Hubungan antara pengelolaan diri dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an pada siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri yang berjumlah 50 siswa. Penelitian ini menggunakan analisis uji korelasi product moment dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode skala dan hasil nilai tes lisan menghafal. Berdasarkan penelitian diperoleh data bahwa: 1. Tingkat pengelolaan diri pada siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri tergolong dalam kategori sedang yaitu sebanyak 22 siswa dengan presentase 44%. 2. Tingkat kemampuan menghafal Al-Qur’an pada siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri dalam kategori sedang yaitu sebanyak 19 siswa dengan presentase 38%. 3. Terdapat hubungan positif antara pengelolaan diri dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa kelas VIII di Ma’had Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri sebesar 0,982 Artinya semakin tinggi tingkat pengelolaan diri maka kemampuan menghafal Al-Qur’an akan semakin tinggi pula.
Kajian Etos Kerja Islami Dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Santri Zainal Abidin; Ari Wahyu Prananta
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.237 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.357

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi nilai-nilai etos kerja Islami pada santri yang menjadi entrepreneurship. Sebuah pendekatan deskriptif kualitatif dan kajian literature digunakan untuk memahami nilai-nilai dari etos kerja Islami santri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian dan kajian literatur menunjukkan bahwa Etos kerja kewirausahaan para santri terbentuk dengan merujuk pada ajaran Islam sebagai pijakan dan kata kunci. Islam banyak menjelaskan tentang kerja keras dan nila-nilai lainnya yang berhubungan dengan kegiatan berwirausaha. Para santri menyadari bahwa, kerja keras, kejujuran, tangung jawab dan kepedulian terhadap sesama (realitionship) sebuah keniscayaan yang harus bisa dijalani dengan baik dan itu semua merupakan sikap mental dalam berwirausaha. Disamping itu pula pesantren didirikan bukan semata hanya untuk kepentingan komersialiasasi pendidikan dan orientasi bisnis belaka oleh pendirinya. Tetapi, pesantren dan santri selalu berusaha untuk bisa istiqamah dan berikhtiar dalam mensinergikan antara kehidupan yang berorientasi pada kebaikan di dunia dan kebaikan di akhiratnya.
Koping Kultural Dalam Proses Kebangkitan Pasca Bencana (Studi Etnometodologi Pada Penyintas Kebakaran Pasar Pon Trenggalek) Lisa Zakia Azizah; Moh. Asror Yusuf; Syafruddin Faisal Thohar
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.463 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.358

Abstract

Pasar Tradisional memiliki peran penting sebagai urat nadi perekonomian rakyat. Kebakaran menimbulkan dampak psikologis bagi para pedagangnya, namun mereka harus bangkit dan mulai lagi membangun usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres, koping kultural sekaligus faktor-faktor yang mempengaruhinya, dalam proses kebangkitan pada pedagang penyintas kebakaran Pasar Pon Trenggalek, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif-etnometodologis, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori Ben C.H Kuo digunakan untuk menjelaskan variabel. Sementara subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima pedagang pasar yang terbilang paling cepat bangkit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebakaran Pasar Pon di Trenggalek menimbulkan efek stres dengan gejala fisik dan emosional, sehingga dikategorikan sebagai stres toksik. Koping Kultural yang ditampilkan kelima subjek meliputi collective coping, avoidance coping, dan engagement coping. Di dalamnya tampak penggunaan kearifan lokal Jawa berupa prinsip nrimo ing pandum, ngukur sarira, dan mulur mungkret, juga berupa laku minta bantuan wong tuwek dan tahlilan untuk mengharap keberkahan. Faktor yang mempengaruhi koping kultural tersebut meliputi faktor kesehatan fisik, pandangan positif, ketrampilan sosial dan memecahkan masalah, serta dukungan sosial dan materi, disamping kultur khas masyarakat kolektivis yang menjunjung tinggi harmoni.
An Analysis on Students’ Attitude Toward English for Islamic Psychology Imroatul Hasanah
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.407 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v3i2.359

Abstract

English for Specific Purpose (ESP) is a compulsory subject in study program of Islamic Psychology at IAIN Kediri named Study of English Texts. The goals of ESP are students able to read Islamic-Psychological English texts comprehensively and explain them in presentation forum. The goals seem achieved far from expectation. Hence, conducting the research to know the students’ attitude toward the subject is necessary since their attitude is tightly related to their successful learning. In conducting the research, the researcher used survey method by using SPSS 24 for calculating the numerical data gained by the questionnaires shared to 165 samples. The researcher adapted Shelley’s (2001) steps for the research: 1) defining the problem, identifying the population, determining the variables, 2) determining the collecting data by using paper-based questionnaire, 3) determining a sampling plan by using Slovin's Formula, 4) developing the questionnaire, 5) spreading the questionnaires out to Islamic Psychology Department students, 6) editing and processing the data, and 7) analyzing the data. The data were collected by using questionnaires containing a set of demografic questions and agreement on statements of attitudes toward ESP Course. Also, it was developed with considering the general positive, negative and neutral attitudes. Each question or statement leaded to certain attitudes. A set of questionnaire with 35 items together with the responses used Likert Scale. There were 5 scales. Scale 1 was for strongly disagree, scale 2 was for disagree, scale 3 was for neutral, scale 4 was for agree, and scale 5 was for strongly agree. Based on the data gained from SPSS 24 calculation, the mean was 128 of all total score 175. In other words, there were 73% of all samples showed the positive attitudes toward ESP Course. Meanwhile, the kinds of positive attitudes having by the students were confidence, optimism, cheerfulness, happiness, sincerity, sense of responsibility, reliability, tolerance, willingness to adapt, humility and diligence. Those were represented in the statements of the questionnaires shared. In the other words, the students’ attitudes could be seen from the answers they stated in the questionnaires.

Page 1 of 1 | Total Record : 6