cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bestari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "No 30 (2000)" : 8 Documents clear
REAKTUALISASI AGAMA SEBAGAI KEKUATAN PEMBEBAS Nurhakim, Muh
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3638.653 KB)

Abstract

Rupanya diperlukan sebuah ?pandangan dunia teologi? yang bersifat radikal transformatif atau dengan istilah teologi sosial-kritis. Pengertiannya adalah ?empowering of the people? untuk mengorganisir diri dalam memperbaiki harkat hidup dan martabatnya sebagai manusia yang manusiawi, dan inilah sesungguhnya jiwa Islam. Kehadiran Islam adalah  untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan dan diharapkan tercipta keadilan sosial yang menjiawi segala bentuk transaksi ekonomi yang melibatkan seluruh manusia.
TINJAUAN KRITIS LIBERALISME DAN SOSIALISME Nugroho, Heru
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1965.846 KB)

Abstract

Aliran Marxixme revisionis banyak mempengaruhi kebijakan-kebijakan di negara-negara kesejahteraan, sehingga melahirkan ekonomi campuran. Di dalam gerakan intelektual, Marxix revisionis beranggapan ajaran-ajaran Marx bukan merupakan sistem nilai yang sakral,tetapi tidak luput dari falsifikasi,ia hanya merupakan alat analisis.
KEBUDAYAAN SEBAGAI JALAN MENCAPAI TUHAN Mulkam, Abdul Munir
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1994.004 KB)

Abstract

Buyarnya Uni Soviet memang melunturkan supremasi politik Marxisme, sumber inspirasi Komunisme atau Sosialisme, namun tidak menjadikan teori konflik sebagai barang usang. Tidak pula menempatkan Kapitalisme teori tunggal tanpa saingan seperti tesis Francis Fukuyama. Peradaban global tetap berada pada alur dua kerangka teori besar bidang sosial ini. Pa yang dibayangkan bisa lahir dari pemikiran yang dikenal ?spiritulisme baru? dari postmodernisme, belum juga ?mendamaikan? pertentangan Sosialisme atau Komunisme dan Marxisme disatu pihak dengan Kapitalisme di pihak lain dengan segala perkembangan pemikiran di kedua belah pihak. Pertentangan Paradigmatik dan praksis sosial kedua pandangan diatas semakin peka ketika dimasukkan soal keagamaan. Apakah? agama itu kebudayaan, merupakan pertanyaan dalam peradaban manusia yang tetap menjadi polemik.
DISKURSUS SEPUTAR TAP MPRS NO.XXV/1996: TIDAK SERIUS! Sulardi, Sulardi
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1595.067 KB)

Abstract

Diskursus mengenai pencabutan Tap MPRS No.XXV/1996 harus diikuti dengan membuka cakrawala generasi muda terhadap berbagai ideologi yang ada, sehingga mereka dapat melakukan pemahaman tentang ideologi tersebut tidak dengan cara sembunyi-sembunyi termasuk memahami apa sebenarnya Marxisme, Leninisme, dan Komunisme, sehingga tidak terjadi kesalahan pemahaman atau pemahaman yang terpotong, oleh karena itu perlu perhatian serius dari pemerintah dalam menggagas pencabutan Tap MPRS tersebut.
ANALISA HISTORIS-DIALEC-TICAL DAN PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN Juanda, Ahmad
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3564.283 KB)

Abstract

Analisa Historis-dialectical menekankan pada perkembangan historis organisasi terutama dalam memahami fase-fase sejarah organisasi karena melalui pemahaman ini sistem pengendalian manajemen dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.
NEO-SOSIALISME: ANTARA IDEOLOGI DAN REALITA MASYARAKAT SOSIAL Saiman, Saiman
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2327.532 KB)

Abstract

Sosialisme berkembang menjadi dua varian; yang pertama, sosialisme Radikal memandang perubahan sosial hanya dapat dicapai melalui revolusi, sementara sosialisme Demokratis memandang  bahwa perubahan sosial dapat dilakukan melalui reformasi sosial, dimana parlemen merupakan alat perjuangan kebijakan publik untuk memperjuangkan kesejahteraan sosial masyarakat, tetapi varian yang kedua pun masih banyak hal yang perlu dikerjakan sebelum tujuan-tujuan mendasar dari sosialisme menjadi kenyataan. Oleh karena itu negara-negara dunia ketiga berupaya memperbaiki permasalahan ketimpangan ekonomi melalui perbaikan pada sistem kekuasaan dan pemerintahan negara dengan bercermin pada perjalanan negara-negara maju yang lebih dulu mengadopsi ideologi kapitalisme/liberalisme, sosialisme radikal ataupun sosialisme demokratis.
MEMPERTANYAKAN SOSIALISME DI INDONESIA Winaryo, Wahyudi
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3608.18 KB)

Abstract

Kelahiran sosialisme tidak terlepas dari kegerahan Marx atas sistem Kapitalisme yang dianggapnya suatu saat akan mengalami kehancuran dari dalam. Tetapi, dalam perjalannya baik kapitalisme maupun sosialisme tidak berkembang sebagaimana yang dibayangkan oleh Marx, Kapitalisme tidak seburuk yang diperkirakan, sedang sosialisme tidak pernah secermelang yang diperhitungkannya. Sebenarnyalah sosialisme tidak cocok untuk bangsa Indonesia, karena beberapa alasan historis dan juga bercermin dari perjalanan bangsa di negara-negara lain.
PETANI DALAM JAJAHAN KOLONIALISME EKONOMI BARU Sutawi, Sutawi
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1600.741 KB)

Abstract

Disadari atau tidak, sebuah bentuk kolonialisme ekonomi baru yang berkedok perdagangan bebas telah mengancam kehidupan jutaan petani yang akan terhimpit dalam pemasaran produksi sekaligus tidak memiliki kebebasan dalam memanfaatkan potensi sumberdaya lokal yang di milikinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8