cover
Contact Name
Novi Rosita Rahmawati
Contact Email
jurnaledudeena@iainkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledudeena@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Sunan Ampel St. No.7, Kediri, East Java, Indonesia, 64127
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education
ISSN : -     EISSN : 25809989     DOI : 10.30762
Core Subject : Education,
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education publishes articles on textual and fieldwork studies with various perspectives of: Islamic Studies Instructional Media of Islamic Studies Instructional Strategy of Islamic Studies Development Curriculum of Islamic Studies Management of Islamic Studies
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2019)" : 6 Documents clear
PROBLEMATIKA PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA TUNAWICARA DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Husnul Khotimah
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.59 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i1.1016

Abstract

Abstract: This study aims to determine the problems that arise in the learning process of Islamic Education for speech impaired children at the Inclusion School. The school that is identic with education for all, has different characteristic students, both physical and mental. This research is a qualitative descriptive study with a case study approach. The research subject were speech impaired student, class teacher, religious teacher, special assistant teacher, and parents of student. The result of this study is there are many problems that arises in the proccess of Islamic Education learning for speech impaired children at the Inclusion school, includes (1) the difficulty of modifying existing curriculum for normal student dan student with special needs; (2) the lack of educators who have spaecial competencies such as religious teacher who are able to master sign language; (3) lack of school facilities and infrastucture that support learning proccess, especially for people with disabilities, likes a therapy device or phisycal aids for limbs that have deficiencies; (4) lack of ability to cooperate with other educational services, both normal and nonformal education service and (5) lack of time allocation given in understanding material due to differences in student’s abilities. The school has sought solution to minimize the problems, such as: (1) recruiting a number of competent educators; (2) collaborating with other parties such as providing an internship for psycology students from one of the state universities in Kediri; (3) holding activities outside the school that are useful for training the mental endurance of childrenwith special needs being more confident in other environment. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika yang muncul dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Tunawicara di Sekolah Inklusi. Hal ini diawali dengan pemaparan pelaksanaan proses pembelajaran dan menemukan problematika, serta diakhiri dengan solusi yang sudah dilakukan pihak sekolah dan solusi yang ditawarkan oleh peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah siswa tunawicara, guru kelas, guru agama, guru pendamping khusus, dan orang tua siswa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah problematika yang muncul adalah Kurangnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian khusus dalam menangani siswa tunawicara, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran, khususnya bagi penderita tunawicara, kurangnya alokasi waktu yang diberikan untuk memberikan pembelajaran bagi siswa tunawicara, dan kurangnya dukungan dari orang tua siswa. Sedangkan solusi yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah untuk meminimalisir problematika diatas adalah: Menambah tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang Pendidikan Luar Biasa, mengajukan proposal kepada pihak yang berkepentingan agar memberikan bantuan dana untuk memenuhi sarana prasarana yang mendukung proses belajar mengajar, mengkaji ulang kurikulum yang telah berjalan saat ini dan menjalin kerjasama yang intens dengan wali murid.
BELAJAR TOLERANSI DI PONDOK PESANTREN GONTOR PONOROGO Hasan Bastomi
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.048 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i1.1018

Abstract

Abstract: In the period 2010-2013 the incidence of intolerance in Indonesia is increasing, not to be added with other rows of cases from 2014 until 2017. Intolerance turmoil in Indonesia heats up as the implementation of actions in the name of defense of religion. Starting from peaceful action 411 to action 212 at the end of 2016 and action 212 volumes II in early 2017. Whereas as the people of Indonesia should keep harmony in the midst of diversity with a tolerance. Tolerance in Islam is more than tolerance or willingness to accept genuine disagreements but it also contains ihsan (goodness) to others who bring love to someone who is given to him goodness, and leads to love, harmony, and keeps people away from violence and alienation . Speaking of tolerance we can learn from the portrait of Pondok Pesantren Gontor Ponorogo. The idea to build Gontor into a boarding school that instilled the values of tolerance originated from the social and political situation of the Indonesian nation also affect the education. The insight of true tolerance has become a basic education that is not only taught in formal teachers in the classroom. But also done in the daily life of santri. The tolerance education at Gontor’s cottage is also reflected in the content or content of the curriculum that clearly teaches the santri’s insight into the diversity of beliefs. In terms of tolerance Pondok Gontor diibarataan as miniature Indonesia there are thousands of students with different backgrounds and races. But with the difference, all students in Gontor can appreciate each other. Abstrak: Dalam kurun waktu 2010-2013 peristiwa intoleransi di Indonesia semakin meningkat, belum ditambah dengan deretan kasus lainnya dari tahun 2014 hingga tahun 2017. Gejolak intoleransi di Indonesia memanas seiring dilaksanakannya aksi yang mengatasnamakan pembelaan agama. Mulai dari aksi damai 411 hingga aksi 212 pada penghujung tahun 2016 dan aksi 212 jilid II di awal tahun 2017. Padahal sebagai masyarakat Indonesia selayaknya menjaga keharmonisan di tengah kebhinekaan dengan sikap toleransi. Toleransi dalam Islam lebih dari sekedar toleransi atau kemauan untuk menerima ketidaksepakatan yang genuine tapi di dalamnya juga terkandung ihsân (kebaikan) kepada orang lain yang membawa kecintaan kepada seseorang yang diberikan kepadanya kebaikan, dan mengarahkan pada kecintaan, keharmonisan, serta menjauhkan manusia dari kekerasan dan alienasi. Berbicara tentang toleransi kita bisa belajar dari potret Pondok Pesantren Gontor Ponorogo. Gagasan untuk membangun Gontor menjadi pondok pesantren yang menanamkan nilai-nilai toleransi berawal dari situasi sosial dan politik bangsa Indonesia berpengaruh pula pada pendidikan. Wawasan toleransi sesungguhnya telah menjadi pendidikan dasar yang tidak hanya diajarkan dalam pengajar formal di kelas saja tapi juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari santri. Pendidikan toleransi di pondok Gontor juga tercermin dari muatan atau isi kurikulum yang kentara mengajarkan wawasan santri akan keragaman keyakinan. Dalam hal toleransi Pondok Gontor diibarataan sebagai miniatur Indonesia yang terdapat ribuan santri dengan berbeda latar belakang serta ras. Namun dengan perbedaan tersebut, seluruh santri di Gontor bisa saling menghargai.
MANAJEMEN PONDOK PESANTREN NURUL AMAL DESA KENTENG KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Abdul Khamid; Linda Istiroh
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.896 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i1.1019

Abstract

Abstract: This research is an attempt to find out the implementation of boarding school management in Nurul Amal Islamic boarding school. The question to be answered through this research is how is the implementation of management management at the Islamic Boarding School in Nurul Amal. supporting factors and inhibiting factors in implementing boarding school management. The research method is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques are: observation, interviews, and documentation studies. The subjects of the study were the chairman of the foundation, the boarding school headman, the treasurer, and the clerics who were also administrators in the Nurul Amal boarding school. The research findings show that the management of the Nurul Amal boarding school has been carried out well, in accordance with planning (planning), organizing (organizing), driving (actualling) and supervision (controlling). The reality is that the learning program is carried out, initial planning is carried out with clear vision and mission, organizing with the existence of cadres to build a generation of good-hearted people, and responsibilities carried out by every administrator or cleric, a driver in the management of the Nurul Amal Islamic Boarding School and all employment aspects are institutionalized by the education of the Nurul Amal Islamic boarding school, and supervision of the one-roof Islamic boarding school program by conducting evaluations at the end of each month, as well as the implementation of the learning process in accordance with the assignment assigned to the Ustadz from the chairman of the foundation. The inhibiting factor in the management of the Nurul Amal boarding school is the lack of adequate facilities and infrastructure, especially dormitories and classrooms, causing overload or excess of santri during the new school year as well as supporting factors in Nurul Amal Islamic boarding school,which is strategically located foundation, and community. Abstrak: Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui pelaksanaan manajemen pesantren di pondok pesantren Nurul Amal. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan manajemen Pesanren di Pondok Pesantren Nurul Amal. faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melaksanakan manajemen pesantren. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subyek penelitian adalah ketua yayasan, lurah Pesantren, bagian bendahara, serta para ustadz yang juga merupakan pengurus di pondok pesantren Nurul Amal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen pesantren Nurul Amal telah dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerak (actualling) dan pengawasan (controlling). Realitasnya terlaksana program pembelajaran, dilakukan perencanaan awal dengan adanya visi-misi dan tujuan yang jelas, pengorganisasian dengan adanya pengkaderan untuk membangun generasi yang berahlaqul karimah, dan tanggung jawab yang diemban dari setiap pengurus atau ustadz, penggerak dalam manajemen pesantren Nurul Amal terkait SDM dan segala aspek ketenaga kerjaan dilembaga pendidikan pondok pesantren Nurul Amal, dan pengawasan program pesantren satu atap dengan mengadakan evaluasi pada setiap akhir bulan, serta terlaksananya proses pembelajaran sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan kepada Ustadz dari ketua yayasan. Faktor penghambat dalam manajemen pesantren Nurul Amal yaitu belum terpenuhinya sarana dan prasarana yang memadai terutama asrama dan ruang kelas sehingga menyebabkan overload atau kelebihan santri pada saat tahun ajaran baru adapun faktor pendukung di pondok pesantren Nurul Amal yaitu lokasi yang strategis serta terjalinnya hubunngan kerjasama yang baik antara yayasan, dan masyarakat.
KONSEP URGENSI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DAN PERMASALAHANNYA Eko Setiawan
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.713 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i1.1075

Abstract

Abstract: Basically Multicultural Islamic education is an education whose founding and organizing is inspired by the spirit of multiculturalism, in order to realize a harmonious life. Specifically, multicultural education of Islam is an education based on the joints of Islam who want to explore differences as a necessity. The multicultural education model is an offer of an educational model that carries an ideology that understands, respects, and values the dignity of human beings wherever they are and wherever they come from. Multicultural Islamic education is an inherent desire of all humankind, because it is in need of education model of this multicultural education as a development process that does not recognize the difference of the difference in human interaction. Education that values heterogeneity and plurality, an education that values cultural values, ethnicity, tribe, and religion. Abstrak: Pada dasarnya pendidikan Islam Multikultural adalah pendidikan yang pendirian dan penyelenggaraanya diilhami oleh semangat multikulturalisme, agar terwujud kehidupan yang harmonis. Secara spesifik, pendidikan Islam multikultural adalah pendidikan yang berlandaskan sendi-sendi Islam yang ingin mengeksplorasi perbedaan sebagai sebuah keniscayaan. Model pendidikan multikultural merupakan sebuah tawaran model pendidikan yang mengusung ideologi yang memahami, menghormati, dan menghargai harkat martabat manusia di manapun dia berada dan dari manapun asalnya. Pendidikan Islam multikultural secara inhern merupakan dambaan semua umat manusia, karena sangat membutuhkan pendidikan model pendidikan multikultural ini sebagai proses pengembangan yang tidak mengenal sekat perbedaan dalam interaksi manusia. Pendidikan yang menghargai heterogenitas dan pluralitas, pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan, etnis, suku, dan agama.
Upaya Penumbuhan Kecerdasan Spiritual Siswa di Sekolah Dasar Terpadu Putra Harapan Purwokerto Muh. Luqman Arifin; Sutriyono
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.105 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i1.1076

Abstract

Abstract: Putra Harapan Integrated Elementary School is one of the schools that establishes the students’ high competence, namely the ability to memorize the Qur’an and hadith of the Prophet, Arabic linguistics and English, leadership, and the operation of MS Word and Excel. The purpose of this study was to reveal the efforts of Putra Harapan Purwokerto’s Integrated Elementary School in instilling students’ spiritual intelligence, by looking at programs carried out through curricular and extra-curricular programs, as well as habituation. The result is first, the teacher acts as a direct role model. Second, the teacher helps formulate the ideals of the students by giving students the task of making targets and promises to be achieved. Third, refraction of worship, prayer, and reading the Qur’an together. Fourth, the teacher tells the story of great figures. Fifth, the teacher uses a religious perspective in solving problems. Sixth, the teacher instills the belief that Allah is Seeing, Seventh, an out door study program, which invites students to visit the orphanage. This study uses a qualitative approach with descriptive data analysis techniques. Abstrak: SD Terpadu Putra Harapan merupakan salah satu sekolah yang menetapkan kompetensi tinggi siswa ajarnya, yaitu kemampuan hafal Al-Qur'an dan hadist Nabi saw., linguistic Arab dan Inggris, leadership, dan pengoperasian MS Word dan Excel. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap upaya SD Terpadu Putra Harapan Purwokerto dalam menanamkan kecerdasan spiritual siswa, dengan melihat program yang dijalankan melalui program kurikuler dan ekstra kurikuler, serta pembiasaan. Hasilnya adalah pertama, guru bertindak sebagai teladan langsung. Kedua, guru membantu merumuskan cita-cita siswanya dengan memberikan tugas kepada siswanya untuk membuat target dan janji yang akan dicapai. Ketiga, pembiasan ibadah, berdoa, dan membaca Al-Quran bersama. Keempat, guru menceritakan kisah tokoh-tokoh agung. Kelima, guru menggunakan perspektif agama dalam penyelesaian masalah, Keenam, guru menanamkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat, Ketujuh, program out door study, yaitu mengajak siswa mengunjungi panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif.
IMPLEMENTASI TEKNIK PROYEKSI PENDIDIKAN PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IAIN KEDIRI TAHUN 2018/2019 – 2027/2028 Nurul Hudha Purnomo
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.201 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i1.1113

Abstract

Abstract: Management of students is an act of managing students since the first time they enroll in the institution until their graduation using effective and efficient ways so that they can achieve the educational goals set by the institution. In the process of management of students, the first thing to do is planning. At the planning stage, there is a process of determining future plan, which one of its methods is education projection. Projections are estimations of future conditions using existing data. The method used in the projection is to use the growth rate (AP), while the data is taken from the number of new students and graduates of the Islamic Education (PAI) study program, using the assumptions of upward targets. The result of the education projections on the number of new students obtained by the AP data is 0.6 percent. This result was used to carry out projections for the next 9 years so that the target in 2027 would be obtained by 460 students. The AP data for PAI alumni is 9.94 percent. This data is used to carry out projections, so that by 2027 it is targeted that the number of graduates will increase to 460 students. This data is expected to be useful to determine the planning of the number of lecturers, facilities and infrastructure. Abstrak: Manajemen peserta didik adalah pengelolaan peserta didik mulai dari saat peserta didik masuk di institusi sampai dengan lulus perkuliahan secara efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh institusi. Pada proses manajemen peserta didik hal yang pertama kali dilakukan adalah perencanaan , pada tahap perencanaan terdapat proses menetapkan rencana pada masa datang salah satu metode yang dilakukan adalah proyeksi pendidikan. Proyeksi adalah perkiraan tentang kondisi yang akan datang dengan menggunakan data yang ada. Metode yang digunakan dalam proyeksi adalah dengan menggunakan angka pertumbuhan (AP), data yang digunakan jumlah mahasiswa baru dan lulusan program studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Asumsi yang digunakan menggunakan target naik. Hasil dari proyeksi pendidikan pada jumlah mahasiswa baru diperoleh AP data sebesar 0,6 persen, hasil ini digunakan untuk melakukan proyeksi 9 tahun kedepan sehingga didapatkan target pada tahun 2027 sejumlah 460 mahasiswa. AP data untuk alumni PAI adalah sebesar 9,94 persen, data tersebut digunakan untuk melakukan proyeksi, sehingga pada tahun 2027 ditargetkan jumlah lulusan meningkat menjadi 460 mahasiswa. Data ini diharapkan dapat berguna untuk menentukan rencana jumlah dosen, sarana dan prasarana.

Page 1 of 1 | Total Record : 6