cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 50, No 1 (2022)" : 16 Documents clear
KESESUAIAN PENAMAAN HOTEL BERBINTANG DI YOGYAKARTA DENGAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 63 TAHUN 2019 PASAL 33 Ratna Latifa; Laili Etika Rahmawati
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.873 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i1.795

Abstract

Language, besides being a means of communication, is also a form of culture and the identity of a group. Language can be used to identify groups with one another. The importance of using language in a group has prompted the government to issue policies that encourage Indonesians to use Indonesian in public spaces. One of them is Presidential Regulation Number 63 of 2019 Article 33 concerning the use of the Indonesian language stipulating that buildings or buildings erected must use the Indonesian language. Yogyakarta as an area that has become a tourist destination has many five-star hotels. However, some naming star hotels in Yogyakarta are not in accordance with Presidential Regulation Article 33 Number 63 of 2019. The purpose of this study is to identify how many star hotels in Yogyakarta have their names according to policy, identify what language is often used in naming star hotels in Yogyakarta, and find the meaning of the name of the hotel. This research method uses a combined method with a sequential explanatory strategy, the first stage of research uses a quantitative descriptive method and continues with a qualitative method. The results of the study, if a word-by-word analysis was carried out, the most hotel names used Indonesian. If analyzed according to language variations, hotel names mostly use variations of Indonesian and foreign names. The meanings contained in many hotel names indicate visual beauty, luxury, and good service.Bahasa selain alat berkomunikasi juga merupakan bentuk kebudayaan dan identitas suatu kelompok. Bahasa dapat digunakan untuk mengidentifikasi kelompok satu dengan yang lainnya. Pentingnya penggunaan bahasa dalam suatu kelompok membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia di ruang publik.  Salah satunya adalah Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Pasal 33 tentang penggunaan bahasa Indonesia menetapkan bahwa gedung atau bangunan yang didirikan harus menggunakan bahasa Indonesia. Yogyakarta sebagai daerah yang banyak menjadi tujuan wisata memiliki banyak hotel berbintang.  Namun, beberapa penamaan hotel berbintang di Yogyakarta  tidak sesuai dengan  Peraturan Presiden Pasal 33 Nomor 63 Tahun 2019.  Tujuan  penelitian ini untuk mengidentifikasi seberapa banyak hotel berbintang di Yogyakarta yang penamaannya telah sesuai kebijakan, mengidentifikasi bahasa apa yang sering digunakan dalam penamaan hotel berbintang di Yogyakarta, dan menemukan makna nama hotel tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode gabungan  dengan strategi  eksplanatoris sekuensial, penelitian tahap pertama menggunakan metode deskripstif kuantitatif dan dilanjutkan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian jika dilakukan analisis kata per kata, nama hotel paling banyak menggunakan bahasa Indonesia. Jika dianalisis sesuai variasi bahasa, nama hotel paling banyak menggunakan variasi nama bahasa Indonesia dengan asing. Makna  yang terdapat pada nama hotel banyak yang menunjukkan keindahan visual, kemewahan, dan pelayanan yang baik. 
TRANSMISI TEKS JAWA DALAM NASKAH BABAD AWAK SALIRA Isep Bayu Arisandi; Titin Nurhayati Ma'mun; Undang Ahmad Darsa
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.174 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i1.871

Abstract

This paper aims to reveal the transmission of the text structure and the form of translation in the text of Babad Awak Salira (later referred to as AS). The issue that will be examined in this paper is the transmission of structures and forms of translation that exist in AS manuscript texts. Old poetry is bound by a system of conventions in building structure. The tembang macapat convention system is found in the form of wawacan texts that developed in Sunda. These findings were analyzed by structural theory of the ancient poetry and translation. The application of this theory can be reveal the transmission of structure in the text. The method of research is the philological method and the translation method. Each data in this study was collected using a literature study for analysis. The results of this study include; (1) transmission of structure from macapat tembang to wawacan form in AS script texts; and (2) the form of translation in the use of diction used in the AS manuscript text. The use of the tembang macapat convention in the AS text is balanced with the practice of "translation" and adaptation of several terms as an effort to adjust and understand from Javanese (source) to Sundanese (target).Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap transmisi struktur teks dan bentuk penerjemahan dalam teks naskah Babad Awak Salira (selanjutnya disebut AS). Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah transmisi struktur dan bentuk terjemahan yang ada dalam teks naskah AS. Puisi lama terikat dengan sistem konvensi dalam membangun struktur. Sistem konvensi tembang macapat ditemukan dalam bentuk teks wawacan yang berkembang di Sunda. Temuan ini, dianalisis dengan menggunakan teori struktur puisi lama dan terjemahan. Penggunaan teori tersebut dapat mengungkap transmisi struktur dalam teks. Metode yang digunakan adalah metode filologi dan metode terjemahan. Setiap data dalam tulisan ini dikumpulkan dengan menggunakan studi pustaka untuk dianalisis. Hasil tulisan ini meliputi; (1) transmisi struktur dari tembang macapat menuju bentuk wawacan dalam teks naskah AS; dan (2) bentuk terjemahan dalam penggunaan diksi yang digunakan dalam teks naskah AS. Penggunaan konvensi tembang macapat dalam teks AS diimbangi dengan praktik “terjemahan” dan adaptasi beberapa istilah sebagai upaya penyesuaian dan pemahaman dari bahasa Jawa (sumber) menuju bahasa Sunda (sasaran).
JAVANESE POLITENESS PRINCIPLES IN TILIK SHORT MOVIE Gabey Faustena Ulrikayanti
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.597 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i1.789

Abstract

Tilik short movie takes place in Special Region of Yogyakarta and becomes viral due to its closeness to the reality. Due to the naturalness, it is interesting to investigate how politeness as social strategy applied in the dialogue. The study tries to analyze politeness of Javanese language in Tilik movie by answering the research question: what are the linguistic politeness strategies and the illocutionary functions employed by the characters in the short movie when expressing speech acts? To answer the research question, this study employs conversation analysis and applies Leech’s (2014) politeness principle (PP) and Poedjosoedarmo’s (2017) javanese politeness principle (JPP) to analyze the dialogue. The analysis shows PP and JPP are inline and supportive to each other in the dialogue to reach certain social goals.Film pendek Tilik mengambil latar belakang tempat provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan menjadi viral karena kedekatan antara cerita dengan kehidupan masyarakat. Karena kealamian dialog, kajian nilai tata krama kesopanan sebagai bentuk strategi sosial menjadi menarik untuk dipelajari. Studi ini mencoba untuk mengkaji prinsi kesopanan dengan menjawab pertanyaan: apa saja prinsip kesopanan dan tindak ilokusi yang diterapkan para tokoh di film pendek Tilik ketika melakukan tindak tutur? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, studi ini menggunakan metode analisis percakapan dan teori prinsip kesopanan dari Leech dan prinsip kesopanan Jawa dari Poedjosoedarmo. Hasil analisa menunjukkan bahwa prinsip kesopanan dari Leech selaras dengan Prinsip Kesopanan Jawa dari Poedjosoedarmo. Strategi kesopanan diaplikasikan dalam dialog oleh penutur sebagai suatu strategi untuk memenuhi tujuan sosial tertentu.
Halaman Sampul dan Halaman Belakang NFN Mulyanto
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.952 KB)

Abstract

KRISIS LINGKUNGAN DALAM CERPEN SURAT KABAR HARIAN KEDAULATAN RAKYAT TAHUN 2018 Bella Berliana; Teguh Trianton
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.473 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i1.759

Abstract

The focus of this study is how the forms of environmental crises are presented in the short stories of the 2018 edition of the Kedaulatan Rakyat Daily Newspaper. This research belongs to the category of qualitative research with qualitative content analysis methods. The approach used is literary ecocriticism. The results showed that there were six short stories that raised the issue of the environmental crisis. The six short stories reflect nine forms of environmental crises which include: (1) forest destruction, (2) soil damage, (3) ozone layer damage, (4) water pollution, (5) air pollution, (6) waste, (7 ) the extinction of springs, (8) the extinction of biodiversity, and (9) the food crisis (social problem). These forms of environmental crises are caused by human behavior that exploits natural resources irresponsibly.Fokus kajian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk krisis lingkungan hidup yang terpresentasi pada cerpen-cerpen Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat edisi tahun 2018. Penelitian ini termasuk kategori penelitian kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah ekokritik sastra. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam cerpen yang mengangkat isu tentang krisis lingkungan hidup. Enam cerpen tersebut merefleksikan sembilan bentuk krisis lingkungan hidup yang meliputi: (1) kerusakan hutan, (2) kerusakan tanah, (3) kerusakan lapisan ozon, (4) pencemaran air, (5) pencemaran udara, (6) sampah, (7) kepunahan mata air, (8) kepunahan keanekaragaman hayati, dan (9) krisis pangan (masalah sosial). Bentuk-bentuk krisis lingkungan hidup tersebut disebabkan oleh perilaku manusia yang melakukan eksploitasi sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab.
PERAN WANITA JAWA DALAM SERAT WULANG ESTRI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Sri Mulyani; NFN Mulyana
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v50i1.741

Abstract

The role of Javanese women as a companion and responsible for the survival of family life. Serat Wulang Estri was one of the works of Javanese literature which contains the advices or teachings of a father to his daughter. This contains about the attitude of women who have been married to husbands who should be taught to Javanese women since they were teenagers. The concept of Javanese women in general society tends to see women as human beings who have roles behind or called "kanca wingking" in Javanese culture. This study will describe the role of Javanese women listed on Serat Wulang Estri in families and communities in the era of the 4.0 Industrial Revolution. The research method used is a qualitative descriptive research and modern philology. Data collection is done by reading the script and then done transliteration and paraphrase in Indonesian language. The instruments used are data cards that are then analyzed in a qualitative descriptive and test the validity of the data using interater. The results of the research obtained were the role of women who have a husband who is a life companion and the responsibility of household sustainability denoted by the jempol, panuduh, panunggul, jari manis, and jenthik in the era of industrial revolution 4.0. The industrial revolution 4.0 is related to three main characters, namely innovation, automation, and digital-based information transfer. This research can be used to reference the attitude of married women to participate in the family by following the development of the era.The role of Javanese women as a companion and responsible for the survival of family life. Serat Wulang Estri was one of the works of Javanese literature which contains the advices or teachings of a father to his daughter. This contains about the attitude of women who have been married to husbands who should be taught to Javanese women since they were teenagers. The concept of Javanese women in general society tends to see women as human beings who have roles behind or called "kanca wingking" in Javanese culture. This study will describe the role of Javanese women listed on Serat Wulang Estri in families and communities in the era of the 4.0 Industrial Revolution. The research method used is a qualitative descriptive research and modern philology. Data collection is done by reading the script and then done transliteration and paraphrase in Indonesian language. The instruments used are data cards that are then analyzed in a qualitative descriptive and test the validity of the data using interater. The results of the research obtained were the role of women who have a husband who is a life companion and the responsibility of household sustainability denoted by the jempol, panuduh, panunggul, jari manis, and jenthik in the era of industrial revolution 4.0. The industrial revolution 4.0 is related to three main characters, namely innovation, automation, and digital-based information transfer. This research can be used to reference the attitude of married women to participate in the family by following the development of the era. Keywords: Role of Javanese women; Serat Wulang Estri; Industrial Revolution 4.0AbstrakPeran wanita Jawa sebagai pendamping suami dan penanggung jawab keberlangsungan kehidupan keluarga. Serat Wulang Estri merupakan salah satu hasil karya sastra Jawa yang memuat tentang piwulang atau ajaran seorang ayah kepada anak perempuannya. Piwulang tersebut berisi tentang sikap wanita yang sudah berumah tangga kepada suami yang seharusnya diajarkan kepada wanita Jawa sejak masih remaja. Konsep wanita Jawa dalam masyarakat umum cenderung melihat wanita sebagai manusia yang mempunyai peran domestik atau disebut “kanca wingking” dalam budaya Jawa. Penelitian ini akan mendeskripsikan peran wanita Jawa yang tercantum pada Serat Wulang Estri dalam keluarga dan masyarakat di era revolusi industri 4.0. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif  dan filologi modern. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca naskah kemudian dilakukan transliterasi dan parafrase dalam bahasa Indonesia.  Instrumen yang dipakai berupa kartu data kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan uji validitas data dengan cara interater. Hasil penelitian yang diperoleh ialah peran wanita yang sudah bersuami yaitu menjadi pendamping hidup dan penanggung jawab keberlangsungan rumah tangga yang dilambangkan dengan jempol, panuduh, panunggul, jari manis, dan jenthik pada era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 ini berkaitan dengan tiga kakater utamanya yaitu inovasi, otomasi, dan transfer informasi yang berbasis digital. Penelitian ini dapat digunakan untuk referensi sikap wanita yang sudah menikah untuk berperan dalam keluarga dengan mengikuti perkembangan jaman.

Page 2 of 2 | Total Record : 16