Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
memublikasikan artikel-artikel yang berkaitan dengan Bahasa, sastra, budaya, pendidikan, dan pengajaran. Pengajuan naskah terbuka sepanjang tahun
Articles
108 Documents
Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah dalam Rangka Mewujudkan Karakter Generasi Muda Nasionalis
Dyah Larasati;
Putri Aulya Andriani
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1054.58 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.35
Abstrak Lunturnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu tampaknya mulai marak di kalangan generasi muda. Banyak sekali generasi muda yang justru bangga ketika dalam kesehariannya fasih dalam berbahasa asing dan justru tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di tengah keironian tersebut, penulis memberikan analisis singkat mengenai betapa pentingnya berbahasa Indonesia dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme. Diharapkan dengan adanya analisis singkat ini akan menyadarkan generasi muda betapa pentingnya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Analisis kali ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana penelitian berusaha mendiskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang terjadi yang datanya berupa sajian data lisan ataupun tertulis dari orang-orang disekitar kawasan objek penelitian yaitu bahasa Indonesia itu sendiri. Dari analisis singkat ini didapatkan kesimpulan bahwa untuk membentuk generasi bangsa yang nasionalis dapat dimulai dari langkah kecil seperti membiasakan diri sendiri untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan terus menerus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia baik melalui keterampilan menulis ataupun berbicara.
The Character Education In Teaching English At Secondary School
Sylviana Stefanie
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1282.534 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.36
Mengingat pendidikan karakter akan berjalan dengan baik jika sistem pendidikan nasional mendapat dukungan yang baik, maka nilai-nilai dalam pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara berbeda berdasarkan metode pengajaran guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi guru bahasa Inggris SMP dan SMA dalam menyampaikan nilai-nilai karakter dalam pembelajarannya di sebuah sekolah swasta di wilayah Bandung. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif melalui kuesioner, wawancara dalam pengumpulan data, penelitian ini menghasilkan bahwa sebagian besar guru di sekolah menengah telah menerapkan pembentukan nilai karakter dalam cara mereka mengajar, dalam berbagai kegiatan di kelas. Kesimpulannya, meskipun implementasi dari implementasi character building bisa berbeda-beda untuk setiap guru bahasa Inggris, dan kemajuannya tidak dapat diketahui secara instan, upaya tersebut telah dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, guru harus terus-menerus mengubah cara mengajarnya agar siswa tidak benar-benar “sadar” bahwa karakter mereka dibangun secara singkat, dan mengabaikannya sebagai pendidikan nilai yang diacu.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Cara Orang Indonesia Menggunakan Bahasa
Alya Naima Siti Najwa;
Kayla Maritza Hanafi
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1077.595 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.37
Bahasa adalah alat yang digunakan orang setiap hari untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan orang lain. Teknologi dan pengetahuan berkembang pesat sebagai akibat dari globalisasi. Salah satunya adalah internet, teknologi kompleks yang mencakup berbagai platform media sosial. Media sosial memiliki dampak karena berfungsi sebagai platform untuk komunikasi pendidikan dan memungkinkan pengguna untuk berbagi pengetahuan dan pemikiran satu sama lain. Di sisi lain, penggunaan dan penulisan bahasa Indonesia juga dapat dipengaruhi oleh media sosial. Pengguna media sosial memiliki kemampuan untuk menampilkan aktivitasnya, berbagi pemikiran, dan mengomunikasikan perasaannya.
ANALISIS MAKNA DAN GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU “HANYA RINDU” OLEH ANMESH KAMALENG
Uut Utmawati
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1069.557 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.39
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) mengkaji makna yang terdapat pada lirik lagu “Hanya Rindu” pada album anmesh kamaleng (2) penggunaan gaya bahasa yang terkandung di dalam lirik lagu “ hanya rindu” pada album Andmesh Kamaleng. Peneliti tertarik menganalisis diksi dan gaya bahasa pada lirik lagu hanya rindu ini karena ingin mengetahui apa makna yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.dan anmesh kamaleng ini dia adalah salah satu penyanyi dan pencipta lagu yang mempunyai cara tersendiri atau ciri khas tersendiri dalam menyampaikan atau mengarang sebuah lagu. Makna adalah pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan,setiap kata saling berkaitan satu sama lain. Gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa dalam berbicara maupun menulis guna untuk memperoleh efek efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup dan untuk mempengaruhi atau meyakinkan seorang pembaca atau penyimak tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Sumber data yang digunakan berupa dokumen yang berisi tentang lirik lagu hanya rindu dari album Andmesh Kamaleng.Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik menyimak dan mencatat. Dalam lirik lagu hanya rindu ini mengandung tiga macam makna yaitu makna denotasi,konotasi dan mitos. Gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang yaitui 3 ragam gaya bahasa yang masuk pada lirik lagu ini, yakni: gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, dan gaya bahasa perulangan.
Analisis Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Dunia Tipu Tipu Yura Yunita
Salma Salsa Billa
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1091.78 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.41
Tujuan dari penelitian jurnal ini untuk mengetahui gaya bahasa dan makna yang terdapat pada lirik lagu “Dunia Tipu-Tipu” Yura Yunita. Riset terhadap penelitian ini menggunakan analisis data, yaitu dengan mendengarkan lagu yang akan dianalisis, memahami isi lirik tersebut kemudian, mencari kata-kata yang mengandung majas atau gaya bahasa lalu mendeskripsikan makna dari lagu ini yang tertuju kepada teman, keluarga dan orang terdekat maka dari itu kami menemukan beberapa majas yang ada didalam lirik lagu tersebut, penelitian yang kami dapatkan adalah beberapa majas yaitu majas hiperbola, majas paradoks, majas eufimisme, majas metafora, dan majas personifikasi.
Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pendidikan di Perguruan Tinggi
Rena Fauziah;
Fasya Nur Sa’bani
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1117.169 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.42
Dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar dalam komunikasi siswa dirasa semakin berkurang. Menurunnya semangat untuk menggunakan bahasa secara baik dan benar saat ini menjadi topik yang penting untuk dikaji. Maka dari itu, sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia. Namun di lingkup perguruan tinggi, sikap berbahasa yang positif belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa. Kesadaran rasa setia, bangga memiliki, dan memelihara bahasa Indonesia tampaknya masih kurang. Hal ini disebabkan mahasiswa cenderung bersikap lebih percaya diri ketika menggunakan Bahasa Asing dibandingkan dengan Bahasa Indonesia. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, tugas tersebut malah hanya dibebankan kepada para guru dan dosen Bahasa Indonesia. Paradigma seperti ini semestinya dapat diubah karena membiasakan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar akan menuai hasil maksimal dalam peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Pemahaman bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan bagi mahasiwa agar mempunyai sikap positif dalam menggunakan bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia yang positif dapat ditunjukkan dalam bentuk kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa.
Analisis Gaya Bahasa Iklan dan Berjualan Tepung Pati Irut di Pasar Elektronik Tokopedia
Iva Haya Fauziah
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1629.459 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.43
Artikel dengan judul gaya bahasa Iklan dan berjualan tepung pati irut di pasar elektronik ini bertujuan untuk menerangkan dan membahas penempatan kalimat gaya bahasa dan beberapa jenis kata yang ada dalam deskripsi produk dan juga penamaan produk serta pada cara promosi produk tepung pati irut kepada konsumen. Artikel ini sekaligus bertujuan untuk memberitahu para penjual bagaimana menjadi penjual yang baik dan benar dalam berkomunikasi dengan konsumen, supaya konsumen dapat tertarik hanya karena gaya bahasa yang mudah difahami oleh mereka dan membuat mereka tertarik dengan produk yang kita jual di pasar elektronik tersebut. Gaya bahasa yang digunakan dalam komunikasi pada media elektronik biasanya bisa menjadi salah satu penyebab kesalah fahaman antara penjual dan pembeli, kemungkinan hal tersebut karena tidak adanya intonasi berbicara, dan hal ini bisa menyebabkan kerugian pada penjual karena konsumen bisa tidak jadi membeli produk tersebut.
Analisis Makna Lagu “Takut” oleh Idgitaf Album Semoga Sembuh
Ayu Yuliani;
Shafira Amalia Muflihah
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1110.309 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.44
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan menjelaskan mengenai makna yang ada di dalam lirik lagu “takut” dalam album semoga sembuh.Yang dinyanyikan oleh Idgitaf dengan menggunakan metode studi pustaka. Dalam penelitian ini menghasilkan sebuah makna dalam lirik lagu yang berisikan berbagai ketakutan dalam fase dewasa. Dalam lagu “takut” juga terdapat gaya bahasa penegasan. Selain itu, periset tertarik untuk mengenali majas apa yang terkandung dalam lirik lagu itu,karena dalam lirik lagu ini memiliki makna dan harapan yang mau di informasikan secara langsung dan tidak langsung. Setelah itu tata cara yang digunakan dalam riset ini merupakan tata cara deskriptif kualitatif ialah suatu tata cara dengan metode menganalisis informasi serta hasil informasinya setelah itu di proses ke dalam wujud teks deskripsi. Subjek yang di analisis berbentuk lirik lagu bertajuk “Takut”. Hasil analisis lirik lagu ini menunjukkan adanya majas personafikasi, majas retorika, majas paradoks. Makna dan arti yang terkandung dalam lirik lagu “Takut” adalah cerita seseorang yang piawai menyembunyikan luka meski sering terlihat tertawa.
Analisis Makna Tersirat dalam Postingan Instagram Rintik Sedu
Annisa Mustika;
Gita Amelia Oktaviana
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1256.268 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.46
Qoutes merupakan kutipan dari sebuah buku, film, sosial media yang mengandung kata kata bijak atau biasa di sebut dengan kata kata motivasi untuk para penonton atau pembaca. Qoutes sangat populer di semua kalangan, terutama kalangan para remaja hingga orang dewasa, biasanya qoutes mudah dijumpai pada buku, film, dan yang paling banyak adalah di sosial media. Ada beragam macam sosial media seperti Facebook, instagram, Twitter, pinterest dll. Qoutes biasanya di beri tanda kutip (") tanda kutip berguna untuk pembeda antara qoutes dengan kata kata lainnya .
Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD 114 Bojongkoneng Bandung
Maylinda Aulia Putri;
Lionie Andriana
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1170.034 KB)
|
DOI: 10.55606/protasis.v1i2.47
Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah mengenali peserta didik tentang keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai tujuan dan fungsinya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien, baik secara lisan maupun tulisan,bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan benar untuk berbagai tujuan, menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara intelektual,emosional dan sosial, mengunakan dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan menghargai dan membanggakan sastra Indonesia.