cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 43, No 2 (2015)" : 9 Documents clear
MITOS KEPERAWANAN DALAM CERPEN JEMARI KIRI KARYA DJENAR MAESA AYU (THE MYTH OF VIRGINITY IN THE SHORT STORY OF JEMARI KIRI BY DJENAR MAHESA AYU) Budi Agung Sudarmanto
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.679 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.114

Abstract

Makalah ini bertujuan membahas mitos keperawanan di dalam cerita pendek berjudul Jemari Kiri karya Djenar Maesa Ayu dalam kaitannya dengan upaya perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki. Di dalam penelitian ini digunakan teori mitos, feminisme yang disandingkan dengan teori resistensi untuk melakukan perlawanan terhadap patriarki. Hasilnya adalah keperawanan masih tetap menjadi mitos yang sangat menghantui kaum perempuan; upaya perlawanan untuk mendapat kesetaraan masih sangat sulit dilakukan; diam dan perlawanan di alam bawah sadar hanyalah upaya terakhir yang bisa dilakukan. This paper is aimed at discussing the myth of virginity in the short story entitled Jemari Kiri by Djenar Maesa Ayu in the relation to the effort of woman resistance towards the domination of patriarchy. In this study is used the theory of myth, feminism juxtaposed with theory of resistance to make resistance towards patriarchy. The result is that the virginity still remains the myth that haunts the women badly; the resistance effort for gaining equality is very hard to manifest; silent and subcinscious resistance are the only last thing to do.
BAHASA SENSASIONAL DALAM PEMBERITAAN MEDIA (SENSATIONAL LANGUAGE IN MEDIA REPORTING) Emmy Poentarie
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.436 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.110

Abstract

Tugas jurnalisme adalah menyampaikan realitas kebenaran kepada masyarakat. Dalam rangka menyampaikan realitas tersebut, jurnalistik membutuhkan bahasa. Agar realitas dapat dipahami dengan baik maka bahasa jurnalistik seyogianya sederhana dan mudah dimengerti. Namun demikian, para jurnalis seringkali menggunakan ragam-bahasa sensasional guna menarik perhatian pembaca. Akibatnya, realitas tidak hanya bias, tapi juga menjadi sensasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk sensasionalisme yang muncul dalam pemberitaan, menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensasionalisme muncul melalui bahasa dramatik, emosionalisme, dan detil bahasa. Ketiganya digunakan untuk menimbulkan berita yang sensasional. Baik di suratkabar Kedaulatan Rakyat maupun Koran Sindo, berita yang mengandung sensasionalisme cukup tinggi. Di suratkabar Kedaulatan Rakyat, sensasionalisme mencapai lebih dari 43%. Sementara itu, di Koran Sindo, berita yang mengandung sensasionalisme bahkan lebih banyak dibandingkan dengan berita yang tidak mengandung sensasionalisme. Di antara bentuk-bentuk sensasionalisme yang ada, emosionalisme menjadi yang paling menonjol. Journalism duty is to convey the reality of the truth to the public. In order to address this reality, journalism requires language. To understand the reality well, language of journalism ought to be simple and easy to understand. However, journalists often use variety of sensational languages ?? to attract reader attention. Consequently, the reality is not only bias, but also be sensational. This study aims to find out forms of sensationalism exposed in the news by using a quantitative approach and content analysis method. The results showed that sensationalism emerged through dramatic language, emotionalism, and language details. All of them are used to generate sensational news. News containing sensationalism both in Kedaulatan Rakyat newspaper and Koran Sindo newspaper is high enough. In the Kedaulatan Rakyat newspaper, sensationalism reached more than 43%. Meanwhile, news sensationalism in the Koran Sindo, in fact, is more than the news that does not contain sensationalism. Among the existing forms of sensationalisms, emotionalism is the most prominent.
CARA PANDANG TERHADAP WANITA PADA PEMAKAIAN BAHASA DALAM MAJALAH PRIA DAN MAJALAH WANITA (PERSPECTIVE TOWARD WOMAN ON LANGUAGE USE IN MAN MAGAZINE AND WOMAN MAGAZINE) Restu Sukesti
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.56 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.115

Abstract

Pria dan wanita memiliki cara pandang yang berbeda terhadap wanita. Perbedaan itu dapat tercermin pada majalah yang mengidentikkan dirinya sebagai majalah pria dan majalah wanita. Apa perbedaannya dan apa pembedanya akan dikaji dalam tulisan ini. Kajian yang bersifat sosiolinguistik dan bermetodologi deskriptif kualitatif ini berusaha menjabarkan kemampuan bahasa untuk mengekspresikan pendapat, opini, dan keinginan mereka terhadap wanita. Hasilnya ialah ekspresi di antara pria dan wanita saling berbenturan secara signifikan. Dengan hasil itu membiaskan harapan akankah perbedaan dapat diminimalkan agar ada harmonisasi ataukah dibiarkan agar perbedaan itu tetap merupakan variasi budaya jender. Man and woman have different perspective on woman. The difference is reflected in the magazine that identifies itselves as man magazine and woman magazine. What is the difference and what is the differentiator will be studied in this paper. This sociolinguistic study with its qualitative descriptive methodology attempts to describe language ability to express woman and man opinion and desire toward women. The result is expression between man and woman collided significantly. The result refracts a hope whether distinction can be minimized so that there will be harmonization or permission so that it remains as a difference of gender cultural variation.
APPENDIK admin widyaparwa
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.514 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.120

Abstract

KREOLISASI BAHASA DAN MAKNA DALAM PUISI BUDAYA LAYAR JAKARTA BREAKING POETRY (CREOLIZATION OF LANGUAGE AND MEANING IN SCREEN CULTURE POETRY OF JAKARTA BREAKING POETRY) Joko Santoso
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.346 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.111

Abstract

Makalah ini bertujuan membahas mitos keperawanan di dalam cerita pendek berjudul Jemari Kiri karya Djenar Maesa Ayu dalam kaitannya dengan upaya perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki. Di dalam penelitian ini digunakan teori mitos, feminisme yang disandingkan dengan teori resistensi untuk melakukan perlawanan terhadap patriarki. Hasilnya adalah keperawanan masih tetap menjadi mitos yang sangat menghantui kaum perempuan; upaya perlawanan untuk mendapat kesetaraan masih sangat sulit dilakukan; diam dan perlawanan di alam bawah sadar hanyalah upaya terakhir yang bisa dilakukan. This paper is aimed at discussing the myth of virginity in the short story entitled Jemari Kiri by Djenar Maesa Ayu in the relation to the effort of woman resistance towards the domination of patriarchy. In this study is used the theory of myth, feminism juxtaposed with theory of resistance to make resistance towards patriarchy. The result is that the virginity still remains the myth that haunts the women badly; the resistance effort for gaining equality is very hard to manifest; silent and subcinscious resistance are the only last thing to do.
KISAH NABI KHIDIR DALAM SASTRA SULUK: RESEPSI DAN TRANSFORMASI (THE STORY OF PHRPOHET KHIDIR IN SULUK LITERATURE; RECEPTION AND TRANSFORMATION) Sri Haryatmo
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.276 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.116

Abstract

Penelitian ini mengangkat cerita Nabi Khidir di dalam sastra Jawa, khususnya sastra suluk. Kajian ini bertujuan ingin mengetahui kreatifitas pengarang sastra suluk dalam meresepsi dan mentransformasikan kisah Nabi Khidir di dalam sastra Jawa (suluk). Teori yang digunakan adalah teori resepsi dan transformasi. Dalam teori resepsi dijelaskan bahwa setiap pembaca mempunyai resepsi sendiri-sendiri terhadap karya yang dibacanya. Dalam hal ini pengarang meresepsi kisah Nabi Khidir dalam Alquran (melalui kitab Qishasul Anbiya Kisah para Nabi) lalu menulis kembali (mentransformasikan) ke dalam Serat Suluk Walisana. Hasilnya adalah bahwa tokoh Nabi Musa (dalam Alquran) diganti dengan tokoh Syekh Malaya (dalam sastra suluk), inti ajaran ilmu laduni yang dimiliki oleh Nabi Khidir ditransformasikan dalam inti ajaran kejawen manunggaling kawulaGusti. Kepopuleran Nabi Khidir di Jawa dimanfaatkan untuk melegitimasi inti ajaran manunggaling kawula-Gusti dalam sastra suluk. Oleh karena itu, dalam suluk, ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Nabi Khidir terhadap Syekh Malaya seluruhnya dapat diterima dengan sempurna. This study raised the story of the Prophet Khidr in Javanese literature, particularly suluk literature. The aim of this study is to find out suluk literary author's creativity in receiving and transforming Javanese suluk of prophet Khidir story. The theory employed in this study is the theory of reception and transformation. In reception theory it is explained that every reader has his/her own reception on the works he/she reads. In this case the author receives story of Prophet Khidr in the Qur'an (through book of Qishasul Anbiya 'Story of the Prophets') and then rewrites (transforms) into Serat Suluk Walisana. The result is the figure of Moses (in the Qur'an) is replaced with the figure of Sheikh Malaya (in suluk literature), teachings core of Laduni knowledge possessed by Prophet Khidr is transformed into the teachings core of kejawen manunggaling-Gusti. The popularity of Prophet Khidr in Java is used to legitimize teachings core of manunggaling-Gusti in suluk literature. Therefore, in suluk, the teachings delivered by Prophet Khidr toward Sheikh Malaya are entirely received perfectly.
DEKONSTRUKSI JENDER DALAM CERPEN ANA AL-MAWT KARYA TAWFIQ AL-HAKIM (GENDER DECONSTRUCTION IN SHORT STORY OF ANA AL-MAWTBY TAWFIQ AL-HAKIM) Yulia Nasrul Latifi
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.587 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.112

Abstract

Objek material penelitian ini adalah cerpen modern Mesir yang berjudul Ana al-Mawt karya Tawfiq al-hakim. Objek formalnya adalah kritik sastra feminis dekonstruktif bermetode membaca teliti. Cerpen bercerita mengenai usaha Sang Pemuda untuk bunuh diri berulang-ulang kali, akan tetapi selalu berhasil diselamatkan Sang Gadis meskipun Sang Pemuda Sangat membenci perempuan. Cerpen ini menarik karena gagasan jendernya Sangat kritis. Tujuan penelitian adalah mendekonstruksi gagasan oposisi biner yang menegatifkan perempuan. Metode membaca teliti dipakai untuk merusak oposisi biner yang patriarkal tersebut lalu membalikkannya sebagaimana prinsip dekonstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan oposisional yang ada dalam cerpen yang merendahkan perempuan didekonstruksi dengan menghasilkan pola hubungan yang plural, yaitu: perempuan Sangat kuat dan ideal, perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dan pentingnya gagasan egalitarianisme antara laki-laki dan perempuan. The material object of this research is a modern Egyptian short story entitled Ana al-Mawt written by Tawfiq al-Hakim. The formal object is the literary criticism of decostructive feminism using a close reading method. This short story describes a young mans efforts to commit suicide for many times, but a young woman always saves him from the death.However, he really dislikes woman. This short story is intereshing since the idea of gender is very critical. This research aims to deconstruct the binary opposition which considers woman position very negative. The close reading method employs to demolish and to reverse the binary opposition of patriarchal system that is based on deconstruction principles. The result of this analysis reveals that the existed oppositional relation in the short story which undermines woman is deconstructed and it reveals plural relation pattern. The idea of plurality is characterized by the description of many meanings and models of man and woman relationship: woman is very strong and ideal; the capacity of the woman is higher than the man; egalitarianism between man and woman is important.
KOHESI PADA NOVEL THE NAKED FACE DAN WAJAH SANG PEMBUNUH KARYA SYDNEY SHELDON (COHESION IN THE NAKED FACE NOVEL AND WAJAH SANG PEMBUNUH NOVEL BY SYDNEY SHELDON) Tri Apniani Sunarsih
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.339 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranti kohesi dalam novel The Naked Face dan Wajah Sang Pembunuh karya Sydney Sheldon, dan menjelaskan persamaan dan perbedaan penggunaan peranti kohesi yang terdapat dalam kedua novel tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranti kohesi yang terdapat dalam novel The Naked Face dan Wajah Sang Pembunuh terdiri atas (1) referensi, (2) substitusi, (3) elipsis, (4) konjungsi, (5) kohesi leksikal dengan berbagai persamaan dan perbedaan pada penggunaannya. Persamaan penggunaan peranti kohesi dalam novel The Naked Facedan novel padanannya, yaitu Wajah Sang Pembunuh, yakni pada peranti kohesi referensi, substitusi, konjungsi, elipsis, dan kohesi leksikal. Perbedaannya, terjadi pada penggunaan peranti referensi, substitusi, konjungsi, dan kohesi leksikal. This research aims to describe the cohesion markers in Sydney Sheldon work The Naked Face, and Wajah Sang Pembunuh, and to explain the similarities and differences of the use of cohesion markers in both novels. This is a qualitative descriptive research. The data are gathered through reading and taking notes method. The results of the research show that the cohesion markers in the novel of The Naked Face and Wajah Sang Pembunuh: (1) reference, (2) substitution, (3) ellipsis, (4) conjunction, and (5) lexical cohesion. There are some similarities and differences in the use of cohesion markers in the novel of The Naked Face and their correspondence in the novel of Wajah Sang Pembunuh. The similarities of cohesion markers appear on reference, substitution, conjunction, ellipsis, dan lexical cohesion. Meanwhile, the differences are in the use of reference, substitution, conjunction, and lexical cohesion.
RELASI PERTANYAAN-JAWABAN PADA PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG (THE QUESTION-ANSWER RELATION IN CROSSWORD PUZZLE GAME) Edi Setiyanto
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.35 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.113

Abstract

Kajian ini membahas macam relasi pertanyaan-jawaban dalam permainan teka-teki silang (TTS). Kajian dipilih mengingat TTS merupakan satu bentuk permainan yang ditawarkan dalam banyak media massa. Namun, permainan yang sepenuhnya memanfaatkan bahasa itu, sepengetahuan penulis, justru belum pernah dikaji secara lingistik. Sesuai dengan permasalahan, kajian ini menggunakan teori semantik, khususnya relasi makna/konsep. Teori itu diterapkan untuk mengklasifikasi setiap jenis hubungan makna antara pertanyaan dan jawaban dalam TTS: sinonimi, penjangkapan, identifikasi, atau yang lain. Kajian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data kajian bersumber dari 23 TTS yang dimuat dalam mingguan Minggu Pagi, Yogyakarta, terbitan bulan April 2015 sampai dengan Agustus 2015. Data diperoleh dengan menggunakan metode simak. Analisis menggunakan metode dan teknik yang ditawarkan oleh Sudarjanto (1993), bergantung sifat permasalahan. Misalnya, pada relasi sinonimi, digunakan teknik ganti (substitusi). Pada relasi penerjemahan digunakan teknik padan referen. Berdasarkan kajian diketahui bahwa macam relasi pertanyaan-jawaban dalam TTS mencakup sebelas jenis, yaitu sinonimi, penjenisan, bagian, penamaan, penerjemahan, penjangkapan, penyingkatan, pengurangan, identifikasi, parafrasa, dan kombinasi. Relasi jenis parafrasa dan kombinasi memiliki beberapa subperincian. This study discusses different kinds of question-answer relations in a crossword puzzle game (CPG). The study is conducted because CPG is one of games offered in many media. However, the game that fully utilizes the language, as far as the writer knows, it has never been studied lingustically.According to problems, this study uses semantic theory, in particular meaning / concept relation. The theory is applied to classify any type of meaning relationship between questions and answers in CPG: synonymy, completion, identification, or others. This is a qualitative descriptive study. The data are 23 CPG in weekly Minggu Pagi newspaper, Yogyakarta, published in April to August 2015. Data is obtained using reading method. Analysis employs method and technique proposed by Sudarjanto (1993), depending on the nature of the problem. For example, in synonymy relation, replacement technique is used (substitution). In the relation of translation referent match technique is used. Based on the study it is found out that there are many kinds of question-answer relationship in CPG covering eleven types, namely synonymy, type, parts, name, translation, completion, abbreviation, reduction, identification, paraphrase, and combination. Relation type in paraphrase and combination have some subdetails.

Page 1 of 1 | Total Record : 9