cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 50, No 2 (2022)" : 15 Documents clear
Sampul depan dan belakang NFN Widyaparwa
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.118 KB)

Abstract

PEMANFAATAN BAHASA PADA PENOKOHAN NADIRA DALAM NOVEL NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI Restu Sukesti, M.Hum.
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.164 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.1127

Abstract

Language is used to represent the characters in a novel. The novel Nadira by Leila S. Chudori has a central character, namely Nadira, the same name as the novel's title. The character Nadira told in the novel is quite dominant compared to other characters, from the beginning to the end of the story even though the plot is quite complicated. For this reason, this study focuses on language marking as the character builder of the character Nadira in Leila S' novel Nadira. With what problems: (1) the form of language in the characterizations; (2) types of linguistic markers. There are three stages of research, namely data collection and classification, data analysis, and presentation of data analysis results. This study uses the theory of stylistic and conceptual analysis of language in the morphological, syntactic, and discourse domains, as well as a qualitative descriptive approach. The results are (1) Nadira's character image builder in the form of descriptive (narrative) and conversational forms; (2) characterizations are shown in the form of express or implied; (3) markers of interpretation of characterizations in the form of text and context; and (4) there are ten characters that appear dominantly in Nadira's characterization. The results of this study are very useful for revealing the power of language in literature so that language studies and literary studies are two sides of the same coin as a scientific collaboration.Bahasa digunakan untuk merepresentasikan karakter tokoh dalam sebuah novel. Novel Nadira karya Leila S. Chudori memiliki tokoh sentral, yaitu Nadira, nama yang sama seperti judul novel tersebut. Tokoh Nadira diceritakan dalam novel tersebut cukup dominan dibandingkan dengan tokoh lain, mulai dari awal hingga akhir cerita meskipun alurnya berputar cukup rumit. Untuk itu, kajian ini berfokus pada penandaan bahasa sebagai pembangun karakter tokoh Nadira dalam novel Nadira karya Leila S. Dengan permasalahan seperti apa: (1) bentuk bahasa dalam penokohan;  (2) jenis penanda kebahasaan. Ada tiga langkap penelitian, yaitu penjaringan dan pengklasifikasian data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data. Dalam kajian ini digunakan teori analisis stilistika dan konseptual kebahasaan dalam domain morfologis, sintaktis, dan wacana, serta pendekatan secara deskriptif kualitatif. Hasilnya ialah (1) pembangun imaji karakter Nadira berbentuk deskriptif (naratif) dan percakapan; (2) penokohan ditampilkan dalam bentuk tersurat maupun tersirat; (3) penanda penafsiran penokohan dalam bentuk teks dan konteks; dan (4) ada sepuluh karakter yang muncul secara dominan pada penokohan Nadira. Hasil kajian ini sangat bermanfaat untuk mengungkap daya bahasa dalam sastra sehingga studi bahasa dan studi sastra sebagai dua sisi mata uang yang sama pentingnya sebagai sebuah kolaborasi ilmiah.
REPRESENTASI KESENIAN LOKAL MASYARAKAT JAWA PADA MASA ORDE BARU DALAM NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI Adella Rizkia; Resti Nurfaidah
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.099 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.1045

Abstract

Local wisdom is the overall cultural characteristics possessed by a society or nation as a result of their experiences in the past. This local wisdom can be in the form of rituals, customs, arts, and others. This research focuses on local Javanese arts during the New Order era. With the aim of identifying elements of local art and knowing how people think when art is only used by power as a tool of political propaganda based on the perspective of Levi Strauss' anthropological structuralism theory. This research is a qualitative research. The research data is sourced from the novel Entrok by Okky Madasari. Research data were collected using the technique of reading, listening, and taking notes. The results of data processing are realized in the form of scientific articles. Based on a search on the data, it was found that during the New Order era, local arts were controlled by the government for political purposes as indicated by the way people think, such as the figure Rahayu who criticized the function of art during the election victory; Marni's figure who disagrees with the government's policy when art is only used as propaganda; and the pragmatic and suspicious mindset of the people.Kearifan lokal merupakan keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat atau bangsa sebagai hasil pengalaman mereka di masa lampau. Kearifan lokal ini dapat berupa ritual, adat istiadat, kesenian, dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada kesenian lokal masyarakat Jawa pada masa Orde Baru. Dengan tujuan untuk mengindetifikasi unsur-unsur kesenian lokal dan mengetahui cara berpikir masyarakat saat kesenian hanya digunakan oleh kekuasaan sebagai alat propaganda politik berdasarkan perspektif teori strukturalisme antropologi Levi Strauss. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian bersumber pada novel Entrok karya Okky Madasari. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Hasil pengolahan data diwujudkan dalam bentuk artikel ilmiah. Berdasarkan penelusuran pada data, didapati bahwa pada masa Orde Baru kesenian lokal dikuasai oleh pemerintah untuk kepentingan politik yang ditunjukkan dari cara berpikir masyarakat, seperti tokoh Rahayu yang mengkritisi fungsi kesenian kala kemenangan pemilu; tokoh Marni yang tidak setuju akan kebijakan pemerintah saat kesenian hanya digunakan sebagai propaganda; serta pola pemikiran masyarakat yang pragmatis dan mudah menaruh curiga.
HEGEMONI DALAM PUISI “BUTON 1969” KARYA IRIANTO IBRAHIM Samsuddin Samsuddin
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.661 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.454

Abstract

This study aims to describe the hegemony of power contained in the “Buton 1969” poem. Through this poem, we can get a description of the power that has ever occurred through the diction that the poet extracts. In this paper, the theory of hegemony is used with a qualitative descriptive methods to examine the actions of the authorities and the consequences of actions for the people that occurred in Buton. To describe the hegemony of power, it is done by means of diction which is described by denotation and connotation. The results of the research show that the “Buton 1969” poem is related to the ideology that was breathed in the authorities through the issue that Buton was the basis of the PKI. Through this issue, the apparatus of power made arrests of the Butonnese officers and people. Such acts of power tools leave deep and prolonged suffering and sorrow for the Butonese community.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam puisi “Buton 1969”. Hegemoni dalam puisi tersebut penting dikaji secara ilmiah karena di dalamnya disiratkan tindakan penguasa terhadap masyarakat yang melahirkan derita yang berkepanjangan. Melalui puisi ini, dapat diperoleh gambaran jejak kekuasaan yang pernah terjadi melalui diksi yang disarikan penyair. Dalam tulisan ini digunakan teori hegemoni dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji tindakan penguasa dan akibat tindakan bagi masyarakat yang terjadi di Buton. Untuk mendeskripsikan hegemoni kekuasaan dilakukan melalui sarana diksi yang dideskripsikan secara denotasi dan konotasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Buton 1969” berkaitan dengan ideologi yang dihembuskan oleh penguasa melalui isu bahwa Buton sebagai basis PKI. Melalui isu itu, peranti kekuasaan melakukan penangkapan terhadap aparat dan masyarakat Buton. Tindakan peranti kekuasaan yang demikian meninggalkan penderitaan dan duka yang mendalam dan berkepanjangan pada masyarakat Buton.
NATURE IN INDONESIAN TOURISM: A MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS Arina Isti'anah; Anindita Dewangga Puri
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.816 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.1159

Abstract

 In tourism promotion, nature has been considered a key factor in persuading tourists to visit. Nature has been studied by many researchers using linguistic analysis,  such as metaphor and rhetorical devices, to attach it to beauty and paradise. However, tourism promotion in social media now also requires multimodal modes to communicate with readers. The choice of shot strategies, frame size, and eye level in the visual source are powerful features to position readers in virtual communication. Therefore, this paper addresses multimodal strategies to present Indonesian nature in the tourism website from its interpersonal strategies. Theories of multimodality by Kress and Leeuwen are applied to discuss five samples of the multimodal resources of Medan, Raja Ampat, Lombok, Bintan, and Banyuwangi. The analysis found that the visual strategies identified from the gaze, shot distance, and eye level constitute an offer, while the textual strategies function as informative and descriptive. This paper confirms previous research that Indonesian tourism website is loaded with descriptive modes where persuasion is indirectly addressed.Dalam promosi pariwisata, alam telah dianggap sebagai factor kunci dalam membujuk turis untuk mengunjungi tempat wisata. Alam telah dikaji oleh peneliti dengan analisis linguistik, beberapa di antaranya seperti metafora dan Pirani retorika untuk melekatkan alam dengan keindahan dan surga. Namun demikian, promosi pariwisata dalam media sosial saat ini juga memerlukan mode multimodal untuk berkomunikasi dengan pembaca. Pilihan strategi pengambilan gambar, ukuran bingkai, dan tingkat mata dalam sumber visual merupakan fitur yang kuat untuk memposisikan pembaca dalam komunikasi virtual. Oleh sebab itu, artikel ini membahas strategi multimodal untuk menyajikan alam Indonesia pada situs web pariwisata dari strategi interpersonalnya. Teori multimodalitas dari Kress dan Leeuwen diaplikasikan  untuk membahas lima sampel dair sumber multimodal teks Medan, Raja Ampat, Lombok, Bintan, dan Banyuwangi. Analisis menemukan bahwa strategi visual yang diidentifikasi melalui tatapan, jarak pengambilan, dan tingkat mata bertujuan untuk menawarkan, sedangkan strategi tekstual mengemban fungsi informatif dan deskriptif. Artikel ini menegaskan penelitian sebelumnya bahwa situs web pariwisata Indonesia memuat mode deskriptif yang memuat fungsi persuasive tak langsung.   

Page 2 of 2 | Total Record : 15